MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
HASUTAN


__ADS_3

"Kenapa hari ini pulangnya jalan kaki Nak, memangnya sepeda motor yang kamu pinjam kemana?", tanya Bu Widya.


"Iya Bu, tadi diantar pulang pakai mobil kantor", ucap Bayu.


"Ayah kemana Bu? apa belum pulang dari ladang?", tanya Bayu.


"Paling sebentar lagi ayahmu juga pulang", jawab Bu Widya.


"Oh..., jika masih lama Bayu rencana mau nyusul Ayah, soalnya ada yang ingin Bayu bicarakan dengan Ayah dan Ibu", ucap Bayu.


"Ya sudah ayo kita masuk dulu, kita ngobrol di dalam sambil menunggu Ayah", ajak ibu Widya.


Bu Widya bergegas ke dapur, beliau ingin membuat teh untuk Bayu, kebetulan Bu Widya tadi menggoreng singkong, jadi pas banget di sajikan untuk teman minum teh.


Bayu yang melihat ibunya membuat teh langsung menuju kamarnya, ia ingin mengganti pakaiannya dengan kaos oblong, karena menurutnya lebih nyaman memakai kaos ketimbang kemeja.


Setelah mengganti pakaiannya, Bayupun duduk bersama ibu di ruang keluarga. Kemudian Bayu membuka percakapan,"Bu...mungkin beberapa hari lagi kita tidak akan tinggal di sini", ucap Bayu serius.


Mendengar hal itu membuat Bu Widya terkejut, lalu beliau menjawab," Memangnya kita mau keman? inikan rumah kita, kamu jangan buat ibu jadi takut."


"Kita akan pindah Bu, Kakek telah membelikan banyak barang untuk kita. Bayu kemudian membuka dompetnya, menunjukkan semua bukti pembelian rumah, mobil dan juga sepeda motor atas nama dirinya."


Bu Widya yang melihat nota pembelian tersebut membulatkan matanya sambil menutup mulut, beliau tidak percaya melihat angka yang tertera di setiap nota dan telah dibayar tunai.


Seumur hidup, beliau belum pernah melihat uang sebanyak itu. Bayu yang melihat reaksi sang ibu lalu berkata," Bayu pikir awalnya juga hanya mimpi Bu."


"Iya Nak, takdirmu langsung berubah sejak bertemu Kakek."


"Iya Bu, Bayu juga mulai besok di minta memimpin perusahaan Kakek untuk menggantikan almarhum Papanya Shinta menjadi Dirut di sana."


"Masya Allah, Nak. Nikmat mana lagi yang bisa kita dustakan", ucap syukur Bu Widya.

__ADS_1


"Bayu ingin, Ayah tidak usah bekerja keras lagi di ladang, cukup Bayu saja yang bekerja Bu, sudah waktunya Ayah beristirahat."


"Kalau itu ibu tidak bisa memutuskan, kita tanya Ayah saja nanti. Setahu ibu sih, sebelum kami menikah Ayahmu sudah bekerja di ladang jadi pekerjaan ini sudah mendarah daging baginya. Biasanya susah untuk meninggalkan apa yang sudah menjadi kebiasaan kita", ucap Bu Widya.


"Jika Ayah tidak setuju bagaimana ya Bu? Bayu tidak ingin tinggal terpisah dengan Ibu dan Ayah.


Lagipula rumah itu sangat besar, Bayu pasti kesepian jika tinggal sendiri di sana."


"Ya sudah, ibu nanti akan coba bicara dengan Ayah ya Nak."


Sementara di kantor, Faridz asisten pribadi Bayu mulai mendengar kasak-kusuk, ternyata mereka yang tidak setuju melihat Bayu menjadi Dirut sudah mulai bergosip.


Melihat kedatangan Faridz mereka pun terdiam dan kembali ke pekerjaannya masing-masing.


Ternyata kabar pengangkatan Bayu menjadi Dirut juga telah sampai ke telinga Irfan, Firza beserta keluarganya. Irfan telah mempunyai mata-mata disana begitu juga dengan Firza.


Kosongnya kepemimpinan membuat masing-masing berharap,01 mereka bisa mengambil keuntungan dari kondisi ini.


Irfan merasa lebih leluasa mendekati Shinta saat ia jauh dari Kakek dan juga Bayu. Irfan menelphone Shinta dan membuat janji, mereka pun bertemu di tempat makan di dekat area kampus.


Shinta sangat senang mendapatkan telephone dari Irfan, ia merasa bahwa Irfan sudah tidak marah dengannya dan berharap hubungan mereka bisa kembali baik.


Lalu Shinta menunggu Irfan di tempat yang mereka sepakati, ia memesan minuman agar tidak jenuh menunggu.


Sepuluh menit berlalu Irfan baru tiba disana, kemudian Irfan mengajak keluar Shinta keluar dari tempat itu. Menurutnya pembicaraan mereka jangan sampai terdengar oleh orang lain, apalagi teman-teman Shinta, sebab mereka masih di wilayah kampus.


