MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
TIDAK MAU MENCERAIKAN


__ADS_3

"Ayo naik!" ajak Bayu.


Shinta bengong, dia tidak mengira jika mereka akan naik motor, lalu Shinta pun berkata, "Aku nggak mau Bay! naik motor, naik mobil aja biar aku yang nyetir, jadi nanti kamu tidak perlu repot-repot mengantar aku pulang, "ucap Shinta.


"Maaf Shin, aku nggak bisa. Aku nggak mungkin membiarkan kamu pulang sendiri, nggak bertanggungjawab sekali aku sebagai suami, "ucap Bayu sengaja ingin melihat reaksi Shinta.


Shinta membulatkan mata sembari berkata, "Kamu nggak perlu bertanggungjawab terhadapku, karena aku juga nggak pernah menganggapmu sebagai suamiku kan?" ucap Shinta tanpa menoleh ke Bayu.


Bayu tidak mau kalah lalu dia menimpali omongan Shinta, "Walau kamu tidak pernah menganggapku sebagai suamimu, tapi di mata Allah aku sah jadi imammu. Aku harus mempertanggungjawabkan ini kepada-Nya," ucap Bayu dengan tegas, hingga membuat Shinta menatap tajam wajah Bayu.


"Sekarang juga ku mohon ceraikan aku Bay, mumpung surat menyurat pernikahan kita belum ada. Irfan akan melamarku, aku mencintainya dan ingin menikah dengannya," ucap Shinta nyaris membuat Bayu seperti tersambar petir. Inilah yang selama ini dia takutkan.


Hati Bayu sakit, rasanya nyesek banget, tidak ada cinta sedikitpun untuknya di hati Shinta. Namun Bayu berusaha tenang, lalu dia berkata, "Maaf Shin, selamanya aku tidak akan pernah menceraikanmu, apalagi setelah yang terjadi dengan kita kemaren. Apakah kamu yakin jika benihku tidak akan tumbuh di rahimmu? bagaimana jika kamu hamil setelah aku menceraikanmu? lagipula perceraian sangat di benci Allah!" ucap Bayu sembari menarik nafas dalam dan menghempaskannya perlahan untuk melepaskan beban di hatinya.


Kemudian Bayu melanjutkan ucapannya, "Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda:


أبغض الحلال الى الله الطلاق


...“Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian.”...


(HR. Abu Dawud no. 1863, Ibnu Majah no. 2008)


Dengan merujuk kepada hadits tersebut, Bayu bertekad akan tetap memperjuangkan pernikahannya.


Lalu Bayu pun bertanya kepada Shinta sembari menatap mata istrinya, "Coba kamu lihat aku Shin! tidak bisa kah kamu memberiku sedikit saja kesempatan agar aku bisa memiliki hati dan cintamu? Aku memang tidak bisa memberimu harta tapi Inshaallah aku bisa memberikan cinta yang besar untukmu" ucap Bayu serius.


Shinta tidak mampu berkata apapun, sebenarnya hatinya terenyuh mendengar ucapan Bayu dan tidak terpikir olehnya jika benar dia nanti hamil apa yang harus di lakukannya. Dia tidak yakin jika Irfan mau menerima dirinya yang mengandung Bayu.


Melihat Shinta diam dan tertunduk, Bayu tidak ingin memaksa, kini hatinya merasa sedikit lega karena dia telah mengungkapkan perasaan yang selama ini mengganjal di hati.


Kemudian Bayu berkata, "Ayolah naik, hari semakin malam, kecuali kamu mau menginap di rumahku," ucap Bayu sambil tersenyum.

__ADS_1


Shinta mencebikkan bibirnya, lalu dia naik ke motor Bayu. Bayu segera melajukan motornya ke jalan raya menuju rumahnya dengan kecepatan sedang karena dia tidak ingin membuat Shinta takut.


Mereka saling diam, Shinta juga masih menjaga jarak duduk dengan Bayu, tapi saat Bayu lengah seorang pengamen jalanan tiba-tiba melintas di depannnya hingga membuat Bayu ngerem mendadak dan tak ayal lagi tubuh Shinta pun menabrak tubuh Bayu. Karena takut jatuh Shinta repleks memeluk Bayu.


Bayu kembali melajukan motornya sembari meminta maaf, "Maaf Shin, aku lengah."


Shinta pun menjawab, "Hati-hati lah Bay, kelengahanmu bisa berakibat fatal," ucap Shinta.


"Iya Shin."


Bayu senang, setidaknya kini Shinta sudah bisa bersikap lebih lembut dan dia tersenyum saat menyadari jika Shinta masih memeluk pinggangnya.


