
"Shin...aku mau izin pulang sebentar, kamu bisa kan menjaga Kakek, nanti aku juga akan minta tolong kepada Suster Chintya agar jangan meninggalkan kalian sampai aku kembali. Sudah beberapa hari aku tidak bertemu orang tua ku, nanti malam aku usahakan untuk kembali kesini", ucap Bayu.
"Kamu izin juga dengan Kakek, takutnya beliau nanti mencarimu", ucap Shinta.
"Baiklah aku akan menemui Kakek untuk minta izin sekalian menemui Suster Chyntia", ucap Bayu sembari berjalan menuju ruangan Kakek.
Suster Chintya sedang mengecek cairan infus saat Bayu masuk, kemudian Bayu berkata, "Kebetulan Suster ada disini, Saya sekalian mau minta tolong", ucap Bayu.
"Ada apa Mas Bayu?, apa yang bisa saya bantu", jawab Suster Chintya.
"Begini Kek, Bayu izin pulang sebentar. Nanti malam Bayu usahakan kembali kesini, soalnya Bayu sudah beberapa hari kan tidak bertemu Ayah dan ibu", pamit Bayu kepada Kakek.
Kakek pun menjawab,"Pergilah Nak, jenguk orang tuamu, kasihan mereka, mereka juga pasti rindu beberapa hari tidak melihatmu", ucap Kakek.
"Oh ya Sus, aku juga mau minta tolong agar Suster jangan meninggalkan Kakek sendirian sampai aku kembali, karena aku takut Sus kejadian kemaren terulang lagi", ucap Bayu kepada suster Chintya.
"Baiklah Mas Bayu, Mas Bayu jangan khawatir, aku akan minta security agar membantu berjaga-jaga disini", ucap Suster Chintya lagi.
"Terimakasih Sus", ucap Bayu yang merasa lega.
Kemudian Bayu pergi meninggalkan ruangan Kakek, diluar ia melihat Shinta yang sedang duduk termenung. Bayu segera menghampirinya, lalu iapun berkata", Jangan suka melamun Shin, ingatlah jika kamu resah pergilah kesana tenangkan hatimu di sana, kamu pasti akan mendapatkan jawaban untuk setiap masalahmu. Aku pergi dulu ya...", pamit Bayu.
Shinta hanya mengangguk, sementara Bayu terus berjalan, keluar dari rumah sakit menuju parkiran di mana sepeda motornya telah terparkir di sana untuk beberapa hari.
__ADS_1
Bayu melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, ia rindu orang tua dan juga rumahnya sekaligus ia ingin menceritakan semua permintaan Kakek kepadanya. Bayu tidak ingin salah mengambil keputusan, ia telah meminta petunjuk dari Allah namun ia juga harus mendengar pendapat orang tuanya mengenai masalah perjodohannya.
Sekitar satu jam lebih dalam perjalanan barulah Bayu tiba di depan gang rumahnya, disana seperti biasa telah berkumpul para pemuda berandal yang sekarang sudah mulai baik dan tidak meresahkan masyarakat lagi semenjak di tegur oleh Bayu.
Begitu melihat Bayu, mereka langsung berdiri dan menyapanya. Mereka bertanya kemana Bayu sudah beberapa hari tidak nampak dan mereka juga bilang tentang kedatangan Shinta beberapa hari lalu. Bayu kemudian menjawab bahwa dirinya sedang menjaga Kakeknya Shinta di rumah sakit dan saat ini kembali untuk menjenguk Ayah dan ibunya.
Setelah beberapa saat berbincang dengan mereka, Bayu segera melajukan kembali sepeda motornya menuju rumahnya yang sudah dekat dari tempat itu.
Suara sepeda motor di halaman membuat ibu Widya bangkit dari duduknya, ia yakin putranya pulang. Kemudian ia membukakan pintu dan melihat sang putra sudah berdiri di sana sembari tersenyum dan mengucap salam.
Kemudian Bu Widya memanggil suaminya memberitahu jika Bayu telah kembali ke rumah.
Ayah Arif yang mendengar Bayu telah kembali segera keluar dari kamar untuk menghampiri putranya, mereka lalu berkumpul di ruang keluarga untuk ngobrol dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.
