Menikahi Calon Kakak IparKu

Menikahi Calon Kakak IparKu
Menuju Malam Pertama


__ADS_3

Haidar POV.


Malam ini terasa sangat- sangat berbeda bagiku. Tentunya, setelah mendengar persetujuan Aisyah barusan. Ia setuju untuk melakukan malam pertama kami. Dimana hal itu yang sempat tertunda selama hampir empat bulan ini.


Setelah memberikan persetujuannya, Aisyah pamit undur untuk bersiap diri. Mungkin ia ingin tampil semaksimal mungkin saat melakukan kewajiban nya sebagai istri. Dan aku sudah tidak sabar melihatnya. Pasti Aisyah akan mengenakan gaun malam sexy yang dibawakan oleh Umi. waoow!! ihik!


Aku yang masih duduk dibalkon, terus saja senyum-senyum sendiri. Otak mesum ku mulai bekerja cepat, memikirkan gaya apa saja yang akan aku gunakan nanti. Haiiiss!! Mesumnya kau Haidar!! ck!


Sepertinya, jantung ku juga bekerja lebih cepat dari biasanya. Ini adalah yang pertama bagiku juga Aisyah. Wajar saja jika saat ini kami merasa gugup satu sama lain.


Setelah lumayan menunggu lama, akhirnya Aisyah keluar dari bathroom. " Haidar " panggil Aisyah dengan lembut.


Jantung ku kian memacu cepat. Saat aku menoleh kearah nya. " A-aisyah..? i-itu benar kamu?" Aku menelan ludah ku susah, bibirku menganga lebar dengan mata yang enggan berkedip sedikitpun.


Pemandangan indah di depanku saat ini membuat jiwa kelakianku seketika meronta-ronta dibawah sana. Celanaku tiba-tiba terasa sesak. Astaghfirullah hal'adzim... Eling Haidar eling!!


Penampakan Aisyah benar-benar menghipnotis diriku. Dia yang biasanya berpenampilan tertutup, sekarang berpenampilan tak biasa. Ya .. kalian Taulah ya? nggak usah aku perjelas juga. Takut dosa! mengumbar penampilan istri yang bersifat privasi. Monggo ber imajinasi sendiri. hehe..


Aku berjalan menghampiri Aisyah yang masih setia berdiri dengan menundukkan kepalanya.


" Ehemm!! Kenapa berdiri disitu?" Tanyaku saat jarak kami sudah sangat dekat. Bisa kucium aroma tubuh Aisyah yang begitu memabukkan.


Kulirik sekilas bagian dadanya yang nampak terbuka. Ah, sial! kenapa kepalaku mendadak pusing begini. Dibawah sana juga sudah semakin melesak dan berdenyut.


Lagi-lagi aku harus menekan hasrat yang sudah memuncak. Kuusap tengkuk ku lalu bertanya lagi. " Hei, kenapa kamu terus nunduk?" Kali ini aku mengangkat dagu Aisyah pelan.


Kedua mata kami saling menatap. Betapa cantiknya bidadari dihadapan ku saat ini. Ternyata kecantikan seorang istri memang tiada tandingannya. Pantas saja, dulu almarhum Abang Haikal begitu tergila-gila dengan Aisyah. Gadis satu ini memang tiada duanya. Sudah cantik, lemah lembut, berakhlak mulia dan pastinya Solehah.


" Aku malu Dar, a-aku ngerasa gugup. A-aku takut mengecewakan kamu." Ucapan Aisyah barusan membuat sudut bibirku tertarik keatas.


Gadis ini begitu polos dan lugu. Begitu menggemaskan, saat wajahnya bersemu sambil menggigit bibir bawahnya.


Rasanya ingin kuterkam saat ini juga.

__ADS_1


Lantas aku meraih kedua pundaknya dan memeluknya erat. Mencoba memastikan jika istriku ini tidak merasa gugup dan takut lagi.


" Menurut mu apa kamu pikir aku tidak gugup? Apa kamu pikir aku juga tidak takut? Asal kamu tau, ini juga yang pertama bagiku. Jadi, kalo bisa kita sama-sama belajar ya. Kita ikuti saja alurnya, naluri kitalah yang akan menuntun. Semoga dengan ini, rumah tangga kita senantiasa diberikan keberkahan berkali-kali lipat dari Allah. Karena setelah aku menggauli mu, kita akan sepenuhnya menjadi satu. Aku, kamu akan menjadi kita." Ucapku seraya mengecup puncak kepala Aisyah dalam dan berulang.


