MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
IKHLAS MENERIMA COBAAN YANG DATANG


__ADS_3

Bayu memperhatikan gadis yang sedang tertidur di sampingnya dan batinnya bertanya,"Jika aku menyetujui perjodohan kita, apakah aku mampu memperjuangkan dan mendapatkan cintamu


Shin?"


Pertanyaan itu membuat Bayu kembali ragu, jika mengingat sikap Shinta selama ini terhadap dirinya dibandingkan sikap Shinta terhadap Irfan, jelas Bayu akan sulit untuk mendapatkan cinta Shinta.


Namun jika ia teringat akan sikap Irfan dan kurangnya perhatian serta kepedulian Irfan terhadap keluarga Hakim Pradana terutama terhadap Shinta membuat dirinya kembali bersemangat untuk berjuang merebut cinta Shinta dari Irfan.


Dalam hatinya Bayu merasa tidak rela jika Shinta nanti terluka saat ia tahu bahwa dirinya hanya merupakan alat permainan cinta Irfan dalam mewujudkan ambisi untuk mengusai kerajaan bisnis Kakek.


Saat ini kembali terbayang di ingatan Bayu kebersamaan mereka selama beberapa hari ternyata telah menunjukkan kepribadian Shinta yang sebenarnya. Gadis yang terlihat arogan hanyalah seorang gadis manja yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, perlindungan dan juga cinta.


"Shinta...hai Shinta, bukalah matamu, sadarlah jika Irfan hanya pura-pura baik di depanmu", ucap Bayu lirih.


Selesai mengucapkan kalimatnya Bayu melihat kearah Shinta dan ternyata Shinta sedang mengerjap-ngerjapkan mata, terbangun dari tidurnya. Bayu segera memalingkan wajah, memandang ke arah lain, takut apa yang telah ia ucapkan terdengar oleh Shinta.


Shinta terkejut melihat Bayu telah datang dan duduk di sampingnya, sembari mengucek dan membulatkan matanya iapun berkata," Hah!, sejak kapan kamu datang?, kenapa kamu tidak membangunkan aku Bay?", tanya Shinta.


"Kamunya aja yang tidurnya seperti kerbau, di minta jaga Kakek malah tidur, bagaimana jika ada yang datang dan berniat buruk terhadap beliau atau juga terhadapmu!", ucap Bayu pura-pura kesal.


"Iya maaf Bay, aku ketiduran habisnya sepi banget aku kan juga takut, kamunya saja yang telat datang, katanya sebentar eh ternyata sampai tengah malam baru kembali."


"Kamu sudah makan?", tanya Bayu.


"Belum lah!, tapi kamu bilang tidak boleh meninggalkan Kakek, ya aku di sini sajalah sejak tadi", ucap Shinta.


"Shinta...Shinta, kamu kan bisa pergi sebentar ke kantin toh di dalam ruangan Kakek masih ada suster Chintya?", ucap Bayu.


Shinta hanya menyeringai, sebenarnya Shinta tadi sengaja menunggu Bayu agar bisa bersama-sama makan di kantin, namun yang ditunggu tak juga datang hingga membuatnya lelah, mengantuk dan akhirnya tertidur.


"Ya sudah kamu tunggu disini!, biar aku belikan makanan di kantin", ucap Bayu sambil berdiri dan melangkah ke arah kantin.

__ADS_1


Shinta yang melihat sekelilingnya masih begitu sepi segera menyusul Bayu, menarik tangannya dan berkata," Aku ikut dong Bay, kita ke kantin sama-sama", pinta Shinta.


"Ayolah", kata Bayu.


Merekapun berjalan menuju kantin, ternyata saat tiba di sana, kantin tutup, terdengarlah ucapan kecewa dari mulut Shinta," Ya... tutup."


Bayu tidak tega melihat Shinta kecewa dan yang jelas pasti ia merasa lapar, kemudian Bayupun berkata", Biar aku belikan makanan di luar, kamu kembali saja, tunggu aku di sana", ucapnya.


"Aku ikut kamu saja Bay biar bisa milih, kamu kan tidak tahu seleraku", ucap Shinta lagi.


Bayu terus berjalan ke arah parkiran tanpa mendengarkan perkataan Shinta karena ia tahu jika di larang ikutpun juga percuma, pasti Shinta tetap teguh dengan pendiriannya.


Setibanya di parkiran, Bayu bingung mencari keberadaan sepeda motornya. Matanya melihat kesekeliling namun sepeda motornya tetap tidak terlihat. Seingatnya, ia telah memarkirkannya ditempat bayu berdiri sekarang ini.


