
Bruakk!!
"Haidar!"
Keduanya menoleh secara bersamaan kearah sumber suara tersebut dengan pikiran mereka masing-masing.
Mata Haidar membelalak lebar dengan raut wajah yang sudah pucat pasi, sedangkan Tara tersenyum tipis dengan seringai licik dibibirnya. Rencananya berhasil, dengan sekali tembak ia mendapatkan dua mangsa sekaligus.
"Perfect!" batin Tara. Tatapannya seolah sedang mengejek orang yang masih terpaku di depan pintu kamarnya.
Haidar sangat terkejut saat melihat sosok sang istri yang saat ini sudah berada di depannya dengan keadaan marah. Bahkan ia sampai melupakan posisinya dengan Tara yang masih begitu intim, yaitu Tara masih berada dipangkuannya.
"Haidar!" Teriak Aisyah sekali lagi, berharap suaminya itu segera tersadar dari keterkejutan yang masih membelenggu dirinya. Lantas, gadis berhijab itu melangkah maju dengan cepat dan menarik lengan Tara dengan kasar. Hingga membuat gadis itu hampir terjengkang kebelakang sampai memekik keras.
"Minggir kau jal*ng!" Desis Aisyah seraya menghempaskan tubuh Tara yang menempel ditubuh suaminya layaknya ulet bulu.
Dan di detik itu pula Haidar segera tersadar dan ikut beranjak, lalu dengan sigap lelaki itu mengancingkan kembali piyama yang sudah terbuka sepenuhnya dan sejak tadi sudah mengekspose dada bidang miliknya. Sesekali matanya tak henti melirik ke arah Aisyah.
__ADS_1
Istrinya itu terlihat begitu marah, dan menakutkan. Ia pikir selama ini Aisyah wanita yang lemah lembut, tapi ternyata dibalik sisi kelembutannya tersimpan jiwa bar-bar juga ternyata. Buktinya ia berani melakukan hal yang tak pernah ia duga jika itu dilakukan oleh seorang Aisyah, yang terkenal dengan kelembutannya.
Perlakuan Aisyah juga mampu membuat nyali Tara sedikit menciut rupanya, terbukti sejak tadi gadis itu hanya bisa terdiam sambil menahan emosinya.
Raut wajah Tara memerah sampai rahangnya pun ikut mengetat.
"Sial! Beraninya dia ngelakuin itu," tak henti-hentinya Tara mengumpat Aisyah yang sudah berani bertindak sekasar itu padanya. Seperti halnya Haidar yang terkejut, ia pun tak kalah terkejut. Ia kira Aisyah akan menangis dan memaki suaminya lalu langsung meminta cerai. Namun, semua diluar ekspektasinya. Aisyah justru berani menarik tangannya dengan kasar dan terkesan arogan.
Dengan nafas memburu Aisyah berusaha untuk tetap tenang, tak bisa ia pungkiri jika suasana hatinya benar-benar panas saat ini. Melihat sang suami memangku mantan kekasihnya dan hampir telanjang. Membuat darahnya mendidih seketika.
Haidar menelan ludah sebelum membuka mulutnya, "Aisyah, aku bisa menjelaskan ini semua. Aku harap kamu jangan salah faham, ini semua tidak seperti yang kamu lihat. Semua ini karena aku dijebak olehnya, Tara yang sudah menjebakku," cicit Haidar panjang lebar. Tak ingin Aisyah semakin berpikiran negatif tentang dirinya, Haidar perlahan mendekat.
Meraih telapak tangan istrinya lalu kembali berucap, "Aku mohon Aisyah, percayalah padaku. Aku sungguh tak ada niat untuk menghianati kepercayaanmu," sorot mata Haidar memancarkan penyesalan yang mendalam. Ia sungguh tak ada niat sedikitpun untuk menghianati Aisyah. Jika saja semalam ia meminta izin pada istrinya itu. Mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi, dimana dirinya harus digrebek oleh istrinya sendiri.
Betul-betul memalukan!
Tara yang melihat Haidar berbicara begitu lembut pada Aisyah hanya berdecih, sungguh pemandangan yang sangat menyakitkan hatinya. Dulu, saat ia dan Haidar masih menjalin hubungan. Haidar begitu mencintainya dan selalu berkata lembut padanya.
__ADS_1
Namun, karena ambisinya ia harus kehilangan cinta dari pria itu. Dan kini ia harus melihat lelaki itu bersikap manis pada wanita lain dengan pancaran mata penuh cinta. Harusnya dulu ia tidak egois, hingga ia tak harus menyesal seperti ini.
Tapi, bukan Tara namanya kalau ia tak bisa mendapatkan apa yang ia mau. Meski ia harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginannya.
Wanita itu berjalan menghampiri kedua pasangan suami istri itu sambil mengotak-atik ponselnya. Lalu setelahnya ia menunjukkan beberapa foto yang sengaja ia ambil semalam saat dirinya dan Haidar tengah tidur bersama.
"Apa kamu masih mempercayai suamimu jika kamu melihat ini?" Dengan seringai licik ia menunjukkan foto dirinya dan Haidar saat berciuman kepada Aisyah.
Aisyah melirik sekilas lalu ia memejamkan matanya seraya menahan diri untuk tidak terlalu emosional. Jika ia melakukan hal itu, sama saja ia sudah menjatuhkan harga dirinya di depan Tara. Otomatis gadis itu akan mengira ia sudah berhasil membuatnya cemburu dan marah pada Haidar.
Haidar tak tinggal diam begitu saja, pria itu merebut ponsel yang digenggam oleh Tara secara paksa. Ia menggelengkan kepala, tak menyangka jika Tara bisa bertindak sejauh ini. Sedetik kemudian Haidar membanting benda pipih tersebut dengan geram.
prak!
Aisyah berjengit, ia sama sekali belum pernah melihat kemarahan Haidar yang begitu besar dan menakutkan seperti ini. Sedang Tara hanya tertawa menanggapi kemarahan sang mantan kekasih, ia sekalipun tidak merasa takut.
"Kamu licik Tara! Kamu benar-benar sudah gila!" teriak Haidar.
__ADS_1