Aisyah meng-amini ucapan ku seraya mengangguk sambil mengulum senyum yang biasa ia sunggingkan.


Akupun mendaratkan ciuman dibibirnya sekilas itupun sontak membuat Aisyah memekik kesal.


" Haidar!! Kebiasaan deh, suka curi-curi ciuman. Ngeselin!!" Aisyah merajuk lalu ia pergi meninggalkan diriku yang hanya terkekeh mendengar protes nya.


" Ya udah, kalo gitu kamu tunggu bentar. Aku mau mandi dulu. Biar wangi. hehehe"


Daripada aku kena omelan nya lagi, lebih baik aku melarikan diri ke kamar mandi. Meninggalkan Aisyah yang masih saja menggerutu kesal karena tingkahku yang selalu saja mencuri ciuman nya.


Aku pikir, aku juga perlu membersihkan diri sebelum ritual malam pertama kami berlangsung. Cihuy, akhirnya buka segel juga.


***


Setelah beberapa menit aku membersihkan diri, aku menatap diriku dicermin sebentar.



Ketika kita hendak menggauli istri atau pasangan halal kita. Bahwasanya disunnahkan bagi kita mandi untuk membersihkan diri dan memakai wewangian. Supaya libido kita semakin bertambah dan semangat pun meningkat.


Entahlah, itu fakta atau mitos.


Lalu setelah itu aku menghampiri istriku yang sudah menunggu diranjang kami.


Sengaja aku berdehem, membuat istri cantik ku terkejut. " Ka-kamu udah selesai mandi?" Aisyah menurunkan pandangannya saat aku berada sangat dekat dengannya.


" Sudah " jawabku seraya duduk disebelah nya.


" Masih marah?" tanyaku sambil menggenggam tangan nya. Aisyah hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.

__ADS_1


Aku tersenyum sekaligus merasa gemas, melihat tingkah Aisyah yang malu-malu seperti ini.


" Kamu udah siap kan?" Kuangkat dagu Aisyah perlahan supaya aku bisa dengan jelas menatap wajah cantiknya yang sudah bersemu kemerahan.


Aisyah mengangguk samar lalu berucap. "*I*nsyaAllah aku siap Dar." Jawabannya membuat bibir ku kembali tersenyum.


Gugup, pastilah aku gugup. Bagaimana pun juga ini adalah yang pertama bagiku. Aku sama sekali belum ada pengalaman tentang hal ini.


Intinya, kita masih sama-sama belajar.


Ku raih kepala Aisyah perlahan dan dengan lembut aku meniup embun-embunan nya sebanyak tiga kali seraya melafalkan niat untuk bersenggama. Agar hubungan kami ini tak hanya berdasarkan nafsu semata melainkan karena ingin menyempurnakan ibadah berumah tangga kami.


" Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanama razaqna." Selanjutnya aku mulai mencium kening Aisyah, lalu kedua matanya dan turun ke hidung nya terakhir aku melabuhkan ciuman ku dibibir ranum yang sejak tadi sudah menggodaku.


Awalnya aku memberi ******* halus dibibirnya, mencecap manisnya bibir itu dengan lembut.


Aisyah cukup bisa mengimbangi pagutanku yang masih dengan ritme sedang namun setelah beberapa lama darahku mendidih pertanda gairahku semakin memuncak. Aku semakin menekan tengkuknya supaya aku bisa lebih dalam lagi mengeksplor didalam sana. Aisyah pun kini nampak kuwalahan mengimbanginya.


Lalu...


_


_


_


_


Lalu ditahan dulu ya pemirsah...😅 adegan anu-anunya dilanjut besok..😄


Bagi yang sudah tidak sabar harap menunggu, karena kesabaran akan berbuah manis tentunya 😁


Jangan lupa kasih aku booster buat penyemangat aku buat ngelanjutin cerita anu-anunya.. hehehe...canda✌️

__ADS_1


Caranya cukup Like dan Komen cerita aku, sukur" sih klo ada yang ngasih Vote..


Salam sayang dari akyuu...😘😘


__ADS_2