
Bayu dan orang tuanya malam ini telah menempati rumah baru, Ayah Arif yang gemar bercocok tanam, mulai berfikir apa yang akan ia lakukan besok saat melihat halaman rumah putranya yang begitu luas.
Mereka sudah berada di kamarnya masing-masing, Ayah dan ibu Bayu yang tidak terbiasa menggunakan AC di kamar tidur mereka, saat ini merasa kedinginan. Mereka menggunakan selimut tebal dan juga memakai kaos kaki untuk mengurangi rasa dingin.
Sementara Bayu sedang membuka laptop, ia masih memikirkan peluang apa yang akan ia ambil demi memajukan perusahaan. Bayu ingin membuktikan kepada semua orang terkhusus mereka yang tidak suka dengan kehadirannya di dalam perusahaan.
Setelah menyelesaikan pekerjaan, Bayu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, entah mengapa pikirannya melayang, bayangan Shinta dan kenangan mereka selama di rumah sakit muncul.
Bayu tersenyum saat mengingatnya, ada kerinduan di relung hati terdalam, perasaan yang belum pernah ia rasakan kepada gadis lain.
Sementara di rumah kediaman Kakek Hakim, Shinta juga merasa aneh, mengapa tiba-tiba ia teringat Bayu, Bayu seringkali membuatnya kesal namun tidak ia pungkiri berada di dekat Bayu dirinya merasa aman, nyaman, merasa diperhatikan dan terlindungi.
"Ah-apa yang aku pikirkan! kenapa aku jadi ingat dia", batin Shinta.
Kemudian Shinta memejamkan mata, namun bayangan wajah Bayu masih juga terlintas di pelupuk matanya.
Shinta turun dari tempat tidur, keluar menuju dapur, lalu membuka kulkas dan mengambil air dingin untuk menenangkan pikirannya. Setelah tenang, Shinta pun kembali ke kamar dan berniat menelephone Irfan untuk mengalihkan pikirannya tentang Bayu.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tadinya Shinta ragu untuk menelephone Irfan namun entah mengapa seperti ada yang memintanya harus menghubungi Irfan sekarang juga.
Shinta mengambil ponselnya di atas nakas, mencari kontak Irfan lalu meng-klik untuk melakukan panggilan.
Panggilan tersambung namun tidak di angkat, Shinta mencobanya kembali dan hasilnya tetap sama.
"Apakah Irfan sudah tidur?", batin Shinta.
Kemudian ia mencobanya sekali lagi dan alangkah terkejutnya Shinta saat yang mengangkat adalah suara seorang wanita yang terdengar seperti baru bangun tidur.
__ADS_1
Shinta penasaran, lalu ia bertanya kepada wanita tersebut dimana Irfan dan kenapa ponsel Irfan bisa ada ditangannya.
Wanita itupun menjawab bahwa Irfan sedang tidur, dan berkata lagi kepada Shinta dengan nada marah,"Kamu mengganggu orang tidur saja!", ucapnya sembari mematikan ponsel.
Shinta yang perasaannya sudah tidak enak kemudian mencoba menelephone lagi, ia masih penasaran kenapa ada seorang wanita di apartemen Irfan, apakah Irfan selingkuh namun ponsel Irfan sudah tidak aktif.
Dengan perasaan yang tidak karuan, Shinta mengambil kunci motornya, ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, apa benar Irfan selingkuh dan membawa wanita lain tidur di apartemennya.
Shinta berjalan mengendap-endap agar tidak ada yang mendengar jika ia akan keluar rumah terutama Kakek.
Lalu Shinta pergi ke garasi, mengeluarkan motor, menuntunnya hingga ke depan gerbang, disana ia menemui penjaga agar membuka gerbang dengan alasan ada sesuatu yang akan dibelinya di mini market 24 jam yang ada di dekat sana.
Tadinya penjaga menolak karena takut Shinta kenapa-kenapa jika keluar sendirian pada jam tersebut, namun karena Shinta mendesak akhirnya ia mengizinkan dengan syarat Shinta harus cepat kembali sebelum Kakek tahu.
Shinta kemudian mendorong motornya keluar gerbang, menstarter lalu melajukan dengan kecepatan kencang menuju apartemen Irfan.
