
Suara motor Bayu memecahkan kesunyian malam menjelang pagi di jalanan kota, Bayu bingung harus mulai mencari Shinta darimana.
Bayu menyusuri jalanan melihat pedagang-pedagang kaki lima yang masih menunggui dagangannya, kemudian memutari taman kota berharap menemukan Shinta disana.
Setelah memutar sampai berkali-kali, Bayu teringat Irfan, siapa tahu Shinta pergi menemui Irfan, namun ia bingung karena tidak mempunyai nomor kontak dan juga tidak mengetahui alamat Irfan.
Kemudian Bayu menelepon Kakek ingin menanyakan alamat Irfan atau alamat orang tuanya, berharap Kakek tahu hingga mempermudah Bayu untuk melakukan pencarian.
Kakek tidak tahu alamat Irfan tapi asisten Faridz tahu alamat orangtuanya, Kakek meminta Bayu agar langsung menanyakannya kepada Faridz.
Bayu segera menghubungi Faridz untuk menanyakan alamat orangtua Irfan, setelah mendapatkan alamatnya Bayupun segera melajukan motornya ke alamat tersebut.
Asisten Faridz bermaksud membantu, ia ingin menyusul Bayu, namun Bayu mengatakan tidak usah menyusulnya karena pagi nanti ada pertemuan dengan klien penting. Jika Bayu belum menemukan Shinta dan tidak bisa datang ke kantor, ia meminta Faridz untuk mewakili dirinya menemui klien tersebut.
Faridz tahu saat ini yang terpenting adalah menemukan Shinta, kehilangan satu klien penting tidak akan berpengaruh besar terhadap perusahaan Kakek Hakim makanya ia bermaksud membantu Bayu.
Namun Bayu berjanji akan menemukan Shinta tanpa mengabaikan urusan perusahaan makanya ia meminta Faridz untuk tetap fokus menemui klien.
Faridz tidak berani membantah omongan Bayu lagi, ia yakin keseriusan dan tanggung jawab Bayu dalam menghadapi setiap masalah pasti akan membuatnya mampu membawa kesuksesan perusahaan untuk kedepannya.
Dan Faridz yakin Bayu pasti bisa menemukan Shinta karena ia melihat Bayu memiliki perhatian lebih terhadap gadis itu.
Bayu memperhatikan sekitar rumah orang tua Irfan namun ia tidak menemukan tanda-tanda ada Shinta di sana, sampai security disana curiga jika Bayu berniat jahat di rumah tersebut.
Security berjalan menghampiri Bayu, namun ia tetap tenang menghadapinya. Ia malah ingin menanyakan keberadaan Shinta, siapa tahu security itu bisa memberikan info tentang Shinta.
Namun sayang, security itu bilang jika tuannya sedang tidak ada di tempat, mereka sedang ke luar kota dan Irfan tidak pulang sudah sekitar satu minggu, ia menginap di apartemennya.
__ADS_1
Lalu Bayu mencoba meminta alamat Irfan, awalnya security itu ragu untuk memberitahukan alamat Irfan kepada Bayu, namun saat Bayu mengatakan sedang mencari adik gadisnya, ia pun merasa iba.
Ia tahu jika Irfan suka mempermainkan para gadis termasuk adik kandungnya sendiri yang pernah mendapatkan pelecehan dari Irfan dan sekarang gila serta harus di rawat di rumah sakit jiwa.
Namun ia hanya orang kecil yang tidak mampu melawan kekuasaan yang orang tua Irfan miliki. Irfan mengancam jika sampai berita itu tersebar maka dia akan menghancurkan seluruh keluarganya dan akan melenyapkan adik gadisnya itu.
Sembari mengingat kejadian yang menimpa adiknya, security itu akhirnya memberikan alamat apartemen Irfan, ia tidak ingin gadis yang sedang di cari oleh Bayu mengalami nasib yang sama seperti adiknya.
Bayu mengucapkan terimakasih kepada security tersebut, lalu ia meninggalkan tempat itu berharap bisa menemukan Shinta di apartemen Irfan.
Hari sudah menjelang pagi, namun ia belum juga menemukan Shinta, Bayu terus melajukan motornya menuju alamat Irfan. Ketika sampai disana ia dihadang oleh security yang menjaga apartemen Irfan, kemudian Bayu menjelaskan maksud kedatangannya.
Security yang mendengar Bayu mencari seorang gadis, lalu bertanya tentang ciri-cirinya. Bayu heran kenapa security itu bertanya demikian, lalu ia berpikir mungkinkah benar Shinta menginap di sana.
