MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
TEMPAT TERBAIK UNTUK MENGADU


__ADS_3

Bayu meninggalkan ruangan dengan keraguan, di relung hatinya paling dalam, ia merasakan kebahagiaan saat kakek mengatakan ingin menikahkan Shinta dengan dirinya. Apa mungkin ini adalah perasaan cinta yang ia sendiri belum pernah merasakannya atau hanya perasaan bahagia karena kakek begitu menghargainya.


Pertanyaan demi pertanyaan berputar-putar dikepalanya hingga membuat Bayu pusing, obat untuk menghilangkan kepusingannya hanyalah satu yaitu menghadap, bercerita, mengadu dan memohon petunjuk dari Sang pemberi hidup. Inilah yang selalu Bayu lakukan disaat ia kesulitan untuk mengambil keputusan.


Saat ini tempat terbaik bagi dirinya untuk melakukan hal itu adalah pergi ke mushollah atau masjid, di sana Bayu akan merasakan ketenangan hingga bisa memutuskan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


Bayu terus melangkah keluar menuju mushollah tempat ia biasa sholat bersama Shinta, langkah Bayu terhenti saat ia mendengar suara isak tangis seorang gadis, matanya memandang ke sekeliling mencari asal suara, ternyata di bawah sebuah pohon yang rindang, ia melihat Shinta duduk sambil menangis.


Shinta menumpukan, menutupkan wajahnya diatas kedua lututnya hingga orang tidak mengenalinya, hanya isakan tangis lirih nyaris tak terdengar jika orang yang lewat tidak jeli pendengarannya. Shinta sedang bingung kepada siapa ia akan menceritakan kesedihan hatinya apalagi saat ini ia tidak memiliki siapapun lagi untuk tempatnya berkeluh kesah setelah orang tuanya meninggal.


Keputusan Kakek yang tidak menyetujui hubungannya dengan Irfan dan ingin menjodohkannya dengan orang lain membuatnya berada dalam dilema.


Satu sisi adalah kekasih yang dicintainya dan sekarang sedang marah, pergi meninggalkannya karena Irfan berkata Shinta tidak bisa membelanya di depan Kakek, dan di sisi lain ia juga berat untuk menentang keputusan Kakek yang merupakan satu-satunya keluarga yang tersisa lagipula kondisi kakek yang sekarang masih membuat Shinta khawatir.


Bayu mendekati Shinta, ia duduk dihadapannya dan memandang iba, Bayu merasa bersalah karena


secara tidak langsung pasti dirinya lah penyebab Shinta menangis, walaupun Shinta belum mengetahuinya. Bayu sengaja berdehem agar Shinta tahu jika ada orang di dekatnya dan berharap Shinta mau berbicara dengannya.


Mendengar suara deheman Shinta langsung menengadahkan wajahnya, ia terkejut saat yang dilihatnya adalah Bayu. Bayu mengulurkan sebuah saputangan agar Shinta menghapus air matanya, kemudian Bayu berkata," Hapuslah air matamu, wajahmu sangat jelek terlihat jika kamu menangis, tuh lihat matamu seperti kena bogem", ucap Bayu.


Shinta pun menghapus air matanya, ia menunduk dan tidak berani menatap Bayu, ia tahu dirinya sangat jelek jika sehabis menangis.


Melihat Shinta hanya diam Bayu kemudian berkata, "Jika kamu butuh seseorang untuk berbagi cerita, aku siap jadi temanmu", ucap Bayu yang mencoba menawarkan persahabatan.


Setelah diam sejenak Bayu kemudian melanjutkan ucapannya,"Tapi jika kamu butuh tempat yang tenang, tempat mengadu, tempat untuk menumpahkan segala duka laramu tanpa seorangpun harus tahu, ayo ikutlah, aku janji akan membawamu kesana", ucap Bayu sambil mengulurkan tangannya.


Shinta kemudian berkata," Baiklah, aku pilih yang kedua, aku memang menginginkan tempat yang tenang", ucap Shinta sambil berdiri dan mengabaikan uluran tangan Bayu.

__ADS_1


Bayu terus berjalan dan Shinta mengikuti dibelakangnya, kemudian Bayu berhenti di depan mushollah. Shinta yang melihat Bayu berhenti kemudian berkata," Untuk apa kesini, kan belum waktunya sholat, kamu kan janji akan membawaku ke tempat yang tenang?", tanya Shinta.


"Iya...di sinilah tempatnya. Berwudhu lah, masuk, sujud dan mengadulah, ceritakan semua duka laramu, hanya Dia sebaik-baiknya teman untuk tempatmu bercerita. Percayalah padaku, sholat istikharah lah sekarang dan jika belum tenang juga nanti malam kamu bisa lanjutkan dengan sholat tahajud. Jika kamu belum paham tata caranya, di rak buku itu ada buku panduan tentang sholat keduanya, silahkan kamu baca, pahami lalu kerjakanlah, aku akan menunggumu sembari sholat juga", ucap Bayu sembari melangkah masuk ke dalam toilet cowok.


