
"Saya fikir kamu masih punya malu untuk datang kesini eh ternyata saya salah, urat malumu pasti sudah putus", ucap Kakek tanpa menutupi lagi rasa ketidak sukaannya terhadap Irfan.
"Kakek...", ucap Shinta merasa tidak enak dengan Irfan atas sikaf Kakek.
"Maaf Kek, maafkan Saya. Tadi Papa saya telephone ada hal penting yang ingin dibicarakan, jadi saya tidak fokus di acara pemakaman dan tidak melihat saat Shinta pingsan", ucap Irfan berusaha menjelaskan untuk menutupi kesalahannya.
"Kamu tidak perlu repot-repot menjelaskan alasannya, jika memang itu urusan penting kenapa saya lihat kamu begitu santai, tersenyum-senyum bahkan tertawa saat berbicara di dalam telephone, kamu fikir saya buta!", ucap Kakek marah.
"Iya Kek memang benar Papanya tadi yang telephone, Irfan kan sekarang sudah mulai terjun membantu mengurus perusahaan Papanya", bela Shinta lagi.
"Sesibuk apapun, jika memang benar ia menyayangimu, ia pasti akan mengorbankan urusannya sejenak demi memberikan dukungannya padamu disaat tersulitmu", ucap Kakek lagi.
Shinta tidak bisa membantah omongan kakeknya, bagaimana pun Irfan tetap salah dan Irfan juga memilih diam namun di dalam hatinya ia tetap mengumpat, tidak senang dengan ucapan Kakek.
Suasana menjadi hening, Kakek sudah malas berbicara dengan Irfan, beliau memejamkan mata, menenangkan hati untuk meredakan rasa kesal dan amarahnya.
Derit pintu terbuka membuat Shinta dan Irfan mengalihkan pandangan, Bayu muncul dari balik pintu hingga membuat Irfan sontak berjalan menghampiri hendak mendorong Bayu keluar sambil berkata pelan takut kakek mendengarnya.
"Ngapain kamu masuk!, urusanku belum selesai, jangan-jangan kamu ikut nguping", ucap Irfan kesal.
Ternyata pendengaran Kakek masih awas, kemudian beliau berkata,"Kamu tidak berhak mengusir dia, mulai sekarang dia adalah bagian dari keluargaku. Semua urusan keluargaku sekarang menjadi urusannya termasuk mengusirmu dari sini", ucap Kakek dengan tegas.
Kemudian beliau melanjutkan ucapannya,"Suruh dia keluar dari sini Bayu atau aku akan meminta security untuk mengusirnya", ucap Kakek lagi.
"Tapi Kek...saya belum selesai berbicara, saya akan buktikan bahwa saya serius dan benar mencintai Shinta. Saya akan bawa orang tua saya untuk melamar Shinta saat Kakek sudah keluar dari rumah sakit", ucap Irfan asal agar Kakek dan Shinta percaya terhadapnya.
Padahal Irfan terpaksa mengajukan lamaran ini, sebenarnya ia belum ingin terikat dan juga belum membicarakan hal ini kepada keluarganya.
Shinta yang mendengarnya pun berkata,"Apa?, apa aku tidak salah dengar Fan?, kamu serius?", tanya Shinta yang merasa terkejut sekaligus senang.
"Iya, aku serius. Aku mencintaimu dan segera ingin menikahimu", jawab Irfan untuk meyakinkan Shinta.
__ADS_1
Entah mengapa, Bayu yang mendengar Irfan melamar Shinta merasa tidak nyaman, ada rasa sakit di hatinya dan jantungnya berdebar kencang tidak menentu, timbul perasaan tidak ikhlas jika Shinta harus menjadi istri Irfan.
Kemudian Bayu memandang Shinta, dalam tatapannya ia berharap Shinta tidak menerima lamaran itu.
Lalu Kakek melanjutkan ucapannya,"Kamu seyakin itu mengajukan lamaran, apa kamu fikir saya akan memberikan cucuku yang tinggal satu-satunya ini kepada pemuda yang tidak peduli terhadapnya?", ucap Kakek dengan menatap tajam ke arah Irfan.
"Tapi Kek...", ucapan Shinta terhenti saat Kakek memberikan kode stop dengan tangannya. Kakek sudah tau apa yang akan dikatakan oleh Shinta dan tidak ingin mendengarnya.
"Kami kan saling mencintai Kek, kenapa Kakek tidak menyetujui hubungan kami?", tanya Irfan kesal.
"Cinta dalam ucapan saja tidak cukup, aku ingin memiliki cucu menantu yang cintanya tulus bukan ada maksud dibalik ucapan cintanya", jawab Kakek tegas. Sepertinya mata tua Kakek tahu jika Irfan hanya pura-pura cinta terhadap Shinta.
Ketegangan diantara mereka membuat sesak napas Kakek dan akhirnya Kakek berkata,"Tolong keluarlah, jika tidak bisa tulus mencintai cucuku pergilah!, cari saja wanita lain, lagipula aku sudah punya pilihan yang tepat buat Shinta, yang mampu menjaga dan melindungi keluarga Pradana dari orang-orang yang bisanya hanya mengambil keuntungan dari keadaanku."
