MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
PANDAI MENJAGA MARWAH


__ADS_3

Shinta menggeliat, ketika ia merasakan hangat di bagian kaki yang tertutup jaket. Ia mengerjapkan mata dan matanya langsung membulat saat dibawah temaramnya bulan ia melihat ada seseorang yang duduk di hadapannya sembari memeluk lutut dan menutup wajahnya dengan topi.


Ternyata Bayu tertidur saat ia putuskan untuk menunggu hingga Shinta terbangun. Bayu yang seharian lelah bekerja, lanjut belajar nyetir, malam bekerja lagi di rumah lalu pergi mencari Shinta kesana kemari, nyaris tidak punya waktu untuk beristirahat.


Baru beberapa menit yang lalu Bayu tertidur karena matanya tidak sanggup lagi untuk menahan kantuk.


Shinta sangat terkejut, saat melihat ada lelaki asing di hadapannya, dengan repleks ia mengambil jaket yang menutupi tubuhnya, kemudian memukulkan jaket tersebut ke tubuh Bayu yang sedang tertidur. Shinta takut, kenapa tiba-tiba ada orang asing di dekatnya, sementara tadi ia hanya sendirian di taman itu.


Bayupun terbangun saat merasakan sakit dibagian tubuhnya yang terkena kancing jaket, ia berdiri sembari menangkis setiap kibasan jaket yang datang bertubi-tubi dengan kedua lengannya.


Belum sempat ia berkata, Shinta terus memukul, Bayu akhirnya hanya bisa mengelak, menutupi wajahnya agar tidak terluka.


Begitu mendapatkan kesempatan, Bayu segera menarik jaket yang ada di tangan Shinta, hingga membuat Shinta hampir saja terjatuh ke dalam kolam yang ada di dekat pohon tempat Shinta tertidur, untung saja Bayu berhasil menangkap tubuh Shinta hingga ia jatuh ke dalam pelukan Bayu.


Sejenak mereka terdiam dan saling menatap, Bayu merasakan jantungnya berdegup kencang, berdetak tidak beraturan, Shintapun merasakan hal yang sama. Namun saat mereka tersadar keduanya langsung saling mendorong melepaskan diri dari pelukan itu.


Shinta marah, kenapa Bayu ada disana dan membuatnya terkejut, hingga adegan tadi berlangsung.


Lalu Bayu menjawab,"Seharusnya aku yang marah, kamu telah membuat aku susah. Keluyuran malam tidak jelas, membuat Kakekmu khawatir hingga memintaku mencarimu. Pekerjaanku tertunda, aku tidak jadi tidur, semua gara-gara ulahmu!", ucap Bayu gantian marah.


Kemudian Bayu berkata lagi,"Sekarang kamu cepat pulang dan jelaskan kepada Kakek kenapa malam-malam kabur dari rumah. Aku mau pulang, mau tidur sejenak sebelum berangkat ke kantor", ucap Bayu seraya berjalan meninggalkan Shinta.


Shinta baru sadar saat Bayu menyebutkan nama Kakek, pasti penjaga gerbang tadi malam khawatir karena dirinya tidak kunjung kembali lalu akhirnya mengadu dan Kakek langsung meminta Bayu untuk mencarinya.


Kemudian Shinta memukul keningnya sendiri, kenapa dirinya tidak pulang dan malah tertidur di taman. Akhirnya ia sendiri bingung, alasan apa nanti yang akan diberikan kepada Kakek jika beliau bertanya.


Bayu yang sudah naik di atas motornya pun menoleh ke belakang, namun ia tidak melihat Shinta. Kemudian ia turun kembali, Bayu tidak mungkin meninggalkan Shinta sendirian di sana walau hari hampir subuh.


Shinta masih berdiri ditempatnya, saat Bayu datang menghampiri, ia masih bingung memikirkan alasan yang akan diberikan kepada Kakek.


Bayu menepuk bahu shinta sambil berkata," Ayo pulang! apalagi yang kamu tunggu, jangan bilang kamu mau kabur lagi ya? atau perlu aku gendong nih agar kamu mau pulang", ucap Bayu mengancam.


"Sembarangan kamu, jangan coba-coba cari kesempatan lagi ya! enak saja kamu mau sentuh aku, pacarku saja belum pernah menyentuhku", ucap Shinta marah sembari berjalan meninggalkan Bayu menuju motornya.


Bayu tersenyum, hatinya senang. Jika benar yang diucapkan Shinta, beruntunglah laki-laki yang nanti bakal jadi suaminya.

__ADS_1


Berarti selama ini Shinta pandai menjaga marwahnya sebagai seorang gadis, ternyata dibalik sikapnya yang seringkali menjengkelkan, ada kelebihan dan keunikan tersendiri di dalam dirinya.


Setelah tiba di dekat motornya, Shinta menoleh kebelakang, kemudian ia mengatupkan kedua tangannya sambil berkata,"Bay-please, tolong temani aku menghadap Kakek, aku bingung harus mengatakan apa!", ucap Shinta.


Bayu berpura-pura tidak menghiraukan permintaan Shinta, ia terus menuju ke motornya lalu naik di atasnya. Shinta kemudian mendekati Bayu, menarik bajunya dan kembali memohon.


Melihat wajahnya yang memelas membuat Bayu tidak tega, kemudian ia berkata,"Katakan saja yang sebenarnya jika kamu keluar dari rumah ditengah malam karena ingin mencari Irfan kan?", ucap Bayu sengaja ingin memancing penjelasan dari Shinta.


