
" Wa'alaikumussalam, makasih Mi."
"Wa'alaikumussalam nak, pokoknya Ummi tunggu kabar baiknya ya..."
" Insya Allah Ummi. Ya udah telfonnya Haidar tutup ya? Kerjaan Haidar numpuk nih Mi."
" Ya udah, salam buat mantu Ummi."
klik'
" hfuth...Akhirnya diputus juga telfonnya."
Aku cukup lega bisa terbebas dari Ummi, yang entah kenapa beliau sangat rewel hari ini. Mengharapkan aku dan Aisyah bisa segera memberikan mereka seorang cucu.
Boro-boro cucu. Orang bikin aja belom pernah.
ck!!
Saking semangatnya beliau, sampai-sampai membelikan kami tiket pulang pergi beserta paket honeymoon selama satu minggu di Bali.
Tak lupa hotel yang sudah direservasi dan semua yang kami perlukan untuk keperluan honeymoon sudah dipersiapkan olehnya. Katanya kami tinggal berangkat saja, tidak perlu repot-repot lagi mengurus ini itu.
heeuuuh... apa emang gini ya rasanya menikah.
Merepotkan!!
Aku terus membolak-balik tiket ditanganku, berpikir keras bagaimana aku menyampaikannya pada Aisyah. Bisa-bisa nanti dia salah faham lagi sama aku. Dikiranya aku yang udah nggak bisa nahan diri buat melakukan malam pertama.
Padahal ini semua rencana mertuanya, alias Ummi aku.
Baru kali ini aku ngerasain kehidupan berumah tangga. Ilmu yang aku miliki juga masih dibilang sangat minim. Pernikahan ku yang mendadak benar-benar membuat ku agak sedikit kelimpungan.
Yang tadinya aku pria lajang tiba-tiba menjadi kepala rumah tangga.
Tiba-tiba terbersit dalam pikiran ku untuk mencari tahu beberapa informasi seputar pernikahan.
Mungkin aku bisa mencari-cari di internet mengenai perihal membangun rumah tangga yang baik dan berkah.
" Oke, aku harus cari informasi sebanyak mungkin dari Mbah Google. Siapa tau aku bisa dapet ilmu buat belajar memahami apa arti pernikahan dan rumah tangga." Tak menunggu lama aku pun langsung membuka Google dan mulai mengetik apa yang ada di otak ku saat ini.
Cara membangun rumah tangga yang berkah.
Tampilan layar langsung menunjukkan berbagai macam cara dan petunjuk yang sangat lengkap menurutku.
Aku terus menscrol layar ponselku mencari-cari informasi yang aku maksud.
__ADS_1
Sampai aku menemukan dua artikel yang menurut ku sangat tepat. Membaca nya dengan seksama dan kufahami setiap tulisan-tulisannya.
Mungkin aku memang masih buta dalam hal ini. Belum mengerti apa arti makna pernikahan yang sesungguhnya. Pernikahan harmonis dan berkah tentunya.
Satu kesimpulan yang bisa aku ambil dari artikel tersebut.
Bahwasanya menikah itu adalah suatu ibadah dan merupakan ladang pahala bagi setiap pasangan yang sudah sah dimata agama.
Wajib hukumnya menyenangkan hati pasangan kita. Entah itu menyenangkan hati istri atau pun menyenangkan hati suami.
Kedua nya memang sangat lah berperan penting dalam membina rumah tangga yang berkah. Dan selalu diridhoi oleh Allah tentunya.
Apa memang sudah saatnya aku harus meminta hakku dan memberikan hak untuk Aisyah?
Apa Aisyah sudah siap untuk melakukannya?
Apa ia juga sudah bisa menerima ku sepenuhnya sebagai suaminya?
Ah, kenapa nyaliku jadi menciut gini sih. ck!
Aku mengusap kasar wajahku dan menyugar rambut ku. " Rasanya kenapa begitu sulit?" gumamku lirih seraya menatap nanar paket honeymoon yang ada di mejaku.
Meski diantara kami sama sekali belum ada kontak fisik yang berlebihan.
Selama dua minggu ini, paling mentok aku mencium kening Aisyah. Itupun aku melakukan nya secara diam-diam. Lucu bukan?
Nyium istri aja pakek nyolong-nyolong segala. aneh.
Waktu itu aku memberanikan diri untuk mencium kening Aisyah saat ia masih terlelap dalam tidurnya. Aku baru menyadari jika selama ini wanita itu benar-benar sangat cantik dan sempurna.
Sebagai laki-laki normal tentu saja aku tidak dapat menahan diri jika disuguhkan dengan wanita cantik dan sangat menggoda setiap harinya.
Tidur satu ranjang tanpa menyentuhnya, aku rasa tidak bisa. Mungkin sudah tak terhitung lagi aku mencuri-curi kesempatan untuk tidak mencium nya. Yang pipi, terus kening, masih sebatas itu aku berani menyentuh nya.
Walau terkadang aku harus menelan ludah jika memandang bibir berwarna pink milik Aisyah. Benar-benar membuatku hilang kendali bila menatap dan membayangkan bagaimana rasanya bibir itu jika aku lahap.
Ah, jadi kangen... Aisyah lagi apa ya?
Jujur, benih-benih cinta mulai tumbuh dalam hati ku. Setiap kali aku bersamanya, jantungku selalu berdebar kencang. Darahku berdesir dan aku selalu salah tingkah.
Kalau Aisyah aku masih belum bisa menebaknya. Wanita itu benar-benar sangat tertutup tidak pernah sekalipun ia membahas tentang perasaan nya.
__ADS_1
drtt..drtt..drtt...
Aku menatap layar ponsel ku, tertera nama seseorang yang hari-hari ini selalu menari-nari di otakku. Istriku.
Yah, Aisyah. Wanita itu tiba-tiba menghubungi ku. Aku cukup kaget dan masih tertegun menatap ponselku.
Dengan cepat aku mengangkatnya tentunya dengan ritme jantung yang sudah tak karuan.
Apa seperti ini rasanya jatuh cinta pada istri sendiri? Berbeda pada saat aku jatuh cinta dengan mantan kekasih ku. Rasanya tidak segugup ini. luar biasa.
Aku berusaha menutupi kegugupanku yang tiba-tiba muncul, menetralkan nya dengan berdehem kemudian membuka suara. " Khm! iya halo Assalamualaikum?" Aku mengucap salam terlebih dulu untuk menyapanya yang berada disebrang sana.
Tak sadar aku senyum-senyum sendiri.
Menunggu dia menjawab salam ku saja, rasanya seperti menunggu panggilan interview.
hfuuh... Aisyah... Aisyah...
" Wa'alaikumsalam... Haidar." Nyeess...Ademnya hatiku mendengar suaranya yang terdengar begitu merdu ditelinga ku.
.
.
.
.
๐น๐น๐น๐น
Saat hati mulai bicara, maka tak ada yang bisa mencegahnya. Dimana ia akan menetap kan hati untuk berlabuh *kepemiliknya.
Itulah cinta yang sesungguhnya...
Cinta bagi para pasangan halal*.
**Terimakasih buat yang sudah mampir ๐๐
Jangan lupa di Like Komen dan Vote ya...
Biar aku tambah semangat nulisnya ๐ค
Semoga kalian sehat selalu dan selalu dalam lindungan Allah SWT. amiiin...
__ADS_1
Salam sayang dari akyuu ๐**