
"Bodoh! kenapa pemuda itu bisa ada di sana!" ucap Papanya Irfan.
"Aku juga tidak tahu Pa! ada hubungan apa dia dengan keluarga gadis brengsek itu," bantah Irfan.
"Kamu harus cepat singkirkan keluarga itu sebelum mereka mempersulitmu untuk mendapatkan Shinta. Jika Shinta sampai tahu tentang gadis itu, rencana kita bakalan hancur," ucap Papa Irfan marah.
"Baik Pa, Papa tenang saja, pertama yang akan aku singkirkan adalah gadis gila itu, barulah keluarganya. Mereka akan menyesal kenapa mencoba mempersulit kita," ucap Irfan dengan sombongnya.
"Kamu yang bodoh, kenapa tidak cukup satu wanita, nafsumu saja yang kamu pikirkan tanpa mikir apa akibatnya. Kalau sudah begini siapa yang susah coba!," ucap Papanya lebih marah lagi.
"Maaf Pa, aku akan lebih hati-hati lagi. Kemaren itu aku tidak sengaja, aku mabuk, jadi kupikir gadis itu adalah Shinta, eh nyatanya bukan," ucap Irfan beralasan supaya Papanya tidak marah lagi.
"Sudah ayo kita pulang, kita pikirkan cara bagaimana agar Shinta tidak percaya dengan omongan pemuda itu. Pasti dia dan asisten keparat itu akan menyampaikan hal ini kepada Shinta dan Kakeknya," ucap Papa Irfan dengan khawatir.
"Iya Pa, gampang itu, saat ini juga aku akan menelephone Shinta untuk ngajak dia ketemuan. Aku akan buat dia percaya dan menentang omongan Bayu. Untungnya Shinta itu gadis bodoh yang mau saja aku perdayain," ucap Irfan dengan percaya diri.
"Bagus! kamu harus gerak cepat sebelum pemuda itu menemui Shinta!"
Irfan pun mengangguk, lalu dia mengambil ponselnya, mencari nomor kontak Shinta dan menelephonenya. Shinta yang sedang berada di kampus merasa senang mendapat telephone dari Irfan dan dia langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Sayang, "ucap Irfan saat panggilannya terhubung.
Shinta pun berkata, "Kemana saja kamu Fan, kenapa tidak menghubungiku sejak kejadian kemaren! apa kamu marah sama aku karena perbuatan Faridz dan Bayu?" tanya Shinta.
"Tidak lho Sayang, mana mungkin aku marah dengan calon istriku. Begini Yang ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu, bisa kita ketemuan-kan? biar aku jemput kamu," ucap Bayu.
"Tentu saja bisa, memangnya hal penting apa yang ingin kamu omongkan?" tanya Shinta yang merasa penasaran.
"Surprise tentunya, makanya aku tidak menghubungimu karena sedang mempersiapkan hal ini," ucap Irfan yang ingin membuat Shinta semakin penasaran.
"Ayo dong! jangan buat aku penasaran lho Fan."
"Sabar, ya sudah aku berangkat ke kampus ya!"
"Oke, aku tunggu kamu di tempat biasa ya!" ucap Shinta.
"Siip," jawab Irfan sembari menutup panggilannya.
Papa Irfan tersenyum saat Irfan selesai menelephone Shinta lalu beliau berkata,"Kamu memang anak Papa, perempuan mana yang tidak takluk denganmu. Kamu adalah duplikat Papa saat muda, ya sudah sana berangkat, jangan biarkan Shinta menunggumu terlalu lama," ucap sang Papa.
Irfan segera pamit dengan sang papa, lalu dia melajukan mobilnya ke arah kampus Shinta. Di sana Shinta sudah menunggu di tempat biasa mereka ketemuan.
Tidak berapa lama, terlihat Irfan datang dan memarkirkan mobil, lalu diapun masuk untuk bertemu Shinta. Kemudian mereka mencari tempat duduk agak di pojokan cafe, supaya mereka bisa ngobrol dengan leluasa.
__ADS_1
Shinta yang sudah tidak sabar segera bertanya, "Apa surprisenya Fan? ayo buruan dong?"
"Sabar lah Yang, aku pesan minum dulu agar kita lebih santai ngobrol nggak di ganggu oleh kedatangan pelayan lagi," ucap Irfan.
Kemudian Irfan memanggil seorang pelayan, lalu dia segera memesan dua gelas jus jeruk dan sepiring tempe mendoan. Irfan bertanya kepada Shinta apa masih ada tambahan pesanan lagi, Shinta pun menggeleng.
"Oh ya Shin, bagaimana kabar Kakek?" tanya Irfan yang pura-pura peduli.
"Kakek sehat kok Fan, kenapa tiba-tiba kamu menanyakan Kakek?" tanya Shinta.
"Begini Shin, rencananya lusa aku dan keluargaku ingin datang menemui Kakek, aku ingin meminangmu, agar kita bisa segera menikah, masalah kuliahmu aman kok, aku akan izinkan kamu tetap meneruskan kuliah," ucap Irfan.
Shinta terkejut, bagaimana dia harus mengatakan kepada Irfan bahwa dirinya telah menikah dengan Bayu. Melihat Shinta terkejut dan terdiam membuat Irfan penasaran, lalu diapun bertanya, "Kenapa diam Shin, apa kamu tidak senang jika aku melamarmu dan apa kamu tidak mau menikah denganku?" tanya Irfan heran.
"Bukan begitu Fan, aku senang jika bisa menjadi istrimu, tapi Fan!" Shinta tiba-tiba menghentikan ucapannya, dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Tapi apa Shin, apa karena Kakek? apa Kakek melarangmu berhubungan denganku?" tanya Irfan penasaran.
