Menikahi Calon Kakak IparKu

Menikahi Calon Kakak IparKu
Rela Dijadikan Yang Kedua


__ADS_3

Author POV.


"Jadi apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa kita bisa sampai melakukan perbuatan dosa seperti itu? Kamu tidak sedang menjebak ku kan Ra?" Tanya Haidar pelan dengan tatapan mata seperti elang. Sangat tajam, seperti akan menerkam mangsanya hidup-hidup.


Sampai-sampai membuat nyali Tara menciut dan tidak berani menatap mata pria itu secara langsung. Ia sejak tadi hanya menunduk dan meremat jari-jarinya. Lelaki yang pernah ia kenal sebagai lelaki yang paling lembut kini berubah menjadi lelaki yang sangat menakutkan. Lama mengenal Haidar, ia sekalipun tak pernah melihat kemarahan lelaki itu. Namun, baginya kemarahan Haidar padanya adalah hal wajar mengingat apa yang sudah ia perbuat kepada lelaki itu.


Satu jam sebelum Haidar memutuskan untuk mengakhiri kemarahan dan penyesalan nya. Ia sempat membasuh tubuhnya dengan air dingin, berharap semua rasa panas yang bergemuruh di-dadanya ikut luruh bersamaan dengan air dingin itu. Luka dibuku-buku tangan nya sudah ia obati dan ia balut dengan perban. Beruntung kamar mandi Tara tersedia kotak P-3k, jadi ia bisa mengobati lukanya sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar mandi.


Dirasa sudah cukup tenang, ia lalu keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar namun pikiran nya masih kusut layaknya benang. Saking kusutnya ia hampir tak bisa menemukan ujung dari benang tersebut. Yang ada semakin ia memaksa mencari semakin kusut saja benang itu. Contohnya permasalahan yang kini tengah menimpanya.


Ia tak ingin larut dari penyesalan yang tak berujung, sebisa mungkin ia mencari tau kebenaran nya terlebih dahulu kemudian memutuskan tindakan apa yang harus ia lakukan setelah ini. Apakah ia akan menghindari Tara dan melupakan begitu saja kejadian ini atau dia justru akan bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan bersama Tara.


Sebagai seorang lelaki, sebrengsek-brengsek nya dia. Dia tidak mungkin lari dari tanggungjawab bukan, hal itu justru akan membuat dirinya di-cap sebagai pengecut. Bila suatu saat Tara hamil anak dari hasil perbuatan dosa yang telah ia lakukan. Meskipun hal itu diluar kendali dan kuasanya. Mau tidak mau, suka tidak suka ia harus tetap bertanggung jawab. Meskipun ia sama sekali tidak mengingat jelas kejadian yang sebenarnya.


Yang ia ingat malam itu ia mengantar Tara ke apartemennya. Lalu Tara memberinya minum sebelum ia ingin pamit pulang. Selanjutnya ia sudah tidak mengingat apa-apa lagi.

__ADS_1


Maka dari itu, saat ini ia tengah meminta jawaban atas semua pertanyaan nya kepada Tara. Jika memang Tara yang telah menjebak nya, Haidar tidak akan pernah memaafkan perbuatan gadis itu seumur hidupnya. Tapi jika itu semua terjadi karena ia yang memaksa tentu saja ia bersedia untuk bertanggung jawab.


"Jawab aku Ra! Jawab! Kenapa kamu diam seperti patung? Hah!" Teriakkan Haidar membuat gadis itu berjengit hingga mundur beberapa langkah. Tubuh dan bibir nya gemetar, matanya mulai memanas.


"Ak-aku--" Tenggorokan gadis itu terasa mengering, sampai-sampai menelan salivanya pun sangat susah. Ia tergagap, tak tahu harus menjawab apa. Bodoh nya ia yang tidak berpikir panjang terlebih dahulu saat rencana kotor ini terlintas dalam pikiran nya. Ia tak pernah menduga jika Haidar akan sangat marah bahkan lebih parahnya lagi mungkin akan membencinya seumur hidup. Karena telah merusak rumah tangga dari mantan kekasihnya itu.


