MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
PERTOLONGAN TERAKHIR


__ADS_3

Firza sekeluarga tiba di rumah sakit tempat Shinta di rawat, mereka bertanya di mana ruang rawat Shinta Pradana atau jika tidak ada file atas nama itu bisa juga mencarikan file atas nama Shinta Anggoro.


Bagian pelayanan medis mengatakan jika pasien atas nama Shinta Anggoro saat ini sedang di rawat di ruangan VIP Mawar No.110 bagian kandungan.


Tasya dan Fika yang kaget mendengar Shinta di rawat di bagian kandungan pun ingin memastikan lagi apa yang telah mereka dengar tadi salah atau tidak, lalu Tasya bertanya, "Apa Sus? Shinta hamil?" tanya Tasya.


"Kemungkinan begitu Bu, soalnya ini data pasien yang kami terima, untuk lebih jelas ibu langsung saja tanya ke bagian kandungan," ucap Suster.


"Terimakasih Sus," ucap Fika, sembari menarik tangan Tasya untuk pergi dari sana.


"Papa dengar 'kan apa yang di katakan oleh suster barusan! pantas Kak Hakim akan menyerahkan semuanya kepada mereka, ternyata dia sudah mendapatkan calon pewaris," ucap Tasya kepada Firza.


"Kita harus bertindak cepat Ma!" timpal Fika.


"Harus dong Sayang," jawab Tasya.


"Ayo cepat," ajak Firza.


Mereka langsung menuju ke ruang VIP Mawar seperti yang di sebutkan oleh perawat tadi.


Firza mengetuk pintu dan Bayu pun membukanya disangka Bayu dokter yang datang untuk memeriksa Shinta.


Mereka semua terkejut termasuk Bayu, dari mana keluarga Firza tahu jika Shinta sedang dirawat di rumah sakit.


Firza masuk dan mendekat sembari berucap,"Selamat ulang tahun Kak," ucap Firza, lalu disusul oleh Tasya dan Fika.


"Oh ya, kami juga ingin ngucapin selamat lho buat kamu Shinta?" ucap Tasya berlenggak lenggok sembari mendekati tempat tidur Shinta.

__ADS_1


Lalu dia berkata lagi, "Selamat mau jadi Mama ya? kapan tuh nikahnya kok diam-diam saja nggak ngundang, tahu-tahu sudah hamil? bukan hamidun kan?" cibir Tasya.


"Enak saja Tante bilang aku hamidun, aku bukan tipe gadis seperti anak Tante yang murahan," jawab Shinta.


Mendengar ucapan Shinta, Fika tidak terima, lalu dia berkata, "Apa katamu!" sembari melangkah hendak mendatangi Shinta tapi lengannya langsung di tarik oleh Firza.


Tasya pun tidak terima putrinya dibilang gadis murahan, lalu dia mendekati Kakek Hakim dan berkata, "Dengar 'kan Kak, apa yang cucu kesayanganmu bilang, putriku bukan gadis murahan tapi cucumu itu yang dengan mudahnya menyerahkan harga dirinya kepada Bayu."


Kakek tanpa berkata-kata langsung melayangkan tangannya, menampar Tasya.


"PLAAKK."


"Jaga mulutmu Tasya! mereka resmi menikah! jadi hubungan mereka itu halal. Yang menjadi kesalahan adalah mereka terpaksa mempercepat pernikahan gara-gara ulah putrimu! tapi aku bersyukur, hikmah dari kejadian ini akhirnya Allah cepat memberiku seorang buyut," ucap Kakek dengan lantang dan bangga.


Tasya akhirnya diam sambil mengelus pipi yang sakit dan memerah, untung saja Kakek menamparnya tidak terlalu kuat.


Firza yang melihat ulah istrinya lalu meminta maaf kepada sang Kakak. Dia membulatkan mata kepada Tasya, agar Tasya tutup mulut, jangan sampai mengacaukan rencananya untuk meminta bantuan.


Kemudian Bayu berkata, "Jika kedatangan Tante cuma ingin membuat keributan di sini, aku mohon silahkan keluar sebelum aku penjaga keamanan rumah sakit ini datang."


"Maaf Nak, maafkan nenekmu, memang mulutnya terlalu lancang, dia lagi stress, usaha kami hancur Nak dan debt kolektor selalu datang, minggu depan jika kami tidak bisa membayar cicilan hutang, maka rumah dan isinya akan di sita. Jadi Kakek mohon, bantulah keluarga kami Nak," ucap Firza memohon kepada Bayu.


