Menikahi Calon Kakak IparKu

Menikahi Calon Kakak IparKu
Godaan Mantan, ' Honeymoon 3 '


__ADS_3

" Haidar!!! "


deg!


Suara itu..


Aku sangat mengenal suara itu.


Aku menoleh ke sumber suara yang memanggilku dengan perasaan campur aduk. Semoga saja dugaan ku salah, itu bukan suara dari gadis yang kukenal.


Dan...


deg...deg...deg...


Ta-tara??


Gadis itu langsung menghambur memeluk tubuh ku yang masih membeku ditempat.


" Aku kangen kamu Dar, kangen... banget!! cup!" Tara mencium pipiku secara tiba-tiba dan semakin mengeratkan pelukannya.


Aku yang masih bergeming ditempat tidak sedikitpun membalas kicauannya.


Gadis ini kenapa berubah, dia semakin cantik dan seksi menurutku.


Lama aku terpaku dan hanyut dalam pelukan Tara. Ada sedikit getaran yang masih bersemayam di sudut hatiku untuk nya.


Aroma tubuh yang sempat menjadi candu ku kini menyeruak kembali dipenciumanku.


Apakah aku rindu..??


Karena pada saat ia memutuskan hubungan kami, aku begitu mencintai nya dan tak ingin mengakhiri hubungan kami yang sudah terjalin cukup lama.


Seketika aku tersentak saat mendengar suara Aisyah yang berdehem. Seolah dia sedang menginterupsi diriku.


" Aisyah.." Aku segera tersadar dan melepas pelukan Tara lalu mendekati Aisyah.


" Maaf.. aku bisa jelasin ini semua kekamu." Dengan hati-hati aku berusaha meraih tangannya lalu menggenggamnya erat.

__ADS_1


Bibir Aisyah hanya tersenyum tipis dengan sebuah anggukan kepala. " Oke, aku tunggu penjelasan dari kamu." ucapnya dengan nada penuh penekanan.


Aku bisa melihat kecemburuan dimata Aisyah, dan itu membuatku merasa sangat bersalah padanya.


Kedatangan Tara membuatku jadi tak fokus. Ia betul-betul sudah berubah. Gadis yang dulu pernah singgah di hatiku telah menjelma jadi seorang wanita seksi dan sangat cantik.



Aiihhh...!! Ngomong apa aku ini. ck!


Istighfar Haidar istighfar...


" Dia.. siapa Dar?" Dengan alis terangkat sebelah Tara memindai Aisyah dengan tatapan memicing tajam. Sepertinya dia tidak menyukai Aisyah.


Aku merangkul Aisyah dan menjawab pertanyaan Tara dengan bangga. " Perkenalkan, dia ini Aisyah. Dia istriku." Sengaja aku menekankan kata istri pada ucapanku. Supaya semua orang tau kalau wanita solehah dan cantik disebelah ku ini adalah istriku. Termaksud Tara, mantanku.


Tara tertawa sarkas lalu berkata.


" Oohh... istri? jadi kamu udah bisa move on dari aku nih ceritanya?" Sepertinya Tara sengaja menyindir ku untuk membuat Aisyah cemburu.


Aku berusaha untuk tetap tenang dan sebisa mungkin tidak terpancing olehnya. " Semuanya sudah berlalu, dan bagiku kamu cuma masa lalu dan masa depan ku saat ini adalah Aisyah." Ucapanku cukup membuat Tara tersenyum kecut. Sedang Aisyah tersenyum manis dan menatap ku dengan tatapan heran.


" Is it true? Are you sure if you have forgotten me and only consider me your past? "


( Benarkah, apa kamu yakin sudah melupakan ku dan menganggap ku sebagai masa lalu mu).


Rupanya Tara masih belum menyerah juga, ia bahkan secara terang-terangan bertanya itu padaku.


Ck, Sebenarnya apa yang diinginkan gadis ini.


Kemudian gadis itu mendekat kearah ku dan tangan nya terulur ingin menyentuh wajah ku. Tapi dengan cepat Aisyah mencegahnya.


" Maaf sebelumnya, bukan maksud saya untuk lancang. Tapi anda harus bisa menjaga batasan nona! Laki-laki yang ada didepan anda saat ini sudah menjadi suami saya. Dan anda tidak berhak menyentuh semau anda. Anda hanyalah mantan kekasih tapi saya istri sahnya Haidar." Ucap Aisyah dengan penuh penegasan.


Tak kusangka jika wanita selembut Aisyah bisa berbicara seperti itu. Benar-benar mengejutkan, tapi aku suka.


Sudut bibirku tertarik kala melihat raut kekesalan terpancar dari wajah Tara. Gadis itu sudah kalah telak.

__ADS_1


" Ck! Haidar tidak mungkin benar-benar mencintai wanita kampungan sepertimu! Aku mengenalnya jauh sebelum anda menikah dengan nya. Asal anda tau, kami cukup lama menjalin hubungan. Bukan tidak mungkin kami hanya sebatas seperti orang pacaran saja. Anda tau kan yang saya maksud?" Lagi-lagi Tara berusaha untuk memancing kemarahan Aisyah.


Aku pun tak tinggal diam begitu saja. " Tara!! Apa yang kamu bilang? Kamu jangan gila! kita sama sekali tidak pernah seperti itu." sergahku cepat. Wanita ini betul-betul sudah melewati batas. Sepertinya, terlalu lama tinggal diluar negeri membuatnya semakin berubah.


" Kamu tenang aja Dar, aku percaya sama kamu. Dan kamu-?" Aisyah menunjuk tepat kewajah Tara yang masih menyeringai licik.


" Ternyata kamu tidak punya malu, kamu itu seorang wanita bahkan seorang publik figur. Secara tidak langsung kamu membuka aibmu sendiri dihadapan semua penggemar mu yang menyaksikan kita saat ini. Apa kamu tidak takut kalo dicap sebagai wanita penggoda suami orang? alias pe-la-kor!!" pungkas Aisyah.


Tara menatap sekelilingnya, dimana para penggemarnya kini tengah menyaksikan aksi bar-bar yang ia lakukan. Raut kekesalan semakin terpancar dari wajahnya. Nafasnya memburu dengan tatapan tajam kearah Aisyah dan diriku.


" Lihat saja, pasti Haidar akan kembali padaku dan mencampakkan mu." Sungutnya dan ia langsung berlalu meninggalkan kami berdua.


Aisyah cuma geleng-geleng kepala lalu menatap ku dengan tatapan horor.


" Aku tunggu penjelasan dari kamu!! " Aisyah juga pergi meninggalkan ku.


Aku menggaruk kepalaku yang memang sejak tadi gatal. " Cobaan apa lagi ini ya Allah..." gumamku.


-


-


-


-


Ribetkan Bang??😁


Dikelarin dulu deh tuh! si Tara Sutaria.


Biar neng Aisyah ngga ngambek sama Abang, hehe...


Jangan lupa like dan komen ya reader's ku tersayang πŸ€—


Supaya aku semangat ngelanjutin cerita Bang Haidar dan Neng Aisyah.


Terimakasih buat yang sudah mampir dan memberi dukungan nya πŸ™πŸ™

__ADS_1


Salam sayang dari akyuu 😘😘


__ADS_2