Menikahi Calon Adik Ipar

Menikahi Calon Adik Ipar
ENDING


__ADS_3

Dengan penuh kasih sayang, Daniel terus berada di samping Bianca. Laki-laki itu mengusap perut sang istri demi menenangkan dia bayi yang asik bergerak riang kesana dan kemari.


"Kita akan segera bertemu. Apa kalian sudah tidak sabar?" bisik Daniel.


"Tentu saja mereka tidak sabar. Perutku seperti arena trampolin bagi mereka," ucap Bianca lirih.


Setelah Dokter melakukan observasi dan memastikan bahwa Bianca siap melakukan tindakan operasi, wanita itu dipindahkan ke ruang operasi. Tidak lupa, Daniel berganti pakaian untuk menemani sang istri.


Ruangan dengan suhu dingin luar biasa itu nampak sangat mengerikan bagi Bianca. Seorang dokter yang hendak menangani persalinan di dampingi beberapa perawat sudah siap dengan berbagai alat dan perlengkapan mereka. Sementara dokter anak, setia di samping Bianca untuk menyambut dia bayi yang akan segera lahir.


"Jangan takut, aku di sini," bisik Daniel. Berkali-kali ia mencium kening Bianca, berusaha keras menenangkan wanita itu agar tidak tegang.


Setelah semua prosedur operasi siap, Bianca diminta untuk berbaring miring dengan tubuh ditekuk bagai udang. Sebuah alat suntik ditancapkan di punggungnya.


Bianca meringis menahan nyeri, sementara Daniel meringis membayangkan sesakit apa itu rasanya.


"Rileks, Sayang," bisik Daniel.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit sampai bius bekerja, dokter segera memulai operasi caesar. Dengan perasaan campur aduk, Daniel terus menggenggam tangan Bianca. Ia mengusap rambut sang istri serta memberikan ciuman di kening berkali-kali.


Setia detik terasa begitu lama, Daniel dan Bianca merasa cemas.


Setelah selang beberapa menit, sebuah tangisan terdengar nyaring memenuhi seluruh ruangan. Bayi pertama telah lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Mendengar tangisan itu, Daniel dan Bianca pun terharu.


Setelah mendapatkan perawatan pertama dari dokter anak, bayi pertama diletakkan di atas dada Bianca. Daniel terharu melihat bayi merah itu menangis.


Selang lima menit, terdengar tangisan bayi kedua yang berjenis kelamin perempuan. Sungguh anugerah luar biasa bagi Daniel dan Bianca, ia dikaruniai dua bayi sekaligus dalam sekali proses.


Kedua bayi kini sudah berada di atas dada Bianca, mereka akhirnya tenang setelah keduanya dibaringkan bersama.


"Aku mencintaimu, Sayang. Sangat mencintaimu. Terima kasih sudah berjuang untuk anak-anak kita," bisik Daniel. Ia mencium kedua pipi Bianca secara bergantian.


***


Setelah melewati proses melahirkan yang menegangkan, kini Bianca beserta kedua bayinya telah dipindahkan ke ruang pemulihan.

__ADS_1


Kedua bayi terlahir sehat sempurna. Meski lahir dengan berat badan yang kecil, namun untuk kelahiran kembar hal itu normal terjadi.


Saat ini, kedua orang tua Bianca serta kedua orang tua Daniel telah berada di rumah sakit. Mereka menyambut kelahiran si kembar penuh suka cita. Berbagai persiapan pesta bahkan sudah direncanakan, terutama keluarga Abraham yang sangat menantikan hadirnya bayi-bayi kecil itu.


Setelah banyak sekali cobaan dan hal berat yang menimpa keluarga ini, akhirnya mereka bisa berbahagia sepenuhnya.


Terkadang, seseorang harus tersakiti lebih dahulu sebelum Tuhan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena kebahagiaan itu, bukan berasal dari orang lain, melainkan kita sendiri yang menciptakannya.


Daniel dan Bianca telah membuktikan cinta mereka. Bahwa tidak selamanya sesuatu yang dimulai dengan rasa sakit akan berakhir pula menyakitkan.


END-


Terima kasih pada semua pembaca yang telah setia sampai sejauh ini. Terima kasih untuk dukungan, cinta dan segala doa yang sudah kalian tulis di setiap kolom komentar.


Semoga doa-doa baik juga selalu menyertai kita, Aamiin.


Kemungkinan Author akan hiatus cukup lama untuk persiapan lahiran, semoga nantinya kita semua ada kesempatan untuk bertemu secara online lagi di novel baru.

__ADS_1


SAYANG KALIAN SEMUA!


__ADS_2