
Sesuai janji dengan pihak developer, sore ini Bayu dan Faridz akan menemui mereka untuk menyelesaikan masalah surat menyurat pembelian rumah Bayu.
Mereka berangkat menggunakan motor untuk menghindari kemacetan di sore hari. Kali ini Faridz yang membonceng Bayu, karena Bayu belum mahir mengendarai motor besar.
Hanya membutuhkan waktu setengah jam, merekapun sampai di tempat tujuan, Faridz langsung mengajak Bayu naik ke lantai dua untuk menyelesaikan urusannya.
Pihak developer sudah menunggu di sana, lalu Bayu membaca dan menandatangani berkas-berkas yang mereka sodorkan, setelah itu pihak developer menjabat tangan Bayu dan Faridz, sembari mengucapkan terimakasih karena telah percaya terhadap pelayanan mereka.
Surat kepemilikan rumah sudah ada ditangan Bayu kini tinggal belajar mengendarai mobil karena pihak dealer sudah menghubungi bahwa satu minggu lagi, unit mobil yang di pesan bakal ready.
Faridz mengantar Bayu ke tempat kursus menyetir, di sana Bayu akan di ajari menyetir hingga mahir, semua biaya sudah di bayar kakek via transfer.
Semuanya ternyata sudah dipikirkan oleh Kakek, mulai besok pulang dari kantor Bayu sudah harus datang ke tempat kursus.
Saat mereka keluar dari tempat kursus, Faridz mendapat telephone dari kakek, kakek menanyakan apakah semua urusan sudah beres.
Faridzpun menjelaskan semuanya, hingga membuat Kakek tenang dan Kakek meminta Faridz agar mengatakan kepada Bayu untuk segera menempati rumahnya, menurut beliau tidak baik rumah dibiarkan kosong tanpa penghuni.
Bayu yang mendengar hal itu lalu meminta ponsel Faridz, ia ingin berterimakasih langsung atas semua yang telah Kakek lakukan untuknya.
Semua urusan telah selesai, Faridz memutuskan untuk kembali ke rumahnya dengan menggunakan ojek online, sedangkan ia menyarankan agar Bayu langsung saja pulang sebab hari sudah senja.
Bayupun mengikuti saran Faridz, walaupun belum mahir ia mencoba perlahan menjalankan motornya, ternyata caranya hampir sama dengan sepeda motornya yang dulu, yang membedakannya hanya pada body dan cc nya yang besar.
Akhirnya Bayu sampai juga di rumah, ayah dan ibu sudah menunggu kepulangannya. Setelah mengucap salam, Bayu langsung menuju kamar untuk meletakkan tas kerja, lalu mengambil handuk dan pergi mandi.
Rasa lelah Bayupun hilang setelah mandi dan melaksanakan sholat maghrib, Bayu segera menyusul orang tuanya di ruang makan. Mereka menikmati masakan ibu dengan sangat lahap hingga masakan ibu nyaris tak bersisa.
__ADS_1
Setelah membantu ibu membereskan meja, Bayu segera menyusul Ayahnya yang duduk di ruang keluarga, Bayu ingin membicarakan tentang kepindahan mereka.
Kemudian Bayu bertanya kepada sang Ayah,"Ayah, bagaimana keputusannya, Bayu berharap Ayah dan Ibu mau tinggal bersama Bayu di rumah pemberian Kakek, biarlah Bayu yang bekerja Yah, sudah saatnya ayah istirahat, kini giliran Bayu yang akan membahagiakan kalian", ucap Bayu kepada sang Ayah.
Kemudian ibu yang baru datang pun menimpali,"Ia Yah, kasihan Bayu jika harus tinggal sendiri di sana, ibu juga ingin tetap mendampingi Bayu, sampai ia memiliki istri yang bisa mengurus semua kebutuhannya", ucap ibu.
"Tapi Ayah terbiasa bekerja nak, jika nanti disana Ayah tidak melakukan apa-apa mungkin tidak enak bahkan Ayah bisa sakit", ucap Ayah.
"Begini saja Yah, nanti kita pikirkan kegiatan apa yang Ayah bisa lakukan di sana, jika tidak ada yang bisa Ayah kerjakan di sana Bayu janji akan mengantar Ayah ke ladang setiap pagi dan menjemput Ayah sore hari", janji Bayu agar Ayah setuju ikut pindah.
