
"Bu, do'akan Bayu ya agar bisa membawa pulang Shinta dengan selamat," ucap Bayu sembari mencium tangan sang Ibu.
"Pergilah Nak? kamu harus hati-hati, Ibu selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian," ucap Bu Widya.
Setelah berpamitan kepada Ibunya Bayu lalu pamit kepada Ayah dan Kakek, mereka mendo'akan Bayu agar bisa membawa pulang Shinta dengan selamat.
Faridz memeluk Bayu, dia berpesan agar Bayu berhati-hati, dia akan segera menyusul dengan polisi dan anggotanya yang lain.
Bayu berangkat menuju ke alamat yang mereka kirimkan dengan mengendarai motor, agar dia bisa cepat sampai dan bergerak dengan leluasa.
Jalanan yang di lalui bayu begitu sepi, hingga sebentar saja dia sudah sampai di pinggiran hutan sesuai dengan petunjuk.
Dua orang anak buah Papanya Irfan menghadang Bayu di jalan masuk hutan dan memintanya agar turun dari motor. Bayu lalu meminta salah satu untuk menunjukkan video bahwa benar Shinta ada pada mereka.
Salah satu dari mereka menjauh dan menelephone Tasya, menyampaikan apa yang Bayu minta. Tasya tersenyum, lalu dia berkata, Baiklah berikan ponselmu kepada Bayu, biar dia melihat istrinya," ucap Tasya.
Kemudian Tasya menarik hijab Shinta hingga kepalanya mendongak ke atas sembari mengarahkan kamera videonya ke arah wajah Shinta.
Shinta meronta dan berusaha menjerit agar Bayu tidak usah mendekat tapi dengan mulut yang di sumpal membuat Shinta tidak bisa mengeluarkan suaranya.
Bayu hanya melihat wajah Shinta disana tapi tidak melihat jika Tasya yang sedang memvideokan istrinya. Lalu Bayu berkata, "Tolong jangan sakiti istriku, aku akan penuhi semua kemauan kalian," ucap Bayu.
Kemudian dia berkata lagi, "Sayang tenanglah, jangan takut, aku akan segera kesana untuk menolongmu, jaga calon bayi kita baik-baik," ucap Bayu sebelum anak buah Irfan mengambil kembali ponselnya dari tangan Irfan.
Kedua orang itu segera membawa Bayu dengan mengikat kedua tangannya dan meninggalkan motornya disana. Bayu tidak melawan karena dia ingin berjumpa dengan istrinya terlebih dahulu untuk memastikan keselamatannya.
Sementara Faridz beserta polisi sudah bergerak mendekati lokasi, namun mereka belum berani terlalu dekat sebelum ada instruksi dari Bayu.
Bayu sudah di bawa masuk ke dalam gudang, di sana dia melihat Shinta beserta yang lain diikat masing-masing di tiang kayu. Dia kasihan melihat Shinta yang sedang hamil di tempatkan di tempat yang seperti ini.
Kemudian Bayu pun berkata, "Tolong lepaskan istri saya, dia sedang hamil, aku pasti akan memberikan apapun yang kalian mau," ucap Bayu mencoba memohon kepada dua penjaga tadi.
"Kamu jangan banyak bicara sebentar lagi bos kami akan datang kesini merekalah yang berhak memutuskan semuanya."
__ADS_1
Sebelum mereka selesai bicara, muncullah dari balik pintu gudang Tasya dan juga Fika sembari tertawa mendekati Bayu.
Bayu terkejut, ternyata dalang di balik penculikan ini adalah keluarga Shinta sendiri, lalu Bayu berkata, "Ternyata kalian dalangnya! dasar sudah ditolong tapi tidak tahu malu dan tidak tahu berterimakasih. Pantas saja Shinta selama ini membenci kalian ternyata seperti ini sifat kalian."
"Hahaha...kamu yang tidak tahu diri, enak saja pendatang mau menguasai," ucap Fika.
"Kamu lepaskan dulu Fik, sumpalan di mulut Shinta! biar kita tahu apa yang akan dikatakannya, setelah dia melihat suaminya juga tidak berdaya ditangan kita!" ucap Tasya kepada putrinya.
Fika segera membuka sumpalan di mulut Shinta, belum sempat dia menjauh tiba-tiba Shinta meludah hingga mengenai wajahnya.
"PLAAKK"
Tiba-tiba, sebuah tamparan melayang ke wajah Shinta yang putih mulus hingga meninggalkan bekas stempel lima jari.
"Rasakan! sakit kan, apa perlu aku tambah lagi!" ucap Fika.
"Sekarang kita akan telephone Hakim agar mengalihkan hartanya atas nama kita jika tidak maka dia akan melihat keluarganya jadi abu," ucap Tasya.