Hati Bayu resah, ia tidak rela jika benar Shinta menginap bersama Irfan, hatinya berontak, marah, dan merasa kecewa, padahal ia tahu bahwa dirinya tidak memiliki hubungan dan juga tidak berhak atas diri Shinta.
Security tersebut menjelaskan, jika tadi sekitar dua jam yang lalu ada gadis yang ciri-cirinya sama seperti yang Bayu sebutkan datang ke sana.
Bayu yang merasa cemas dan penasaran sembari mengepalkan kedua tangannya, lalu mendesak security tersebut, menanyakan keberadaan Irfan dan Shinta ada di kamar nomor berapa mereka sekarang.
Security itu tersenyum lalu melanjutkan perkataannya,"Jangan cemas anak muda, gadis itu pergi karena tuan Irfan sedang tidak ada di tempat."
Ucapan security itu membuat hati Irfan yang tadinya panas nyaris seperti tersiram air es. Ia lega walaupun belum menemukan Shinta, setidaknya kini ia tahu bahwa Shinta tidak menginap dengan Irfan.
Seraya tersenyum lega, Bayu kembali bertanya kepada security itu, kemana arah Shinta pergi. Lalu security tersebut memberi tahu jika Shinta pergi sambil menangis menuju taman yang tidak jauh dari apartemen itu.
Setelah mendapatkan petunjuk tentang arah kepergian Shinta dan mengucapkan terimakasih, Bayupun segera melajukan motornya menuju taman tersebut.
__ADS_1
Bayu memasuki taman yang begitu sepi karena jam ditangannya masih menunjukkan pukul empat pagi, ia terus melajukan motornya perlahan menyusuri taman tersebut sembari matanya celingukan mencari keberadaan Shinta.
Pandangan Bayu terhenti pada sebuah motor yang terpakir di tengah taman, ia turun dari motornya dan mendekati motor tersebut. Ternyata benar nomor plat sepeda motor itu sangat dikenalnya yaitu motor milik Shinta, sebab ia hapal nomor tersebut saat ia pernah meminjamnya dulu ketika Bayu kehilangan sepeda motornya.
Bayu senang akhirnya ia menemukan jejak Shinta namun ia masih cemas karena tidak melihat sosok Shinta disana.
Kemudian Bayu mengelilingi taman, setiap tempat duduk yang ada disana tidak luput dari pandangannya, namun Shinta tetap saja tidak terlihat.
Bayu semakin panik, sambil berteriak memanggil Shinta iapun berlari kembali memutari taman yang cukup luas itu.
Bayu lelah, ia berhenti sejenak untuk mengatur napas dan perasaan hatinya, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah pohon rindang yang memiliki batang pohon yang sangat besar, yang tidak bisa dipeluk oleh tangan orang dewasa karena saking besarnya, ia melihat sesosok tubuh duduk dan bersandar di sana sepertinya sedang tertidur.
Harapan Bayu kembali muncul, ia sangat berharap jika itu adalah Shinta. Bayu segera berlari mendekati sosok tubuh yang ia lihat dan ternyata benar, Shinta tertidur sembari memeluk lututnya.
Bayu perlahan mendekati Shinta, kemudian ia membuka jaketnya, menyelimutkan ke tubuh Shinta yang terlihat pucat karena kedinginan.
Bayu tidak ingin membangunkan Shinta, lalu ia berjalan sedikit menjauh, Bayu ingin menelephone Kakek, memberitahu tentang Shinta yang sudah ia temukan.
Kakek sangat senang mendengar Shinta telah ditemukan, tidak sia-sia ia percaya kepada pemuda itu dan Kakek kini semakin yakin bahwa Bayu memang pemuda yang tepat untuk menjadi calon suami bagi cucunya.
Bersambung.......
Bagaimanakah reaksi Shinta, saat ia terbangun dan melihat Bayu ada disana bersama dirinya? ikuti terus kelanjutan ceritanya ya guys.....ππ, jangan lupa follow akun author agar setiap author update atau menerbitkan karya baru para pembaca segera tahu.
π» Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys... vote, like comment dan rate bintang limanyaπππ
π» Keberhasilan kami menghasilkan karya yang baik juga berkat dukungan, kritik maupun saran dari pembaca semua. Terimakasih atas semua dukungannya saya tunggu dukungan selanjutnya ya.....π
__ADS_1
π» Mohon dukungannya juga ya guys, dalam karya author yang lain yang berjudul TERIKAT CINTA LAIN, nggak kalah seru lho ceritanya, sudah update sampai dengan episode 89. Terimakasih πππ