Bayu panik, ia meraba semua sakunya, namun Bayu tidak menemukan kunci sepeda motor disana.


Kemudian ia menepuk dahinya sendiri, barulah ia sadar bahwa sepeda motornya pasti telah di curi orang karena kunci sepeda motor itu juga tertinggal di sana bersama buah sawo pemberian ibunya untuk Kakek dan Shinta.


Bayu hanya bisa menjawab dengan satu kata, "Hilang", ucap Bayu dengan lemas.


"Apa!, hilang, kok bisa?, memangnya kamu parkirkan dimana Bay?", tanya Shinta secara beruntun.


"Aku parkirkan disini, namun aku lupa mencabut kuncinya, lupa membawa buah sawo pemberian ibuku buat Kamu dan juga Kakek", ucap Bayu lagi.


"Aduh Bayu, kenapa bisa sampai lupa mencabut kuncinya?", tanya Shinta lagi.


"Semuanya karena Kalian, aku takut terjadi apa-apa dengan kalian jadi aku tadi terburu-buru dan terjadilah hal ini", jawab Bayu dengan pasrah.


"Sekarang bagaimana?, apa yang bisa kita lakukan untuk mencarinya", ucap Shinta.


"Ayo coba kita tanya pak security, siapa tahu beliau melihat siapa yang membawa sepeda motorku", ucap Bayu sambil berjalan dan diikuti oleh Shinta.

__ADS_1


Bayu mencari pak security yang tadi bertugas saat ia baru datang, kemudian menceritakan semuanya. Namun sayang pak security tidak melihat siapa yang mengambil sepeda motor itu. Ia hanya menemukan satu plastik buah sawo yang tergeletak ditanah.


Kemudian pak security memberikan buah sawo itu kepada Bayu, lalu Bayu memilih sebagian buah yang sudah masak dan memberikan kembali kepada pak security agar ia bisa mencicipi.


Bayu sekarang hanya pasrah, mungkin ini cobaan dari Allah untuk menguji kesabaranya, saat ia ingin berbuat baik untuk menolong orang lain. Bayu juga berusaha ikhlas sambil berdoa, mudah-mudahan akan diganti Allah lebih nilai dan manfaatnya daripada sepeda motor yang hilang.


Musibah yang menimpa Bayu ini, tidak membuatnya lupa akan keinginannya untuk membelikan makanan buat Shinta.


Kemudian ia meminta tolong kepada Pak security ingin meminjam sepeda motor pribadinya untuk pergi membeli makanan keluar karena kantin saat ini sedang tutup.


Pak Security pun meminjamkan sepeda motornya, lalu Bayu membonceng Shinta dan segera melajukan sepeda motor itu ke arah jalan raya, mencari kedai yang menjual makanan.


Sementara Kakek yang terbangun dari tidurnya memanggil suster Chintya, kemudian ia bertanya", Sus, apakah suster melihat Bayu dan Shinta?", tanya Kakek.


"Tadi mereka di luar Kek, tapi saat ini terlihat sepi, mungkin mereka sedang ke kantin, karena sejak sore, saya lihat Mbak Shinta belum ada makan apapun", ucap suster Chintya.


Kemudian Kakek bertanya lagi, "Apakah Bayu sudah kembali sejak tadi Sus?"


"Nggak kek, Mas Bayu baru saja kembali, tadi saya lihat Mas Bayu menyelimuti tubuh mbak Shinta yang tertidur dengan jaketnya. Mungkin karena merasa lapar akhirnya mbak Shintanya terbangun", ucap Suster Chintya.


"Kakek sangat senang mendengar cerita dari Suster Chintya, lalu beliau berkata", Bayu memang pemuda yang baik dan penuh perhatian tidak seperti Irfan yang hanya pandai berpura-pura ya Sus?", ucap Kakek lagi.


Suster Chyntia pun menjawab", Benar Kek, Mas Bayu memang sangat baik, Mas Bayu lebih cocok jadi pacar Mbak Shinta ketimbang si Irfan yang sombong itu", ucap Suster Chintya sambil menutup mulutnya.


Kemudian Suster Chintya meminta maaf kepada Kakek atas ucapannya. Kakek yang mendengar pendapat Suster Chyntia tentang Bayu merasa senang dan beliaupun tertawa, kemudian beliau berkata", Berarti keinginan Saya untuk menjodohkan mereka berdua tidak salah kan Sus?", tanya Kakek yang terlihat begitu bersemangat.


Suster Chintya tidak menjawab tapi ia mengacungkan kedua jempolnya tanda sangat setuju dengan ide Kakek.


bersambung......


________________

__ADS_1


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys..... vote, like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉


__ADS_2