MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
TAKDIR HIDUP BAYU MULAI BERUBAH


__ADS_3

Dua orang karyawan dealer mobil Mercy yang mereka datangi langsung menyambut dengan ramah saat Kakek dan Bayu sudah berada di depan pintu masuk.


Mereka langsung menawarkan aneka jenis mobil mercy yang ready maupun inden dengan menjelaskan keunggulannya masing-masing.


Kakek tidak ingin berlama-lama disana, maka beliau langsung menanyakan mercy keluaran terbaru. Karyawan dealer pun segera menunjukkan katalognya lalu menjelaskan kelebihannya namun mobil jenis ini harus inden terlebih dahulu.


Hal itu tidak menjadi masalah buat Kakek, sebab mobil itu ia beli untuk Bayu, toh Bayu harus belajar menyetir terlebih dahulu sembari menunggu mobilnya ready.


Akhirnya setelah melihat katalog dari beberapa mercy keluaran terbaru, inilah yang di pesan oleh Kakek. Harganya cukup fantastis, sekitar 1,78 miliar.



Bayu membulatkan matanya, ia tidak pernah membayangkan melihat uang sebanyak itu apalagi hanya untuk sekedar membeli sebuah mobil.


Kemudian karyawan yang menangani proses penjualan segera meminta data Kakek, namun Kakek tersenyum sembari tangannya mempersilakan karyawan tersebut untuk berurusan dengan Bayu.


Bayu sangat terkejut saat karyawan itu meminta kartun identitasnya, lalu ia memandang ke arah Kakek dan Kakek hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


Kemudian Bayu mengeluarkan dompet dari sakunya, mengambil KTP lalu menyerahkannya dan Kakek juga mengambil sebuah black card dari dompetnya, mengulurkan kepada karyawan tersebut agar segera di proses.


Proses pembelian pun selesai, bukti pembelian mereka serahkan kepada Kakek, lalu Kakek menyerahkan kepada Bayu agar menyimpannya.


Kini mereka bisa pulang dan tinggal menunggu pemberitahuan dari dealer saat unit telah ready.


Para karyawan dealer merasa senang bertransaksi dengan Kakek, tanpa banyak pertanyaan langsung bayar cash, senyuman mengembang di wajah mereka saat melepas kepergian Kakek dan Bayu dari sana.


Dengan rasa penasaran, saat tiba diluar Bayupun langsung bertanya kepada Kakek, mengapa mobil tersebut diatasnamakan dirinya, lalu Kakek menjawab," Itu adalah hadiah untukmu yang telah bersedia menjadi Dirut diperusahaan Hakim Pradana."


Bayu menolak secara halus namun Kakek tetap memaksa untuk menerimanya, menurut Kakek nggak mungkinkan Bayu sebagai Dirut dari perusahaan besar hanya memakai sepeda motor saat ke kantor sementara para karyawan di sana rata-rata menggunakan mobil mewah.


Akhirnya Bayu tidak bisa berkata-kata lagi, selain menerima pemberian Kakek. Namun yang mengganggu pikirannya sekarang adalah dirinya belum bisa menyetir dan juga mobil tidak akan bisa masuk ke dalam gang rumahnya, jadi menurutnya rasanya percumakan punya mobil.

__ADS_1


Kakek memandang wajah Bayu lalu beliau berkata," Jangan khawatir, kakek tahu apa yang kamu pikirkan", ucap Kakek sambil tersenyum.


Bayu semakin bingung menghadapi Kakek hingga batinnya berkata,"Apakah Kakek memiliki kemampuan membaca pikiran orang? hingga beliau tahu apa yang sedang ia pikirkan."


Tiba-tiba Kakek menepuk pundaknya, lalu berkata,


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan."


Kemudian kakek meminta Asisten pribadi Bayu untuk mencarikan nomor developer Griya Indah, beliau ingin membeli sebuah hunian mewah yang juga akan di berikan untuk Bayu dan keluarganya.


Setelah mendapatkan nomornya Kakek hakim segera menelpon sang developer dan meminta kirimkan foto unit rumah yang akan di belinya, lalu sang developer pun segera mengirimkan via WathsApp Kakek.



Beliau setuju dan meminta Asisten pribadi Bayu agar besok mendampingi Bayu untuk mengurus proses pembeliannya, karena Beliau tidak bisa ikut.


