
"Hai bos! jangan melamun," tegur Faridz.
"Aku bingung Ridz, bagaimana aku mau memenuhi permintaan Kakek, jika Shinta tetap bersikap seperti tadi. Jangankan bertemu kedua orang tua ku, pergi bersamaku saja mungkin dia tidak mau," ucap Bayu pesimis.
"Belum di coba, jangan menyerah bos! siapa tahu dia berubah pikiran," dukung Faridz.
"Baiklah Ridz, nanti sore aku coba," ucap Bayu.
"Semangat, perjuangkan cinta, dia sudah menjadi milik bos jadi miliki juga cintanya. Pasti bos bisa menaklukkan hati Nyonya," ucap Faridz lagi.
Bayu pun mengangguk, walau ia belum sepenuhnya yakin bisa meluluhkan hati Shinta.
Keduanya asyik mengobrol dalam perjalanan hingga tak terasa mereka sudah tiba di parkiran hotel tempat klien menginap, dengan langkah pasti, Bayu dan Faridz menuju lobi hotel seperti yang mereka sepakati.
Ternyata mereka datang lebih awal dari waktu yang di janjikan, hingga mereka harus menunggu untuk beberapa saat sampai klien tersebut datang ke lobi hotel.
Setelah bertemu, Bayu segera meminta maaf atas pengunduran waktu pertemuan, syukurnya klien Bayu bisa mengerti dan mereka akhirnya mencapai kata sepakat untuk bekerjasama.
Bayu dan Faridz kembali ke kantor karena dia ingin mengambil motornya yang kemaren baru diambil dari parkiran apartemen irfan.
Rencananya Bayu ingin mengajak Shinta menemui Ayah dan ibu naik motor saja, soalnya Bayu tidak ingin merepotkan Faridz maupun sopir kantor lagi. Mereka juga butuh istirahat, berkumpul dengan keluarga, tidak hanya melulu memikirkan pekerjaan.
Saat mereka tiba di kantor, Bayu mendapatkan telephone dari dealer bahwa mobil pesanan telah ready dan rencananya besok pagi Bayu akan mengajak Faridz ke dealer untuk menjemput mobil tersebut.
Bayu sudah bisa mengemudi tapi belum mahir, makanya untuk sementara Bayu akan merekrut seorang sopir pribadi yang akan mengantarnya kemanapun.
Setelah mengambil motornya, Bayu lalu melajukan ke arah rumah Kakek untuk menjemput sang istri. Setibanya di sana Bayu tidak melihat Kakek maupun Shinta, lalu Bayu menanyakan keberadaan Shinta kepada bibi.
Bibi mengatakan jika sejak pulang tadi Shinta tidak ada keluar kamar, bahkan minumnya saja harus di antar ke dalam. Lalu Bayu menanyakan keberadaan Kakek dan menurut Bibi baru saja Kakek masuk ke dalam kamarnya.
Bayu bingung harus bagaimana, apakah ia akan mengetuk kamar Shinta atau harus menunggu saja sampai Shinta keluar dari kamar.
Kemudian Bayu duduk sejenak di terus, namun akhirnya dia memutuskan untuk memanggil Shinta dengan mengetuk pintu kamarnya karena hari sudah semakin senja dan sebentar lagi waktu maghrib pun tiba.
Bayupun berjalan menuju kamar Shinta, lalu dia mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok...tok...tok.
Tidak ada tanggapan dari dalam, lalu Bayu mencoba mengetuknya lagi berharap Shinta akan membuka kamarnya.
Tok...tok...tok.
Terdengar bunyi derit pintu terbuka, muncullah Shinta dengan matanya yang sembab seperti habis menangis, kemudian dia berkata, "Ada apa hah! kamu jangan berharap aku akan ikut," ucap Shinta sembari menatap Bayu.
Kamu istriku, aku ingin kita meminta restu kepada orang tuaku. Kemaren aku sendiri hanya meminta restu lewat ponsel, karena kondisimu yang tidak memungkinkan aku untuk menunggu mereka datang menghadiri pernikahan kita.
Shinta masih saja acuh, ia tetap teguh dengan pendiriannya, lalu Bayu berkata, "Jika kamu tidak mau ikut, baiklah! Aku yang akan menginap disini bersamamu, "Ucap Bayu sambil melangkah masuk ke dalam kamar dengan melewati Shinta yang berdiri tepat di hadapannya.
Shinta berusaha mencegah tapi Bayu tidak peduli, ia terus menerobos masuk, melonggarkan dasinya lalu duduk di pinggiran kasur. Dia ingin membuka kemejanya tapi tiba-tiba Shinta berkata," stop! baiklah, aku akan ikut, tapi dengan syarat antar aku kembali kesini dan kamu jangan coba-coba tidur di kamarku," ucap Shinta.
