MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
BISNIS FIRZA BANGKRUT


__ADS_3

Kakek terkejut saat supir kantor datang menjemput, apalagi ketika mendengar Shinta dirawat di rumah sakit, beliau lalu bergegas ikut tapi beliau teringat dengan besannya, lalu beliau berkata kepada pak sopir, "Kita kerumah besan dulu Mas!" ajak Kakek.


"Iya Kek, tadi Mbak Shinta juga minta saya untuk menjemput orang tua Mas Bayu, biar sekali jalan katanya," ucap pak sopir.


"Ya sudah ayo kita berangkat," ajak kakek.


Merekapun langsung menuju ke rumah Bayu, Ayah dan Ibu juga terkejut saat melihat Kakek Hakim datang, keduanya merasa malu kenapa yang tua malah mengunjungi yang muda. Kakek turun dari mobil dan menjelaskan bahwa Shinta sakit, hingga membuat ayah dan ibupun tergopoh-gopoh pergi bersiap.


Mobil yang membawa Kakek dan orang tua Bayu melaju menuju rumah sakit tempat Shinta dirawat, mereka tiba disana bersamaan dengan kedatangan Faridz yang baru saja selesai meeting.


Namun Faridz sudah terlebih dahulu meminta orang kepercayaannya untuk membawakan kue ultah ke rumah sakit karena mereka akan memberikan double surprise buat ultah Kakek.


Kakek bertanya kepada Faridz tentang penyakit Shinta tapi Faridz menjawab jika dirinya juga tidak tahu. Karena penasaran merekapun mempercepat langkahnya ingin segera melihat Shinta.


Saat Kakek dan yang lainnya masuk, Bayu langsung menghampiri mereka, Kakek yang merasa khawatir melihat Shinta terbaring dengan selang infus di tangannya pun segera mendekat.


Shinta menyalam tangan Kakek sembari berkata,"Selamat ulang tahun Kek, semoga sehat selalu dan berkah usia dunia akhirat. Aamiin..." ucap Shinta di ikuti oleh Bayu dan yang lain sembari membawa kue ultah.


Kakek merasa terharu, Shinta yang sedang sakit masih ingat dengan hari ulang tahunnya. Setelah semua selesai memberi selamat kini tiba giliran Shinta memberikan kado untuk Kakek.


Shinta mengulurkan sebuah amplop kepada Kakek, lalu berkata, "Kami tidak bisa memberikan kado yang berharga untuk Kakek, cuma ini yang bisa kami berikan Kek,"ucap Shinta.


"Melihat rumah tangga kalian bahagia saja sudah menjadi kado terbaik bagi Kakek di ultah tahun ini," jawab Kakek.


"Ayo Kek buka kadonya," ucap Shinta, yang lainnya juga meminta Kakek agar segera membukanya.


Wajah Kakek tampak berseri saat membuka amplop dan membaca tulisan di secarik kertas tersebut, lalu beliau berucap, "Alhamdulillah."


Yang lainpun merasa penasaran, kemudian Kakek menyerahkan kertas itu kepada orang tua Bayu dan mereka juga turut mengucap syukur.


Semua merasa gembira, lengkap sudah kebahagian hari ini, lalu mereka memberi selamat kepada Bayu dan Shinta, mendoakan agar rumah tangganya selalu di beri keberkahan.

__ADS_1


Ayah memeluk Bayu seraya berkata, "Terimakasih Nak, kamu telah memberi kami kabar bahagia, sekarang tugasmu semakin berat, tugas sebagai suami dan bakal ayah."


"Iya yah, Inshaallah Bayu akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik seperti Ayah," ucap Bayu.


Kakek juga memeluk Bayu, lalu Kakek berkata, "Nak, kini sudah waktunya Kakek akan menyerahkan semua asset yang ada atas nama kalian. Kalian jaga dan kembangkanlah untuk anak-anak kelak, nanti saat Shinta sudah diperbolehkan pulang, pengacara akan datang untuk mengurus prosedurnya. Kakek sudah lelah mengurusi bisnis, Kakek percaya kamu pasti bisa jadi pemimpin yang baik untuk perusahaan dan juga rumah tanggamu."


"Tapi Kek, Bayu masih belum berpengalaman untuk menghandle semua bisnis, Bayu takut gagal Kek," ucap Bayu.


"Faridz akan terus mendampingimu, dia sudah lama bersamaku, jika ada kesulitan pecahkanlah bersama-sama. Kakek yakin kalian pasti berhasil,


benar 'kan ridz? kamu sanggup untuk terus mendampingi Bayu!" tanya Kakek lagi kepada Faridz.


"Siap Kek, aku akan mendampingi Bos hingga suatu saat menjadi raja di dunia bisnis. Aku yakin dengan kemampuan bos Bayu, puncak kejayaan bisnis kita akan kembali, "jawab Faridz.