Mendengar ucapan Kakek, Bayu hendak menolak tapi Kakek segera memberi kode agar Bayu jangan membantah, kemudian beliau berkata,"Ini hadiah untukmu karena telah menolongku dari kecelakaan itu. Ini tidak seberapa nilainya di bandingkan nyawaku", ucap Kakek dengan penuh rasa terimakasih.


Setelah itu Kakek meminta Pak Sopir agar membawa mereka ke dealer sepeda motor Honda.


Bayu hanya bisa memijat pelipisnya, ia tidak tahu lagi harus mengatakan apa, menolak pun percuma, Kakek tetap akan mewujudkan niatnya.


Sesampainya mereka di dealer Honda kembali para Karyawan dealer menyambut mereka dengan ramah, lalu Kakek meminta katalog memilih yang menurutnya cocok buat Bayu.


Kemudian Kakek menunjukkan foto sepeda motor yang telah ia pillih dan meminta Bayu untuk menyerahkan KTP nya. Setelah itu Kakek kembali menyerahkan black Card nya ke bagian kasir.



Pihak dealer mengucapkan terimakasih sembari meminta maaf kepada mereka, bahwa unit sepeda motornya baru bisa mereka kirim ke alamat Bayu besok siang. Kakekpun hanya mengangguk, pertanda tidak ada masalah baginya.


Setelah pihak kasir menyerahkan bukti lunas

__ADS_1


pembelian, kembali Beliau menyerahkannya kepada Bayu sembari berkata," Ini untuk pengganti sepeda motormu yang hilang Nak, keikhlasanmu dalam menjagaku dan juga cucuku telah membuatmu terkena musibah. Hanya ini yang bisa ku berikan untuk kebaikanmu menjagaku selama di rumah sakit."


Bayu merasa sangat tidak enak dalam posisinya sekarang, pemberian Kakek terlalu banyak, ia takut dirinya tidak akan mampu menjaga amanah Kakek.


Melihat Bayu yang merasa canggung lalu Kakek kembali berkata," Tenanglah Nak, Kakek tidak akan menuntut apapun atas pemberian ini. Sekalipun kamu tidak berjodoh dengan Shinta cucuku, semuanya itu tetap menjadi milikmu. Tidak akan ada yang bisa mengusiknya lagi termasuk Shinta dan juga keluarga adikku. Kamu pantas menerima semuanya bahkan lebih dari ini."


Asisten pribadi Bayu dan Pak Sopir juga mengangguk, mereka mengakui pengorbanan Bayu yang telah menyelamatkan Kakek tidak bisa di nilai dengan materi.


Bayu Akhirnya menyerah, ia hanya bisa mengucapkan terimakasih dan berjanji akan berbuat yang terbaik bagi perusahaan dan juga menjaga keluarga Pradana sebagaimana ia menjaga dirinya sendiri.


Kakek memeluk Bayu sambil meneteskan air mata, karena harapannya kini sepenuhnya ia tumpukan di pundak Bayu. Bayu bersama Shinta lah yang Beliau harapkan bisa meneruskan kehidupan keluarga Hakim Pradana.


Mereka telah sampai kembali di kediaman Kakek, Bayu bersama asistennya membantu Kakek mengantar ke kamarnya agar bisa beristirahat.


Setelah itu Bayu dan asistennya pamit pulang dan kali ini Bayu diantar kerumahnya dengan mobil kantor.


Mereka mengantarkan Bayu hanya sampai depan gang, lalu Pak Sopir dan asisten Bayu balik lagi ke kantor untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.


Sembari berjalan menuju rumahnya Bayu berpikir, rasanya seperti bermimpi, takdirnya berubah hanya dalam hitungan jam saja.


Bayu terus berjalan menyusuri gang itu, semua warga yang ia temui tidak lepas dari tegur sapanya, mau itu orang tua, sebaya bahkan anak-anak semua menghormati dan menyayangi Bayu.


Bu Widya yang melihat kedatangan Bayu merasa heran, kenapa Bayu pulang dengan berjalan kaki, dalam batinnya berkata," Apakah Bayu tidak di perbolehkan lagi meminjam sepeda motor


Shinta?"


Tapi akhirnya Bu Widya mengucap istighfar, ia tidak boleh berburuk sangka, siapa tahu memang Bayu lah yang tidak ingin meminjam sepeda motor itu lagi.


Bersambung......


________________

__ADS_1


🌻Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰


🌻 Dukungan para pembaca sangat berarti bagi kami para penulis jadi disini saya mengucapkan terimakasih, semoga dukungan kalian berkah dunia dan akhirat. Aamiin....


__ADS_2