
Pukul satu siang Daniel tiba di rumah, ia langsung pulang ke rumah karena tahu istrinya tidak sedang berada di kantor.
Karena kini Bianca adalah seorang CEO, ia bisa bebas bekerja kapanpun dan di manapun. Terlebih, Daniel sudah mengurus banyak pekerjaan untuknya hingga ia tidak perlu khawatir mengenai kondisi perusahaan.
Saat tiba di rumah, Daniel melihat istrinya sedang duduk di ruang tengah sambil menonton televisi. Di tangan Bianca, terdapat semangkuk sereal coklat lengkap beserta susu di dalamnya.
Daniel tersenyum, mendekati Bianca dan mencium kening wanita itu.
"Apa itu sangat enak? Sampai kau tidak sadar kepulanganku?" tanya Daniel.
"Maafkan aku. Aku sedang fokus menonton drama kesukaanku," jawab Bianca. Ia meletakkan mangkuk serealnya dan memeluk Daniel.
"Baiklah, selamat menonton. Aku akan mandi terlebih dahulu," pamit Daniel. Sebelum beranjak pergi, ia kembali mencium pipi kanan dan kiri istrinya.
Melihat Daniel masuk ke dalam kamar, Bianca melirik pintu kamar yang sedikit terbuka.
Setelah melihat wajah suaminya, Bianca yakin Daniel akan sangat bahagia jika mndengar kabar kehamilannya. Dilihat dari sikap Daniel yang amat dewasa dan penuh kasih sayang, ia tidak akan keberatan meski menjadi orang tua di usia muda.
Saat Daniel sedang mandi, Bianca membuka sebuah amplop yang berisi foto hasil USG miliknya. Setelah beberapa saat, ia memutuskan untuk mengerjai Daniel dan memberikan kejutan dua hari lagi, tepat di hari ulang tahunnya.
Bianca kembali menyembunyikan hasil USG ke dalam laci. Ia kembali duduk manis di sofa sambil menikmati serealnya sambil menunggu Daniel keluar dari kamar.
__ADS_1
"Sayang, apa kau sudah makan siang?" tanya Daniel. Ia berjalan mendekat sambil berbicara.
"Aku sedang tidak nafsu makan," jawab Bianca. Matanya fokus pada layar televisi.
"Kenapa?" tanya Daniel khawatir. "Apa kau sedang tidak enak badan?"
"Tidak, sereal ini saja sudah mengenyangkan."
Daniel menggaruk tengkuk lehernya. Tidak biasanya Bianca makan siang tanpa dirinya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan makan sendiri," ujar Daniel sambil berjalan ke arah dapur.
Di dapur, Daniel sudah melihat makan siang tersaji di atas meja. Rupanya Bianca memasak sup macaroni pedas kesukaannya. Tanpa banyak berpikir, ia menyantap dengan lahap masakan Bianca.
***
Sementara Daniel, ia harus menyelesaikan tugas kuliahnya serta pekerjaan sampingannya sebagai direktur utama perusahaan. Ia berusaha menyelesaikan semuanya dengan cepat agar bisa menemani Bianca di kamar.
Pukul sembilan kurang, Daniel menyusul Bianca ke dalam kamar. Ia melihat istrinya sedang berbaring di atas tempat tidur sambil bermain ponsel.
Diam-diam, Bianca sedang asik mencari tahu perihal makanan sehat untuk ibu hamil, hingga hal-hal apa saja yang harus dihindari saat kehamilan masih di usia muda.
__ADS_1
"Sayang," sapa Daniel sambil naik ke atas tempat tidur. Bianca buru-buru menyembunyikan ponselnya dan menutup tubuh dengan selimut.
Daniel mendekati Bianca, merangkul tubuh wanita itu sembari mencium pipi kanan dan kirinya.
Melihat tali lingerie merah di atas pundak Bianca, Daniel menurunkan bibirnya dan mencium bahu hingga menjalar ke dada sang istri.
Namun, Bianca tidak merespon. Wanita itu malah menguap dan menarik napas dalam-dalam.
"Kau selalu cantik," puji Daniel.
Bianca mengulum senyum, ia jelas paham apa yang suaminya inginkan.
"Aku mengantuk," keluh Bianca beralasan.
"Benarkah? Kau yakin bisa mengantuk saat aku sudah memulainya?" tanya Daniel menggoda. Ia menyingkap selimut di tubuh Bianca dan mulai meraba. Tangannya dengan sigap merogoh ke berbagai tempat-tempat favoritnya.
Tubuh Bianca merespon. Wanita itu merasakan kewanit*annya berdenyut mendamba.
"Sayang, aku mohon. Jangan sekarang," pinta Bianca menolak. Ia masih ingat perkataan dokter kandungannya, bahwa mereka harus menahan diri sampai usia kandungan Bianca mencapai lima bulan, untuk memastikan agar keguguran berulang tidak terjadi.
Daniel tidak menyangka, ini adalah penolakan pertama Bianca setelah sekian lama.
__ADS_1
Senjata yang awalnya sudah mengeras dan menonjol sempurna, mendadak menciut dan mengkerut bagai teripang laut akibat penolakan sang istri.
***