Sementara Firza yang sedang melihat kalender menjadi ingat, hari ini adalah hari ulang tahun Kakaknya, dia bermaksud mengajak Tasya dan Fika berkunjung untuk mengucapkan selamat, berharap sang Kakak akan memberikan bantuannya lagi.


Kini usaha Firza bangkrut, penagih hutang mulai berdatangan, termasuk pihak Bank. Jika minggu depan mereka tidak bisa membayar cicilan yang sudah menunggak maka rumah beserta harta benda lain akan disita.


Tasya uring-uringan, saat debt kolektor marah-marah kepadanya, sementara Fika tidak peduli yang dia pikirkan hanya bagaimana cara untuk membebaskan Irfan.


"Aku malas bertemu anak ingusan yang sok berkuasa itu," jawab Tasya.


"Iya Pa, aku juga benci banget lihat Shinta, gara-gara dia kacau hidupku," timpal Fika.


"Akan lebih kacau lagi hidup kita, jika minggu depan kita tidak bisa bayar cicilan. Memangnya kalian siap, harus tinggal di jalanan," ucap Firza kesal.


"Aku nggak mau Pa! keluar dari sini, kan malu jika teman-temanku sampai tahu, mau ditaruh di mana mukaku," ucap Fika.


"Iya, Mama juga Pa, apa nanti kata teman sosialita Mama, pasti mereka akan mencibir kita."


"Makanya ayo berangkat, kita harus dapatkan uang hari ini juga," ajak Firza.

__ADS_1


Kemudian mereka bergegas pergi ke kediaman Kakek Hakim, tapi saat tiba di sana mereka kecewa saat melihat rumah begitu sepi, hanya penjaga gerbang dan Bibi saja yang ada.


Firza bertanya kepada Bibi, kemana kakaknya pergi, lalu Bibi menjelaskan jika Kakek pergi ke rumah sakit menjenguk Shinta.


"Apa! Shinta sakit?" tanya Fika.


"Kabarnya iya Non," ucap Bibi.


"Di rumah sakit mana Bi?" tanya Firza lagi.


"Katanya rumah sakit terdekat dari rumah Den Bayu dan Non Shinta Tuan?" ucap Bibi.


"Lho...mereka tinggal bersama?" tanya Fika.


"Iya dong Non! mereka 'kan suami istri lagipula biar hidup mandiri dengan tinggal di rumah sendiri."


"Apa? jadi mereka sudah menikah?"


"Iya Non, sudah dua bulan, Kakek bilang minggu depan akan mengadakan pesta, katanya sih sekalian penyerahan seluruh perusahaan Kakek kepada Den Bayu. Cuma yang ini masih belum di bicarakan kepada Aden dan non Shinta, kata Kakek mau buat apa ya...supris gitu, ah Bibi nggak tahu deh, kejutan kali ya Non," ucap Bibi yang bingung dengan kata surprise.


Fika bingung, kenapa Shinta mau menikah dengan Bayu, sedangkan Tasya dan Firza merasa khawatir, jika semua perusahaan di serahkan ke Bayu dan Shinta, pastilah mereka akan sulit untuk meminta uang kepada Hakim Pradana.


Firza lalu menanyakan alamat rumah Bayu dan Shinta, setelah mendapatkan alamatnya, Firza sekarang tahu rumah sakit mana yang akan mereka datangi, ternyata alamatnya tidak begitu jauh dari sana.


Ketiganya pergi meninggalkan kediaman Hakim Pradana, di perjalanan Tasya berkata," Kita tidak bisa tinggal diam Pa, jika perusahaan semua jatuh ke tangan Bayu dan Shinta, hidup kita pasti tamat. Papa tahu 'kan bagaimana perlakuan mereka terhadap keluarga kita?" ucap Tasya cemas.


"Iya benar Pa! apa yang dikatakan oleh Mama memang benar, kita harus cepat bertindak sebelum terlambat. Kami 'kan keturunan keluarga Pradana juga, masa sih harus hidup di jalanan, enak sekali hidup Shinta dan Bayu!" ucap Fika.


"Benar Fik, bila perlu kita singkirkan Bayu dan Shinta, biar aman jalan kita. Bukankah mereka juga yang telah memasukkan Irfan ke penjara!" ucap Tasya.


"Baiklah, yang penting sekarang kita temui dulu Kak Hakim, baru nanti kita pikirkan cara menyingkirkan Bayu dan Shinta. Aku juga tidak mau melihat kalian hidup susah. Harta Kakakku banyak, tidak salah jika kita mengambil sebagian darinya, enak saja jika Bayu yang akan menikmati semuanya," ucap Firza yang sudah terhasut oleh ucapan anak dan istrinya.

__ADS_1


Bersambung.......


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like dan coment sebanyak-banyaknya.🙏🙏🙏


__ADS_2