
"Ayo Faridz kita kembali, Kakek sudah lama menunggu dikantor", ajak Bayu kepada asisten Faridz setelah mereka selesai bertemu klien.
Bayu segera melajukan motornya, sementara faridz kembali dengan mengendarai mobil. Bayu tidak sabar ingin segera tiba di kantor karena ia merasa penasaran kenapa Kakek sampai menunggunya di kantor sejak pagi.
Motor Bayu melaju dengan kencang hingga ia tiba lebih dulu daripada Faridz, Bayu langsung menuju ke ruangannya dimana Kakek sejak tadi menunggu.
"Assalamu'alaikum Kek", sapa Bayu.
"Wa'alaikumsalam", jawab Kakek.
"Maaf Kek, sudah terlalu lama membuat Kakek menunggu", ucap Bayu yang merasa sungkan.
"Duduk sini nak, lagipula Kakek yang salah kenapa mau datang tidak telephone kamu dulu", ucap sang Kakek.
Kemudian Kakek melanjutkan ucapannya,"Begini Nak, tadi Kakek sudah membicarakan tentang perjodohan kalian, tapi Shinta menolak dan dia saat ini sedang mengurung dirinya dikamar", Kakek menghentikan ucapannya sembari menarik napas dalam.
"Kek, jika Shinta menolak, tolong jangan dipaksa, Bayu tetap akan melindungi Shinta dan juga Kakek kok walau tanpa pernikahan diantara kami", ucap Bayu meyakinkan Kakek walau ada rasa sakit direlung hatinya mendengar penolakan Shinta.
"Tidak, kalian harus menikah!?, Kakek tidak mengizinkan jika Shinta memilih Irfan untuk menjadi calon suaminya, saat ini hatinya sedang tertutup, ia belum bisa membedakan mana cinta yang tulus dan mana yang hanya berpura-pura. Kakek sudah banyak makan asam garam kehidupan Nak, walaupun kakek tidak punya bukti namun Kakek yakin Irfan bukan orang baik dan Kakek sudah mengenal sepak terjang orang tuanya", ucap Kakek dengan sangat yakin.
"Iya Kek, yang Kakek katakan tentang Irfan memang benar", ucap Bayu sembari menjelaskan apa yang ia lihat tadi pagi saat dirinya ingin menemui klien di hotel yang sama dengan tempat Irfan membawa keluar seorang wanita, tapi sayang Bayu tidak merekamnya.
"Yang terpenting kamu sekarang sudah tahu siapa Irfan, apa kamu tega melepaskan Shinta kepada orang seperti itu? tolong jujur Nak, apa kamu tidak memiliki perasaan cinta sedikitpun terhadap cucuku?", tanya Kakek sembari memandang wajah Bayu, beliau ingin mencari kebenaran tentang bagaimana sebenarnya perasaan Bayu kepada Shinta.
Bayu tertunduk, ia tidak berani menatap Kakek. Bayu masih ragu, dia merasa tidak pantas mencintai gadis seperti Shinta yang menurutnya sangat tidak sepadan dengan diri dan keluarganya yang hanya orang biasa.
Melihat Bayu terdiam, Kakek merasa ragu. Mungkin dirinya memang terlalu memaksakan kehendak seperti yang diucapkan oleh Shinta, tapi Kakek merasa yakin mata tuanya tidak salah memandang, Kakek melihat di mata Bayu dan Shinta ada cinta yang belum mereka sadari.
__ADS_1
Lalu Kakek melanjutkan ucapannya,"Maafkan Kakek Nak, jika terlalu memaksa, sekarang semua keputusan Kakek serahkan kepadamu. Kamu punya hak untuk menolak, namun kumohon bantu Kakek untuk menyadarkan Shinta bahwa Irfan tidak baik untuknya dan bantu carikan jodoh yang tepat buat Shinta", ucap Kakek pasrah dengan keputusan Bayu namun beliau berharap perkataannya yang terakhir akan membuat Bayu jujur dengan perasaannya.
Jantung Bayu serasa akan berhenti berdetak saat mendengar ucapan terakhir Kakek, hatinya tidak rela jika Shinta dengan orang lain, kemudian Bayu memberanikan diri memegang dan menggenggam kedua tangan tua yang sudah dipenuhi kerutan itu, lalu menegakkan kepalanya menatap Kakek yang sedang menunggu keputusan darinya.
Dengan ucapan pasti Bayupun berkata,"Bayu siap Kek menikah dengan Shinta, jujur-Bayu mencintainya dan Bayu akan berjuang untuk mendapatkan hatinya, walau saat ini Bayu belum yakin karena hati Shinta masih tertutup dengan cinta palsu Irfan."