"Aku sudah menikah Fan!" ucap Shinta yang sontak membuat Irfan kaget dan membulatkan matanya.
"Apa kamu bilang! kenapa kamu membohongiku Shin! lantas kapan dan dengan siapa kamu menikah?" tanya Irfan marah sembari mencengkram lengan Shinta.
Shinta yang merasa kesakitan dan ketakutan pun, memohon agar Irfan melepaskan cengkramannya. Perlahan Irfan mulai melonggarkan cengkramannya dan kembali bertanya, "Ayo Shin katakan, kenapa kamu tega membohongiku!" bentaknya lagi.
Irfan yang mendengar bahwa suami Shinta adalah Bayu langsung berdiri, mengepalkan tangannya lalu menggebrak meja sembari berteriak mengumpat Bayu dengan menyebutnya sebagai manusia bangsat dan bajingan.
Hal ini membuat Shinta terkejut dan nyaris menangis, para pengunjung cafe semua memandang ke arah mereka, Shinta hanya bisa tertunduk dan akhirnya menetes juga air mata dari kedua matanya.
Irfan yang melihat Shinta menangis segera sadar, bahwa dia tidak boleh marah dan menakuti Shinta, rencananya nggak boleh gagal, bagaimanapun dia harus mencari cara agar Shinta bisa bercerai dengan Bayu, lalu Irfan perlahan menenangkan hati dan kembali duduk di bangkunya.
Shinta masih terisak, saat Irfan mengulurkan sebuah saputangan dan dia mengelap air mata yang membasahi pipi Shinta sembari berkata, "Maaf, maafkan aku Shin. Aku salah telah membuatmu menangis. Seharusnya aku tidak marah di depanmu karena ini semua bukan salahmu. Kalau saja saat itu kita melakukannya tidak mungkin Kakek akan menikahkanmu dengan Bayu, pastilah aku yang akan menjadi suamimu," ucap Irfan yang pura-pura merasa bersalah.
Shinta hanya terdiam, menurutnya omongan Irfan ada benarnya, tapi juga salah, jika saat itu mereka melakukannya tanpa ikatan pernikahan, hal itu tentunya melanggar norma agama dan melanggar prinsip hidup yang selama ini Shinta pertahankan.
Shinta selalu berprinsip zaman dan pergaulan boleh modern tapi dia akan tetap menjaga kesuciannya sampai ikatan pernikahan yang akan menghalalkan perbuatan tersebut.
Karena Shinta tahu hukum Zina seperti apa, berzina adalah salah satu dosa besar dalam Islam, bahkan bagi umat muslim yang melakukannya wajib dikenakan hukum rajam.
Tak cuma itu, perbuatan zina tidak hanya akan membahayakan pelakunya, namun juga keluarga dan masyarakat sekitar. Bahkan, kelak keturunan para pezina juga akan dizinai pula seperti halnya yang mereka lakukan terdahulu.
Firman Allah SWT tentang larangan mendekati Zina terdapat dalam Surat Al-Isra ayat 32:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
__ADS_1
...Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ...
...(QS. Al Isra: 32)...
Setelah merenung dan ingat akan hukum Zina, Shinta pun berkata, "Tidak Fan, aku tidak setuju dengan ucapanmu, walaupun mungkin dengan berbuat zina kita akan dinikahkan oleh Kakek tapi hukum Allah tetap berlaku. Aku tidak akan sanggup menanggung dosa seumur hidupku sampai ke anak keturunanku," ucap Shinta yang yakin dengan hukum Allah.
Irfan yang mendengar hal itu lalu berkata, "Jika begitu kamu senang menikah dengan Bayu!" ucap Irfan kembali marah.
"Aku tidak senang menikah dengan Bayu tapi aku juga patut berterima kasih kepada dia yang telah menyelamatkan ku," lanjut Shinta.
"Sekarang aku tanya sama kamu, kamu pilih aku atau Bayu," tanya Irfan yang ingin Shinta memilih.
"Kalau aku pilih kamu, apa kamu bisa menerima keadaanku sekarang dan berjanji tidak akan mengungkit masalah ini lagi," ucap Shinta.
"Ya! aku janji, aku bisa terima kamu dengan keadaanmu sekarang dan tidak akan mengungkit masalah itu lagi," jawab Irfan yang ingin meyakinkan Shinta bahwa dirinya sungguh mencintai Shinta.
"Jadi sesegera mungkin kamu harus minta cerai dari Bayu sebelum surat nikah kalian di proses baru setelah itu kita akan merencanakan pernikahan," ucap Irfan lagi.
"Tapi Fan, aku sudah pernah minta cerai dari Bayu dan Bayu berkata dengan tegas bahwa dia tidak akan menceraikan aku apapun alasannya," ucap Shinta.
"Kamu harus berusaha lebih keras lagi sampai ia membencimu dan setuju bercerai, itupun jika kamu memang sayang sama aku."
"Baiklah Fan, setelah ini aku akan langsung ke kantor untuk membicarakan perceraian kami," ucap Shinta yang sudah termakan omongan Irfan.
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys... vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya 🙏😉
🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam Karyaku TERIKAT CINTA LAIN dan DARINYA KU TAHU ARTI CINTA DAN KEHILANGAN ( Karya ini masih diikutkan lomba)
🌻 Terimakasih atas semua dukungan dan tips yang telah readers berikan kepada karya saya, semoga dukungan kalian berkah dunia dan akhirat. Aamiin...🙏🙏🙏
🌻 Silahkan favorit dan follow akun saya agar pembaca selalu tahu kapan saya update dan mempublis karya baru. 🙏😉
🌻 Ayo kepoin juga ya karya para sahabat saya yang pastinya karya mereka bagus dan nggak kalah seru lho....🙏🙏🙏
__ADS_1