"Jangan harap kalian akan mendapatkannya!" teriak Shinta.
Faridz sudah mendekati lokasi, tapi enam orang penjaga berada di luar pintu dengan membawa senjata laras panjang dan juga pistol, jadi mereka tidak boleh gegabah.
Fika menelephone Kakek Hakim sesuai perintah Tasya, setelah tersambung dia langsung mengatakan pertukaran yang mereka inginkan. Fika mengarahkan kamera ponselnya ke arah semua sandera hingga membuat Kakek sangat marah.
Kemudian Kakek berkata, "Ternyata kalian? aku begitu bodoh telah memaafkan kalian, dasar musuh dalam selimut. Baiklah sekarang aku akan meminta pengacaraku untuk membuat surat pengalihannya, asal kalian jangan sakiti mereka," ucap Kakek.
Fika pun tidak tinggal diam, lalu dia berkata," sekalian Kek! keluarkan Irfan dari penjara, jika ingin semuanya selamat."
Kakek tidak punya pilihan, selain menuruti permintaan mereka, baginya nyawa lebih berharga daripada harta.
Tasya dan Fika memberi waktu sampai jam 10 malam, jika surat pengalihan harta tersebut tidak sampai ke tangan mereka, maka gudang ini akan mereka bakar beserta para sandera.
Setelah mengatakan semuanya, Tasya segera menutup telephonenya, mereka tertawa terbahak-bahak, karena sebentar lagi mereka akan kaya raya.
__ADS_1
Kakek menelephone pengacara untuk menyiapkan semua yang diminta oleh Tasya, lalu beliau menelephone supir kantor agar mengantarkan dirinya ke tempat Bayu dan Shinta di sekap.
Sebelumnya Kakek sudah mengirim pesan kepada Faridz, jadi mereka bisa bersiap siaga menunggu kedatangan Kakek beserta pengacaranya.
Sebelum Kakek datang, satu orang penjaga pergi mengambil bensin, mereka diperintahkan oleh Tasya untuk bersiap, apabila surat pengalihan atas harta tersebut sudah sampai ketangannya, Tasya akan membakar gudang itu bersama semua Sandra dan juga Kakek Hakim.
Persiapan sudah matang tinggal menunggu Kakek Hakim datang, tapi sebelum itu Fika mengingatkan Mamanya agar menunggu Firza kembali.
"Ma, Sebaiknya kita tunggu Papa saja, bukankah surat pengalihannya di buat atas nama Papa?" ucap Fika.
"Enak saja, surat itu di buat atas nama Mama, kenapa kita musti menunggu si pemabuk bodoh itu kembali. Dia suami tidak berguna bisanya cuma menyusahkanku saja," ucap Tasya menghina Firza.
"Tapi Mah, dia kan Papaku, Mama jangan begitu dong sama Papa?" ucap Fika.
"Terserah kamulah, yang penting Mama harus mendapatkannya sekarang, Mama tidak mau gagal!" ucap Tasya.
Mobil yang membawa Kakek sudah sampai di pinggiran hutan, di sana Beliau melihat motor Bayu, lalu beliau menelephone nomor Tasya untuk memastikan di mana tempat yang sudah di janjikan.
Salah satu penjaga pun diperintahkan oleh Tasya untuk datang menjemput Kakek sembari memastikan Kakek datang hanya bersama pengacaranya saja.
Mereka lalu di bawa ke dalam gudang untuk bertemu Tasya dan juga Fika. Saat Kakek memasuki gudang tua itu, beliau melihat Bayu, Shinta dan yang lain ada di sana.
Tasya tidak mau berlama-lama, dia takut suaminya akan kembali dan mengambil alih semua harta atas nama Firza.
Kemudian dia meminta pengacara kakek Hakim untuk menyerahkan surat menyurat yang sudah di tandatangani itu. Namun sebelumnya Kakek berkata, "Lepaskan dulu mereka barulah aku akan menyerahkan surat ini," ucap Kakek.
Tasya berteriak memanggil dua orang penjaga agar masuk ke dalam dan membuka ikatan mereka supaya pertukaran segera bisa di lakukan.
Saat penjaga di luar tinggal empat orang, Faridz beserta anak buahnya dan juga polisi berbagi tugas untuk memancing mereka supaya terpisah, lalu mulai melumpuhkan satu persatu.
Keempat pengawal tersebut pun roboh, mereka pingsan dan tangannya di borgol bersama dahan pohon.
Bersambung.....
__ADS_1
Apakah Faridz dan polisi bisa menyelamatkan keluarga Hakim Pradana? ikuti terus ceritanya ya guys....
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya, vote, like coment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏🙏🙏