
Tidak membutuhkan waktu yang banyak juga kesulitan berarti bagi Raja demi melibatkan Reza dalam struktur penting di Adiguna Corporation.
Jabatan yang diberikan pun tidak main-main. Reza yang awalnya hanya memiliki basic dalam pengelolaan sebuah CV kecil yang bergerak di bidang konstruksi itu kini telah diserahi tanggung jawab besar sebagai manager perencanaan umum pada perusahaan raksasa yang dikuasai oleh Raja.
Hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari dua minggu, Raja telah meluluskan permintaan khusus Dian Melinda terkait dengan masa depan Reza, pasca CV yang merupakan hasil rintisan tangan Reza sendiri collaps karena minimnya modal yang Reza miliki.
Dewasa ini, persaingan bisnis di semua lini memang semakin meningkat pesat.
Banyak perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan, dan hampir semuanya maju dengan dukungan penyokong dana yang besar sehingga untuk CV kecil milik Reza menjadi semakin sulit dalam sebuah persaingan dalam memenangkan tender-tender kecil baik dilingkup Pemerintah maupun swasta.
Sejak awal, satu-satunya harapan Reza dalam membantu kondisi perekonomiannya hanya ada di tangan Prabu Adiguna saja, mengingat ketidaksukaan Rafly Adiguna terhadap Dian Melinda selama puluhan tahun telah berimbas banyak pada keberadaan Reza.
Tapi dengan meninggalnya Prabu Adiguna secara mendadak akibat kecelakaan lalu lintas, telah membuat Dian Melinda juga Reza kehilangan semua harapan, karena tak lama berselang Rafly Adiguna langsung menarik semua fasilitas dan aset kekayaan Prabu yang selama ini mereka nikmati.
Waktu itu seluruh fasilitas dan aset kekayaan Prabu memang masih beratas-namakan Rafly Adiguna dan belum sempat dipindah tangankan ke tangan Prabu, sehingga Rafly Adiguna dengan begitu leluasa bisa menarik hampir semua harta kekayaan yang Dian Melinda dan Reza miliki dan nikmati selama nyaris seumur hidup mereka.
__ADS_1
Reza dan Dian Melinda memang harus banyak bersabar sampai pada akhirnya Rafly Adiguna pun meninggal dunia, kemudian Dian Melinda mulai menyusun rencana baru dalam melakukan upaya pendekatan secara persuasif kepada Raja, sang pewaris tunggal seluruh harta kekayaan yang ditinggalkan oleh Rafly Adiguna.
Dian Melinda perlu berbangga diri bahwa sebagai langkah awal, apa yang sedang ia rancang saat ini bisa dibilang cukup berhasil dan berjalan sesuai harapannya, karena Raja sendiri langsung menyetujui keinginannya.
Sesungguhnya bagi Dian Melinda, baik Raja maupun Reza, keduanya memiliki tempat yang sama dihati Dian Melinda.
Hanya saja kehidupan Reza yang kurang beruntung dibandingkan Raja membuat Dian Melinda mau tak mau lebih condong memikirkan masa depan Reza ketimbang Raja, hingga terkadang ia bahkan sering bersikap manipulatif.
Reza bukan terlahir dari keturunan Adiguna sehingga Dian Melinda harus memutar otak lebih keras demi memberikan keadilan kepada Reza, yang tentu saja hanya bisa ia dapatkan lewat Raja yang hidupnya jauh lebih berkelimpahan.
"Reza, aku mempercayakan jabatan manager perencanaan umum kepadamu, bukannya tanpa alasan ..." ucap Raja kepada Reza yang siang itu duduk persis dihadapan Raja, berantarakan meja besar milik Raja.
"Bukan hanya semata-mata karena permintaan Ibu, namun aku sangat berharap lewat kepercayaanku ini, kamu bisa membuat sebuah terobosan baru bagi perusahaan ini di masa depan. Jangan sampai ada kesan bahwa kamu mendapatkan jabatan strategis tersebut hanya karena koneksi Ibu juga diriku, karena kamu bahkan tau persis, bahwa di perusahaanku ini aku tidak pernah kekurangan orang-orang hebat yang berkompeten di bidangnya masing-masing ..."
"Aku mengerti, Raja. Mulai hari ini aku berjanji aku akan berusaha dan bekerja keras, agar bisa memenuhi semua target yang ditetapkan ..."
__ADS_1
Raja manggut-manggut. Ia memang sangat berharap bahwa Reza tidak akan pernah mengecewakan dirinya atas keputusannya hari ini, yang telah resmi mempekerjakan Reza pada sebuah jabatan yang cukup strategis.
Raja melirik sekilas rolex yang melingkar dipergelangan tangan kirinya, sebelum akhirnya kembali menatap Reza yang masih setia duduk dihadapannya.
"Sore nanti aku berencana meninjau sebuah lokasi pembebasan lahan yang ada dipinggiran kota. Sebaiknya kamu ikut serta." ucap Raja kearah Reza.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan mendampingimu nanti." kemudian seolah teringat sesuatu, Reza kembali menatap Raja. "Apakah aku perlu membawa mobil sendiri?" tanya Reza hati-hati.
Raja mengangguk menanggapi pertanyaan Reza. "Iya, tentu saja kamu harus membawa mobil sendiri, karena aku tidak mungkin bersama denganmu dalam satu mobil, bukan?"
"Oh, baik ... Baiklah, aku mengerti ..."
Raja mengangguk karena sadar bahwa Reza pasti bisa memahami kondisinya. "Baiklah, kalau begitu kamu boleh kembali keruanganmu dan mulailah bekerja." pungkas Raja lagi.
"Baiklah Raja, sekali lagi terima kasih karena hari ini kamu sudah sangat mempercayaiku."
__ADS_1
Reza pun bangkit dari duduknya, sebelum akhirnya dia benar-benar pamit dari hadapan Raja.
NEXT ...