
Author POV.
Haidar melangkah masuk kedalam kamar hotel tempat dia dan Aisyah menginap dengan perasaan campur aduk. Bagaimana tidak,
Didalam sana sudah ada sang istri yang menunggunya untuk memberi penjelasan. Siapa dan apa hubungan antara dia dan gadis seksi nan molek tadi.
Ia sendiri tak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan Tara yang bukan lain adalah mantan kekasihnya diwaktu yang tidak tepat.
Apalagi saat pertemuan mereka tadi dibubuhi adegan-adegan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh mereka berdua. Meski itu semua diluar kendali dirinya.
Tak bisa dipungkiri, jika terselip sedikit rasa dalam hatinya. Entah itu senang atau bahagia, karena ia dan Tara bisa dipertemukan kembali.
" Hfft... Bismillah, semoga Aisyah nggak ngambek. Bisa-bisa panjang nih urusannya." Lelaki berlesung pipi itu terus menghela nafasnya berat, kala dirinya sudah sampai didepan pintu kamar. Baru kali ini dia melihat Aisyah ngambek. Jadi ia harus ekstra hati-hati dalam berucap nantinya, saat menjelaskan perihal hubungannya dengan Tara.
ceklek~
" Assalamualaikum." Haidar mengucap salam begitu ia membuka pintu kamar lalu menutup nya kembali.
Pandangannya langsung tertuju pada seorang gadis yang saat ini tengah duduk santai dibalkon kamar dengan menghadap kearah pantai.
Yah, Aisyah saat ini memang tengah larut dalam lamunannya sendiri. Sampai-sampai ia tidak menjawab salam dari Haidar, dan tidak menyadari jika suaminya sudah kembali kekamar mereka.
Haidar melangkah mendekati Aisyah dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Jantungnya kini mulai berpacu dengan cepat, entah karena gugup atau karena rasa takut.
Pria berhidung mancung itu sengaja berdehem, membuat Aisyah yang semula menghadap kearah pantai seketika menoleh kearah nya sekilas lalu kembali menghadap pantai. Cuek dan datar, itulah sikap Aisyah saat melihat Haidar berdiri di belakangnya.
" Cuek amat, ck!" Haidar berdecak melihat sikap Aisyah yang cuek terhadap nya. Dengan ragu ia mendekati istri cantiknya yang sedang dalam mode ngambek tersebut.
Ia duduk disebelah Aisyah lalu berkata, " Soal yang tadi aku bisa jelasin semuanya. Kamu jangan salah faham dulu sama aku." Haidar memberanikan dirinya untuk menyentuh punggung tangan istrinya. Tatapannya tak lepas dari wanita berhijab yang telah menarik perhatian nya beberapa hari terakhir ini.
Lantas Aisyah menolehkan wajahnya, menatap manik mata lelaki yang dulu berstatus calon adik ipar dan tiba-tiba menjadi suaminya.
Ia mengulas senyum, " Kamu mau mulai darimana? aku siap dengerin cerita kamu. Cerita masa lalu kamu dan mantan-mantan pacar kamu." ucapnya dengan selembut mungkin.
Begitulah Aisyah, ia sedikitpun tidak marah pada Haidar. Ia selalu berusaha memahami suami dadakannya itu. Sebab usia mereka berdua yang selisih beberapa tahun, membuat keduanya harus saling mengerti dan menerima kekurangan pasangan masing-masing.
__ADS_1
Hati Haidar meleleh, menatap senyum manis Aisyah yang selalu tersuguh dibibir mungilnya.
" Dia itu mantan pacar aku Syah, namanya Tara."
Haidar mulai menceritakan sepenggal kisah masa lalunya bersama Tara.
" Lalu? " Tanya Aisyah dengan tatapan mata penuh pertanyaan.
" Kami pernah menjalin hubungan yang cukup lama, hampir kurang lebih selama tiga tahun. Lalu tiba-tiba Tara mengakhiri hubungan kami begitu saja, dengan alasan ingin mengejar impiannya menjadi seorang model terkenal. Dan aku yang hanya sebatas kekasihnya tidak bisa melarang ataupun mencegahnya. Akhirnya kami berdua putus dengan cara baik-baik. Meski pada awalnya aku begitu terpuruk dan kecewa, karena aku sangat mencintainya." Lanjut Haidar panjang lebar, tangannya masih menggenggam erat tangan Aisyah.
