Menikahi Calon Kakak IparKu

Menikahi Calon Kakak IparKu
Membongkar Kebohongan Tara


__ADS_3

" Lebih baik kita pulang sekarang, Syah. Aku tidak betah berada lama-lama disini bersama wanita tak berhati macam dia itu," Haidar beranjak dan menuntun Aisyah yang masih dalam sedu sedannya itu untuk berdiri. Haidar merasa panas jika berada terlalu lama dalam satu ruangan bersama Tara. Maka dari itu ia lebih memilih untuk pergi secepatnya. Karena kalau tidak, ia tidak akan mungkin bisa menahan emosinya.


Tara segera ikut beranjak dari duduknya, " Tunggu Haidar! Kamu tidak bisa pergi begitu saja. Urusan kita belum selesai. Kamu bahkan belum menanyakan kabar anakmu yang saat ini aku kandung," cegah Tara dengan geram. Wanita itu merasa tidak terima, lantaran Haidar ingin meninggalkannya begitu saja.


Haidar berdecih seraya berkata kasar, " Jangan mimpi kamu, Ra! Aku nggak akan pernah melakukan hal itu. Meskipun kamu benar-benar sedang mengandung anakku," ucap Haidar seraya melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena Tara sempat mencegahnya.


Tara tak begitu saja menyerah, wanita itu malah membuntuti Haidar dari belakang.


" Haidar! Apa maksudmu berkata seperti itu? Hah? Apa kamu pikir aku sedang mengarang cerita, iya?" Tara terus saja berlari membututi langkah Haidar yang semakin di percepat. Sedangkan Aisyah masih terdiam lantaran dirinya masih merasa sedih karena pertanyaan Tara beberapa waktu yang lalu.


Mereka bertiga kini sudah menjadi pusat perhatian setiap orang yang berada di cafe tersebut. Bahkan salah satu dari mereka ada yang mengenali Tara. Walaupun wanita itu sudah memakai masker dan kaca mata hitam.


Sesampainya di parkiran, Tara yang masih saja mengikuti Haidar tetap bersikeras untuk meminta penjelasan dari laki-laki itu. Yang meragukan dirinya dan kehamilannya.


" Kamu masuklah dulu, Syah. Aku nanti akan menyusul," Haidar membukakan pintu mobil dan menyuruh sang istri untuk masuk terlebih dulu. Lantaran dirinya ingin menyelesaikan masalahnya terlebih dulu dengan Tara.


Aisyah menuruti perintah suaminya, ia masuk ke dalam mobil lebih dulu sambil menenangkan pikirannya saat ini yang sangat kacau. Haidar lantas segera menarik tangan Tara supaya menjauh dari tempat yang ramai. Ia menyeret wanita yang hari ini mengenakan blouse berwarna navy dengan bawahan hot pant's berbahan jeans itu ke pelataran parkir yang gagak tertutup.


Haidar langsung menghempaskan tangan Tara dengan kasar, " Kamu ini sebenarnya punya malu apa nggak sih, Ra? Aku nggak nyangka, kamu betul-betul udah berubah, Ra. Kamu bukan Tara yang aku kenal," Haidar menggeram. Ia merasa frustasi dengan sikap Tara yang menurutnya sudah berubah. Tara yang ia kenal dulu sangat berbeda dengan Tara yang ia lihat sekarang.


Tara hanya tertawa menanggapi Haidar, " Semua ini karena kamu, Haidar. Aku seperti ini karena kamu nggak mau balikan sama aku," seru Tara yang belum merasa bersalah sedikitpun dengan segala tingkahnya.


" Aarrghh ...!!! " Haidar berteriak seraya mengepalkan tangannya memukul-mukul udara, membuat Tara sampai berjengit lalu melangkah mundur.


" Harus pakek cara apalagi sih, Ra? Aku jelasin ke kamu. Kalau aku nggak mungkin balik lagi sama kamu. Aku ini udah nikah, Ra! Udah nikah! Faham kamu! Hah?" Rasanya Haidar ingin sekali memukul apa saja untuk menyalurkan kemarahannya saat ini. Tara betul-betul tidak bisa diajak bicara baik-baik.


" Tapi aku sekarang lagi hamil anak kamu, Haidar! Anak kamu ....," Tara juga tak mau kalah. Wanita berambut pirang itu tetap ngotot dan tidak perduli dengan status yang telah disandang oleh sang mantan pacar. Tak perduli sama sekali dengan perasaan Aisyah.

__ADS_1


Haidar mendengkus kasar seraya maju selangkah untuk mendekati Tara yang saat ini dalam posisi terpojok. Lantaran punggungnya menempel pada tembok pembatas.


Memicingkan matanya Haidar berucap lirih, " Aku tidak yakin kalau kamu saat ini benar-benar sedang hamil anakku, Ra." tukasnya tegas seraya menunjuk ke arah perut Tara dengan tatapan mengejek.


Tara seketika gelagapan dan tidak berkutik sama sekali.


