
Faridz sudah tiba di rumah sakit dengan membawa seorang Kiyai dan mereka langsung menemui Kakek.
Kakek yang melihat pak Kiyai tiba, segera menjelaskan semua kejadian yang menimpa cucunya hingga membuat dirinya memutuskan akan segera menikahkannya tanpa mengurus prosedur surat menyurat terlebih dahulu.
Sang kiyai pun paham dengan maksud Kakek, kemudian beliau segera meminta Bayu untuk bersiap, ia mengajarkan lafaz ijab qobul beberapa kali kepada Bayu sampai Bayu bisa mengucapkannya dengan benar.
Kakek Hakim sendiri yang akan menjadi wali Shinta dalam pernikahan, sementara saksinya adalah Faridz dan dokter yang menangani pengobatan Shinta.
Mereka kemudian masuk ke ruangan Shinta, Kakek meminta tolong dua orang perawat untuk menjaga Shinta, sementara Bayu menelephone kedua orang tuanya untuk menjelaskan keadaan Shinta dan pernikahan dadakan yang harus segera ia lakukan.
Sebenarnya Bayu ingin sekali mereka hadir, namun kondisi Shinta yang darurat tidak memungkinkan lagi untuk menunggu. Akhirnya Bayu hanya bisa meminta restu kepada kedua orangtuanya.
Ayah dan ibu ikhlas, mereka mendoakan agar proses pernikahan berjalan lancar dan mendoakan kebahagiaan untuk rumah tangga Bayu nantinya.
Mendengar Bayu akan mengakhiri percakapan dengan orangtuanya, Kakek pun mendekat, beliau ingin berbicara kepada calon besannya.
Bayu segera memberikan ponselnya kepada kakek, dan yang bisa kakek sampaikan kepada orangtua Bayu hanyalah permintaan maaf. Beliau berjanji, akan menyatukan keduanya dalam ikatan pernikahan yang diakui negara setelah bisa menyadarkan Shinta bahwa Bayu adalah suami yang terbaik baginya.
Setelah berbicara dan meminta izin kepada besannya, kakek mempersilakan pak kiyai untuk segera memulai acara.
Bayu saat ini sudah duduk berhadapan dengan Kakek, kedua saksi duduk dibelakang mereka dan dengan bimbingan pak kiyai proses ijab qobul pun dimulai.
Kemudian Kakek menjabat tangan Bayu sembari berucap,"Saya nikahkan engkau ananda Bayu Anggoro bin Arif dengan ananda Shinta Zhafira binti almarhum Hardian Pradana dengan mas kawin cincin emas dibayar tunai."
Bayu pun langsung menjawab dengan satu kali tarikan nafas, "Saya terima nikahnya Shinta Zhafira binti almarhum Hardian Pradana dengan mas kawin cincin emas dibayar tunai."
Kemudian pak Kiyai berkata,"Bagaimana para saksi, apakah sudah sah dan memenuhi ketentuan syari'at?"
Kedua saksi pun menjawab, "Sah", disusul ucapan sah oleh yang lainnya.
__ADS_1
Semua yang hadir pun mengucap Alhamdulillah, acara ijab qobul pun ditutup dengan pembacaan do'a yang dibacakan oleh pak Kiyai.
Setelah acara selesai Bayu menyalami semua yang hadir disana, mengucapkan terimakasih lalu meminta izin kepada Kakek untuk membawa Shinta pergi dari rumah sakit.
Kakek menghampiri Shinta, mencium keningnya sembari mendoakan kebahagian untuknya, lalu beliau memeluk Bayu dan berkata,"Pergilah Nak, bawalah istrimu, Kakek serahkan semua tanggungjawab ini kepadamu. Semoga kebahagiaan akan selalu menyertai rumah tangga kalian."
Bayu mengaminkan ucapan Kakek, lalu dengan perasaan khawatir ia menggendong Shinta yang masih dalam kondisi sama, ia akan membawa Shinta ke sebuah penginapan yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit.
Faridz berlari menuju ke parkiran, membukakan pintu mobilnya untuk Bayu, lalu ia sendiri yang akan mengantar Bayu ke tempat yang diinginkan.
Bayu meminta Faridz secepatnya mengemudikan mobilnya karena dia sudah kuwalahan menghadapi sikap Shinta yang terus meronta.
Merekan pun tiba di penginapan sederhana, Faridz mengurus administrasi lalu mengantarkan bosnya ke kamar yang di tunjukkan oleh pelayan penginapan, setelah itu Faridz berniat kembali ke rumah sakit untuk menemui Kakek.
Bayu merebahkan sang istri di kasur yang ada di kamar itu, ia berencana ke toilet ingin membersihkan diri namun tidak diberi kesempatan oleh Shinta.
Kembali dia membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya, tanpa tersisa sehelai pun, hingga terlihatlah pemandangan indah di sana, pemandangan yang belum pernah Bayu lihat seumur hidupnya.
