MENIKAHI PERAWAT LANSIA

MENIKAHI PERAWAT LANSIA
SEDIKIT PERLAWANAN


__ADS_3

Raja sengaja menjamu Dian Melinda di lantai satu, tepatnya di teras samping yang juga terdapat kolam renang di sana.


Sore itu Dian Melinda tidak datang sendirian melainkan bersama menantunya, Utari.


Putranya Reza tidak ikut serta karena sedang mengawasi proyek dari perusahaan Raja yang letaknya di pinggiran kota, sehingga baru bisa kembali ke rumah malam nanti.


"Silahkan diminum, ibu, Utari ..."


Usai menyuguhkan teh hangat dan sepiring kue bolu untuk sang mertua dan Utari, Naysila pun mempersilahkan keduanya untuk mencicipi hidangan tersebut.


Dian Melinda hanya melirik Naysila sekilas, sementara Utari terlihat menyunggingkan senyum tipis.


"Terima kasih, Nay ..." ucap Utari penuh keramahan.


Naysila pun mengangguk kecil, kemudian ia menaruh tubuhnya ditempat duduk yang berada tepat disamping Raja, yang duduk diujung meja sambil menyilang kaki.


"Raja, ibu senang melihatmu baik-baik saja, Nak. Sebenarnya saat pertama kali Reza memberitahukan tentang keadaanmu dua hari yang lalu, ibu ingin langsung menemuimu. Tapi kata Reza, dokter Ryan sudah menginstruksikan agar sebaiknya kamu tidak dijenguk oleh siapa pun ..."


"Terima kasih atas kepedulian ibu. Aku juga minta maaf karena tindakan dokter Ryan yang telah menerapkan aturan tanpa terkecuali. Sesungguhnya apa yang dokter Ryan lakukan, semata-mata hanya karena ingin memprioritaskan kondisiku saat itu ..."


"Iya, Raja, ibu juga tidak apa-apa jika memang itu semua demi kebaikanmu. Meskipun ibu merasa sedih dan khawatir, tapi ibu juga mengerti dan bisa memahaminya ..." ucap Dian Melinda lagi dengan kalimat yang lemah lembut.


Kendatipun Dian Melinda adalah sosok yang serakah dalam hal materi, namun pada kenyataannya jiwa keibuan Dian Melinda tetap saja tak bisa berbohong.


Mendengar Raja tak sadarkan diri akibat tidak menjaga dirinya dengan baik saat bersinggungan langsung dengan orang lain, membuat Dian Melinda merasa panik.


Tapi saat mendengar penyebab Raja menderita seperti itu diakibatkan oleh Naysila, rasa kesal Dian Melinda atas wanita yang nekad diperistri putranya itu demi mendapatkan hak waris seutuhnya menjadi semakin berlipat ganda.

__ADS_1


"Oh iya, Raja, aku kembali membawakan setoples nastar untukmu. Kata Naysila, kamu sangat menyukai nastar buatanku ..." kalimat Utari telah memupus sedikit keheningan yang sempat bertahta.


Mendengar kalimat semringah itu, kepala Raja yang tadinya hanya fokus kearah Dian Melinda kini menoleh utuh kearah Naysila yang duduk disisinya, yang ternyata wanita itu juga tengah mengawasi Raja dari tempat duduknya dengan seksama.


"Iya, aku memang sangat menyukainya." angguk Reza seolah tak berniat menampik sedikitpun. "Terima kasih karena telah membuatkannya lagi untukku ..."


Tepat disebelahnya, Naysila tidak tahu persis apa maksud dari tatapan lekat Raja kepadanya, namun meskipun begitu tetap saja Naysila merasakan tenggorokannya semakin kelu, terlebih saat mendengar sendiri ungkapan Raja yang sangat menyukai kue nastar buatan Utari.


"Maaf, aku tinggal sebentar ..." Naysila bangkit, karena merasa tak tahan harus menyaksikan pembicaraan yang seolah tidak berkenan melibatkan dirinya di sana.


"Mau kemana, Nay?"


"Aku sedang memanggang bolu didapur, dan aku ingin melihatnya."


"Kenapa harus dirimu? Apakah di rumah ini sudah kekurangan tenaga pelayan sehingga kamu harus turun tangan sendiri hanya untuk memanggang bolu di dapur ...?" pungkas Raja, dingin.


"Lalu?"


"Karena bolu ini istimewa." pungkas Naysila tanpa berpikir panjang.


Alis Raja bertaut. "Apanya yang istimewa?"


"Tentu saja istimewa, karena aku sengaja ingin membuat sesuatu yang juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk ibu, terlebih untuk Utari saat pulang nanti ..."


"Naysila, kamu seharusnya tidak perlu repot-repot. Aku membawakan buah tangan khusus untuk Raja, sama sekali tidak berharap bahwa kamu harus membalasnya ..." ujar Utari sambil menatap Naysila seolah takjub.


"Utari berkata benar, Naysila, kenapa kamu harus repot-repot? Toh Utari membawa buah tangan atas dasar rasa terima kasihnya yang tak berkesudahan, karena Raja telah memberikan Reza kesempatan, juga mempercayai Reza dengan begitu besar ..." Dian Melinda ikut berkontribusi menyumbangkan suara, demi terlihat peduli atas Naysila dihadapan Raja.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, bu, aku sungguh ingin membuatkan oleh-oleh istimewa untuk ibu, karena selama ini aku belum pernah memberikan apa-apa ... Sementara untuk Utari ..."


Mengambang sejenak.


Tatapan Naysila yang awalnya berada di wajah paruh baya milik Dian Melinda, kini beralih ke wajah Utari.


"Ibaratnya, jika suamiku sangat suka nastar buatanmu, aku harap Reza juga bisa menyukai kue bolu buatanku, karena Reza sangat suka kue bolu ..."


Wajah Utari sontak bersemu merah mendengar ucapan Naysila.


'Reza memang menyukai kue bolu, tapi darimana Naysila tau tentang kue kesukaan suaminya ...?'


Entah kenapa Utari merasa, sepertinya ia telah melewatkan sesuatu yang penting tanpa ia ketahui.


"Jangan sok tau. Memangnya kamu yakin Reza menyukai kue bolu ...? Jangan asal mengarang cerita ..." desis Raja sedikit sinis, kepada Naysila.


"Aku tidak mengarang cerita. Reza sendiri yang mengatakan bahwa dia sangat suka kue bolu, tapi sayangnya Utari hanya suka membuat kue nastar ..." kilah Naysila dengan senyumnya yang polos, seolah tanpa dosa.


Sekujur wajah Utari kini benar-benar dialiri rasa panas atas ungkapan ironi yang terdengar nyata.


Utari merasa Naysila memang sengaja ingin membuatnya malu dihadapan ibu mertua mereka, terlebih dihadapan Raja, karena sepertinya ini memang kali pertama Naysila melakukan sedikit perlawanan sehingga begitu berani bermain kata-kata.


"Baiklah, silahkan saja kalian berbincang dengan santai, dan maafkan aku karena aku benar-benar tidak bisa menemani perbincangan kalian hingga usai ..."


Usai berucap demikian, Naysila benar-benar pamit undur diri dari teras samping dengan gerakan secepat kilat, agar tak seorangpun dari ketiga orang yang berada di teras samping itu bisa menahan laju pergerakannya ...


Bersambung ...

__ADS_1


🧕 : Maaf kalau akhir-akhir ini agak slow up. Jangan lupa di support yah 🙏


__ADS_2