
Shinta menghubungi Faridz, dia ingin Faridz memberitahukan keadaan Bayu kepada keduaorangtuanya dan meminta tolong agar Faridz membawakan pakaian ganti untuk mereka.
Shinta menceritakan asal mula kejadian kenapa Bayu sampai terluka, hingga membuat Faridz terkejut. Faridz kemudian pergi ke rumah Bayu, dia ingin memberitahu sekaligus menjemput dan mengantar orang tua Bayu ke rumah sakit.
Orangtua Bayu sangat terkejut, Ibunya menangis saat mendengar putranya terluka. Lalu Ayah meminta ibu agar bersiap karena mereka akan segera berangkat ke rumah sakit bersama Faridz.
Bayu sudah dipindahkan ke ruangan perawatan saat Faridz dan orangtuanya datang. Shinta segera mengganti pakaiannya dengan stelan baju yang di bawa oleh Faridz.
Ibu yang melihat kondisi Bayu merasa khawatir tapi Bayu segera menenangkan beliau dengan mengatakan dirinya hanya mengalami luka ringan.
Faridz yang merasa penasaran, lalu menanyakan apakah masalah ini terjadi ada hubungannya dengan penangkapan Irfan. Namun Bayu menggeleng, ini hanya kebetulan saja karena preman-preman itu mengincar Shinta yang sedang tertidur.
Saat Shinta kembali ke ruangan Bayu, dia sangat terkejut melihat berita di televisi yang menyiarkan bahwa Irfan telah ditangkap polisi dengan tuduhan yang sangat memalukan.
Awalnya Shinta tidak percaya dengan berita tersebut tapi setelah dia melihat siapa wanita yang hanya berbalut selimut dalam rekaman tersebut akhirnya kepercayaannya mulai goyah, ditambah lagi dengan foto Irfan yang hanya berbalut handuk mandi dengan dada telanjang.
Shinta ingat bahwa wanita yang ada di dalam rekaman itu adalah wanita seksi yang pernah bergelut dengannya di cafe tempat Irfan biasa nongkrong yang menurut pengakuan Irfan hanya sahabatnya.
Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam hati dan pikirannya, akhirnya akal sehat Shinta menyimpulkan mana mungkin hanya sebatas sahabat bisa berada di dalam kamar hotel yang sama, berduaan tanpa memakai busana yang lengkap.
Shinta menangis, berlari keluar kamar hingga membuat Bayu khawatir. Bayu berusaha bangkit hendak menyusul Shinta tapi dia merasakan sakit luar biasa pada lukanya yang terlihat kembali mengeluarkan darah.
Ibu yang melihat darah merembes keluar dari perban di perut Bayu pun menangis histeris lalu beliau meminta ayah agar segera memanggil dokter.
Faridz khawatir melihat kondisi bosnya lalu berkata, "Biar Faridz yang panggil dokter Yah, bos istirahat dan tenang saja disini, biar aku yang akan mengejar serta menjelaskan semuanya kepada Non Shinta," ucap Faridz seraya berjalan keluar meninggalkan ruangan.
Faridz memberitahu perawat agar segera menghubungi dokter untuk mengecek luka Bayu, setelah itu diapun mengejar Shinta. Faridz mencari di setiap lorong rumah sakit tapi tidak menemukan keberadaan Shinta.
Dia terus mencari hingga ke halaman belakang rumah sakit dan akhirnya Faridz menemukan Shinta sedang duduk di bawah sebuah pohon sambil menangis.
Dengan perlahan Faridz mendekati Shinta, lalu dia berkata, "Ternyata Non ada disini, aku sudah mencari Non keliling rumah sakit. Kembalilah ke ruangan Non, Bos Bayu mencari Non, lukanya kembali berdarah saat berusaha bangkit untuk mengejar Non Shinta.
__ADS_1
Shinta kaget lalu memandang Faridz sembari mengelap air matanya dan berkata, "Jadi bagaimana keadaannya sekarang Ridz?"