Bayu yang belum berpengalaman dengan wanita merasa canggung, namun ia tidak memungkiri, pemandangan indah di depan matanya tidak hanya membuatnya menelan saliva namun membuat juniornya meronta.
Kejantanan Bayu tertantang saat istrinya bertindak lebih agresif, dia menikmati setiap ciuman yang diberikan oleh Shinta dan membalasnya dengan ciuman yang lebih panas hingga membuat Shinta semakin menggila.
Lenguhan Shinta terdengar merdu di telinga Bayu hingga membuatnya semakin bersemangat untuk membobol benteng pertahanan Shinta.
Akhirnya kedua insan itu tenggelam dalam pertempuran panas, penyatuan demi penyatuan yang sah pun terjadi, walau negara belum mengakui mereka sebagai pasangan suami istri.
Kegiatan suami istri yang telah mereka lakukan membuat Shinta kelelahan dan tertidur, Bayu yang sebenarnya juga lelah, memaksakan diri bangkit menuju toilet untuk membersihkan dirinya, menghilangkan sisa-sisa penyatuan mereka.
Sebenarnya Bayu ingin memandikan Shinta, agar tubuhnya fresh namun dia tidak tega membangunkannya. Bayu hanya berharap saat Shinta terbangun, pengaruh obat perangsang itu sudah hilang.
__ADS_1
Kemudian Bayu menyelimuti tubuh Shinta, merebahkan diri di sampingnya sembari memandang wajah sang istri yang tertidur seperti seorang bayi.
Pikiran Bayu menerawang, timbul perasaan takut di hatinya dengan reaksi Shinta nanti, saat dirinya terbangun dan mengetahui bahwa dia tidak gadis lagi melainkan telah menjadi seorang istri dari orang yang pernah di tolaknya.
Rasa lelah akhirnya membuat Bayu tertidur dan bermimpi, Shinta datang memakai gaun pengantin yang sangat indah, menghampiri Bayu dan menggandeng tangannya mengajak masuk ke dalam rumah kediaman Bayu.
Bayu terbangun saat tangan Shinta memeluk dirinya. Bayu pun tersenyum, dia berharap suatu saat mimpinya akan menjadi kenyataan. Kemudian dia berusaha kembali memejamkan matanya sembari membalas pelukan sang istri.
Sementara Kakek Hakim yang telah kembali kerumah di antar oleh Faridz, kini beliau merasa kesepian, namun beliau bahagia cucunya telah berada di bawah tanggung jawab pemuda yang sangat baik.
Beliau kemudian masuk kedalam kamar untuk beristirahat setelah memberi perintah kepada asisten rumah tangga, besok mereka harus mempersiapkan makanan lebih awal, karena beliau yakin Shinta dan Bayu pasti akan pulang ke rumah.
Bagaimana sekarang dengan nasib Irfan yang telah berada di dalam sel, apakah ia akan menyesali perbuatannya atau malah merasa dendam terhadap Bayu dan Kakek Hakim yang telah memberikan perintah kepada Faridz untuk memasukkannya ke dalam penjara.
Ternyata tinggal di balik terali besi tidak membuat Irfan menyesali perbuatannya, dia masih saja bersikap arogan, dia dengan angkuh mengancam pihak kepolisian bahwa setelah papa nya nanti datang untuk membebaskannya, mereka akan menanggung akibat karena telah berani memasukkannya ke dalam sel tahanan.
Kemudian Irfan memberikan nomor ponsel seorang pengacara kepada sipir penjara, dia ingin pengacara tersebut mengatur kebebasannya bagaimanapun caranya dan berapapun biayanya pasti orang tua Irfan akan sanggup membayar.
Kabar Irfan berada di dalam sel telah menyebar dan sampai ke telinga orangtuanya. Mereka sangat marah dan datang ke kantor polisi bersama pengacara yang diminta irfan.
Sementara Kakek belum mengajukan tuntutan, ia ingin menunggu Bayu dan Shinta kembali. Sebenarnya kakek malas ribut, apalagi berseteru dengan papa nya Irfan. Namun Kakek juga tidak bisa membiarkan orang yang ingin menghancurkan kehormatan Shinta bebas berkeliaran tanpa mendapatkan hukuman.
Fika yang berada di kediaman Firza, berkali-kali menelephone Irfan namun tidak ada jawaban, dia marah kenapa setelah mendapatkan Shinta, Irfan melupakan dirinya, tidak memberi kabar.
Kemudian Fika membanting pintu kamar hingga membuat Tasya terkejut dan menegurnya, "Apa-apaan kamu Fika! membanting pintu seenak hatimu, kalau kamu punya masalah, selesaikan bukan dengan cara seperti itu, membuat Mama terkejut saja, untung mamamu ini tidak memiliki penyakit jantung," ucap Tasya sembari berlalu keluar rumah.
Bersambung......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...vote, like, comment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏😉
__ADS_1