Shinta mengikuti Irfan, ia merasa penasaran tentang apa yang akan dibicarakan oleh Irfan. Sejak datang terlihat di wajah Irfan ada kemarahan dan kekesalan hingga membuat Shinta tidak berani bersuara. Kemudian Shinta naik ke mobil Irfan dan meninggalkan mobilnya sendiri di parkiran kampus.


Selama dalam perjalanan, suasana hening, tidak ada pembicaraan diantara mereka sedikitpun, Irfan fokus dengan Stirnya sedangkan Shinta hanya bermain dengan ponselnya.


Mobil Irfanpun terus melaju menuju ke taman kota tempat muda-mudi biasa nongkrong, disana Irfan ingin bebas membicarakan masalah pengangkatan Bayu, dia ingin memprovokasi Shinta agar menentang keputusan Kakeknya, sebab posisi itu sebenarnya adalah tujuan dirinya mendekati Shinta guna memperlancar jalan Papanya dalam menjatuhkan bisnis keluarga Hakim Pradana.

__ADS_1


Suasana pun tegang, tanpa ada senda gurau sedikitpun membuat Shinta hanya memandang ke arah kolam tanpa berani melihat Irfan, ia masih bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan Irfan.


Setelah amarahnya sedikit mereda, Irfan kemudian berkata,"Kamu kenapa tidak cerita ke aku jika Kakek akan mengangkat Bayu si anak miskin itu menjadi Dirut di perusahaannya!", ucap Irfan.


Shinta pun memberanikan diri menatap Irfan sambil menjawab,"Oh kamu sudah tahu, kenapa memangnya? itukan hak Kakek mau mengangkat siapa saja menjadi Dirut di sana."


"Hah! kamu bodoh, bagaimana jika dia memanfaatkan posisinya sekarang untuk menguasai seluruh harta Kakek, kalian bakalan ditendang dari sana. Dia kan cuma orang miskin sudah pasti ambisinya sangat besar ingin menjadi orang kaya seperti kita. Kenapa tidak kamu saja yang menjadi Dirut disana? jika kamu yang minta pasti Kakek setuju", ucap Irfan yang mulai menghasut Shinta.


"Kamu kan tahu aku tidak punya bakat untuk berbisnis, bagaimana aku bisa menjadi seorang Dirut, bisa-bisa perusahaan Kakek gulung tikar di tanganku", ucap Shinta pesimis.


"Kamu kan bisa minta bantuanku untuk membantumu disana, jadi tidak perlu melibatkan gembel itu. Lagipula apa kalian yakin dia bisa memimpin dan memajukan perusahaan?", tanya Irfan yang ingin membuat Shinta bimbang.


Shinta hanya menggelengkan kepalanya, diapun menjadi ragu, apalagi Bayu tidak pernah berbisnis dan dia hanya lulusan sekolah menengah.


Irfan yang melihat adanya keraguan dalam diri Shinta segera mengambil kesempatan, lalu melanjutkan ucapannya,"Masih ada waktu Shin untuk membatalkan keputusan Kakek, sebelum acara peresmian pengangkatan Bayu diadakan. Minta saja kepada Kakek agar kamu yang menjadi Dirut, aku janji akan membantumu disana dengan syarat kamu jangan menyebutkan namaku, kamu kan tahu Kakek tidak menyukaiku", ucap Irfan.


"Nantilah aku coba bicarakan hal ini dengan Kakek, tapi aku tidak bisa berjanji ya Fan? aku tidak tahu kakek mau membatalkan keputusannya atau tidak", ucap Shinta.


"Ya kamu harus memikirkan cara agar Kakek bisa setuju, misal kamu mengancam akan pergi dari rumah jika kakek tidak setuju. Aku bukan bermaksud apa-apa Shin, aku menyuruh kamu begini demi kalian, demi kita, aku tidak ingin si gembel itu menghancurkan keluargamu yang nantinya akan menjadi keluargaku juga", rayu Irfan.


"Iya Fan, aku akan berusaha. Nanti setelah pulang dari sini aku akan langsung bilang sama Kakek agar segera membatalkan keputusannya", ucap Shinta yang sudah terhasut oleh Irfan.


Irfan pun tersenyum mendengar jawaban dari Shinta, untuk saat ini usahanya memprovokasi Shinta berhasil.


Bersambung......


Apakah Kakek akan menuruti permintaan Shinta? ikuti terus kelanjutannya ya guys.... di tahun depanπŸ™πŸ˜‰


_____________


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like, comment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰

__ADS_1


🌻 Selamat tinggal tahun 2021 dan selamat datang tahun 2022, semoga di tahun depan kita bisa berbuat lebih baik lagi. Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu buat kita semua. Amiin.....


__ADS_2