Sepeda motor Bayu terus melaju membelah jalanan, sesampainya di persimpangan, melihat bayu berbelok arah ke kanan membuat Shinta heran, lalu ia bertanya, "Bukankah rumah orangtuamu ke arah kiri bay?" tanya Shinta.


"Kami sudah pindah Shin, mereka sekarang ikut tinggal bersamaku," jawab Bayu.


Shinta pun terdiam, dalam batinnya dia berkata, "Kenapa aku tidak tahu jika Bayu punya rumah sendiri? apa benar yang dikatakan Irfan jika Bayu memperalat Kakek dan akan menguasai semua?"


Shinta kembali terdiam, "Berarti benar yang dikatakan Irfan, setelah ini apa lagi ya-yang bakal Bayu minta dari Kakek."


Perkataan-perkataan Irfan mulai terngiang-ngiang di kepala Shinta, sementara Bayu sudah mulai mengarahkan motornya ke griya tempatnya tinggal.


"Ayo turun Shin! kenapa kulihat kamu melamun saja sejak tadi? kamu takut ya jumpa mertua?" goda Bayu sembari tertawa dan mencoba mencairkan suasana.


"Siapa juga yang takut?" ucap Shinta.


"Alhamdulillah, akhirnya di akui juga orang tuaku sebagai mertua, terimakasih ya," ucap Bayu senang karena telah berhasil menjebak Shinta dengan perkataannya."


Shinta langsung mencebikkan bibirnya, ia selalu kalah jika beradu argumen dengan Bayu. Kemudian Shinta pun turun dari motor dan mengikuti Bayu yang sudah mempersilakan dirinya dengan gerakan tangan seperti menyambut kedatangan tuan putri.


Bayu memencet bel, tidak lama kemudian muncullah ibu membukakan pintu, melihat menantunya datang Ibu pun merasa senang, lalu beliau mempersilakan keduanya masuk.

__ADS_1


Ibu kemudian meninggalkan anak dan menantunya di ruang tamu, beliau pamit ingin kedapur untuk membuat minuman bagi keduanya.


Sementara Shinta duduk sembari memperhatikan sekeliling, ternyata rumah pemberian Kakeknya untuk Bayu begitu mewah.


Bayu yang melihat sikap Shinta berubah sejak dirinya mengatakan di belikan rumah oleh Kakek, ingin segera menjelaskan, agar Shinta tidak salah paham.


Lalu Bayu berkata, "Semuanya ini cuma titipan Kakek, selagi aku bisa membantu Kakek di perusahaan, kami bersedia tinggal di sini. Namun bila perusahaan tidak membutuhkanku lagi, aku akan kembalikan semuanya. Nanti biar kamu yang pegang semua surat-suratnya termasuk surat motor," ucap Bayu dengan tetap tersenyum.


"Apaan sih kamu, "Kenapa juga harus aku yang pegang? itukan urusanmu dengan Kakek," ucap Shinta kesal.


"Kamu-kan istriku, kamu yang berhak atas semuanya, lagipula semua milik Kakek adalah hak mu," ucap Bayu yang seakan bisa menebak apa yang ada di pikiran Shinta.


Ketika Shinta hendak menimpali omongan Bayu, Ibu Widya muncul dari arah dapur hingga membuat Shinta mengurungkan niatnya.


Ibu Widya kemudian mempersilakan Shinta untuk minum dan menikmati cemilan yang di suguhkannya, lalu Beliau meminta maaf jika keputusan Bayu menikahi Shinta saat itu salah.


Belum sempat Shinta menjawab, Ayah Arif pun keluar dari dalam kamar, beliau segera menghampiri anak dan menantunya.


Bayu dan Shinta menyalim tangan Ayah Arif, kesempatan inipun di pergunakan oleh Ayah untuk merestui dan mendoakan rumah tangga putranya.


Beliau berkata, "Semoga kalian bahagia dan rumah tangga kalian berkah dunia dan akhirat."


Bayu mengaminkan doa dari Ayahnya sedangkan Shinta hanya diam karena niatnya, kan, memang ingin bercerai dari Bayu, tapi Shinta tidak mengucapkannya di depan Ayah dan Ibu Bayu demi menghargai perasaan mereka.


🌻 Jangan lupa dukungannya ya guys vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌻 Mampir juga yuk dalam karya para sahabat author, nggak kalah seru lho ceritanya 🙏


🌻 Silahkan favorit dan ikuti akun author ya guys agar para pembaca tahu kapan saya up dan terbitkan karya baru. Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_1



__ADS_2