Security yang memang sudah mengenal Shinta karena pernah dikenalkan Irfan sebagai temannya tidak merasa curiga, lalu ia mengizinkan Shinta untuk naik ke lantai atas, karena kamar Irfan terletak di lantai tiga dengan nomor kamar 48 A.
Shinta setengah berlari menuju lift, kemudian memencet tombol naik ke lantai tiga. Ia tiba di sana dan segera mencari kamar Irfan sesuai nomor yang disebutkan oleh security tadi.
Lorong menuju kamar Irfan begitu sepi, Shinta terus mencari dan akhirnya kamar yang ia cari ada dihadapannya. Dengan perasaan sedih, marah yang ia tahan sejak tadi, Shinta segera memencet bel, namun tidak ada yang membukanya.
Shinta terus memencet bel berulang-ulang, sampai satu jam Shinta berdiri disana mencoba kembali menghubungi ponsel Irfan namun hasilnya tetap sama.
Akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada security apakah melihat Irfan keluar atau tidak sebelum ia tiba disana, namun security menggeleng karena ia baru melakukan pergantian shift dengan temannya sekita sepuluh menit sebelum Shinta tiba.
Shinta meninggalkan apartemen Irfan, mengendarai motornya sambil menangis, ia tidak tahu mau kemana mencari Irfan sementara hari sudah dinihari.
__ADS_1
Cinta kembali membuat Shinta kehilangan akal sehatnya, ia memilih mencari Irfan daripada pulang ke rumah, namun yang di cari sedang asyik terlelap di dalam pelukan sang wanitanya di sebuah kamar hotel.
Penjaga rumah Kakek yang merasa khawatir karena Shinta tidak kembali juga segera membangunkan majikannya. Kakek yang mendengar penuturan penjaga itupun marah, kenapa ia mengizinkan Shinta keluar sementara hari sudah tengah malam.
Penjaga itupun merasa bersalah dan meminta maaf, Kakek juga meminta maaf karena telah menyalahkannya sementara ia tahu bagaimana sifat cucunya itu kalau sudah memiliki keinginan pasti memaksa.
Kakek sangat khawatir lalu ia menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk mencari Shinta di semua mini market 24 jam atau di tempat-tempat yang sering dikunjunginya.
Hampir satu jam, Kakek yang belum mendapatkan kabar apapun tentang Shinta semakin khawatir, ponsel Shinta pun tidak bisa di hubungi. Kemudian Kakek teringat Bayu, mungkin Bayu bisa membantunya untuk mencari Shinta.
Bayu yang masih berkutat dengan pekerjaannya merasa heran kenapa Kakek Hakim meneleponnya pada dini hari, ia takut terjadi apa-apa dengan Kakek makanya ia langsung mengangkatnya.
Panggilan pun terhubung, Kakek menjelaskan perihal kepergian Shinta yang sampai sekarang belum juga kembali dan tidak bisa dihubungi.
Sebelum Kakek sempat meminta pertolongan Bayu untuk membantu mencari Shinta, Bayu sendiri langsung berkata," Kakek jangan cemas, Bayu akan mencari Shinta, pasti Shinta ada urusan penting yang ingin diselesaikan, makanya ia keluar di tengah malam dan mungkin saat ini ponselnya sedang lowbat jadi tidak bisa dihubungi", ucap Bayu yang ingin menenangkan hati Kakek.
Kemudian Bayu mematikan laptopnya, mengambil jaket, dompet dan kunci motornya lalu membangunkan Ayah dan Ibunya untuk meminta izin pergi mencari Shinta.
Ayah dan Ibu mengantar Bayu hingga ke luar gerbang, mereka berpesan agar Bayu berhati-hati dan segera memberikan kabar kepada mereka tentang apapun hasil pencariannya nanti.
Bersambung......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like comment dan rate bintang limanya 🙏😉
🌻 Maaf ya para pembaca kesayangan author, saya baru sempat Update karena acara pesta keluarga baru saja selesai. Author janji hari ini akan up dua episode.
🌻 Terimakasih atas semua dukungannya, author tunggu lho dukungan selanjutnya. 🙏🙏🙏
__ADS_1