MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
MENUNGGU KABAR DARI SI PENCULIK


__ADS_3

"Ayo bawa dia masuk! letakkan dia di sana bersama mereka!" ucap Fika sembari menunjuk ke arah sofa.


Ternyata di sana gadis gila yang sedang hamil beserta ayah ibunya juga sedang diperlakukan sama seperti Shinta. Masing-masing tangan mereka diikat ke belakang dan mulutnya di lakban.


Sementara Bibi pelayan yang bekerja di rumah Shinta sudah kembali dari pasar, dia heran melihat pintu gerbang terbuka lebar, gembok rusak sementara penjaga tidak terlihat ada di posnya.


Bibi lalu menutup pintu gerbang, karena penasaran dia segera melihat kearah pos jaga dan menemukan penjaga pingsan disana. Bibi panik kemudian beliau masuk ke dalam rumah untuk mencari majikannya, ternyata di dalam rumah dia tidak menemukan siapapun.


Beliau semakin terkejut saat melihat gelas pecah berserakan dilantai dapur, disana Bibi mencium aroma jahe yang membuat beliau semakin curiga telah terjadi sesuatu dengan Shinta.


Dengan tergopoh-gopoh bibi berlari sembari menangis dan berteriak meminta tolong ke arah taman belakang, yang mana dia ingat pengurus kebun sedang membersihkan rumput di sana.


Mendengar suara teriakan Bibi, pengurus kebun pun segera berlari menghampiri beliau dan menanyakan apa yang terjadi.


Setelah berkeliling rumah, mencari Shinta dan tidak menemukannya, mereka memutuskan untuk memberitahukan hal ini kepada Bayu dengan menelephonenya.


Bayu yang mendengar ponselnya berdering segera melihat siapa yang memanggil, ternyata panggilan tersebut dari rumahnya. Pikiran Bayu yang tidak tenang sejak pagi, semakin bertambah khawatir saat melihat panggilan tersebut, lalu Bayupun buru-buru mengangkatnya.


Terdengarlah di sana suara Bibi yang sedang menangis, "Hiks...hiks...hiks, Hallo Tuan, Non Shinta Tuan, Non menghilang."


Mendengar hal tersebut Bayu sangat terkejut, "Apa Bi! hallo Bi! tenang jangan menangis, coba Bibi ceritakan apa yang terjadi, kenapa Shinta bisa hilang," tanya Bayu cemas.


Lalu Bibi menceritakan saat beliau pulang menemukan pagar terbuka dan penjaga pingsang serta gelas pecah berserakan. Bayu lalu berkata, "Bibi coba bantu sadarkan penjaga dengan minyak kayu putih atau bawang, sementara saya akan segera pulang," ucap Bayu seraya mengambil tasnya dan berlari ke parkiran.


Bayu kemudian menghubungi Faridz agar segera menyusulnya. Dia melajukan mobilnya dengan kencang tanpa memperhatikan rambu jalan yang sudah menunjukkan lampu merah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Bayu bertanya kepada penjaga yang sudah sadar, tapi tidak mendapatkan penjelasan siapa pelakunya, lalu dia memeriksa kamar dan di sana masih terlihat rapi, tidak ada yang rusak atau hilang, sementara ponsel Shinta masih di cash dalam keadaan non aktif.


Bayu bingung kemana dia hendak mencari Shinta, lalu dia menelephone Kakek siapa tahu Shinta ada di rumah Kakek. Tapi Bayu kecewa saat Kakek mengatakan tidak ada Shinta di sana.


Faridz, Kakek dan orang tua Bayu kini berkumpul di rumah Bayu, mereka sedang menunggu kabar tentang Shinta. Jika Shinta benar di culik pasti si penculik sebentar lagi akan menelephone mereka.


Sementara di rumah pinggiran kota tempat Shinta di sekap terlihat Fika, Tasya, Firza dan enam orang anak buah Papa Irfan sedang bersiap ingin memindahkan sandera mereka sebelum ketahuan jejaknya oleh Bayu dan Faridz.


Mereka membawa sandera ke arah pinggiran hutan, di sana ada sebuah gudang tua, tempat penyimpanan kayu yang sudah tidak di pakai.


Gudang itu sangat kotor, tumbuhan menjalar hampir menutupi seluruh atapnya, jadi tidak akan ada yang curiga jika mereka menahan Shinta dan yang lainnya di sana.