"Ini yang Kakek tunggu", ucap Kakek sembari tertawa dan membalas erat genggaman tangan Bayu.
Kemudian Kakek berkata lagi,"Selama ini penglihatan Kakek tidak pernah salah, batin Kakek mengatakan sebenarnya kalian berdua saling mencintai, namun kalian saja yang masih mementingkan ego atau mungkin lambat menyadarinya."
Bayu tertunduk malu, ternyata Kakek lebih tahu perasaannya ketimbang dirinya sendiri.
"Baiklah Nak, sekarang yang harus kita lakukan adalah menunjukkan kepada Shinta siapa itu Irfan yang sebenarnya hingga ia sendiri yang akan memutuskan meninggalkannya tanpa kita paksa", ucap Kakek.
Bayupun mengangguk tanda setuju, kemudian Bayu menelephone Faridz yang baru saja tiba di parkiran karena terjebak macet, ia meminta Faridz untuk datang ke ruangannya.
Setelah Faridz tiba, Kakek dan Bayu mempersilakan ia duduk lalu Bayu berkata,"Ridz coba kamu hubungi orang-orang kita, bilang ke mereka untuk mengawasi sepak terjang Irfan, kita akan mengumpulkan bukti tentang kebobrokannya untuk menyadarkan Shinta", ucap Bayu dengan tegas.
Lalu Kakek menimpali,"Benar Ridz, ini tidak bisa kita biarkan lagi, Shinta sudah berani menentang ku, ia lebih membela Irfan yang jelas-jelas brengsek dan tidak perduli dengannya. Kamu tahu juga kan bagaimana sepak terjang orang tuanya yang menghalalkan berbagai cara untuk menaikkan bisnisnya. Bagaimana aku bisa melepaskan cucuku masuk di keluarga mereka", ucap Kakek.
"Pasti Irfan juga punya kepentingan di balik hubungannya dengan Shinta, siapa tahu memang ia alat bagi orang tuanya untuk menjatuhkan kita", tebak Faridz.
"Bisa jadi", ucap kakek.
Kemudian Faridz permisi kembali ke ruangannya, ia akan menghubungi orang-orangnya agar segera mengawasi Irfan. Kakek pun pamit kepada Bayu untuk pulang karena beliau ingin melihat Shinta apakah masih mengurung dirinya atau pergi kuliah.
Bayu kemudian menghubungi sopir kantor, lalu ia mengantar Kakek keparkiran karena ia yang meminta pak sopir untuk menunggu kakek di sana.
__ADS_1
Setelah mobil kantor yang membawa Kakek hilang dari pandangannya, Bayu memutuskan untuk kembali ke hotel tempat ia melihat Irfan tadi pagi, ia ingin mendapatkan bukti dari pihak hotel bahwa memang benar tadi malam Irfan menginap di sana bersama seorang wanita.
Bila perlu Bayu akan melihat dan meminta rekaman CCTV hotel sebagai bukti agar Irfan tidak bisa berkilah nantinya.
Bayu melajukan motornya, ia harus segera bertindak sebelum Shinta semakin menentang Kakeknya.
Sementara di rumah kediaman Kakek, Shinta keluar setelah berpakaian rapi dan mengunci pintu kamarnya, ia mengendap-endap agar tidak ada yang tahu jika ia pergi dari rumah. Dengan membawa beberapa helai pakaian di dalam tasnya, Shinta pergi untuk mencari Irfan.
Shinta bersyukur saat ia keluar, penjaga gerbang tidak terlihat disana, tadi Shinta melihatnya berjalan ke arah toilet dan ternyata kunci pagar juga tertinggal di pos jaga.
Dengan terburu-buru Shinta mengambil kunci itu, membuka gerbang lalu pergi menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya.
Abang ojolpun membawanya ke apartemen Irfan sesuai titik maps yang tertera diaplikasi berdasarkan permintaan Shinta.
Setelah sampai disana Shinta segera menemui security, ia ingin menanyakan apakah Irfan sudah kembali atau belum.
Security segera menghampiri Shinta dan berkata,"Maaf Non, tuan Irfan belum juga kembali sejak kemaren, Nona langsung hubungi saja ponselnya", ucap security sembari kembali ke pos jaganya.
Bersambung........
Kemanakah lagi Shinta akan pergi mencari Irfan? ikuti kelanjutan ceritanya ya guys.... dalam episode berikutnya 🙏😉
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏🙏🙏
🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya author yang lain, berjudul TERIKAT CINTA LAIN sudah up sampai dengan episode 91. Pokoknya nggak kalah seru deh......🙏😉
🌻 Semoga kita selalu di beri kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan. Aamiin....
__ADS_1