Menikahi Calon Kakak IparKu

Menikahi Calon Kakak IparKu
Rencana Licik Tara


__ADS_3

Haidar hanya tertawa sarkas mendengar ucapan Tara yang menurutnya benar-benar tak tau malu. Bisa-bisanya perempuan itu bicara dengan mudahnya tanpa berpikir bagaimana perasaan wanita lain yaitu Aisyah jika sampai mendengar penuturan gilanya tersebut.


Tara pikir Haidar akan begitu saja mengiyakan permintaan konyolnya, namun ternyata ia salah menduga. Laki-laki itu seolah tengah mengejek dirinya dengan tawa yang terdengar sumbang.


"Aku serius Haidar, aku sedang tidak bercanda. Aku benar-benar rela jika aku harus menjadi istri kedua. Kamu pasti sudah cukup mengenalku bukan? Apa yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan." Tara kembali menyuarakan apa yang sudah menjadi keinginannya, wanita itu rupanya benar-benar sudah tidak waras. Ia mulai berani mendekati Haidar yang masih terduduk di hadapannya tanpa bergeming sedikitpun.


Haidar nampak tenang meski otak dan hatinya mulai memanas akibat sentuhan sensual yang diberikan Tara. Mungkin sentuhan itu akan membuatnya sedikit terpengaruh jika saja mereka masih menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Namun kali ini kenyataannya sudah berbeda, mereka bukan lagi sepasang kekasih, melainkan hanya kedua orang asing yang pernah menjalin hubungan lalu terjebak dengan situasi sialan ini.


Brengsek!!


Andai saja memukul seorang wanita tidak berdosa, Haidar pasti sudah menghujani orang tersebut dengan pukulannya. Karena sudah menjebak dirinya dengan cara yang sangat licik.


Tara menyeringai kala melihat Haidar memejamkan mata saat jari-jari lentiknya menyentuh dan mengeksplor seluruh wajah pria yang menurutnya semakin tampan dan dewasa tersebut. Ia kira kalau saat ini Haidar sudah mulai melemah dan pasrah pada setiap sentuhannya.


Namun bukan itu yang saat ini tengah dirasakan oleh Haidar, sebenarnya ia sangat jijik pada setiap sentuhan yang diberikan oleh Tara. Sengaja ia memejamkan mata karena ia tengah menahan diri untuk tidak meledakkan amarahnya saat ini juga. Bukan karena ia sudah mulai terpancing oleh sentuhan mantan kekasihnya itu. Malah ia terus membayangkan wajah sang istri yaitu Aisyah yang tengah tersenyum bahagia, kala ia sedang menggodanya. Itu satu-satunya sumber kekuatan Haidar saat ini supaya dirinya tidak lengah dan tunduk pada sentuhan Tara yang betul-betul sudah melewati batas.


"Aku mencintaimu Haidar, aku ingin kamu jadi milikku lagi. Aku rela meski jadi yang kedua, asal kamu menjadi milikku, cup!"

__ADS_1


Tara berbisik ditelinga Haidar dengan nada yang terdengar begitu seksi dan sensual, membuat siapa saja yang mendengar pasti akan tersulut gairah. Tak lupa ia membubuhinya dengan kecupan singkat ditelinga Haidar yang masih belum bereaksi sama sekali.


Lelaki itu masih terpejam, rahangnya mulai mengetat, tangannya mengepal seraya menahan amarahnya yang makin mendidih.


Ia tak habis pikir, mengapa Tara berubah menjadi gadis yang penuh obsesi. Dulu saat pertama kali ia mengenal gadis itu, Tara adalah gadis yang baik dan penurut. Namun sifatnya mulai berubah saat ia berambisi ingin menjadi seorang model kelas dunia. Hingga ia rela memutuskan hubungan dengannya yang sudah terjalin begitu lama.


"Haidar pliss.. Beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji, aku akan menjadi seperti apa yang kamu mau. Aku akan meninggalkan dunia model yang sudah membesarkan namaku demi kamu. Aku masih sangat mencintaimu Haidar, sangat!"


Jari-jari lentik Tara kembali bekerja, kali ini ia mencoba membuka kancing piyama Haidar satu persatu. Sesekali ia mengecupi leher Haidar dengan rakus, Tara benar-benar sudah dibuat gila oleh pesona mantan kekasihnya itu. Menurutnya Haidar jauh lebih tampan dari yang dulu. Lelaki itu sudah menjelma sebagai pria dewasa yang sangat menggoda, dan itu membuat Tara kembali ingin memilikinya.


Haidar mencegah tangan Tara dan menghentikan pergerakannya yang mulai bergerilya kesana kemari, mengelus dada bidang miliknya yang sudah terekspos.


Nafas Haidar memburu, dengan kilat amarah yang terpancar dari mata elangnya. Tangannya masih mencengkram erat pergelangan tangan Tara yang masih bertengger didepan dada bidang miliknya yang sudah terekspos dengan bebasnya.


Netra mereka bersiborok dengan nafas yang saling bersentuhan. Memang saat ini posisi Tara tengah berada dipangkuan lelaki itu. Hingga membuat jarak mereka sangat tipis benar-benar intim.


Namun saat mereka tengah tenggelam dalam pikiran masing-masing, tiba-tiba saja pintu kamar Tara terbuka.

__ADS_1


Bruakk!!!


"Haidar!"


Keduanya menoleh bersamaan kearah sumber suara tersebut. Mata Haidar membelalak lebar ketika tau siapa yang telah berteriak memanggil namanya.


Sedang Tara hanya tersenyum tipis, dengan seringai licik. Rencananya berhasil, dengan satu tembakan dua mangsa sekaligus ia dapatkan.


_


_


_


Aduuuhhh... kira-kira siapa ya yang udh nge-gape si bang Haidar..??๐Ÿค”


Maaf sebelumnya kalo ceritanya udah bikin para reader's kesel sama si Tara ini. Karena Author cuma ingin mengetes kesetiaannya Bang Haidar sama Aisyah. Kalian berdoa aja semoga Bang Haidar ngga terjebak sama rayuannya si Tara.

__ADS_1


Terimakasih buat kalian yang sudah mampir dan memberi dukungan nya ๐Ÿ™๐Ÿค—


Salam sayang dari akyuu ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜


__ADS_2