Shinta yang mulai sadar terkejut saat melihat sekelilingnya, dia meronta berusaha untuk melepaskan ikatannya, tapi hanya sia-sia karena tali tersebut malah semakin menyakiti pergelangan tangan dan kakinya.


Tasya dan Fika masuk ke dalam lalu mereka mendekati Shinta dan Fika pun berkata, "Nikmati hari-hari terakhirmu gadis sombong!" teriak Fika.


"Jika kamu, Bayu dan anak kalian musnah dari muka bumi ini, sudah pasti Kakekmu dengan sendirinya akan ikut mati, jadi kami tidak usah mengotori tangan untuk menyingkirkannya. Setelah itu cuma kamilah yang akan menjadi pewaris semua hartanya," Timpal Tasya sembari membuka penutup mulut Shinta.


"Dasar kalian bangsat! jangan harap kalian akan mendapatkannya, kalaupun kami mati Kakek akan menyerahkan hartanya ke panti asuhan bukan kepada kalian!" ucap Shinta dengan lantang.


"Diam mulutmu, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ucap Fika sembari mendorong Shinta hingga terjatuh.


Shinta menahan tubuhnya yang jatuh kelantai sedemikian rupa agar tidak berefek buruk pada kandungannya. Kemudian Shinta berkata, "Awas kamu Fika! tunggu saja pembalasan dari suamiku."


"Hahaha, kita lihat saja apa yang bisa Bayu lakukan untuk membebaskanmu!" ucap Fika sembari tertawa.

__ADS_1


Lalu Tasya meminta Fika untuk menyumpal kembali mulut Shinta dengan kain dan meminta anak buah Papanya Irfan untuk mengirimkan video serta menelephone Bayu agar datang membebaskan istrinya dengan syarat jangan membawa polisi.


Panggilan pun tersambung, Bayu yang melihat nomor ponsel tidak dikenal, langsung mengangkatnya, Bayu berharap itu kabar tentang Shinta.


Lalu Bayu bertanya, saat mendengar suara orang tertawa di balik telephone dengan mengatakan jika Shinta ada di tangan mereka, "Siapa kamu! kenapa kamu menculik istriku! ayo tunjukkan diri kalian hahh... dasar pengecut! apa sebenarnya mau kalian!" teriak Bayu marah.


Orang itupun menjawab, "Mau kami cuma satu, yaitu Nyawamu!" ucap si penelephone.


Kemudian dia berkata lagi, "Jika ingin istri dan calon bayimu selamat datanglah sore ini ke alamat yang nanti akan aku kirimkan tapi Ingat! apabila kami melihat kamu datang dengan orang lain, jangan salahkan jika yang akan kamu temui adalah mayat istrimu beserta calon bayimu." ancam si penelephone.


Bayu lalu menjawab, "Baiklah! Aku akan datang, tapi jangan kalian celakai istri dan calon bayiku, aku siap melakukan apapun yang kalian mau, asal mereka kalian bebaskan, "pinta Bayu.


Sambungan telephonepun terputus, Bayu berusaha mengenali suara itu tapi dia tidak menemukan jawabannya.


Faridz dan Kakek menduga bahwa si penelephone adalah saingan bisnis yang dendam terhadap Bayu, karena mereka hanya menginginkan Bayu dan tidak meminta tebusan apapun.


Bayu pun berkata, "Nanti sore Bayu akan menemui mereka Kek, tapi tidak akan membawa siapapun karena Bayu tidak ingin mempertaruhkan keselamatan Shinta dan calon bayi kami.


"Begini bos! bos aktifkan saja aplikasi pelacak lokasi, kami akan mengikuti bos dari jauh bersama polisi. Kami akan berhati-hati agar mereka jangan sampai curiga," ucap Faridz.


"Aku percayakan semuanya sama kamu Ridz, aku tidak takut kehilangan nyawaku, asal istri dan calon anakku bisa selamat. Aku kasihan dengan Shinta, dalam kondisinya yang masih lemah dan sedang ngidam harus mengalami penyanderaan," ucap Bayu.


🌻 Terimakasih atas semua dukungan, jangan lupa dukungannya terus ya guys....vote, like dan coment sebanyak-banyaknya. Selamat beristirahat dan semoga sukses selalu.


🌻 Mohon maaf atas kesalahan-kesalahan kata dan peletakan tanda baca yang masih centang perenang karena saya masih harus banyak belajar agar bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2