MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
MEMBALAS DENGAN KEUSILAN


__ADS_3

Mendengar istrinya di hina oleh Shinta membuat Firza naik darah, ia ingin memberi pelajaran kepada Shinta yang selama ini di sebut oleh Tasya sebagai anak yang tidak tahu sopan santun.


Firza juga merasa penasaran kenapa musti Bayu yang kakaknya percaya untuk menjadi Dirut di perusahaannya makanya ia ingin langsung mendapatkan penjelasan dari sang kakak.


Rumah sangat sepi saat Firza sampai di kediaman kakaknya, ia memanggil pembantu di sana untuk membukakan pintu gerbang pagar rumah itu.


Pembantupun berlari untuk membuka pintu karena mereka sudah mengenal siapa yang datang, lagipula mereka takut dimarahi oleh Firza setiap kali mereka terlambat membuka pintu.


Firza dengan angkuhnya turun dari mobil meminta pembantu agar segera memanggil Kakek Hakim, mereka mengatakan tidak berani mengganggu karena kakek sedang beristirahat, namun Firza terus memaksa.


Pembantu yang merasa ketakutan segera memanggil Shinta di kamarnya, biar Shinta yang memutuskan apakah akan memanggil Kakek atau tidak.


Mendengar bahwa Firza yang datang ke rumah mereka, Shinta segera bangkit dan keluar menemui Firza sebelum keributan akan membangunkan kakeknya.


Melihat Firza sudah duduk di kursi tamu, Shinta segera mengulurkan tangan hendak mengabarkan kedatangan adik kakeknya.


Namun sambutan baiknya mendapat penolakan, Firza tidak menghiraukan uluran tangan Shinta dan dengan marah lalu ia berkata," Kamu tidak perlu basa-basi, aku tidak butuh hormatmu, apa yang telah kau katakan terhadap istriku hah!", ucap Firza.


"Memangnya apa yang telah Tante Tasya adukan kepada Kakek, hingga kakek datang dengan kemarahan seperti ini?", tanya Shinta penasaran.


"Kamu tidak usah pura-pura, kamu hanya anak ingusan kemaren sore jadi jangan ikut campur dengan urusan kami", ucap Firza lagi.


"Bagaimana aku tidak ikut campur, yang kalian usik adalah Kakekku, satu-satunya keluargaku, seharusnya kalian malu, hidup kalian seperti parasit saja yang sukanya hanya menumpang dan menghabiskan milik orang yang kalian tumpangi", ucap Shinta mulai kasar karena amarahnya mulai naik.


Mendengar ucapan Shinta amarah Firza memuncak, ia merasa sangat terhina, kemudian Firza bermaksud hendak menampar Shinta namun suara bentakan yang sangat keras menghentikan tangannya yang sudah di udara.


"Hentikan!", teriak kakek Hakim saat melihat Firza yang hendak menampar Shinta. Kakek terbangun saat mendengar suara ribut di luar kamarnya. Kakek keluar di saat yang tepat.

__ADS_1


Lalu beliau melanjutkan ucapannya," Jangan berani kamu menampar cucuku, apa yang telah mengundangmu hingga datang kesini, sudah aku bilang kan! aku tidak akan memberi kalian uang lagi. Jadi sadarlah Firza, kamu itu sudah tua, urus keluargamu, jangan seenak hatimu saja", ucap Kakek dengan marah.


"Cucumu sudah keterlaluan, ia hanya anak kemaren sore berani-beraninya menghina kami, apa dia tidak kalian ajarkan sopan santun hingga memperlakukan kami bukan selayaknya keluarga", ucap Firza lagi yang merasa sok dirinya sudah benar dalam mendidik anaknya sendiri.


"Sudahlah, sekarang tidak usah merasa sok kamu yang paling benar dalam hal mendidik, kamu saja yang sudah tua tidak ada sopannya terhadapku sebagai kakakmu", bantah kakek.


Baru kali ini Shinta melihat sang Kakek marah terhadap adiknya, biasanya kakek hanya menasehati dengan lembut dan menuruti semua permintaan Kakek Firza.


Firza pun yang melihat kemarahan kakaknya akhirnya terdiam, ia tidak ingin maksud kedatangannya ke rumah ini gagal, gara-gara dirinya tidak bisa mengontrol emosi. Kemudian iapun berkata," Maaf Kak, maafkan aku, aku terlalu tadi terlalu emosi", ucap Firza yang mencoba mencari muka di depan sang kakak.