Bergerak gelisah lantas Tara berucap,


" Ma-maksut kamu apa, Dar? Jelas saat ini aku sedang hamil anak kamu," Tara tergagap, tenggorokannya tiba-tiba tercekat lantaran dirinya merasa gugup. Dan itu membuat Haidar merasa yakin jika saat ini Tara hanya sedang mengarang cerita.


Lantas itu membuat Haidar seketika menyeringai. Ia mengenal Tara sudah lama dan juga sudah hafal betul dengan sifat gadis itu.


" Kalau begitu hari ini aku akan membawamu pergi ke dokter kandungan. Kebetulan dokter itu sahabat ku, jadi aku bisa memastikan jika kamu benar-benar sedang hamil." tantang Haidar pada Tara yang saat ini sudah terlihat memucat. Gadis itu juga tidak berani menatap mata Haidar.


" Bagaimana, Ra? Kamu ... setuju kan?" sambung Haidar lagi.


Menelan ludahnya susah, Tara berusaha menetralkan kegugupannya dengan berdehem.


" Ehem! Ak-aku setuju," ucapnya lirih seraya membuang pandangannya ke arah lain. Walau saat ini Tara memakai kaca mata hitam, namun Haidar masih bisa menatap matanya dari balik kaca mata tersebut. Ia tidak mau kalau Haidar sampai tau kebohongannya melalui matanya. Tangan gadis itu juga sejak tadi meremat blouse yang ia pakai.


" Kamu yakin? " tanya Haidar meyakinkan gadis di hadapannya yang saat ini sudah berkeringat dingin. Namun, Tara hanya mengangguk kaku tanpa mau menatap mata Haidar.


Sudut bibir Haidar tertarik, ia merasa heran dengan Tara yang begitu keras kepala. Jelas-jelas rahasianya akan terbongkar jika ia tetap nekat untuk memeriksakan kandungannya pada dokter yang merupakan sahabat Haidar.


Haidar manggut-manggut, " Oke. Ayo kita berangkat sekarang!" ucapnya seraya menarik tangan Tara secara paksa dan tiba-tiba.


Tara semakin gelisah dan cemas. Ia tengah berpikir keras saat ini. Bagaimana ia bisa lolos dari Haidar dan pemeriksaan kandungan terkutuk itu. Tara takut kalau kebohongannya akan terbongkar disana. Sudah pasti rencananya akan gagal total. Ia tidak akan pernah bisa membuat Haidar menjadi miliknya lagi. Kalau sampai Haidar tau bila dirinya saat ini tidak benar-benar sedang hamil.

__ADS_1


" Ayo Tara cepat berpikir! Bego! bego! bego! Gimana kalo sampek Haidar tau, kalo gue nggak beneran hamil. Bisa-bisa gue nggak jadi nikah sama dia. Sial! " Dalam hati Tara terus saja mengumpat kesal. Mungkin ini akhir dari kebohongannya selama ini.


" Masuk! " Haidar membuka pintu mobilnya dan langsung menyuruh Tara masuk ke dalam. Aisyah yang melihat itu sampai mengerutkan keningnya. Ia terlihat terkejut sekaligus bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya sudah terjadi, kenapa Haidar menyuruh Tara masuk ke dalam mobil mereka. Dan, kenapa Tara terlihat ketakutan seperti itu.


" Ada apa ini, Haidar? Kenapa Tara ikut kita? Memangnya kita mau kemana?" Aisyah merasa tidak tahan lagi, ia langsung memberondong suaminya dengan rentetan pertanyaan.


Haidar mulai menyalakan mesin mobilnya dan siap untuk melaju. "Nanti kamu akan tau, sayang. Sekarang kita harus pergi ke rumah sakit dulu," sahut Haidar seraya menginjak pedal gas mobil dan langsung melesat pergi meninggalkan pelataran parkir menuju rumah sakit.


Aisyah menengok ke belakang dimana Tara masih tertunduk sambil terus meremat blouse yang ia pakai. Gadis itu mendadak bisu, sangat bertolak belakang dengan sikapnya beberapa jam yang lalu saat di dalam cafe tadi. Yang begitu sombong dan angkuh.


Wanita berhijab itu kembali menghadap ke depan, ia masih belum faham dengan rencana suaminya. Sudut matanya hanya melirik sekilas ke arah Haidar yang terlihat serius menyetir.


Pria yang saat ini mengenakan kemeja berwarna hitam itu tidak bersuara sama sekali sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.


Sebenarnya ada sesuatu yang Haidar tau tentang Tara selama ini. Namun, ia juga masih belum yakin dengan apa yang sudah di laporkan oleh anak buahnya. Selama satu bulan ini diam-diam Haidar menyelidiki tentang Tara.


Semenjak kejadian itu, ia berusaha mencari tau tentang kebenaran yang sebenarnya terjadi saat di Bali satu bulan yang lalu. Haidar merasa ada banyak kejanggalan dalam kejadian malam itu, dari mulai ia datang ke Apartemen lalu meminum sesuatu yang diberikan oleh Tara.


-


-


-


Pada penasaran ngga nih???😁


TBC yah....

__ADS_1


__ADS_2