Mereka makan dengan sangat lahap terutama Bayu, hidangan yang tersaji hampir semuanya habis dan hal ini membuat Bu Widya sangat senang, berarti kepulangan Bayu telah membuat selera makan mereka bertambah.
Selesai makan mereka kembali mengobrol dan kesempatan kali ini dipergunakan oleh Bayu untuk menceritakan tentang kondisi Kakek Hakim serta permintaan beliau yang ingin menikahkan Bayu dengan Shinta.
Ayah Arif dan Ibu Widya sejenak terdiam mendengar cerita Bayu, kemudian Ayah Arif berkata", Sekarang Ayah ingin bertanya, apakah kamu memiliki perasaan suka atau tidak terhadap Nak Shinta. Jangan kamu menerima permintaan Kakek hanya atas dasar kasihan apalagi karena harta. Berumah tangga bukan hal main-main nak, ayah tidak ingin kamu menyesal dan rumah tanggamu kandas di tengah jalan karena Allah sangat membenci perceraian lho nak", ucap Ayah.
Kemudian ibu Widya ikut menimpali," Memang sih cinta bisa tumbuh setelah kalian bersama dan menikah, namun dari awal kalian harus komitmen bahwa apapun yang terjadi dalam perjalanan rumah tangga kalian nanti harus sama-sama ikhlas, hingga kebahagiaan dalam rumah tangga bisa kalian dapatkan."
Ayah Arif juga mengingatkan agar Bayu meminta petunjuk dari Allah saat Bayu nanti akan memberikan keputusan dan sebagai orang tua mereka hanya bisa mengingatkan, memberikan saran, memberi restu namun keputusan tetap mereka serahkan kepada Bayu karena Bayulah yang akan menjalaninya.
__ADS_1
Selesai mendapatkan wejangan dari kedua orang tuanya, Bayu yang berencana untuk balik lagi ke rumah sakit, kembali pamit kepada Ayah dan ibunya. Ibu Widya kemudian membawakan buah sawo hasil dari kebun mereka sendiri untuk di berikan kepada Kakek dan juga Shinta serta mereka titip salam buat Kakek karena belum bisa datang menjenguk.
Bayu segera beranjak dan bergegas mengambil sepeda motornya lalu melajukannya ke arah rumah sakit. Ia melajukannya cukup kencang karena ia mengkhawatirkan Kakek dan juga Shinta.
Shinta yang sendirian menunggu di luar ruangan merasa gelisah, pandangannya terus tertuju ke arah pintu keluar rumah sakit, ia berharap segera melihat Bayu, namun orang yang ditunggu tak juga kunjung datang.
Arloji di tangan Shinta sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun Bayu belum juga nampak batang hidungnya, Shinta semakin gelisah ditambah lagi suasana rumah sakit yang sunyi mencekam semakin membuat bulu kuduknya berdiri.
Untuk mengurangi rasa takutnya Shinta mencoba bersenandung, menghibur dirinya lalu ia mencoba memejamkan mata dan menutup wajahnya dengan jaket.
Bayu sudah sampai di parkiran rumah sakit, jam di tangannya menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Saking khawatir memikirkan Shinta, Bayu lupa dan meninggalkan kunci motor beserta sawo yang ia bawa juga masih tergantung di stang motor.
Dengan setengah berlari Bayu menghampiri security untuk meminta izin masuk. Security yang sudah mengenal Bayu sebagai kerabat yang menjaga keluarga Pradana tidak mempersulitnya, langsung saja mereka mempersilakan bayu untuk masuk.
Saat melintasi lorong yang sepi, bulu kuduknya berdiri namun pikirannya tetap tertuju kepada Shinta. Dia yang notabene seorang laki-laki saja ada terbersit rasa takut apalagi Shinta yang hanya seorang gadis manja.
Tiba diujung lorong hati Bayu senang dan tenang saat melihat seorang gadis duduk, menyandarkan kepalanya ketembok, menutupi wajahnya dengan jaket. "Ya, tentu saja dia adalah Shinta", batin Bayu.
Bayu terus melangkah mendekati Shinta, ia tidak ingin mengagetkannya karena Shinta sedang tertidur. Perlahan ia duduk di samping Shinta, menyelimutkan jaketnya ke tubuh Shinta yang terlihat kedinginan.
Bersambung.....
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya.🙏😘
__ADS_1