Shinta yang masih ragu akhirnya menurut juga dengan apa yang dikatakan oleh Bayu, ia pergi ke tempat wudhu wanita lalu masuk ke dalam mesjid memakai mukenah yang tersedia di sana, mencari buku yang dimaksud oleh Bayu, membacanya hingga paham barulah ia mulai melaksanakan sholat istikharah.


Di dalam sujudnya Shinta meminta kepada Allah agar di berikan ketenangan, di berikan jalan pilihan yang baik untuk masalah yang sedang ia hadapi.


Allah berfirman dalam Surat Yusuf ayat 86 :


Nabi Ya’qub ‘alaihis salam berkata,


...إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ...


...“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf : 86)...


Selesai melaksanakan Sholat, Shinta pun berjalan keluar, ia melihat Bayu telah menunggunya disana.


Saat mereka kembali, di luar ruangan kakek telah menunggu seorang wanita dengan membawa dua orang anak balita, beliau adalah istri dari almarhum Pak Sopir yang meninggal dalam kecelakaan bersama keluarga Shinta. Beliau datang ke rumah sakit sesuai dengan permintaan Kakek.


Bayu dan Shinta kemudian mengabarkan beliau lalu meminta Suster Chintya agar mengizinkannya masuk untuk menemui Kakek walaupun membawa balita. Karena beliau pun bingung untuk meninggalkan anaknya dengan siapa, seluruh keluarganya tinggal di luar daerah.


Suster Chyntia akhirnya mengizinkan mereka masuk dengan syarat tidak boleh terlalu lama. Kakek menyambut kedatangan istri almarhum sopirnya dengan ramah lalu beliau kembali mengucapkan kata maaf.


Kakek menelephone pengacaranya agar menyiapkan surat sertifikat pembelian sebuah rumah lengkap dengan isinya diatas namakan istri almarhum, dan membuat surat perjanjian bahwa keluarga Hakim Pradana akan menanggung seluruh biaya hidup serta biaya sekolah anak-anak hingga mereka selesai kuliah. Jika Kakek meninggal pelaksanaan perjanjian ini akan dilanjutkan oleh ahli waris kakek.


Hal ini sengaja di buat secara tertulis, disaksikan oleh Shinta dan Bayu, agar perjanjian tersebut memiliki kekuatan hukum.

__ADS_1


Istri Almarhum menangis, beliau sangat berterimakasih kasih kepada keluarga Pradana khususnya kakek, ia tidak menuntut apapun karena menurutnya kejadian itu sudah kehendak Allah, lagipula selama suaminya bekerja di keluarga Pradana, almarhum telah diperlakukan sebaik baiknya oleh Kakek Hakim.


Kakek kemudian menelephone sopir kantor agar mengantarkan istri almarhum pulang dan berjanji pengacara kakek akan mengantarkan surat-surat tersebut lusa sekaligus penyerahan kunci rumah.


Sesuai instruksi dari Suster Chintya, mereka harus segera meninggalkan ruangan agar kakek bisa beristirahat.


Bayu dan Shinta mengajak istri almarhum untuk duduk diluar sambil menunggu kedatangan sopir kantor yang akan mengantar mereka pulang.


Mereka mengobrol banyak hal, mengenang kesetiaan almarhum selama bekerja di keluarga Pradana, yang menurut cerita Shinta, pak sopir sejak lajang telah bekerja di keluarganya dan merupakan orang yang sangat ramah, baik dan juga jujur.


Lalu Bayu dan Shinta mengajak putra-putri almarhum yang masih balita itu membeli jajanan di kantin dan menemani mereka bermain di halaman rumah sakit.


Kelucuan kedua bocah itu membuat Shinta gembira dan bisa tertawa lepas, Shinta merasa kembali memiliki adik dan sejenak bisa melupakan masalahnya.


Saat sedang asyik bermain, sopir kantor pun tiba untuk menjemput istri almarhum beserta anak-anaknya. Hal ini membuat Shinta kembali murung, namun istri almarhum berjanji Shinta boleh mengunjungi mereka jika rindu akan sosok adik dan bersedia datang jika Shinta membutuhkan adik sebagai teman bermain.


Bersambung.......


_________________


Sebagai muhasabah untuk diri dan seluruh pembaca kesayangan Author disini author sertakan kata-kata mutiara semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin....


♥️♥️♥️ Silakan galau, asal tetap tegar. Silakan gelisah, asal jangan berkeluh kesah. Silakan sedih, asal jangan meratapi. Silakan gundah, asal bisa bersikap dewasa dan silakan risau, asal jangan terus-terusan," kata Muhammad.


Semua sifat itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, hanya saja bagaimana bisa mengaturnya dengan baik sehingga berubah menjadi inspirasi. Inspirsi yang kemudian berubah menjadi solusi.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2