MENIKAHI CUCU BILLIONER

MENIKAHI CUCU BILLIONER
MULAI BERAKSI


__ADS_3

"Kamu punya ide apa Fik?" tanya Tasya kepada putrinya.


"Kita harus bergerak cepat sebelum terlambat Pa," ucap Tasya lagi kepada suaminya.


Ketiganya berpikir keras, apa yang harus mereka lakukan sebelum surat pengalihan harta Hakim Pradana di tandatangani.


Lusa keluarga Hakim Pradana akan mengadakan pesta pernikahan, selamatan atas kehadiran calon penerus Pradana, sekaligus kakek akan mengumumkan kepada seluruh koleganya bahwa sekarang seluruh bisnisnya akan di kendalikan oleh Bayu, Beliau telah memutuskan untuk pensiun dari dunia bisnis.


Begini saja Ma, aku akan menemui Papanya Irfan untuk menawarkan kerjasama agar Beliau bersedia membantu menyingkirkan Bayu dan Shinta beserta gadis gila dan keluarganya itu demi mengeluarkan irfan dari tahanan, aku yakin, pasti Papanya Irfan akan setuju Ma!" ucap Fika.


Bagus juga idemu Nak, kalau kita bergerak sendiri langkah kita terbatas dan jika kita menggunakan orang untuk menyingkirkan mereka pasti butuh biaya, sedangkan untuk makan saja kita susah boro-boro untuk membayar orang?" ucap Tasya.


"Terserah kalian lah, Papa ikut saja, sekarang Papa harus mikir mau kerja apa untuk penyabung hidup kita."


"Nah itu Papa waras, dari kemaren-kemaren kemana saja Pa? tahu Papa hanya mabuk, mabuk dan mabuk saja," ucap Tasya.


"Sudahlah Ma, Pa, tidak usah kita debatkan, sekarang aku akan pergi menemui Papanya Irfan, kita tidak boleh buang-buang waktu lagi," ucap Fika.


Setelah pamit kepada kedua orang tuanya, Fika lalu menuju ke perusahaan Papanya Irfan, hari ini juga dia harus berhasil menjalankan rencananya.


Fika sudah memasuki kawasan perusahaannya Papa Irfan, lalu dia menemui security untuk mengantarnya menemui bos mereka karena ada hal penting yang akan di bicarakan tentang putranya.


Security lalu menghubungi sekretaris agar menyampaikan hal ini kepada bos mereka. Mereka takut hal ini memang penting karena menyangkut Irfan, anak dari pemilik perusahaan ini yang berita tentang Irfan di penjara sudah terdengar di telinga para karyawan.


Fika di perbolehkan masuk dan Papa Irfan sudah menunggu di ruangan kerjanya. Fika menyapa Papa Irfan dengan ramah, "Hallo om, maaf telah mengganggu kesibukan om, ada hal penting yang ingin aku bicarakan om."

__ADS_1


"Apa itu ayo cepat katakan, aku tidak suka dengan hal yang bertele-tele," ucap Papa Irfan.


Om pasti sudah mendengar, lusa akan ada pesta di rumah saingan bisnis Om dan sekaligus pengalihan semua harta kepada cucu menantunya. Sementara Bayu 'kan yang telah membuat Irfan di penjara serta seharusnya Shinta menjadi menantu om, apa om akan membiarkan Bayu hidup enak sementara Irfan tetap di dalam penjara!" ucap Fika.


"Enak saja! tentu aku harus membalas perbuatan Bayu yang telah mempermalukan keluargaku, lalu rencanamu apa? tanya Papa Irfan.


Fika kemudian membicarakan rencananya, Papa Irfan pun setuju dan dia akan meminta anak buahnya agar membantu rencana Fika besok. Dia akan membalas perbuatan Bayu, walaupun Irfan nantinya tidak bisa bebas, setidaknya Bayu harus hancur untuk membalaskan dendam putranya.


Kemudian Fika mengulurkan tangannya, tanda setuju dan berterimakasih atas kerjasama dari Papa Irfan. Besok pagi setelah memastikan Bayu berangkat ke kantor, Fika dan anak buah papa Irfan akan mulai melaksanakan rencananya.


Papa Irfan tersenyum, dia senang ada sekutu baru yang bisa dimanfaatkannya. Jika Bayu dan keluarganya hancur, penerus Hakim Pradana tidak akan ada lagi, dengan begitu perusahaannyalah yang akan merajai dunia bisnis.


