MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
PENGAKUAN YANG MEMBAHAGIAKAN


__ADS_3

Bayu dan Shinta terkejut saat mendengar suara deheman, ternyata Kakek Hakim muncul dari balik pintu. Shinta buru-buru melepaskan pegangan tangan Bayu, dia masih malu untuk mengakui perasaannya.


Kakek mendekat, Beliau memegang tangan Shinta lalu menyatukannya kembali dengan tangan Bayu, keduanya merasa malu namun Kakek berkata, "Kalian tidak perlu malu, Kakek senang bisa melihat kalian berdua seperti ini, besok Kakek akan meminta Faridz untuk mengurus surat nikah kalian dan mendaftarkannya ke catatan sipil, akhirnya apa yang Kakek impikan terwujud," ucap Kakek tersenyum bahagia.


Shinta lalu memegang tangan Kakek, dia meminta maaf karena kesalahannya selama ini yang tidak mendengarkan nasehat sang Kakek, dia menyesal ternyata semua yang Kakek dan Bayu katakan benar, dirinyalah yang sudah di butakan oleh cinta.


Kakek memeluk Shinta lalu berkata, "Kamu cucu kecilku, walau kamu sudah menjadi seorang istri namun bagiku masih tetap cucu kecilku. Kakek tidak akan pernah bisa marah sama kamu Nak," ucap Kakek sembari mengelus kepala Shinta.


"Terimakasih Kek," ucap Shinta.


"Jadi bagaimana kondisimu Nak, apakah lukamu cukup dalam?" tanya Kakek kepada Bayu.


"Tidak kok Kek, hanya luka sayatan, besok juga sembuh," ucap Bayu.


"Syukurlah jika begitu, Kakek sudah tidak sabar, setelah kamu sembuh kita akan merayakan pernikahan kalian," ucap Kakek.


Ketika mereka bertiga asyik mengobrol tentang pesta pernikahan, tiba-tiba saja pintu ruangan di buka secara kasar oleh seseorang, ternyata dia adalah Papa dan Mamanya Irfan.


Mereka marah dan tidak terima atas tuduhan terhadap putranya, lalu Papanya Irfan meminta agar Bayu bertanggung jawab menarik tuntutan terhadap Irfan.


Bayu menjawab, "Irfan harus bertanggung jawab om, dia telah membuat seorang gadis hamil dan gila serta menganiaya keluarganya. Lagipula mereka yang membuat tuntutan, aku hanya membantu orang yang memang membutuhkan pertolongan," ucap Bayu dengan santai.


"Itu hanya fitnah, Irfan mencintai Shinta mana mungkin dia melakukannya terhadap gadis lain, apalagi sampai hamil," ucap Papa Irfan yang masih berusaha membela putranya.

__ADS_1


Shinta tertawa mendengar ucapan Papa Irfan, lalu dia berkata, "Kalau dia mencintai aku Om, dia tidak akan tidur di hotel dengan wanita lain, jelas-jelas mereka dipergoki oleh wartawan dan sekarang video mereka sudah beredar di semua media," ucap Shinta.


"Tolong bantu Irfan Nak Shinta, bagaimanapun dia adalah orang yang kau cintai, pasti kamu tidak ingin kan melihat dia membusuk di penjara? mungkin kemaren dia khilaf," pinta Papa Irfan.


"Iya Nak, kamu tidak mau kan citra calon suamimu buruk. Bukankah sebentar lagi Irfan akan melamarmu dan kalian akan segera menikah," rayu Mama Irfan sembari memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di hadapan Shinta.


"Maaf Om, maaf Tante, aku tidak bisa menolong karena kebenaran harus ditegakkan, yang salah harus tetap dihukum, lagipula maaf Tan, aku bukan calon istri Irfan, aku sudah menikah dan apapun keputusan Mas Bayu suamiku, akan aku dukung selagi itu benar," tegas Shinta.


"Apa! ternyata kalian suami istri?, berarti selama ini kamu membohongi putraku, kalian sengaja dan sekongkol 'kan ingin menjebak Irfan!" pekik Mama Irfan.


"Aku tidak pernah membohongi Irfan Tan, dia tahu jika aku sudah menikah, bahkan pernikahanku terjadi karena ulahnya bersama Tasya. Tapi aku tidak menyesal telah dinikahi oleh Mas Bayu, jadi aku bisa terhindar dari dosa besar akibat ulah mereka," ucap Shinta lagi yang membuat Bayu dan Kakek tersenyum bahagia.


