
Hola...!!! Happy reading gaess...π€
ππππ
Haidar dan Aisyah saat ini tengah berada di dalam pesawat. Mereka hendak kembali ke ibu kota karena Haidar yang menginginkan hal itu. Lelaki itu tak mau jika Tara terus menerus mengganggu hubungannya dengan sang istri, Aisyah.
" Pokoknya hari ini juga kita akan pulang ke Jakarta, aku nggak mau Tara terus mengganggu kita. Aku hanya ingin menghindari wanita itu, agar dia tidak bisa berharap lagi padaku," kata Haidar setelah dirinya dan Aisyah kembali ke resort tempat mereka menginap.
Aisyah mencoba mencegahnya. Namun, Haidar tetap ingin pulang.
" Nanti kita akan bilang apa sama orang rumah Dar. Kalo tiba-tiba kita udah ada di Jakarta," tanya Aisyah.
" Bilang saja aku ada pekerjaan mendadak hingga kita memutuskan untuk cepat pulang," Begitulah kira-kira ucapan Haidar mengenai pertanyaan yang dilontarkan oleh Aisyah perihal reaksi keluarga mereka nanti. Yang bila mana akan bertanya jika melihat keduanya sudah kembali ke Jakarta secepat itu. Mengingat, baru dua hari mereka berbulan madu. Itupun baru satu kali mereka melakukan malam pertama layaknya sepasang suami istri.
Andai saja Haidar tidak bertemu mantan kekasihnya disana. Pasti Haidar akan mengerjai istrinya itu setiap hari tanpa ampun. Mengingat jika hubungan mereka baru saja menapaki ketahap berikutnya. Jadi ia memutuskan untuk mereguk madu cinta itu setiap saat.
Namun, keinginan Haidar hanyalah tinggal asa dan angan-angan semata. Pertemuannya dengan Tara yang menjadikan niatnya itu batal dan berantakan. Ck!
Betul-betul pengganggu saja.
__ADS_1
Didalam pesawat, Haidar bahkan terus saja mengumpat. Kekesalannya pada mantan kekasihnya itu belum sepenuhnya mereda. Ia terus saja merutuki kebodohannya sendiri. Yang dengan mudah ditipu dan dijebak sedemikian liciknya. Beruntung ia memiliki istri seperti Aisyah. Yang berhati seluas samudera dan penuh pengertian. Hingga sampai saat ini Aisyah belum menyinggung tentang kejadian memalukan tadi. Dan itu membuat rasa bersalah dihati Haidar kian bertambah. Malu tentunya yang ia rasakan saat ini. Karena kecerobohan yang ia sengaja telah menyakiti hati istrinya, Aisyah.
" Syah," panggil Haidar dengan lembut. Tangan pria itu menggenggam tangan Aisyah yang sejak tadi mengamit lengannya. Lihat saja. Bahkan setelah kejadian tadi, Aisyah masih bersikap biasa dan masih sudi untuk menyentuhnya. Padahal dirinya sudah sangat berdosa dengan meniduri mantan kekasihnya.
'Beruntungnya kau Haidar, memiliki istri seperti Aisyah yang lembut dan penyabar.'
Aisyah menoleh kearah suaminya, lalu menyahut, " Iya Dar. Ada apa?" tanyanya seraya mengulum senyum manis seperti biasanya.
Haidar membalas senyuman Aisyah dengan perasaan tak karuan. Ia betul-betul serba salah saat ini. Haidar bertanya-tanya, terbuat dari apakah hati istrinya itu. Kenapa masih bersikap manis. Sedangkan Haidar tau, pasti saat ini hatinya tidak sedang baik-baik saja.
Haidar tampak ragu untuk bertanya, namun ia harus memberanikan diri. Supaya ia bisa tau bagaimana perasaan wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya itu. Sekaligus ia ingin meminta maaf. Dan mungkin maafnya itu tidak akan bisa mengurangi rasa kecewa dihati Aisyah. Entahlah, setidaknya ia akan mencobanya.
Aisyah mengulas senyum terpaksa. Dirinya memang tak pandai berbohong, meski ia sudah berusaha untuk tak mengingat kejadian memalukan itu. Namun, bayangan Haidar dan Tara saat bercumbu mesra terus saja menghantui pikirannya. Ia bukanlah wanita polos dan bodoh, yang tidak tahu menahu tentang apa obat perangsang itu. Sedikit banyak ia mengetahui dari internet. Bahwa siapa saja yang secara sengaja ataupun tidak sengaja meminum obat itu. Orang itu pasti tidak akan bisa menghindar dari pengaruh obat itu. Hasrat ingin bercinta akan muncul tiga kali lipat dari biasanya dan sang pengguna akan terus menginginkannya lagi dan lagi.
Itu kenapa sejak tadi ia memilih untuk diam. Karena dengan diam dirinya akan merasa lebih baik. Meski hatinya sangat terluka ketika Haidar menceritakan semuanya. Saat Haidar diberikan minuman entah Tara yang sudah mencampurnya dengan apa. Sehingga ia mulai merasa seluruh tubuhnya panas dan berhasrat.
Tadi sewaktu mereka masih di resort, Haidar sempat menjelaskan semuanya tanpa Aisyah memintanya. Namun, Aisyah hanya diam tanpa berkomentar apapun.
" Aku memang marah sama kamu Haidar bahkan tak hanya itu. Aku juga merasa sangat kecewa dan hancur. Tapi, aku bisa apa? Apa yang harus aku perbuat? Toh, semuanya sudah terlanjur terjadi. Kamu juga sudah tidur dengan Tara. Dan aku tau itu semua terjadi diluar kendali kamu. Jadi, aku cukup mengerti dengan keadaanmu saat itu," ucap Aisyah penuh pengertian.
__ADS_1
Jawaban Aisyah barusan membuat Haidar sedikit tertohok. Rasanya benar-benar memalukan. Ia lalu mengusap pipi Aisyah penuh kelembutan lalu berkata,
" Maaf....," Hanya kata itu yang mampu terlontar dari bibir Haidar. Jantungnya seperti diremas kala mendapati mata Aisyah yang mulai berkaca.
Dan benar saja. Mata Aisyah mulai berkaca, cairan bening siap meluncur kapan saja dari mata indah itu. Namun, sentuhan Haidar membuatnya merasa sedikit lebih baik.
_
_
_
**Masih pada mau lanjut ngga nih?
Tunggu ya...masih ada bab lanjutannya kok!
Asal kalian semangat ngasih aku dukungan, aku juga makin semangat buat lanjutin cerita ini. Terimakasih buat yang sudah mampir dan memberi dukungan nya buat aku ππ
Komennya ditunggu lho...π€**
__ADS_1