MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
SALING TUDUH


__ADS_3

"Apa maksud Kakek, jadi benar aku sudah menikah dengan bayu?" tanya Shinta.


Kakek pun mengangguk, kemudian Beliau menceritakan alasan kenapa terpaksa mengambil keputusan untuk segera menikahkannya dengan Bayu tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dan tanpa mendaftar ke catatan sipil.


Mendengar jawaban sang Kakek, Shinta merasa tidak percaya tapi dia juga tidak mungkin menuduh Kakek yang berbohong. Kemudian Shinta pun berkata, "Tidak Kek! itu tidak mungkin. Pasti ada seseorang yang ingin memfitnah Irfan, dia tidak mungkin melakukan hal ini kepadaku. Dia sangat mencintaiku Kek!"


"Tapi kenyataannya apa? jika benar Irfan mencintaimu, pasti dia akan sabar menanti, tidak akan mempermalukanmu dan berjuang keras untuk mendapatkan restu dariku," ucap Kakek marah.


"Irfan tidak bersalah Kek, ini pasti sebuah jebakan soalnya sebelumnya aku bersama Fika, dia memberiku segelas jus jeruk dan berjanji akan mengantarku kepada Irfan, setelah itu aku merasa pusing dan akhirnya tidak ingat apapun lagi."


Mendengar penjelasan Shinta, Kakek, Bayu dan Faridz merasa terkejut, berarti dalang di balik kejadian ini adalah Fika.


Bayu menjadi ragu, apa mereka salah menuduh. Ada dua kemungkinan dalam hal ini, Fika dan Irfan bekerja sama untuk menjebak Shinta atau Fika memang ingin mengalihkan kejahatannya, hingga Irfan menjadi yang tertuduh.


Kemudian Bayu berkata, "Kita harus menyelidiki hal ini Kek, tapi kita harus bersiap mendapatkan tuntutan balik dari Irfan jika memang ini ulah Fika."


Baru saja Bayu selesai dengan ucapannya, ponsel Faridz pun berdering. Pihak kepolisian menelephonenya, mengatakan bahwa pihak Irfan menuntut mereka bahwa Irfan hanya korban, pengacaranya sudah membuat tuntutan.


"Tuh kan Kek, apa yang kukatakan benar. Kalian sih sembarangan saja menjebloskan dia ke penjara," ucap Shinta kesal sambil memandang ke arah Bayu.


Lalu Kakek berkata, "Sekarang kita harus mencari Fika. Ayo kalian semua ikut, kita akan ke rumah Firza," ajak Kakek Hakim.


Mereka pun bergegas berangkat ke rumah Firza, sesampainya di sana, Shinta berteriak memanggil Fika agar segera keluar menemuinya.


Tasya yang baru saja tiba di rumah begitu mendengar suara teriakan di luar merasa kesal, ia membuka pintu dan merasa terkejut, mengapa mereka berempat datang mencari putrinya.


Sebenarnya Tasya ingin marah terhadap Shinta yang seenak hati berteriak, namun begitu ia melihat Hakim Pradana berdiri di belakang Shinta, diapun mengurungkan niatnya lalu berkata, "Oh Kakak, kenapa datang ke sini tidak memberikan kabar dulu, kami, kan bisa bersiap menyediakan makan siang buat kalian," ucap Tasya yang ingin mencari muka di hadapan Hakim Pradana.


Shinta yang mendengar hal itu merasa jengah, lalu ia berkata, "Tidak perlu berbasa-basi Tan, mana putrimu, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polisi," ucap Shinta marah.

__ADS_1


"Kamu jangan ngomong sembarangan ya! memangnya apa yang telah putriku lakukan hingga dia harus berurusan dengan polisi," ucap Tasya marah karena telah menuduh putrinya.


"Fika harus menjelaskan kepada polisi bahwa dialah yang bersalah bukan Irfan!" ucap Shinta.


Firza dan Fika yang mendengar suara keributan pun segera keluar dari kamar dan mendekati Tasya. Sementara Fika begitu melihat Shinta berdiri di sana, wajahnya langsung pucat, dia menduga jika rencananya pasti gagal.


Shinta merasa tidak sabar, dia maju dan menarik rambut Fika sambil berteriak marah, "Apa yang kamu masukkan di dalam jus jeruk kemaren hah!"


Fika merasa kesakitan, ia berusaha melepaskan tangan Shinta dari rambutnya namun cengkraman Shinta terlalu kuat. Fika pun menangis hingga membuat Firza dan Tasya yang melihatnya murka dan hendak melayangkan pukulan kepada Shinta.


Sebelum tangan Firza dan Tasya menyentuh tubuh Shinta, Bayu bergerak menghalangi, hingga pukulan tersebut mengenai Bayu dan nyaris terjatuh jika tidak di tahan oleh Faridz.


Kakek yang melihat perkelahian itupun berteriak, "Hentikan! lepaskan cengkramanmu Shinta, biar polisi yang menangani semuanya, mereka sebentar lagi sampai!," ucap Kakek.