Saat ini ia hanya ingin menjaga perasaan istrinya itu. Sebab, jika seorang suami tengah membicarakan wanita lain dihadapan istrinya. Maka genggamlah tangan istrimu itu. Supaya hatinya tetap tenang dan juga tidak merasa sakit hati kala mendengar suaminya menyebut nama wanita lain dihadapannya.
Itulah yang saat ini tengah ia lakukan, terus menggenggam tangan Aisyah begitu eratnya. Sampai-sampai ia tidak sadar jika Aisyah mulai merasa tidak nyaman dengan apa yang ia lakukan saat ini.
" Kamu megangnya terlalu kenceng, ini sakit Dar. " Aisyah mencoba mengingatkan Haidar supaya pria itu sedikit melonggarkan genggaman nya.
" Maaf, aku nggak sadar kalo ternyata aku udah nyakitin kamu. " Ia lalu melepas genggamannya sejenak, dan tiba-tiba entah dapat keberanian dari mana. Haidar langsung memeluk tubuh Aisyah. Membuat wanita itu begitu terkejut dengan perlakuan Haidar yang tiba-tiba itu.
Wanita itu mengerjap tak percaya, ia merasa jika Haidar mulai menaruh hati padanya. Buktinya, Haidar merasa sangat bersalah padanya saat ini dan berkali-kali meminta maaf.
" Le-lepasin du-lu, ak-aku sesek nggak bi-bisa na-napas. " Susah payah Aisyah berbicara supaya Haidar melepas pelukannya.
Dengan cepat pria itu melepas pelukannya. " Maaf, maafin aku. Aku nggak bermaksud untuk bikin kamu sesak nafas." Cicitnya sambil mengusap-usap pipi mulus nan putih Aisyah yang kini sudah berubah menjadi kemerahan. Akibat nafasnya yang sesak karena ulahnya tadi.
" Iya nggak pa-pa, tapi lain kali jangan diulangi lagi. Bisa-bisa aku pingsan, kalo kamu meluk aku sekenceng tadi."
" Iya-iya maafin aku yah?"
Aisyah mengangguk sambil terkekeh kecil. " Perasaan dari tadi kamu minta maaf terus. Kamu tenang aja, aku nggak ngambek kok, kayak para istri disinetron-sinetron yang sering ditonton Umi kamu. Lagian, aku bukan tipe cewek pencemburu dan posesif. Jadi kamu nggak perlu khawatir. Tapi, lain kali kamu juga harus bisa jaga sikap kamu. Apalagi tadi aku liat si Tara mantan pacar kamu itu cantik banget loh? Pantesan kamu masih belum move on dari dia, orang dianya aja cantik kayak gitu." Ejek Aisyah, ia berniat menggoda Haidar.
Haidar mencubit gemas pipi mulus Aisyah. " Cemburu ya? Kok sekarang malah ngeledekin aku. Tapi, kamu ada benarnya juga sih. Dia itu tambah cantik dan..." Haidar memotong kalimatnya dengan menaikkan satu alisnya.
" Dan apa?! hmm? apa?!" Aisyah yang semula berniat menggoda Haidar kini ia sendiri merasa panas. Mungkin kah ia merasa cemburu. Mendengar Haidar memuji mantan kekasihnya dihadapan nya.
Haidar tersenyum puas, kala melihat Aisyah yang mulai merasa cemburu. Ia memang sengaja melakukan hal itu, membuat Aisyah merasa cemburu. Agar ia bisa tahu, sejauh mana wanita itu menyukai dirinya.
__ADS_1
" Dan..." Haidar masih terus memancing Aisyah.
" Dan apa?! kamu ihh..!! ngeselin tau??!!" Aisyah mencebik sebal dengan bibir mengerucut. Haidar semakin gemas dibuatnya.
Terbesit ide konyol diotaknya.
dan...
cup!
Pria itu tiba-tiba mengecup bibir ranum Aisyah yang tengah mengerucut.
" Haidar!?? "
_
_
_
Duuuhh...Bang Haidar makin nakal aja nih??π
Hello-hello I'm back YESS, selama berhari-hari menghilang dan gantungin cerita ini.
Pertama-tama Otor mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri..
Minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin ππ
InsyaAllah bakalan update rutin setiap hari, paling nggak se-Bab perhari, hehehe π
Makasih buat kalian yang sudah mampir dan memberi dukungan nya ππ€
Like dan Komen kalian selalu aku tunggu dan itu bisa menjadi Booster buatku. yess
Salam sayang dari akyuu ππ
__ADS_1