"Aku sudah memberitahu suster agar memanggil dokter untuk mengecek lukanya Bos, setelah itu aku tidak tahu Non, karena aku berjanji dengan bos untuk mencari dan membawa Non Shinta kembali," ucap Faridz.
"Aku mau menenangkan pikiran dulu Ridz, hatiku sakit dan kacau, kenapa orang yang aku cintai dan aku percayai tega mengkhianatiku dengan perbuatan yang sangat memalukan seperti itu," ucap Shinta sembari kembali menangis.
Faridz diam, dia memberikan kesempatan kepada Shinta untuk meluapkan perasaannya. Setelah melihatnya tenang barulah Faridz berkata, "Kami sebenarnya sudah lama mengetahui kebejatan Irfan Non, tapi kami khususnya aku tidak berani menyampaikan kepada Non jika tidak mempunyai bukti. Ini Non, lihatlah, semua bukti terekam di sini," ucap Faridz sambil menyerahkan ponselnya kepada Shinta.
Shinta melihat satu persatu rekaman dan foto perbuatan bejat Irfan, serta rekaman pengakuan dari orang tua gadis yang telah dihamilinya. Yang membuat Shinta semakin terkejut, ternyata Papa Irfan ikut andil menutupi perbuatan bejat sang anak.
Kembali tangisnya pecah, Shinta menyesal kenapa selama ini dia bisa dibutakan oleh cinta Irfan yang jelas-jelas hanya ingin mempermainkan perasaannya saja.
Setelah tangisnya reda, Shinta berkata, "Aku menyesal Ridz, aku bersalah kepada Kakek, kenapa aku tidak mendengarkan perkataan Beliau dan malah percaya kepada Irfan," ucap Shinta.
"Sudahlah Non, yang penting Non sekarang sudah tahu siapa sebenarnya Irfan dan keluarganya, jika Non ingin lebih percaya, aku bisa mempertemukan Non dengan gadis yang telah Irfan hamili hingga menjadi gila. Alhamdulillah sekarang kondisinya sedikit membaik setelah Bos Bayu mendatangkan dokter ahli jiwa untuk khusus merawatnya. Tapi sebelumnya kita kembali dulu ya Non ke ruangan untuk melihat kondisi Bos, aku khawatir lukanya makin parah," ucap Bayu.
Shinta pun mengangguk, lalu berdiri meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Faridz. Melihat dokter dan perawat keluar dari ruangan Bayu Shinta yang penasaran lalu mendekat dan bertanya, "Bagaimana keadaan suami saya dok? apakah lukanya semakin parah?" tanya Shinta.
"Baiklah dok, saya akan lebih memperhatikan mas Bayu agar mematuhi aturan dokter. Terimakasih ya dok atas pertolongan dokter, saya akan menemui mas Bayu sekarang."
"Sama-sama Mbak, saya juga permisi," jawab pak dokter sembari berlalu dari tempat itu.
Shinta lalu buru-buru masuk ke ruangan Bayu, dia tidak sabar ingin melihat kondisinya, bagaimanapun dia harus bertanggung jawab merawat Bayu yang telah terluka karena menolong dirinya.
Bayu yang melihat kedatangan Shinta dan Faridz merasa tenang, kecemasannya hilang seketika saat melihat Shinta tersenyum kepadanya.
Senyum itu telah membuat hatinya bergetar, Bayu berharap setelah kedok Irfan terbongkar perlahan Shinta bisa menerima dirinya sebagai suami dan mencintainya serta melupakan niatnya untuk bercerai.
Ibu dan Ayah yang telah mendapatkan penjelasan dari Bayu, paham dengan sikap Shinta tadi yang tiba-tiba saja meninggalkan ruangan sambil menangis.
