MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
MEMBERI PENGAJARAN HIDUP


__ADS_3

"Ayo antar aku pulang!" kamu jahat, kamu sengaja kan melarang aku membawa mobil supaya bisa memperlakukan aku seperti ini! Aku saja yang bodoh mau menuruti permintaan kalian," ucap Shinta ketus.


"Kamu boleh mengumpat, menghujat aku tapi jangan orang tuaku! mereka tidak tahu apa-apa tentang kita. Aku hanya ingin membuat hati mereka tenang di hari tuanya," ucap Bayu marah saat mendengar kata kalian dari mulut Shinta.


Setelah mengucapkan hal itu Bayu beranjak ke toilet, membersihkan diri lalu bersiap sholat subuh sebelum mengantar Shinta pulang.


"Ayo buruan mau ikut sholat berjama'ah atau tidak, jika tidak aku akan sholat sendiri," ajak Bayu sembari memakai kopiahnya.


Shinta berlalu ke toilet, dia belum berani mandi karena demamnya tadi malam, Shinta cuma membersihkan diri seperlunya saja, lalu Berwudhu.


Kemudian mereka melakukan sholat berjamaah di rumah.


Selesai sholat dan berdo'a, Bayu mengulurkan tangannya, dia ingin mulai mengajarkan tata krama adab seorang istri terhadap suami.


Shinta cuek saja, tidak peduli dengan uluran tangan Bayu, melihat hal itu kemudian Bayu berkata, "Kamu masih sah istriku jadi aku berkewajiban membimbingmu, agar lepas tanggung jawabku sebagai suami. Masalah kamu mau atau tidak, itu sudah menjadi tanggungjawabmu sendiri," ucap Bayu sembari berlalu pergi meninggalkan Shinta.


Bayu membuka lemari, mencari pakaian kerja dan mulai mengganti pakaian tidurnya. Shinta yang melihat Bayu berganti pakaian di hadapannya, segera memalingkan wajahnya sambil menggerutu, "Dasar nggak tahu malu," ucap Shinta yang sempat terdengar di telinganya.


"Kenapa aku musti malu, kamu itu istriku, kamar ini kamarku jadi aku tidak punya alasan untuk malu, jika kamu malu, kamu bisa keluar-kan-jadi tidak usah memperdebatkan masalah yang tidak penting," ucap Bayu tanpa menoleh ke arah Shinta.


Mulai hari ini Bayu harus lebih tegas, dia ingin mendapatkan cinta istrinya dengan memberikan pengajaran-pengajaran hidup, tata krama dan pengetahuan agama. Semakin Shinta memberontak, malah membuat Bayu semakin tertantang ingin meluluhkan hatinya.


Shinta berjalan keluar dari kamar, sebenarnya di dalam hati dia membenarkan apa yang di katakan oleh Bayu, namun egonya lebih tinggi dari kata hatinya.


Ibu yang melihat Shinta keluar kamar dengan ngedumel lalu menghampiri menantunya dan berkata, "Nak, dimana suamimu? memangnya kalian bertengkar ya? sedari tadi Ibu lihat sepertinya kamu sedang marah!" tanya Bu Widya penasaran.


"Oh nggak kok Bu, Mas Bayu nya lagi bersiap mau antar Shinta pulang sekaligus berangkat ke kantor.


Shinta hanya kesal sama teman kok Bu!" ucap Shinta berbohong.


"Oh gitu ya, ayo nak kita ke ruang makan, Ibu sudah menyiapkan sarapan tinggal menunggu suamimu saja, Ayah juga sudah di sana," ajak Bu Widya.

__ADS_1


"Iya Bu", jawab Shinta.


Bayu yang sudah selesai bersiap segera menuju ke ruang makan, dia tahu, Shinta pasti sudah ada di sana. Bayu hapal betul dengan sifat ibunya, yang jika dirinya terlambat datang ke ruang makan pasti di jemput ke kamar dan ternyata ibu menemukan Shinta ada di luar.


Saat Bayu muncul di ruang makan, beliau berkata, "Kenapa lama sekali Nak, sampai kamu biarkan Nak Shinta menunggu di luar?" tanya Ibu


Bayu pun menjawab, "Iya Bu, Bayu membereskan berkas yang di butuhkan untuk meeting hari ini," jawab Bayu sembari melirik Shinta.


"Duduklah Nak, kita akan mulai makan," pinta Ayah.


"Baiklah Yah."


Ibu kemudian melayani Ayah, mengambilkan makanan buat Beliau, sementara Shinta masih asyik melihat ponselnya. Bayu segera duduk di sebelah Shinta lalu berdehem, hingga membuat Shinta memperhatikannya.