Air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya, buliran keringat pun menghiasi pelipisnya.


" Maaf.." Hanya satu kata itu yang sanggup Tara ucap, bersamaan dengan cairan bening yang ikut luruh dipipi.


Haidar maju selangkah mendekati Tara yang masih tertunduk dan terisak. Pria itu berucap sarkas dengan tatapan mata menerawang. Membayangkan wajah Aisyah yang entah akan bereaksi seperti apa nantinya bila sampai tahu hal memalukan ini.


" Kamu sadar Ra, apa yang sudah kamu lakuin itu akan merusak rumah tangga ku dengan Aisyah. Seharusnya sebagai seorang wanita kamu bisa merasakan bagaimana sakitnya jika mengetahui pasangan kita sudah tidur dengan wanita lain apalagi wanita itu mantan kekasihnya." Mengusap wajah nya berulang, matanya terpejam sesaat guna mengurangi gemuruh di-dadanya yang kini kembali memanas.


Dalam hati Haidar terus beristighfar, menyebut nama Allah agar ia dijauhkan dari godaan setan. Tak ingin bertindak kasar terhadap wanita dihadapannya itu. Ia mencoba menahan emosi yang hampir meledak.

__ADS_1


Kembali membuka suara, Haidar duduk dengan kedua tangan yang menopang kepalanya. Ia merasa lelah,


"Sebenarnya apa yang ada dalam pikiran mu Ra? Kenapa bisa kamu sampai mempunyai pikiran licik ini? Memangnya apa yang kamu harapkan dari aku Ra? Apa? Kamu sendiri kan yang dulu memilih pergi meninggalkan ku demi cita-cita mu yang ingin menjadi model profesional. Meski aku melarang, kamu tetap saja lebih memilih mengejar impian mu dibanding tetap berada di sisiku. Susah payah aku melupakan kamu Ra, aku hampir gila dan depresi. Tapi aku tidak ingin menjadi pria bodoh yang terus meratapi putusnya hubungan kita. Aku juga berhak bahagia dan melanjutkan hidup." Menjeda kalimatnya sejenak, Haidar kembali menerawang jauh ke masa lalunya. Dimana dirinya pada saat itu benar-benar terpuruk karena Tara lebih memilih mengejar impiannya ketimbang dirinya.


"Kamu tau kan Ra kalau kamu itu cinta pertama ku. Tapi itu dulu sebelum aku menikah dengan Aisyah." Kalimat terakhir yang diucapkan Haidar sukses membuat Tara mendongak sesaat lalu kembali tertunduk. Hatinya terasa seperti disayat oleh pisau tak kasat mata sangat sakit dan begitu perih.


Ia pikir Haidar masih sendiri dan menunggunya kembali. Namun setelah pertemuan mereka sewaktu dipantai membuat Tara merasa tak terima jika ternyata Haidar telah menikah bahkan ia terlihat sangat mencintai istrinya itu. Seolah ia tidak rela jika posisi nya digantikan oleh wanita lain. Maka dari itu Tara berniat untuk merebut hati Haidar kembali. Meski cara yang ia lakukan sangatlah tidak dibenarkan.


Dan hasil yang ia terima justru membuatnya harus kembali menelan kekecewaan. Ternyata, Haidar sudah benar-benar menganggap nya bagian dari masa lalu. Dan menyematkan nama sang istri dihati nya yaitu Aisyah.


Tara lebih dulu menelan ludah sebelum membuka mulutnya, " Aku masih cinta kamu Dar, aku menyesal karena aku dulu lebih memilih mengejar impian ku ketimbang tetap berada di sisimu. Maafin aku Haidar, aku mohon. Kembali lah dengan ku, kita lanjut kan lagi mimpi-mimpi kita yang sempat tertunda. Aku mau memulai nya dari awal lagi dengan mu. Aku rela meninggalkan profesi ku sebagai model dan menikah dengan mu. Aku rela meskipun dijadikan yang kedua."


_


_

__ADS_1


_


__ADS_2