Shinta bengong memandang Bayu, ia merasa heran, kemudian Shinta bertanya,"Darimana kamu tahu Bay, jika aku keluar mencari Irfan?", ucap Shinta penasaran.


"Dari wajahmu", ucap Bayu asal.


"Tolong bantu aku ya Bay, aku memang keluar tadi malam untuk mencari Irfan karena saat aku menghubungi ponselnya, yang mengangkat suara wanita seperti baru saja bangun tidur, aku kan penasaran, setelah ku coba telephone lagi eh ponselnya sudah tidak aktif", ucap Shinta dengan raut wajahnya yang tiba-tiba berubah jadi sedih.


Bayu yang melihat hal itu segera mengalihkan perhatian Shinta,"Ayo buruan aku antar kamu pulang, baru lanjut ke kantor, soalnya hari ini aku ada meeting", ucap Bayu.


Shinta segera naik ke motornya, ia mengikuti motor Bayu yang melaju di depannya. Sementara sang Kakek sedang minum kopi saat mereka tiba.


Kakek bersikap dingin saat melihat kepulangan Shinta, beliau hanya menyapa Bayu dan menawarkan kopi. Shinta yang merasa bersalah kemudian mendekati sang Kakek untuk meminta maaf. Ia janji tidak akan membuat Kakek khawatir lagi.


Kemudian Kakek berkata",Kamu begitu ceroboh! bagaimana nasibmu jika ada yang berniat jahat, bakal hancur masa depanmu, jika kamu hancur aku pasti hancur, apa yang telah aku perjuangkan untuk hidupmu akan sia-sia!", ucap Kakek dengan marah.


Shinta maklum dengan kecemasan Kakek karena hanya tinggal dirinya harapan Kakek satu-satunya.


Ia hanya menunduk dan merasa menyesal.


Bayu tahu ini urusan antara Kakek dan cucu, ia tidak ingin terlalu ikut campur, kemudian ia memutuskan untuk pamit, ingin bersiap ke kantor.


Kakek mengucapkan terimakasih kepada Bayu, berkat Bayu Kakek bisa istirahat dengan tenang tadi malam. Shinta juga berterimakasih sekaligus meminta maaf karena telah merepotkan Bayu.


Bayu meninggalkan kediaman Kakek Hakim, ia melajukan motornya menuju rumah untuk berganti pakaian.


Sementara Kakek masih berbicara dengan Shinta, kali ini Beliau tidak ingin menunda lagi untuk mengutarakan niatnya menjodohkan Shinta dengan.


"Duduklah! ada yang ingin Kakek bicarakan", ucap Kakek.

__ADS_1


Shinta menuruti permintaan sang Kakek, iapun duduk dengan wajah masih tertunduk.


"Kamu sekarang sudah dewasa Nak, Kakek akan tenang jika dirimu sudah punya pendamping yang menyayangimu, mampu menjagamu, melindungi dan mengingatkan setiap kamu melakukan kesalahan", ucap Kakek sembari memandang serius ke arah Shinta.


Shinta yang mendengar perkataan Kakek menengadahkan wajahnya, ia penasaran sebenarnya apa maksud dari ucapan Kakeknya.


Kemudian Shinta pun bertanya,"Maksud Kakek Shinta harus menikah?"


Kakek menganggukkan kepala, lalu melanjutkan ucapannya,"Kakek ingin kamu menikah, menikah dengan pemuda yang baik dan bertanggung jawab terhadap dirimu dan keluarga kita", ucap Kakek.


"Tapi Kek, Shinta kan masih kuliah lagipula Irfan juga belum membicarakan hal ini kepada orang tuanya", jawab Shinta.


"Kakek tidak membicarakan Irfan, karena Irfan bukan pemuda yang baik dan ia juga tipe pemuda yang tidak bertanggung jawab, jadi Kakek tidak akan pernah mengizinkanmu menikah dengannya", ucap Kakek yang jelas menegaskan tidak merestui hubungan Shinta dengan Irfan.


"Kenapa Kakek tidak menyukai Irfan? apa karena keluarganya tidak selevel dengan kita atau karena orangtuanya saingan bisnis Kakek?", tanya Shinta yang masih belum terima dengan keputusan sang Kakek.


"Kamu sudah dibutakan oleh cinta, makanya tidak bisa membedakan mana pemuda yang benar tulus dan mana yang hanya berpura-pura baik. Kakek dari dulu tidak pernah memandang seseorang dari segi hartanya", ucap Kakek lagi.


"Shinta mencintai Irfan, jadi Shinta mohon kek restuilah kami", ucap Shinta sembari memohon dan hampir menangis.


"Tidak! Kakek ingin kamu menikah dengan Bayu, dialah jodoh yang baik untukmu, Kakek yakin itu!", jawab Kakek tegas.


Mendengar keputusan Kakek Shintapun menangis, kemudian ia berkata,"Pokoknya Shinta tidak mau menikah dengan Bayu Kek, Shinta tidak mencintainya", ucap Shinta sambil menangis, berlari ke kamar dan menutup pintu dengan kuat.


Bersambung.......


Apakah yang akan di lakukan Kakek selanjutnya?


ikuti terus ceritanya ya guys.....🙏😉


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌻 Follow akun author ya....agar para pembaca kesayangan author tahu kapan author update dan menerbitkan karya baru.


🌻 Terimakasih atas semua dukungannya, saya tunggu dukungan selanjutnya ya guys ...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2