
The last part ... 🤗
...
"Jadi bayi yang masih berada didalam perut itu sudah ketahuan berjenis kelamin perempuan ...?"
"Hemm ..."
"Wahh ..." lagi-lagi Raja berdecak kagum.
Diam-diam sebuah perasaan iri mulai menggerogoti bathin Raja, menyadari untuk hal yang satu ini, dibandingkan dirinya sudah pasti Reza adalah pemenangnya.
Bagi Raja dan Naysila, setelah dua tahun dengan telaten menjalani program kehamilan, pada akhirnya tim dokter pun menginformasikan kabar yang sangat membahagiakan, yakni kabar bahagia tentang kehamilan Naysila yang ternyata sudah mulai masuk trimester kedua.
Namun imbas dari kabar bahagia tersebut nyaris menggagalkan rencana mereka dalam menghadiri launching proyek kedua Raja.
Umur kehamilan Naysila yang tergolong rentan jika harus melakukan perjalanan jauh membuat Raja memutuskan untuk membawa serta tim dokter yang selama ini menangani Naysila dalam menjalani Promil.
Untuk hal ini Raja memang terkesan nekad. Karena saat launching proyek pertama, dengan berat hati Raja memilih tidak menghadirinya dikarenakan kondisi fisik dan mentalnya yang masih berada dalam therapy masa pemulihan.
Karena itulah launching proyek kedua ini benar-benar penting untuk dihadiri Raja, yang juga tidak rela jika harus pergi tanpa didampingi Naysila dan sang calon debay.
"Oh, iya, di mana Naysila dan ibu?" tanya Raja begitu dirinya tersadar dari lamunan.
"Mereka ada didalam, sedang menonton video rekaman dari siaran launching barusan di televisi ..." jawab Utari.
"Sebaiknya kita masuk dan menemui mereka. Aku juga sudah sangat merindukan ibu ..."
Raja bergegas mengayunkan langkahnya, diikuti Utari dan Reza yang sedang menggendong Zayn.
"Rajaaaa ...?!!"
Wanita paruh baya itu terlihat sangat terkesima, mendapati pria yang sejak tadi sedang ia tonton di layar kaca saat ini telah berdiri tegak dihadapannya dengan wajahnya yang dipenuhi senyuman.
Dian Melinda langsung berdiri dari duduknya, nyaris menghambur kearah Raja namun pada jarak yang kurang dari dua meter langkah wanita itu telah terhenti.
Pemandangan tersebut telah membuat semua yang ada di ruangan itu terkesima, menyadari Dian Melinda yang terdiam kaku ditempatnya.
Naysila yang merupakan orang pertama yang menyadari apa yang terjadi bergegas bangkit dari duduknya kemudian ia melangkah mendekati Dian Melinda sambil menyentuh kedua bahu tua itu dengan lembut.
"Tidak apa-apa, Bu ... Ibu tidak perlu lagi merasa takut mendekati Raja karena sekarang Raja sudah sembuh, dan Ibu tidak perlu ragu untuk memeluknya ..."
Bisik Naysila, yang berusaha keras menguatkan, menyakinkan, sekaligus menepis keraguan yang bersemayam dikedalaman hati Dian Melinda.
Raja tercengang mendengar kalimat lembut Naysila. Ia akhirnya sadar bahwa keraguan sang ibu bersumber dari rasa takut jikalau kelak Raja akan menolaknya seperti yang sudah-sudah.
__ADS_1
"Bu ..."
"Tidak." tepis Raja cepat, saat menghalau Naysila yang baru saja hendak kembali berucap.
"Raja, Ibu pasti merasa ..."
"Tidak perlu." sanggah Raja lagi. "Biar aku ... Biar aku saja yang akan datang untuk memeluk ibu ..." ucap Raja lagi sambil menghambur memeluk tubuh ringkih Dian Melinda yang terlihat semakin dimakan usia.
Mendapati pelukan Raja, membuat Dian Melinda nyaris limbung saking tak percaya.
Putra bungsunya ... Yang selama puluhan tahun tak pernah bisa ia peluk bahkan ia dekati ... Pada akhirnya Dian Melinda bisa merasakan hangatnya pelukan Raja yang begitu erat.
"Maafkan aku, Bu ... Maaf karena telah membuat ibu bersedih sekian lama ..." ucapan Raja terdengar dipenuhi serak, karena nyaris tak bisa menguasai tangisnya.
