
Shinta terus memohon, ia menarik kemeja Irfan hingga robek, tangannya mulai menjelajah kemana-mana, hingga Irfan semakin bersemangat.
Irfan ingin Shinta sendiri yang menyerahkan kesuciannya.
Suasana semakin panas, kini hanya tinggal pakaian dalam saja yang melekat di tubuh masing-masing, Irfan yang sudah tidak bisa mengendalikan nafsunya, ia sudah seperti singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya.
Ketika Irfan mulai memegang kendali permainan disaat itu pula terdengar suara pintu terbuka karena di dobrak. Irfan sangat terkejut, ia belum sempat melakukan aksinya, sebuah tinju sudah melayang di wajahnya, Irfanpun terjengkang dan tubuhnya jatuh ke lantai.
Bayu yang melihat tubuh Shinta nyaris tak berbusana dan seperti kehilangan akal sehatnya segera menarik selimut yang ada di tempat tidur lalu melilitkannya ke seluruh tubuh Shinta dan ia segera memeluk Shinta erat-erat agar tidak membuka lilitan selimut itu.
Shinta terus meronta ingin melepaskan selimut yang melilit tubuhnya sambil terus mengucapkan kata panas dan minta tolong.
Irfan yang sudah bangkit dari lantai mendekati Bayu, lalu menghajarnya, memukul, meninju, menendang namun Bayu tidak perduli. Bayu tetap memeluk Shinta erat, agar harga diri Shinta tetap terjaga tidak menjadi tontonan.
Bersamaan jatuhnya tubuh Bayu dan Shinta ke lantai karena pukulan Irfan, masuklah Faridz bersama orang-orang kepercayaannya, mereka kemudian menghajar Irfan.
Irfan mencoba melawan namun ia tidak kuasa mengadapi tiga orang sekaligus. Tubuhnya ambruk ke lantai, pingsan, darah mengalir dari mulut dan dari pelipis matanya.
Faridz meminta temannya agar menarik tubuh Irfan keluar kamar dan mereka akan menyerahkan Irfan ke kantor polisi. Faridz sengaja ingin memberikan kesempatan kepada Bayu agar memakaikan kembali pakaian Shinta.
Bayu yang melihat semua sudah keluar dari kamar segera mengunci pintu, lalu ia mengambil pakaian Shinta satu persatu yang berserakan di lantai.
Sementara Shinta yang sudah lepas dari pelukan Bayu, terus menggeliat membuka selimut yang melilit tubuhnya sembari mulutnya terus meracau, memeluk Bayu dan menciuminya.
Sebenarnya Bayu malu, ia kembali melihat pemandangan yang tidak boleh ia lihat karena Bayu bukan muhrim Shinta, tapi ia tidak punya pilihan lain.
Kemudian Bayu mulai memakaikan satu persatu pakaian Shinta walau ia terus meronta ingin melepaskannya lagi.
Blouse Shinta yang sudah tidak utuh lagi tetap dipakaikan, kemudian Bayu melepaskan jaketnya dan memakaikan juga ke tubuh Shinta.
Setelah selesai, Bayu terus mendekap Shinta dan memegangi tangannya agar tidak berusaha membuka pakaiannya lagi.
Lalu Bayu membuka pintu kamar dan apa yang ia lihat disana sangat membuatnya terkejut, Kakek Hakim sudah berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Bayu merasa bersalah dan juga malu, ia tidak ingin Kakek berpikir bahwa dirinya mengunci pintu karena ingin memanfaatkan keadaan Shinta.
Saat Bayu berusaha memberi penjelasan dan melepaskan pelukannya terhadap Shinta, Kakek berkata,"Tetap peluk dia Nak, jangan sampai ia kembali mempermalukan dirinya sendiri", ucap Kakek.
Bayu menarik napas dalam, ia bersyukur Kakek paham dengan kondisi Shinta, ternyata Faridz yang telah menjelaskannya.
Kemudian Kakek berkata,"Ayo kita bawa Shinta ke rumah sakit, siapa tahu dokter bisa memberikan penawarnya karena pengaruh obatnya sangat kuat", ucap Kakek sembari berjalan keluar.
Faridz beserta orang-orang kepercayaannya membawa Irfan ke kantor polisi, sementara Bayu dan Kakek langsung ke rumah sakit.
Motor Bayu masih mereka tinggal di parkiran apartemen Irfan, sementara Bayu ikut di dalam mobil Kakek karena ia harus terus mendekap Shinta agar tidak terus meronta.
Agar Shinta sedikit tenang Bayu terpaksa membiarkan Shinta menyusupkan tangannya ke balik kemeja Bayu, ia meraba dada Bayu dan menciumi bibirnya dengan penuh gairah.
Kakek paham dengan situasi itu makanya beliau hanya diam dan pandangannya terus menatap ke depan seperti tidak melihat kejadian yang ada di belakangnya.
Kejadian seperti yang menimpa Shinta sudah pernah Kakek lihat saat ia masih muda, hal itu terjadi terhadap temannya saat mereka sering mengunjungi club malam.
Teman Kakek di jebak oleh rekan bisnisnya dan akhirnya tidak ada pilihan lain selain mencarikannya seorang wanita untuk melampiaskan hasratnya. Karena menurut dokter itu adalah obat yang paling ampuh, yang tidak akan ada efek sampingnya.
Kakek memijat kepalanya, beliau ada dalam dilema, jika tidak segera mendapatkan pertolongan, Shinta bisa dalam bahaya, efek obat itu bisa mengenai bagian jantungnya.