Melihat adeknya telah meminta maaf membuat kemarahan Kakek Hakim mereda, kemudian ia meminta Shinta agar mengambilkan air minum untuk dirinya dan juga Firza.


Shinta kemudian menuruti perintah sang kakek, namun ia tetap khawatir jika kemarahan Kakek bisa membuatnya sakit lagi.


Sementara Shinta kebelakang mengambil minuman, kesempatan ini di pergunakan Firza untuk menanyakan tentang Bayu.


"Lantas siapa yang menurutmu pantas aku angkat menjadi wakilku di sana yang bisa meneruskan bisnisku? apa menurutmu kamu pantas?", ucap Kakek langsung ke inti masalah.


"Ya-jika Kakak percaya aku sih bisa mencobanya", jawab Firza tanpa tahu malu.


Kakekpun tertawa mendengar jawaban adiknya, kemudian beliau berkata lagi," Mencoba katamu? kamu sudah mencobanya di perusahaanmu sendiri dan apa hasilnya? gagal, pailit. Bagaimana kamu akan mengurus bisnisku jika mengurus dirimu sendiri saja sudah tidak becus", jawab Kakek dengan lantang.


"Tapi kan jika Kakak tidak percaya denganku masih ada Shinta kenapa musti anak itu yang Kakak jadikan pimpinan", usul Firza lagi setelah gagal mengusulkan dirinya sendiri.


"Itu terserahku, aku lebih tahu apa yang terbaik buat bisnisku jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, kamu cukup pikirkan masa depan keluargamu saja. Masalah Shinta dan perusahaanku itu adalah tanggung jawabku", ucap Kakek dengan penuh keyakinan.


"Aku sudah mengingatkanmu ya Kak, jadi jika terjadi hal buruk kelak pasti Shinta yang akan menanggung semuanya sedangkan Kakak sendiri tinggal berapa lama lagi lah hidup di dunia ini", ucap Firza yang berpura-pura menjadi adik yang sangat perhatian terhadap keluarga Kakaknya.

__ADS_1


Ketika Kakek hendak melanjutkan ucapannya, Shintapun datang membawa dua gelas kopi dan sepiring bolu ubi yang ia beli tadi siang sepulang kuliah.


Kemudian kakek mempersilakan Firza untuk meminum kopinya dan menikmati kue bolu tersebut.


Firza segera menyeruput kopi yang dibawa oleh Shinta, namun ia segera menyemburkannya hingga mengotori meja seraya berkata," Kopi apa ini yang kamu suguhkan, tidak ada rasa manisnya sedikitpun dan kenapa rasanya pedas sekali, kamu sengaja ya ingin mengerjaiku", ucap Firza sambil memandang sinis kepada Shinta dan menjulurkan lidahnya karena kepedasan.


"Maaf Kek, Shinta tadi terburu-buru jadi mungkin lupa menaruh gula dan masalah rasa pedasnya Shinta juga nggak tahu, kali aja Bibik lupa meletakkan bubuk kopi kedalam tempat lada", ucap Shinta berusaha membela diri.


Firza marah, ia berdiri dan segera pamit kepada Kakaknya, namun kedua tangannya mengepal, ada dendam di matanya ketika ia kembali memandang Shinta.


Shinta tidak merasa takut, ia membalas tatapan Firza sambil tersenyum, ia merasa senang karena telah berhasil mengerjai dan mengusirnya secara tidak langsung.


Kakek yang melihat ulah Shinta segera menasehatinya," Kamu tidak boleh berbuat seperti itu, walau bagaimanapun dia adalah Kakek kamu juga. Dia adik Kakek satu-satunya, yang kakek harapkan bisa kembali menjadi orang baik sebelum kematian kakek tiba", ucap Kakek yang terlihat sedih.


"Iya Kek maafkan Shinta, Shinta memang salah telah mengerjai Kakek Firza, habisnya mereka bertiga sama-sama menyebalkan, selalu saja menyusahkan Kakek", ucap Shinta.


"Ya sudah, jika nanti kamu bertemu Kakek Firza, minta maaflah bagaimanapun dia salah, namun caramu juga salah", ucap Kakek dengan bijak.


Shinta pun mengangguk sembari mengantarkan Kakek yang hendak kembali ke kamarnya.


Bersambung......


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌻 Dukungan semua pembaca sangat berarti bagi kami para penulis, terimakasih atas semua dukungannya semoga berkah dunia dan akhirat.


🌻 Mampir juga yuk dalam karya saya yang lain yang berjudul "TERIKAT CINTA LAIN" nggak kalah seru lho....sudah Update sampai episode 86. 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2