MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
MEMBONGKAR KEBEJATAN IRFAN


__ADS_3

Irfan yang sedang Asyik dengan wanitanya di kamar hotel tidak akan pernah menyangka jika malam ini adalah malam terakhir kebebasannya.


Sudah beberapa kali penyatuan mereka lakukan namun Irfan belum juga merasa puas. Semakin dia stress terhadap suatu masalah, maka semakin strong dia melampiaskan nafsunya kepada wanita, hingga sang wanita tidak berdaya di buatnya.


Mereka tertidur beberapa saat setelah melakukan penyatuan, namun Irfan terbangun lagi ketika dirinya merasa haus dan ingin buang hajat.


Dia ke toilet setelah itu mengambil segelas air mineral lalu meneguknya sembari duduk di pinggiran tempat tidur dengan memandangi tubuh wanitanya yang sedang tertidur tanpa busana.


Selimut yang menutupi tubuh wanitanya tersingkap saat dirinya tadi terbangun, tubuh seksi nan molek itu kembali berhasil membuat hasratnya meronta.


Walaupun Irfan merasa lelah, tapi dia tidak kehilangan akal untuk memenuhi hasratnya, dia mengambil sebotol miras dan obat kuat yang selalu ada di dalam kantongnya, sebagai persiapan jika dia butuhkan.


Irfan kemudian menuangkan miras tersebut ke dalam gelas lalu memainkannya sejenak sebelum meminumnya bersama obatnya.


Setelah dirasa tubuhnya fit kembali, dengan tidak sabar dia kembali membangunkan wanitanya, walau lelah wanita itu tidak berani menolak permintaan Irfan karena ia takut dicampakkan sebab Irfan merupakan tambang emas baginya.


Mereka kembali melakukan aktivitas asusilanya, tapi saat sedang asyik, terdengar suara ketukan pintu yang kuat dan berulang-ulang hingga membuat Irfan marah. Hasratnya belum lagi tuntas namun pengganggu datang seenak hati saja mengetuk pintu tanpa kira-kira.


Irfan terpaksa menghentikan aktivitasnya, lalu dengan wajah memerah ia berjalan ke arah pintu hanya dengan menggunakan lilitan handuk di bagian bawah tubuhnya saja.


Seperti menahan bom di tubuhnya yang siap meledak diapun membuka pintu sekuatnya, namun matanya membulat seketika saat melihat beberapa orang muncul di balik pintu dengan membawa kamera dan menerobos masuk tanpa bisa Irfan cegah.


Para wartawan segera menjepretkan kameranya ke arah Irfan dan kearah sang wanita yang sibuk menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tanpa busana. Mereka mengambil foto dari segala arah, sampai pakaian yang berserakan di lantai juga tidak luput dari jepretan kamera.


Irfan berusaha menghalangi dengan melempar benda yang ada di sekitarnya, namun percuma dia tidak bisa melawan mereka semua. Hanya satu kamera yang sempat dia hancurkan tapi masih ada beberapa kamera lagi yang para wartawan bisa selamatkan.


Satu wartawan meliput siaran langsung disana hingga membuat Irfan semakin murka, dia berteriak-teriak memanggil security yang menurutnya tidak bertanggung jawab membiarkan orang masuk dalam area pribadinya.


Sementara sang wanita tidak berani bergerak, dia akan semakin malu jika selimut itu sampai tanggal dari tubuhnya, dia hanya menutupi wajahnya saja dengan selimut. Tapi salah satu wartawan menarik paksa selimut yang menutupi wajahnya, hingga terekamlah wajah wanita itu di dalam kamera.


Teriakan Irfan malah mengundang para tamu keluar kamar dan karyawan hotel menonton kejadian tersebut.


Irfan sudah tidak berkutik, saat polisi pun tiba dengan membawa surat perintah penangkapan atas dirinya dengan beberapa tuntutan. Seorang polisi langsung memborgol kedua tangan Irfan namun sebelumnya mereka sempat menendang karena Irfan berusaha melawan.

__ADS_1


Wartawan terus meliput kejadian itu, Irfan lalu berteriak kepada wanitanya agar menghubungi Papa dan pengacaranya dengan ponsel miliknya yang masih berada di atas nakas.


Salah satu polisi lalu memberikan pakaian Irfan agar dia kenakan, dengan susah payah dibantu polisi tersebut diapun berhasil mengenakannya.


Polisi langsung membawa Irfan pergi tapi saat di ujung lorong hotel Irfan berteriak lantang saat melihat Faridz bersama anak buahnya, berdiri disana sembari tersenyum puas dengan hasil kerja mereka.


Disela teriakannya Irfan mengancam akan membalas perbuatan Faridz dan dia akan menghancurkan Bayu beserta perusahaan Hakim Pradana.


Faridz tidak peduli dengan ancaman Irfan, lalu dia berkata, "Coba saja jika kamu bisa! kami yang akan menghancurkanmu terlebih dahulu dengan bukti kebejatanmu, ingat itu!" ucap Faridz tidak kalah lantang.


Polisi telah membawa Irfan pergi, orang tua Irfan kaget dan marah saat wanita Irfan menelephone memberitahukan bahwa Irfan dibawa ke kantor polisi.


Papa Irfan mengamuk, menghancurkan semua barang yang ada di ruang tamu rumahnya, ia berteriak-teriak mengatakan kebodohan putranya, sang istripun menangis histeris, sembari berteriak ketakutan.


Melihat tangis istrinya, akhirnya kemarahan Papanya Irfan mulai mereda. Lalu dia menelephone pengacaranya untuk mengurus masalah ini di kantor polisi. Papanya Irfan tidak mau tahu, dia meminta pengacaranya harus membebaskan Irfan malam ini juga, selambat-lambatnya besok pagi sebelum berita ini semakin menyebar.