Tiba-tiba napas Shinta mulai tersengal-sengal, hal ini membuat Bayu khawatir, Kakek juga menoleh kebelakang dengan rasa khawatir, sementara sopir terus melajukan mobilnya dengan kencang sesuai perintah Kakek.
Setibanya di rumah sakit, Bayu langsung menggendong Shinta yang masih meracau tak karuan dan ingin terus membuka pakaiannya sembari napasnya tersengal-sengal menuju ke ruangan UGD.
Kakek mendatangi bagian yang menangani ruangan untuk pasien, beliau menjelaskan keadaan Shinta dan memohon agar pihak rumah sakit menyediakan satu ruangan VIP untuk Shinta.
Mengenai biayanya, Kakek berjanji, berapapun akan beliau bayar asalkan kehormatan dan harga diri cucunya masih bisa di jaga.
Melihat kondisi Shinta, akhirnya mereka memberikan sebuah kamar VIP, Bayu segera membawanya kesana mengikuti seorang perawat yang memandu, sembari menunggu kedatangan dokter.
Saat Kakek melihat Bayu begitu kerepotan dalam menghadapi Shinta, beliau akhirnya mengambil keputusan, menelephone Faridz agar mencarikan seorang kiyai dan segera membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Faridz bingung dan penasaran untuk apa Kakek memintanya membawa seorang kiyai ke rumah sakit, namun itu adalah perintah yang harus segera ia laksanakan tanpa harus banyak bertanya.
Dokter datang memeriksa Shinta, lalu beliau menggelengkan kepala dan meminta Kakek untuk ikut ke ruangannya. Kakek segera mengikuti sang dokter, beliau ingin mendapatkan penjelasan tentang keadaan Shinta.
Dokter mempersilakan Kakek duduk, kemudian ia menjelaskan bahwa percuma jika memberikan obat suntikan kepada Shinta, itu tidak akan mempan dan tidak akan membuatnya sembuh.
Dari perkataan dokter kakek sudah tahu apa maksudnya, kemudian beliau menimpali," Iya dok, Saya sudah tahu, obatnya cuma satu harus mencarikan tempat pelampiasan untuknya", ucap Kakek tanpa malu lagi.
"Itupun harus cepat Kek, sedikit lagi telat akan fatal akibatnya, kakek sudah melihat kan bagaimana nafas cucu Kakek yang mulai tersengal-sengal", ucap sang dokter lagi.
Kakek mengangguk, kemudian beliau berkata,"Saya sudah mengaturnya dok, saya akan segera menikahkannya disini agar yang mereka lakukan sah dan halal di mata agama walaupun belum sah di mata hukum negara. Saya ingin cucu saya sembuh, hanya tinggal dia yang saya miliki dok", jawab Kakek.
"Syukurlah Kek, saya hanya bisa memberikan penawar sementara, paling sekitar sepuluh menit reaksi obat perangsang tersebut akan kembali lagi", jawab sang dokter.
Kakek kembali keruangan Shinta, beliau senang melihat Shinta tertidur jadi Bayu bisa beristirahat. Bayu segera menghampiri Kakek dan menanyakan apa yang di katakan dokter tentang Shinta.
Kemudian kakek menjelaskan semuanya dan beliau menangkupkan kedua tangannya memohon kepada Bayu agar mau menolong Shinta dengan cara menikahinya dan menjalankan tugasnya sebagai seorang suami secepatnya, karena cuma itu obat satu-satunya untuk menyelamatkan Shinta.
Bayu terdiam, dia bisa ikhlas melakukannya karena memang Bayu mencintai Shinta, yang ia takutkan bagaimana nanti reaksi Shinta jika ia sadar dan mengetahui semuanya, sementara Shinta tidak mencintai Bayu dan telah menolak permintaan Kakek untuk menikah dengannya karena yang ada di hati Shinta hanya Irfan si pria brengsek itu.
Kakek tahu apa yang Bayu pikirkan, kemudian Beliau menepuk pundak Bayu sembari berkata,"Tolong Nak, masalah lain nanti kita pikirkan dan Kakek pasti akan membantumu, sementara ini yang penting bagaimana kita menyelamatkan Shinta, coba kamu lihat obat yang disuntikkan oleh dokter itu hanya peredam sementara", ucap Kakek sembari menunjuk ke arah Shinta ya sudah mulai menarik-narik bajunya lagi dan meracau kepanasan.
Akhirnya Bayu menerima permintaan Kakek, ia akan menolong Shinta dengan menikahinya. Jika nanti Shinta sadar dan mengetahui semuanya, serta dia tidak bisa menerima kenyataan yang ada, Bayu siap menanggung resikonya.
Kakek sangat berterimakasih dan langsung memeluk Bayu, beliau tidak tahu lagi bagaimana cara membalas jasa Bayu terhadap diri dan keluarganya.
Dua titik air mata jatuh di sudut mata tua Kakek, dan beliau tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terus memeluk Bayu sembari menangis.
Bersambung.........tidur dulu ah🥱😴
Ayo para reader, bagi yang penasaran dengan ceritaku silahkan ikuti terus ya kelanjutannya.🙏😉
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys... vote, like, comment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏😉
__ADS_1
🌻 Silahkan pavorit dan follow akun author ya guys agar para pembaca kesayangan tahu kapan author update dan menerbitkan karya baru.🙏🙏🙏
🌻 Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu buat kita semua, Aamiin....