Wajah Dian Melinda telah banjir air mata saat dirinya menggeleng.
Dian Melinda menciumi sekujur wajah Raja yang juga dipenuhi air mata, sebelum akhirnya kedua lengannya balas memeluk putra bungsunya itu.
"Tidak, Nak ... Tidak ada yang salah. Terima kasih karena sudah mau kembali ke pelukan ibu ..."
Seluruh wajah yang menyaksikan adegan mengharu biru itu akhirnya ikut tersedu penuh haru, tak terkecuali Zayn ... Yang meskipun tak mengerti sedikit pun tentang apa yang sebenarnya terjadi, namun bocah itu juga ikut menangis karena menyaksikan kedua orang tuanya yang berlinang air mata ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam panjang yang penuh keceriaan dan gelak tawa akhirnya harus terjeda oleh hari yang semakin larut.
Buktinya tanpa banyak bicara Reza dan Utari langsung saling berpandangan satu sama lain, langsung paham dengan maksud sang ibu, yang telah memberi signal tegas demi kesehatan Utari dan Naysila yang keduanya sama-sama sedang berbadan dua.
"Baiklah, sepertinya untuk hari ini kita sudah tiba di penghujung waktu ..." ucap Reza sambil berdiri.
Raja dan Naysila pun ikut berdiri, menyusul tiga sosok yang sudah berdiri dari duduk mereka terlebih dahulu.
"Tenang saja, kan masih ada hari esok." hibur Naysila yang sejujurnya belum rela jika harus mengakhiri kebersamaan yang begitu menyenangkan, yang dipenuhi berbagai cerita dan canda tawa.
"Oh iya, Raja, jangan lupa agenda makan malam besok dirumahku ..."
"Aku dan Naysila tidak akan mungkin melewatkannya. Iya kan, sayang?" ujar Raja sambil memeluk bahu Naysila dengan sebelah lengannya.
Naysila pun mengangguk, mengiyakan, kemudian secara beriringan mereka pun mulai beranjak dari sofa.
Zayn yang sudah terlelap, terpantau aman dan nyaman dalam gendongan baby sitternya.
Kemudian seolah kembali ke pengaturan awal, suasana kamar presidential suite yang tadinya dipenuhi keceriaan, pada akhirnya kembali senyap sepeninggal mereka semua, menyisakan Raja dan Naysila saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"I love you ..."
"I love you ..."
"I love you ..."
Sepenggal ungkapan cinta yang sama, entah sudah tak terhitung lagi banyaknya.
Naysila bahkan menjadikan ungkapan cinta Raja itu bak sebuah symphony pengantar tidur yang terasa sangatlah nyaman saat mengalun ditelinga.
"Naysila Pertiwi, I very ... Very love you ..."
Raja berucap gemas, lagi-lagi sambil membenamkan wajahnya keperut Naysila yang masih terlihat sangat datar.
"And i love you too, Raja Adiguna, my handsome husband ..." lirih Naysila sambil terus membelai setiap helai rambut Raja yang kepalanya kini terangkat dipenuhi senyuman.
Lama keduanya saling bersitatap sambil diselingi beberapa kali kecupan.
Meskipun tanpa berkata, namun ikatan bathin yang begitu kuat diantara keduanya seolah bisa menterjemahkan setiap inchi atas makna dari segenap perasaan yang terus meluap tanpa sedikitpun berkurang pendar cinta didalamnya.
Yah ... Begitulah cinta.
Cinta memang sangatlah dahsyat, sehingga sanggup membawa setiap perubahan yang baik di setiap insan yang percaya.
Sepertinya halnya yang terjadi dalam kehidupan Raja, yang dulunya merupakan seorang pria arogan nan perfeksionis ...
Juga Naysila yang dulunya hanya seorang perawat Lansia ...
T.A.M.A.T
🧕 : Huaaaahhhh ...!! Akhirnya sampailah kita diujung jalan. Terimakasih para reader setia, yang telah membaca karya yang super sepi ini sampai tuntas.
Marilah kita terus bersama di karya Author lainnya.
Karya Tamat :
- Ceo Tampan dan Istri Rahasia
- PASUTRI
- Terjerat Cinta Pria Dewasa
- Nona Mafia dan Dokter Menawan
Juga karya ongoing Author yang makin greget, dengan judul : "Hallo, Om ...!"
__ADS_1
Thx and Love you all ... 😘