"Iya yah, kita coba dulu ikut Bayu, jika tidak betah disana kita akan kembali lagi kesini dan meminta Bayu segera mencari pendamping agar ada yang menemani dan mengurusnya dirinya", jawab ibu sambil tersenyum melihat ke arah Bayu.
"Ah Ibu, Bayu kan masih ingin bermanja sama ibu lagipula jika Bayu sudah menikah nanti, Bayu tetap ingin Ibu dan Ayah tinggal bersama kami, melihat dan bermain dengan anak-anak Bayu", ucap Bayu lagi.
"Baiklah Nak kapan kita akan pindah?", tanya Ayah.
"Lusa kan hari minggu dan Bayu libur ngantor, jadi kita bisa mulai beresin barang-barang ya Yah", ajak Bayu.
"Ayah-Ibu, Bayu mau istirahat dulu ya?!, soalnya besok Bayu harus berangkat pagi ke kantor", pamit Bayu.
"Pergilah Nak, Ayah dan Ibu juga akan beristirahat", ucap Ayah.
Kemudian mereka semua kembali ke kamar untuk beristirahat.
Sementara di keluarga FIRZA, Fika sedang berusaha menelephone Irfan, ia mendapatkan nomor ponsel Irfan dari ibu pemilik cafe saat tadi siang ia kesana mencari Irfan. Ibu pemilik cafe bilang sejak pagi tidak melihat Irfan datang.
Lalu Fika mengaku sebagai pacar baru Irfan hingga ibu pemilik cafe mau memberikan nomor ponselnya kepada Fika.
__ADS_1
Panggilan Fika pun terhubung, di sana Irfan bertanya siapa orang asing yang berani menelephonenya malam-malam begini.
Mendengar perkataan bayu, Fika tertawa sembari menjawab,"Aku bukan orang asing lho sayang, aku calon istri kamu", jawab Fika dengan pede.
Irfan yang mendengar jawaban seperti itu segera ingat, wanita yang tergila-gila kepadanya dan sering menyebut dirinya sebagai calon istri hanyalah Fika. Kemudian Bayu bertanya,"Ada keperluan apa hingga kamu menelephone aku malam-malam hah!?", ucap Irfan marah.
Kemudian dengan santainya Fika menjawab,"Ayo kita ketemuan, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, masalah tempat terserah, kamu aja yang tentuin, ada hal penting yang harus aku bicarakan, menyangkut Shinta dan Bayu", ucap Fika.
"Sudah! kamu tidak usah membual, itukan cuma trik kamu supaya bisa menemuiku", ucap Irfan kesal.
"Jika kamu tidak percaya, ini aku kirimkan foto apa yang telah Bayu lakukan dan dapatkan saat ini. Bagaimana nasibmu kelak jika semua harta Kakek Hakim sudah di tangan Bayu, toh percuma juga jika kamu menikahi Shinta dan tidak akan mendapatkan apapun."
Fika mengirimkan foto sepeda motor Bayu dan foto Bayu yang sedang duduk di kursi kerjanya dengan menghadapi laptop memeriksa laporan keuangan perusahaan.
Irfan yang sudah mengetahui kedua hal itupun tertawa, lalu ia berkata,"Kamu pikir aku bodoh, aku duluan tahu lagi daripada kamu", jawab Irfan.
"Syukurlah jika kamu sudah tahu, jadi aku tidak susah lagi memberikan penjelasan, kita tinggal membuat kesepakatan saja", ucap Fika.
"Baiklah, temui aku besok siang di cafe tempatku biasa nongkrong, awas jika tawaranmu tidak membuatku tertarik, jangan harap lagi kamu bisa menemuiku", ancam Irfan.
Fika tertawa senang sembari berkata," Kamu pasti tertarik, karena apa yang akan aku tawarkan sangat menguntungkanmu", ucap Fika.
Sebelum Fika melanjutkan ucapannya, Irfan sudah mematikan ponselnya. Fika kesal kemudian ia berkata," Awas kamu Irfan, setelah semua dalam genggamanku, kamu pasti akan bertekuk lutut, memohon untuk menjadi kekasihku", monolognya dengan nada sombong.
Bersambung......
Kesepakatan apakah yang akan ditawarkan oleh Fika? ikuti terus ceritanya ya guys dalam episode selanjutnya.... ππ
__ADS_1
π»Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys ....vote, like, comment dan rate bintang limanya. Terimakasih ππ
π» Maaf ya para pembaca kesayangan author malam ini telat update karena ada keperluan yang tidak bisa di tunda. πππ