Dia tertawa terbahak-bahak, setelah Fika pergi, jika rencana mereka gagal maka dia akan cuci tangan dan Fika si gadis bodohlah yang akan dia korbankan.


Fika pergi meninggalkan perusahaan Papa Irfan, lalu dia berencana mengunjungi Irfan di penjara. Fika ingin memberitahukan rencananya kepada Irfan agar mendapatkan simpatik.


Kemudian Fika melanjutkan ucapannya,"Kamu mau tahu Fan, lusa mereka akan menggelar pesta pernikahan dan selamatan atas hamilnya Shinta serta pemindahan seluruh harta ketangan Bayu."


"Apa! enak sekali Bayu, aku yang sudah bersusah payah, dia yang mendapatkan Shinta dan sekarang seluruh harta akan jatuh ke tangannya, Bangsat! awas kamu Bayu!" ucap Irfan marah.


"Tenang Fan, aku dan Papamu yang akan menghancurkan mereka, tenang saja kamu di sini," ucap Shinta yang sangat percaya diri jika rencananya nanti pasti berhasil.


"Oke Fik, aku percaya sama kamu jangan lupa sampaikan salam dendamku sama mereka jika nanti kamu berhasil dengan rencana ini."


"Siap Fan! aku pamit dulu ya, aku mau bicarakan hal ini sama Mama Papaku dulu biar mereka bisa membantuku."

__ADS_1


Fika lalu pulang ke rumahnya, dia menceritakan semua rencana, Tasya setuju, sedangkan Firza merasa tidak yakin rencana ini akan berhasil.


Pagi pun tiba, Bayu pamit berangkat ke kantor sembari berpesan agar Shinta beristirahat saja di rumah dan jangan mengerjakan pekerjaan apapun karena kondisinya masih lemah. Nanti jam makan siang Bayu berjanji akan pulang menemani Shinta untuk makan bersama.


Setelah mengantar Bayu sampai di depan teras, Shinta masuk ke dalam rumah, sedangkan bibi yang membantu dirinya mengurus rumah sedang pergi ke pasar membeli buah yang diinginkan oleh Shinta. Biasanya Bayu yang membelikan, tapi hari ini Bayu ada pertemuan penting jadi siang baru bisa kembali.


Tukang kebun juga asyik mengerjakan tugasnya di belakang membersihkan rumput yang mulai tumbuh di sana. Sementara Fika dan tiga orang anak buah Papa Irfan yang sudah mengintai rumah itu sejak pagi pun tersenyum, kesempatan yang mereka tunggu sudah tiba.


Mereka membekuk penjaga gerbang hingga pingsan, lalu masuk ke dalam rumah yang ternyata lupa dikunci oleh Shinta. Shinta yang sedang merasa mual ingin minum air jahe, diapun pergi ke dapur untuk membuatnya.


Tanpa Shinta sadari, bahaya telah mengintai dirinya. Tiga lelaki yang bertubuh kekar dan tinggi besar membekap mulutnya dari belakang dengan menggunakan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Gelas yang berisi air jahe pun jatuh kelantai berserakan, sementara Shinta sudah terkulai lemas tidak berdaya. Melihat musuhnya sudah tidak berdaya membuat Fika melonjak kegirangan, langkah pertama rencananya berjalan mulus.


Kemudian Fika berkata, "Cepat bawa dia ke mobil, sebelum ada yang datang," perintah Fika kepada ke tiga laki-laki itu.


Mereka kemudian memasukkan tubuh Shinta ke dalam mobil setelah mengikat tangan, kaki serta menutup mulutnya dengan lakban.


Setelah itu mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearah pinggiran kota. Fika sudah menghubungi Mama dan Papanya bahwa dia sudah berhasil, sementara Tasya dan Firza lebih dulu tiba disana, dirumah gadis gila dan keluarganya bersembunyi.


Papa Irfan juga telah mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk membantu Tasya dan Firza melumpuhkan anak buah Faridz yang menjaga di sana.


Bersambung......


Berhasilkah mereka melaksanakan rencana busuknya? ikuti cerita selanjutnya ya guys....

__ADS_1


🌻 Terimakasih atas semua dukungannya ya guys, jangan lupa tinggalkan jejak....vote, like dan komentar lagi 🙏🙏🙏


__ADS_2