"Percuma saja kalian memohon kepada cucu-cucuku, karena putra kalian memang salah jadi biarlah dia menanggung kesalahannya," ucap Kakek.


Kakek menggelengkan kepala sembari berkata, "Anak salah masih saja di bela, bagaimana bisa mendidik anak jadi benar," ucap Kakek.


Sementara Fika yang melihat berita tentang Irfan di media sosial merasa tidak percaya, dia marah dan membanting ponselnya di atas kasur lalu buru-buru mengambil tas hendak mencari kebenaran tentang berita tersebut dengan langsung mendatangi Irfan di kantor polisi.


Tasya dan Firza yang melihat putrinya setengah berlari keluar dari rumah segera memanggilnya, Fika tidak menghiraukan panggilan orantuanya, dia langsung menyetop taksi yang kebetulan lewat disana dan meminta pak sopir agar mengantarnya ke alamat yang Fika sebutkan.


Firza segera menelephone putrinya untuk menanyakan kenapa dia pergi dengan terburu-buru, lalu Fika menjelaskan semuanya dan meminta orangtuanya agar melihat beritanya langsung di medsos atau koran.


Tasya yang penasaran langsung membuka akun medsosnya, dia kaget saat melihat berita tentang Irfan. Tasya tidak habis pikir dengan Fika yang masih saja mengejar pria brengsek seperti Irfan, dia marah dan langsung menghubungi Fika agar kembali dan jangan ikut campur dengan urusan Irfan.

__ADS_1


Namun Fika keras kepala, dia tetap dengan niatnya untuk membantu Irfan agar bisa keluar dari penjara walau dengan cara apapun. Fika tidak peduli benar atau salahnya Irfan, yang penting Fika mencintainya dan jika Irfan bersedia menikahi dirinya, Fika pun siap untuk mencari jalan demi membebaskan Irfan.


Taksi yang di tumpangi Fika terus melaju membelah jalanan, dia meminta pak sopir agar mempercepat laju mobilnya. Pak sopir tidak mengindahkan ucapan Fika karena beliau taat peraturan, beliau tidak mau polisi lalu lintas mengejar mereka gara-gara mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata.


Fika kesal, tapi dia tidak bisa berkata apapun lagi selain terus menggerutu hingga mereka tiba di kantor polisi. Dia membayar ongkos taksi seenak hati saja karena menurut Fika pak sopir membawa taksinya lambat seperti keong.


Pak sopir yang malas ribut hanya menarik napas dalam dengan berharap akan di lebihkan oleh Allah rezeki dari penumpang berikutnya.


Fika berlari kedalam, dia memaksa polisi agar di perbolehkan untuk mengunjungi Irfan di dalam sel dengan alasan bahwa dirinya adalah pacarnya Irfan.


Salah satu polisi langsung mengantar Fika ke dalam, disana dia melihat Irfan sedang meringkuk dengan beberapa orang tahanan.


Irfan yang melihat Fika datang segera bangkit, dia meminta tolong agar Fika membantu menyingkirkan si penuntut, saksi dan juga bukti supaya dia bisa lekas bebas.


Kemudian Irfan menceritakan semuanya dari awal mula kejadian serta mengaitkannya dengan Bayu seolah-olah hal ini adalah rekayasa Bayu dan Faridz untuk menyingkirkan dirinya dari Shinta.


Fika marah, dia akan membalas perbuatan Bayu dan bermaksud menyingkirkan Shinta yang menurutnya merupakan sumber masalah.


Dia kemudian berjanji akan membantu Irfan tapi dengan syarat setelah bebas Irfan harus menikah dengannya. Irfan pun menyanggupi syarat dari Fika, dia tidak peduli asalkan dirinya bisa bebas apapun syarat akan dia setujui. Urusan menepati janji atau tidak akan Irfan pikirkan belakang hari.


Setelah mencapai kata sepakat, Fika meninggalkan tempat itu, dia akan mulai menyusun rencana dengan meminta bantuan orangtuanya.


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...vote, like, coment dan rate bintang limanya 🙏😉

__ADS_1


🌻 Terimakasih atas semua dukungannya dan author tunggu lho dukungan selanjutnya. Semoga kita selalu di beri kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan. Aamiin....


__ADS_2