Ternyata wanita Irfan tidak berani menceritakan tentang kejadian di hotel yang terekam wartawan. Setelah menelephone Papanya Irfan, dia pun memakai pakaiannya dan berniat kabur dari kamar itu.


Sebelum pergi, dia mengambil semua uang di dompet Irfan yang tertinggal disana, lalu meletakkan dompet itu kembali bersama ponselnya diatas nakas.


Wanita itu berusaha melawan dan dia mengatakan kalau dirinya di paksa melakukan perbuatan itu oleh Irfan, tapi sang polisi tidak peduli, dia menariknya paksa, lalu membawanya ke mobil bersama-sama Irfan.


Setelah polisi pergi, Faridz pun menelephone Bayu memberitahukan bahwa misi mereka berhasil. Bayu tersenyum puas, mereka tinggal menunggu besok pagi saat media ramai menyiarkan berita tersebut. Irfan akan hancur dan nama baik orang tuanya yang serakah itu pun akan tercoreng.


Dari kejadian ini Bayu berharap Shinta akan sadar, jika orang yang dia cintai dan dia kejar selama ini hingga rela meninggalkan keluarganya ternyata hanyalah sampah yang tidak patut mendapatkan cinta dan pembelaan darinya.


Faridz mengakhiri telephonenya ketika anak buahnya mengajaknya pergi dari tempat itu untuk memberikan keterangan di kantor polisi tentang tuduhan yang mereka buat untuk Irfan mengenai tindakan asusilanya terhadap seorang gadis hingga membuat gadis itu hamil dan menjadi gila.


Sedangkan Bayu yang sudah menutup ponselnya dan berniat ingin mendekati Shinta yang sedang tertidur merasa terkejut ketika mendengar suara teriakan. Bayu melihat tiga orang preman menarik-narik tangan Shinta dan mengambil koper serta ponselnya.


Dia pun segera berlari untuk menghajar ketiga preman itu, satu lawan tiga memang berat tapi Bayu tidak peduli dengan keselamatannya, yang penting adalah keselamatan istrinya.


Shinta yang tadinya sangat ketakutan, sekarang bisa sedikit tenang berkat kedatangan Bayu. Dia pernah menyaksikan kehebatan Bayu saat melawan preman-preman hingga Shinta percaya pasti Bayu bisa melawan mereka.

__ADS_1


Bayu yang melihat satu orang preman memegang pisau, lalu dia menendangnya hingga pisau ditangan preman itu tercampak di dekat kaki Shinta. Lalu Bayu berteriak meminta Shinta agar mengambilnya.


Shinta yang masih gemetaran segera mengambil pisau tersebut, dia menggunakan pisau itu untuk menghalangi preman yang berusaha mendekatinya.


Saat Bayu fokus melihat Shinta yang berusaha melawan, seorang preman berhasil melukai perut Bayu dengan sebuah pisau, ternyata semua preman itu membawa senjata.


Shinta menjerit saat melihat perut Bayu terluka dan berdarah, Bayu tidak mempedulikan lukanya yang menganga dan terus mengucurkan darah. Dia marah dan dengan tendangan serta pukulan mematikan dia menghajar ketiganya hingga dua preman pingsan dan satu orang lagi melarikan diri.


Baju Bayu kotor, penuh dengan bercak darah yang terus keluar dari perutnya. Shinta panik dan menangis melihat hal itu, dengan tangan gemetar, dia membuka kopernya mengambil sebuah baju kaos lalu membalutkan ke perut Bayu.


Shinta kemudian mengajak dan memapah Bayu meninggalkan taman itu dengan mengabaikan tasnya. Lalu dia meminta kunci motor, naik ke atas motor dan menghidupkannya.


Setelah itu Shinta meminta Bayu naik di belakang, merapatkan duduknya kepunggung Shinta untuk menahan luka yang terus mengucurkan darah.


Shinta melajukan motor dengan kencang untuk mencari rumah sakit terdekat. Sementara Bayu yang mulai naning karena kehilangan banyak darah, terus memeluk Shinta erat sembari memejamkan mata.


Bayu tidak pernah menduga jika Shinta mahir mengemudikan motor besar. Dia senang disaat genting ternyata Shinta mampu mengesampingkan kebencian demi menyelamatkan dirinya.


Mereka tiba di rumah sakit, Shinta tidak peduli saat security menghadangnya karena melewati batas parkir. Dia terus melajukan motor hingga ke depan pintu UGD.


Kemudian Shinta berteriak meminta agar perawat segera membawakan brankar untuk Bayu. Perawat pun terkejut saat melihat darah banyak menetes di balik punggung Shinta.


Lalu para perawat di bantu oleh security langsung memapah Bayu dan memindahkannya ke atas brankar. Merekapun segera mendorong brankar ke ruang UGD. Dokter yang melihat kondisi darurat lalu mengambil alat medisnya dan segera memberikan pertolongan kepada Bayu.


Shinta memarkirkan motor pada tempatnya, lalu berlari ke ruang UGD untuk mengetahui keadaan Bayu selanjutnya, dia tidak peduli dengan punggungnya yang basah oleh darah.


Dokter melarang Shinta mendekat, dan perawat memintanya agar duduk, menunggu sampai mereka selesai membalut luka di perut Bayu.


Kecemasan Shinta berkurang saat melihat Bayu tersenyum ke arahnya. Bayu mengedipkan matanya seakan ingin memberi isyarat kepada Shinta agar jangan khawatir.


Shinta pun membalas senyum Bayu sembari menghapus air matanya. Dia berdo'a semoga tidak terjadi hal serius terhadap Bayu.


Bersambung.......

__ADS_1


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like coment dan rate bintang limanya 🙏😉


__ADS_2