Bayu tersenyum, usahanya untuk memaksa Shinta ikut, ternyata berhasil. Kemudian Bayu berkata, "Ayo buruan, ntar keburu maghrib," ajak Bayu.
"Kamu keluar dulu dong! aku kan tidak mungkin pergi ke rumahmu seperti ini, hanya memakai baju tidur," ucap Shinta sembari medorong Bayu keluar dari kamarnya.
"Kalau aku tidak masalah, walau kamu hanya memakai baju seperti itu, kamunya tetap cantik," goda Bayu.
Shinta mencebikkan bibir, lalu ia menutup pintu dan menguncinya, dia takut Bayu masuk lagi saat dirinya sedang berganti pakaian.
Beliau sejak tadi memperhatikan Bayu, tapi sengaja tidak ingin mendekat, Beliau ingin tahu apakah Bayu bisa membujuk Shinta. Jika Bayu tidak berhasil maka rencananya Kakek lah yang akan bertindak.
Melihat Kakek, Bayu langsung memberi salim dan mengatakan, "Aman Kek, Shinta sedang berganti pakaian, paling sebentar lagi juga keluar," ucap Bayu.
Kakek tersenyum lalu berkata, "Syukurlah, Kakek sudah menduga kamu pasti bisa mendapatkan cara untuk membawanya menemui orang tuamu," ucap Kakek.
"Bayu akan terus berusaha Kek, cepat atau lambat Shinta pasti bisa menerima Bayu."
Kakek mengangguk lalu berkata, "Kakek akan terus mendukungmu Nak, selamat berjuang! Kakek akan kembali ke kamar dan berpura-pura tidak tahu tentang rencanamu," ucap Kakek sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Shinta keluar dari kamar, seperti biasa dia hanya memakai celana jeans biru dan blouse berwarna senada serta menggunakan pasmina lepas untuk sekedar menutupi kepalanya.
Bayu tahu penampilan Shinta saat ini masih tidak baik untuk seorang muslim, dia masih menampakkan auratnya yang merupakan dosa besar bagi kaum wanita menurut hukum agama.
__ADS_1
Namun Bayu tidak mungkin merubahnya secara paksa, Inshaallah perlahan dia akan membuat Shinta menjadi wanita yang sholehah, hal ini merupakan salah satu tanggungjawabnya sebagai seorang suami.
Melihat Bayu hanya terdiam sembari memperhatikan penampilannya, Shinta pun berkata, "Kenapa kamu memperhatikan aku seperti itu? apakah kamu tidak suka aku berpakaian seperti ini?" tanya Shinta.
Bayu tersenyum lalu menjawab," Bukan tidak suka, tapi lebih suka jika melihatmu memakai gamis muslimah serta memakai hijab tanpa mengobral aurat, kamu pasti akan terlihat lebih cantik," ucap Bayu untuk menggambarkan penampilan yang lebih baik bagi seorang wanita.
Kemudian Bayu melanjutkan ucapannya, "Allah membedakan antara lelaki dan wanita, hal ini Allah tegaskan dalam (QS. Ali Imran : 36)
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى
...Artinya : “Lelaki itu tidak seperti wanita.” ...
Maksud ayat tersebut adalah perbedaan dalam hal berpakaian. Pakaian lelaki berbeda dengan pakaian wanita.
Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang memakai pakaian wanita dan sebaliknya.
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ
...“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki.” ...
...(HR. Ahmad 8309 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)....
Hukum memang tegas Shin, bagaimana pun aku harus mengatakannya kepadamu dan kepada semua orang, jadi yang terbaik bagi wanita adalah berpakaian lah layaknya sebagai seorang wanita dan janganlah meniru cara berpakaian kaum pria kalau tidak mau di laknad oleh Allah.
Shinta terdiam mendengar ucapan Bayu, dia tahu hukum agama harus di patuhi, tapi saat ini dia belum siap jika harus mengubah penampilannya.
Melihat Shinta terdiam Bayu pun berkata lagi, "Jika belum sanggup berubah sepenuhnya, berubahlah perlahan, misalkan mulailah menukar pemakaian celana jeans dengan memakai rok panjang, nanti di lanjutkan dengan merubah yang lain.
Shinta mengangguk, lalu dia mengatakan, "Ayo kita berangkat, aku tidak ingin kemalaman kembali kesini, soalnya besok aku ada jam kuliah pagi," ucapnya.
"Ayo! tapi kita berpamitan dulu ya kepada Kakek," ucap Bayu.
Keduanya berjalan menuju ke kamar Kakek, lalu Shinta mengetuknya beberapa kali. Saat Shinta ingin mengetuk lagi terdengar suara pintu terbuka dan Kakek berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
Lalu Shinta dan Bayu pun berpamitan dengan Kakek, kakek melepas kepergian cucunya dengan senyum dan doa, berdoa untuk kebahagiaan keduanya."
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys.... vote, like, sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya. 🙏🙏🙏