Kemudian Bayu berkata kepada sang Ibu, "Lho Bu, kenapa di nasi Ayah tidak di beri lauk?" tanya Bayu sengaja ingin membuat Shinta belajar melayani suami.


"Kamu lupa ya Nak, jika Ayah tidak suka daging Ayam, Ayah lebih memilih makan dengan ikan asin dan sayur saja," ucap sang Ibu.


Lalu Ibu yang melihat piring putranya masih kosong segera berkata, "Oh ya Nak Shinta kalau Bayu kebalikan dari Ayah, dia suka sekali ayam goreng tapi tidak suka ikan asin, tapi dia suka sekali sayur."


Bayu pun tersenyum, kali ini rencananya berhasil berkat bantuan sang Ibu. Bu Widya juga mengerlingkan mata saat Bayu tersenyum memandangnya.


Mereka kemudian makan dengan tenang, hanya suara dentingan sendok saja yang terdengar. Selesai makan, Ibu lalu membereskan meja makan, melihat Shinta yang masih duduk santai di kursinya membuat Bayu ingin memberinya contoh lagi bagaimana harusnya bersikap sebagai menantu.


Bayu kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu ia berkata, "Bu, biar Bayu saja yang membereskan semuanya, itukan tugas kami sebagai anak, Ibu susul Ayah saja, siapa tahu Ayah membutuhkan bantuan Ibu. Bayu yang akan mencuci piringnya toh cuma sedikit," ucap Bayu sembari memberi kode kepada sang Ibu agar meninggalkan tempat itu.


"Baiklah Nak, tapi jika tidak sempat tinggalkan saja, biar Ibu yang akan bereskan, nanti Nak Shinta terlambat ke kampus lho dan kamu juga mau ke kantor, sudah rapi kok malah mencuci piring, "ucap Bu Widya.


Ibu pergi meninggalkan dapur untuk menyusul Ayah yang pergi ke halaman belakang. Ayah ingin menyiram tanaman di sana, sedangkan Bayu mulai membereskan meja.


Shinta yang melihat Bayu cekatan dalam membereskan meja lalu ikut mengumpulkan piring yang kotor kemudian membawanya ke dapur untuk dicuci.

__ADS_1


Karena tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, membuat mata Shinta terciprat air sabun yang sudah tercampur sisa kotoran di piring hingga Shinta pun menjerit.


Bayu yang melihat Shinta mengucek-ucek matanya kemudian mendekat, lalu dia mengambil air bersih dan membantu membasuh wajah Shinta sembari berkata, "Hati-hati dong Neng," ucap Bayu.


Setelah selesai membasuhnya Bayu lalu mengambil handuk dan mengeringkan wajah Shinta lalu menghembus bola matanya. Kemudian Bayu berkata, "Duduklah biar aku yang melanjutkan pekerjaanmu dan tolong jangan di kucek lagi nanti semakin perih," ucap Bayu.


Kemudian Bayu melanjutkan pekerjaan Shinta mencuci piring, Bayu yang sudah terbiasa sejak kecil membantu sang Ibu dalam hal pekerjaan rumah, dengan cepat menyelesaikannya.


Shinta mulai kagum dengan Bayu, ternyata Bayu tidak hanya mahir dalam bisnis tapi juga cekatan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.


Setelah selesai dan dapur terlihat rapi, Bayu mengajak Shinta untuk berpamitan kepada Ayah dan Ibu, mereka harus segera berangkat karena di kantor banyak pekerjaan yang musti Bayu selesaikan.


Bayu menghidupkan motornya, lalu mereka pun berangkat menuju kediaman Kakek untuk mengantar Shinta pulang, baru setelah itu Bayu langsung pergi ke kantor.


Pagi ini Bayu menyelesaikan semua pekerjaan, setelah selesai barulah ia mengajak Faridz pergi ke dealer untuk mengambil mobilnya.


Faridz meminta Bayu yang menyetir agar lebih mahir, awalnya Bayu kesulitan namun lama kelamaan dia nyantai di balik setiurnya. Kata Faridz bak pepatah ala bisa karena biasa.


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌻 Silahkan favorit dan ikuti akun author ya biar para pembaca tahu kapan saya update dan menerbitkan karya baru. Terimakasih 🙏


🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya terbaru saya yang berjudul DARINYA KU TAHU ARTI CINTA DAN KEHILANGAN ( karya ini sedang diikutkan lomba dengan tema Yang Muda Yang Bercinta) Terimakasih atas dukungannya ya guys....🙏🙏🙏


🌻 REKOMENDASI KARYA SAYA DAN PARA SAHABAT SILAHKAN DI KEPOIN YA GUYS.




__ADS_1




__ADS_2