Mendengar ucapan sang Kakek Shinta terkejut, kenapa ia tidak tahu jika selama ini Kakek telah menjodohkannya dengan seseorang.
Bayu juga kaget, tapi hatinya ikhlas sebab jodoh yang dipilih Kakek untuk Shinta pasti yang terbaik bukan laki-laki seperti Irfan yang sombong dan menjengkelkan.
Sementara Irfan yang melihat Shinta keluar hendak menyusulnya dan sebelumnya ia berkata,"Baiklah Kek, hari ini aku menyerah tapi aku akan buktikan bahwa aku pantas jadi cucu menantumu, Shinta pasti akan jadi istriku. Aku permisi Kek...", ucap Irfan sebelum pergi menyusul Shinta.
Bayu hanya berdiri mematung melihat mereka pergi meninggalkan ruangan itu sampai suara sang Kakek mengejutkannya.
"Kesinilah Nak Bayu, duduk dekat Kakek, ada yang ingin Kakek bicarakan, Kakek mohon pertolonganmu lagi, biarkan saja Shinta pergi agar kita bisa berbicara dengan leluasa", ucap Kakek dengan penuh harap.
Bayu mendekat ke sisi tempat tidur, kemudian ia menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Kakek Hakim seraya berkata," Apa yang bisa Bayu bantu Kek?"
"Begini Nak, Kakek ingin minta tolong, tetaplah bersama kami, jadilah bagian dari keluarga Pradana", sejenak Kakek terdiam.
"Maksud Kakek?", tanya Bayu yang masih belum mengerti atas perkataan Kakek Hakim.
Kakek kemudian memegang tangan Bayu sembari melanjutkan ucapannya,"Jadilah Cucuku, menikahlah dengan Shinta, Kakek mohon...", ucap Kakek sambil memandang mata Bayu penuh harap.
__ADS_1
"Apa Kek !", jawab Bayu yang merasa terkejut. Ia tidak menyangka jika pemuda yang ingin dijodohkan dengan Shinta adalah dirinya.
Kemudian Kakek mengulangi ucapannya," Ya...menikahlah dengan Shinta dengan begitu kamu resmi jadi Cucuku."
"Kakek salah memilih Bayu, Bayu hanya berasal dari keluarga biasa, tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan, yang jelas Bayu tidak pantas Kek untuk bersanding dengan Shinta dan pastinya seperti yang Kakek dengar tadi, Shinta tidak mau dijodohkan."
"Siapa bilang kamu tidak pantas, perbuatanmu yang telah menolong dan menjaga Kakek serta Shinta sudah membuktikan bahwa dirimu pantas menjadi cucuku", Kakek kembali terdiam sambil menarik nafas.
Setelah dirasa nafasnya mulai normal beliaupun melanjutkan ucapannya,"Kakek yakin kamu bisa melindungi dan menyayangi Shinta, sebelum waktunya tiba Kakek harus pastikan Shinta mendapatkan suami yang baik, mampu menjaga pewaris tunggal keluarga Pradana dari orang-orang seperti Irfan dan keluarganya serta dari keluarga adikku sendiri, barulah setelah itu aku bisa tenang meninggalkan dunia ini."
"Apa Bayu sanggup Kek, menjalankan amanah Kakek?"
"Kakek yakin kamu bisa, untuk sementara ini kamu bantulah kelola bisnis Kakek, nanti setelah Kakek sehat kita akan ke perusahaan, Kakek akan perkenalkan kamu dengan staf-staf disana hingga kamu bisa belajar untuk menggantikan posisi almarhum putraku yaitu Papanya Shinta. Perusahaan harus kembali punya pemimpin dan itu Kakek percayakan sama kamu", ucap Kakek dengan penuh keyakinan.
"Mengenai pernikahanmu dengan Shinta, Kakek akan cari waktu yang pas untuk membicarakannya dulu dengan dia."
"Bagaimana jika Shinta tidak setuju kek?", tanya Bayu yang penuh dengan keraguan.
"Shinta harus dan pasti setuju. Kakek yakin dengan cara Kakek nanti bisa membuatnya setuju, yang terpenting kamu dan keluargamu juga setuju", jawab Kakek tanpa ragu.
"Tapi Bayu tidak ingin Shinta terpaksa menikah yang akan membuatnya tidak bahagia hidup bersama Bayu Kek?"
"Nah itu tugasmu setelah menikah, buatlah agar Shinta bisa mencintaimu. Kamu harus yakin dirimu bisa meluluhkan hatinya karena Kakek saja yakin kamu bisa", ucap Kakek lagi.
Bersambung......
Bagaimanakah reaksi Shinta jika ia tahu pria yang yang menjadi pilihan Kakek untuk menjadi jodohnya adalah Bayu? ikuti terus ceritanya ya guys...ππ
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya ππ
__ADS_1
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