Lalu Firza mendekati Kakaknya sembari mengatupkan kedua tangannya dan berkata, "Sekali ini, aku mohon kepadamu Kak! tolong, jangan biarkan kami tinggal di jalanan, apa kata orang nanti yang melihat adik satu-satunya dari Hakim Pradana tinggal di kolong jembatan," ucap Firza merayu sang Kakak.


Shinta mencebikkan bibirnya, sebenarnya dia ingin melawan ucapan mereka tapi Bayu menyabarkan hatinya agar jangan terpancing emosi. Bayu tidak ingin emosi Shinta nantinya berpengaruh buruk terhadap janin mereka.


Kakek tidak tega melihat adiknya, lalu beliau berkata, "Ini untuk terakhir kalinya Firza aku menolongmu! aku akan melunasi semua hutangmu dan kalian bisa tenang tinggal di rumah itu. Namun setelah ini jika kalian terlibat masalah lagi aku angkat tangan. Karena setelah Shinta keluar dari rumah sakit, semua yang aku punya akan aku serahkan kepada Bayu, Shinta serta calon anak mereka. Jadi sejak itu aku sudah tidak punya hak atas hartaku."

__ADS_1


Semua terkejut mendengar keputusan Kakek, kecuali keluarga Firza karena mereka sudah mengetahui hal ini lebih dulu dari pembantu yang tinggal di rumah Kakek Hakim.


Bayu kemudian mendekati Kakek dan berkata, "Kami belum siap dan belum pantas mendapatkan amanah sebesar itu Kek? Bayu mengurus perusahaan saja hasilnya sudah cukup untuk membiayai kebutuhan rumah tangga kami," ucap Bayu dan di setujui oleh Shinta.


Ayah Arif dan Ibu Widya juga berpendapat sama dengan Bayu, mereka berpikir Bayu masih terlalu muda untuk di serahi tanggunjawab sebesar itu.


Namun Kakek sudah memutuskan tidak ada lagi yang bisa mengganggu gugat, surat-surat pemindahtanganan semua asset sudah di siapkan oleh pengacara Kakek, hanya tinggal menandatanganinya saja.


Saat ini Firza sedikit tenang karena dia dan keluarganya tidak akan tinggal di kolong jembatan, tapi dia masih belum terima jika sang Kakak akan menyerahkan semua hartanya kepada Bayu dan Shinta. Begitu juga Tasya dan Fika mereka tidak akan membiarkan Bayu dan Shinta hidup enak sementara mereka tidak kebagian apapun.


Firza menarik tangan istri dan anaknya untuk mengucapkan terimakasih kepada Kakek Hakim, lalu mereka pamit meninggalkan ruangan itu, kembali kerumah untuk menyusun rencana menyingkirkan Bayu dan Shinta.


Kakek dan Ayah pamit pulang, sementara Ibu Widya tinggal di rumah sakit bersama Bayu untuk menemani Shinta. Faridz juga pamit tapi sebelumnya dia memeluk bosnya dan berkata, "Selamat Bos, selamat telah menjadi calon Papa dan selamat melaksanakan amanah Kakek."


"Terimakasih Ridz, terimakasih karena kamu selalu membantuku. Kamu adalah sahabatku, kakakku, saudaraku, jadi aku mohon tetaplah bersamaku mengembangkan amanah Kakek," ucap Bayu.


Mereka pun saling berpelukan bak kakak adik dan


Inshaallah Bayu berjanji akan mensejahterakan Faridz beserta keluarganya, Faridz juga berjanji akan setia mendampingi Bayu hingga mencapai kesuksesan.


Kakek, Ayah, Ibu dan Shinta senang melihat persahabatan keduanya. Ayah dan Ibu sangat bersyukur kini mereka telah memiliki dua putra yang hebat di hari tuanya.


Kakek, Ayah dan Faridz sudah pulang, kini tinggal Bayu, Ibu dan Shinta. Bayu meminta Ibu untuk beristirahat, sementara Bayu yang akan menemani Shinta.


Shinta senang, Bayu sangat perhatian, Bayu menyiapkan semua yang dibutuhkan oleh Shinta termasuk menyuapkan makanan untuknya.


Bayu menghibur Shinta layaknya sedang menghibur bayinya dengan membacakan aneka dongeng hingga Shinta pun tertidur.

__ADS_1


Bersambung.......


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys... vote, like dan comentnya. Terimakasih atas semua dukungan kalian para readers, semoga bermanfaat, berkah dunia dan akhirat.🙏🙏🙏


__ADS_2