Bayu lalu mendekati Shinta dan berusaha melepaskan cengkraman tangannya pada rambut Fika sembari berkata, "Sabar Shin, kamu tidak boleh emosi nanti kamu sendiri yang rugi jika menyakiti dia," ucap Bayu.


Fika yang masih terisak sambil memegangi rambutnya kembali menangis saat melihat rambutnya banyak yang rontok akibat cengkeraman Shinta.


Dia hendak membalas, namun polisi tiba di sana dan segera memegang tangannya untuk di bawa ke kantor hendak di mintai keterangan karena Irfan telah menuntutnya sebagai pelaku yang memberi obat perangsang kepada Shinta dan telah menjebak Irfan hingga berusaha menodai Shinta.


Fika meronta sambil berteriak, "Aku tidak bersalah, Irfan lah pelakunya, jangan bawa aku Pak. Pa, Ma tolong, aku tidak mau di bawa ke kantor polisi, aku tidak melakukan apapun, tolong aku!," ucap Shinta memohon sembari berusaha melepaskan tangan pak Polisi yang memborgolnya.


Firza dan Tasya bingung, sebenarnya apa yang telah dilakukan putri mereka hingga bisa berurusan dengan polisi dan apa hubungannya semua ini dengan Shinta dan Irfan, lalu Firza bertanya kepada Kakaknya, Kakek Hakim lalu menceritakan semua kejadian yang telah menimpa Shinta akibat ulah Fika.


Tasya berteriak melihat polisi membawa putrinya pergi, lalu dia menangis memohon kepada Kakek agar melepaskan Fika, Tasya tidak mau jika Fika di penjara. Kemudian dia berlutut di kaki Kakek Hakim sembari terus memohon dan menangis.


Kakek diam, sebenarnya ia tidak tega melakukan hal ini terhadap keluarganya sendiri, namun mereka tetap harus di beri pelajaran walaupun perbuatan Fika akhirnya gagal dan malah menguntungkan baginya.


Beliau merasa diuntungkan, tidak usah susah payah memaksa Shinta untuk menikah dengan Bayu meskipun Shinta belum mau mengakui Bayu sebagai suami.

__ADS_1


Melihat Tasya masih berlutut di hadapan Hakim, Firza pun ikut memohon agar Hakim menolong Fika, dia memohon belas kasihan sang kakak dengan mengatakan Fika adalah hidup mereka seperti halnya Shinta yang menjadi harapan satu satunya bagi Hakim.


Shinta mendekati Kakeknya lalu berkata, "Jangan Kek, biarkan saja Fika merasakan hasil dari perbuatannya," ucap Shinta yang tidak ingin sang Kakek luluh dengan rayuan Firza dan istrinya.


Kakek Hakim lalu berkata, "Ayo, kita ke kantor polisi, lihat saja nanti bagaimana baiknya," ucap Kakek Hakim yang sepertinya benar tidak tega terhadap adiknya. Beliau memegang tangan Firza dan Tasya agar bangkit, jangan lagi berlutut di hadapannya.


Kemudian mereka berangkat ke kantor polisi, di sana orang tua Irfan dan pengacaranya sudah menunggu. Setelah mereka sampai, Papanya Irfan memandang sinis terutama kepada Faridz, karena Faridz lah yang telah menyerahkan putranya ke kantor polisi.


Papanya Irfan sudah mengepalkan kedua tangannya hendak memukul Faridz, dia merasa telah dipermalukan, nama baiknya pasti tercoreng jika sampai para koleganya mendengar berita ini apalagi bila terekspose oleh media.


Pengacara yang melihat kemarahan Papanya Irfan lalu menarik tangannya, agar beliau bersabar, dia tidak mau kecerobohan kliennya malah akan merugikan mereka.


Papanya Irfan pun sadar dia harus bisa mengontrol emosi karena tujuan utamanya belum tercapai, dia masih berharap putranya bisa menikah dengan Shinta bila kasus ini selesai.


Shinta kemudian menceritakan kepada pengacara awal kejadiannya sampai ia tidak ingat lagi setelah minum jus dari Fika lalu di bawanya ke apartemen Irfan.


Mendengar cerita Shinta pengacara pun tersenyum, hal ini jelas menguntungkan bagi kliennya hingga pengacara bisa menyimpulkan Irfan tidak bersalah.


Irfan cuma korban, korban dari perbuatan Fika dan korban dari rangsangan Shinta yang sedang dalam pengaruh obat.


Menurutnya laki-laki mana yang akan tahan jika sang wanita terus memohon minta dilayani, bahkan dengan kemauannya sendiri menunjukkan kemolekan tubuhnya.


Kakek, Bayu dan juga Faridz tidak bisa membantah karena ada benarnya apa yang dikatakan oleh sang pengacara.


Shinta merasa malu, ia menundukkan kepalanya, sebegitu parahkah pengaruh obat yang di berikan oleh Fika hingga dirinya bisa menjadi seorang wanita murahan yang memaksa laki-laki untuk melayani nafsunya.


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Apakah Irfan akan dibebaskan? dan apakah Kakek akan membiarkan keponakannya mendekam di penjara menggantikan Irfan? tunggu episode berikutnya ya guys....🙏😉


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2