Kemudian mereka pamit kepada anak dan menantunya dan mengajak Faridz ke kantin dengan alasan ingin membeli makanan karena mereka tadi belum sempat makan. Padahal mereka sengaja memberikan kesempatan agar Bayu dan Shinta bisa bicara berdua saja untuk menyelesaikan masalah mereka.
__ADS_1
Faridz yang tanggap membaca pikiran Ayah dan Ibu pun berkata, "Ayo Yah, Bu, Faridz juga lapar, dari kemaren belum makan akibat setia dengan Bos," ucapnya sembari tersenyum melihat Bayu yang mencebikkan bibirnya.
"Memangnya Bayu melarangmu makan Ridz?" tanya Ibu.
"Tidak melarang sih Bu tapi memberikan tugasnya tidak tanggung-tanggung," jawab Faridz lagi sengaja meledek Bosnya.
"Sudah sana pergi makan, jangan bilang lagi ya, kamu kelaparan gara-gara khawatir menjagaku dan tidak mau meninggalkan kami disini," ucap Bayu sengaja biar Faridz cepat keluar dan tidak banyak bercanda lagi.
"Oke bos, kami keluar dulu ya. Non...aku titip bos, jika bandel cubit saja!" ucap Faridz seraya tertawa dan pergi meninggalkan ruangan mengejar orang tua Bayu yang telah keluar duluan.
Kini tinggallah mereka berdua di dalam ruang rawat, Shinta yang merasa bersalah kemudian meminta maaf kepada Bayu. Karena keegoisan dirinya telah membuat Bayu terluka. Seandainya dia tidak meninggalkan rumah, musibah ini pasti tidak akan terjadi.
Bayu memegang tangan sang istri, kemudian Bayu berkata bahwa semuanya sudah terjadi dan tidak perlu di sesali, yang terpenting sekarang Shinta jangan mudah percaya dengan manusia seperti Irfan dan harus yakin bahwa keluarga marah terutama Kakek karena beliau menginginkan yang terbaik buat Shinta.
Shinta pun mengangguk, nanti setelah Faridz kembali, dia berencana pulang sebentar untuk menemui Kakek, meminta maaf atas kesalahan yang telah dia lakukan.
Bayu setuju dengan rencana Shinta, dia bersyukur Shinta sudah menyadari kesalahannya. Bayu kemudian mencium tangan Shinta seraya berkata, "Boleh aku minta tolong Shin?"
"Apa yang bisa aku bantu Mas? apa aku harus panggil dokter?" tanya Shinta balik dengan suara lembut yang membuat hati Bayu terasa nyaman.
Bayu menggeleng sambil berkata, "Aku tidak memerlukan dokter, yang kuperlukan adalah Kamu, kehadiranmu dan keluarga disisiku lebih berarti dari apapun. Aku sangat mencintaimu Shin, aku ingin kamu menjadi istriku di dunia sampai ke akhirat nanti, "ucap Bayu sembari mencium kembali tangan Shinta.
Kali ini ciumannya cukup lama hingga membuat Shinta malu, wajah Shinta memerah bak kepiting rebus, terselip rasa bahagia di hati saat mendengar Bayu membutuhkannya, apalagi saat mendengar ungkapan cinta dari Bayu, jantungnya berdegub kencang seirama dengan deguban jantung Bayu.
Apakah Shinta akan menyadari jika Bayu lah pria terbaik yang pantas dia cintai ketimbang Irfan yang hanya mempermainkan dirinya? dan apakah akhirnya Shinta akan mencintai Bayu serta ikhlas menerima Bayu sebagai suami? ikuti terus ceritanya ya guys......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like, coment dan rate bintang limanya 🙏😉.
🌻 Mohon maaf kepada para pembaca kesayangan author karena kemaren terpaksa libur up berhubung ada keluarga author yang meninggal dunia.
🌻 Terimakasih atas semua dukungannya, selamat beristirahat dan semoga sehat serta sukses untuk kita semua.
__ADS_1