
Setelah adegan ciuman itu, aku lebih berani bersikap romantis dengan Aisyah. Ia pun tak menolak sedikit pun perlakuan ku. Rasanya aku sangat bahagia, karena Aisyah juga sudah mulai ada rasa padaku.
Semoga saja kami bisa segera menyempurnakan ibadah kami ini.amin.
Meski begitu, aku masih ragu untuk mengungkapkan perasaan ku pada nya.
Entah kenapa, nyaliku selalu menciut jika berhadapan langsung dengan Aisyah.
Kami memutuskan untuk kembali kerumah bersama, itupun atas permintaan ku. Dan Alhamdulillah nya Aisyah menyetujui.
Sepanjang perjalanan pulang aku terus saja menggenggam tangan nya, bahkan disaat aku fokus menyetir pun. Tanganku tak pernah lepas dari Aisyah. Begitu lah jika orang yang sedang kasmaran.
Dunia serasa milik berdua. katanya.
πΆπΆ Hatiku berkata ingin katakan cinta,
namun aku malu untuk mengawalinya.
Jantung ku berdebar saat kau menatapku,
jadi salah tingkah bicara sama kamu.
Bibirku terbungkam, melihat senyum mu
Aku tak kuasa saat didekatmu.
Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa, tapi mengapa aku slalu tak bisa.
Bagaimana caranya agar dirimu, bisa tau kalau aku suka, suka, suka, Suka Sama Kamu...
Jantung ku berdebar saat kau menatapku,
jadi salah tingkah bicara sama kamu...
Bibirku terbungkam melihat senyum mu,
aku tak kuasa saat didekatmu.
Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa, tapi mengapa aku slalu tak bisa.
Bagaimana caranya agar dirimu bisa tau kalau aku suka, suka, suka, Suka Sama Kamu...πΆπΆ
( Suka Sama Kamu by : D'Bagindas )
Aku sengaja memutar lagu milik band favorit ku D'Bagindas dimobil. Biar Aisyah tau kalo aku bener-bener udah terpikat oleh pesonanya.
Ekor mataku terus saja melirik kearahnya. Gadis berhijab itu hanya terpaku kadang sekilas melempar senyum kearahku.
Perjalanan pulang yang biasa nya hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit, sengaja aku perpanjang waktunya. Laju mobil sengaja aku perlambat, supaya bisa terus seperti ini dengan Aisyah. Momen termanis yang kita lakukan untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit kami akhirnya sampai dirumah. Aku membuka seatbelt ku lalu membantu Aisyah membuka seatbelt nya. Kami hanya saling menatap satu sama lain dan melempar senyum. Tak lama kami bergegas turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.
.
.
.
" Malam ini kamu nggak usah masak Syah, aku pesenin makan dari luar aja ya? Kamu mau aku pesenin makanan apa?" Aku bertanya pada Aisyah yang baru saja selesai membereskan peralatan sholat kami.
Sepulang dari kantor, kami langsung membersihkan diri masing-masing, lalu melaksanakan kewajiban kami sebagai umat muslim. Kami sholat Maghrib berjamaah seperti biasa.
Aisyah berjalan menghampiri ku yang sedang duduk di pinggir ranjang kami.
" Terserah kamu aja, aku mah ngikut aja."
" Ya udah, gimana kalo malam ini kita makan makanan favorit kamu?" usul ku pada Aisyah.
Gadis itu mengangguk cepat. " Boleh-boleh, kita pesen makanan ala Korea aja kalo gitu. Gimana? kamu suka kan?" Aisyah meresponnya dengan sangat antusias usulanku.
Aku pun menganggukinya. " Ok, aku pesen sekarang." Jariku lalu menyentuh aplikasi pesan antar makanan. " Beres." pungkas ku.
" Kamu pesen apa aja Dar?" Aisyah bertanya padaku seraya melirik kearah ponsel ku.
Lalu aku menunjukkan semua makanan yang sudah aku list di aplikasi pesan antar makanan.
- Kimchi Sujebi (Sup pangsit)
- Kimbab( Nasi gulung Korea)
- Kimchi Jeon ( Pancake ala Korea*)
" Waahhh... menunya kesukaan aku semua itu Dar, kok kamu tau sih makanan favorit ku?" Aisyah berseru dengan mata yang berbinar, sepertinya ia suka dengan pilihan makanan yang aku pesan. Dan rupanya itu makanan favorit Aisyah semua.
" Benarkah? aku nggak tau kalo kamu suka semua makanan ini. Tadi aku cuma pakek feeling aja pas milihnya. Eh... ternyata favorit kamu semua."
" eeumm gitu ya, berarti malam ini kita bakal pesta makan masakan ala Korea, asyik...!!" Aisyah bersorak gembira seperti anak kecil yang tengah dibelikan mainan baru oleh orang tuanya.
Aku merasa bahagia melihat nya bisa tertawa seperti ini.
Kenapa nggak dari dulu coba.
Ternyata membahagiakan seorang istri sesederhana dan sesimpel ini. Hanya membelikan makanan favoritnya saja, dia sudah sangat bahagia.
Betul-betul indah dan kita pun mendapat pahala, karena sudah membuat hati pasangan kita bahagia.
Lantas aku baru sadar kalau Aisyah sedang memelukku. Pantas saja aku merasa ada benda kenyal dan padat yang menempel ditubuh ku. Ternyata buah dada Aisyah bersentuhan dengan lengan ku.
Oh Tuhan, cobaan apa lagi ini.
__ADS_1
Gadis ini benar-benar selalu mengujiku.
Aisyah mengamit lenganku dengan eratnya, tubuh nya dan tubuh ku benar-benar sudah melekat satu sama lain.
" ekhm!" Aku sengaja berdehem supaya ia segera sadar dan melepaskan pelukannya.
" Syah.." panggil ku pada Aisyah yang masih belum melepas pelukannya.
" hm? Apa?"
" Kamu bisa kan geser sedikit?" Ucapku seraya melirik ke arah nya.
Lantas Aisyah beringsut mundur. " Emang kenapa? Kamu nggak suka ya aku peluk?" tanya Aisyah dengan polosnya dan kujawab langsung dengan gelengan kepala.
" Bukan gitu maksudnya, aku cuma nggak mau aja lepas kendali. Soal nya itu tuh.." Aku mengedikkan dagu kearah dadanya.
Seketika dahi Aisyah mengernyit seraya menurunkan pandangannya kearah dada miliknya." Maksudnya?" tanyanya sembari menatap ku kembali.
Aku mendesah berat, gadis ini benar-benar polos ternyata.
" Maksud aku... kamu jangan deket-deket kayak tadi. Aku nggak janji bisa nahan diri kalo kamu terus menggodaku seperti itu." Dengan gamblang nya aku mengatakan maksud perkataan ku.
Dan itu sukses membuat Aisyah melongo dengan mata melotot tajam kearah ku.
" Haidar....Kamu mulai mesum ya!!"
.
.
.
**Bang Haidar mulai mesum nih, nakal ya!
Author cium nih!!π
Nih aku kasih mukanya Bang Haidar**
Cakep ngga? gemezzz ngga? hihihi...π
Makasih buat kalian yang sudah mampir dan memberi dukungan nya ππ
Jangan lupa kasih aku booster ya... biar semangat bikin cerita ini.
**Caranya dengan kasih Like dan Komen dikolom komentar. Gratis kok!! Cukup jempol kamu yang gerak. hehe... Author maksa yaπ
Salam sayang dari akyuu ππ**
__ADS_1