
Perjalanan dari istana Raja kerumah ibunya biasanya memakan waktu sekitar empat puluh menit. Namun setelah sepuluh menit yang terlewat, suasana didalam mobil masih belum berubah, masih saja hening.
Baik Raja maupun Naysila belum ada yang bicara, terlebih sang sopir yang duduk tenang dibelakang kemudi seorang diri.
Untuk yang kesekian kalinya Raja melirik Naysila yang duduk diam disampingnya dengan tatapan yang mengarah penuh keluar jendela.
Merasa telah diacuhkan sekian lama, pada akhirnya membuat Raja menjadi kesal sendiri.
"Sejak tadi menatap keluar, kamu sengaja ingin membuatku marah yah?"
Naysila sontak menoleh menerima kalimat ketus tersebut.
"Sekarang malah melotot. Ck ... Ck ... Ck ... Jangan bilang saat ini kamu sedang berusaha mendapatkan perhatianku!" tuding Raja lagi, semakin narsis.
'Menatapnya tidak boleh, giliran tidak menatapnya dia marah. Maunya apa sih ...?'
Naysila menggerutu dalam hati.
"Oh, aku tau ... Kamu pasti masih kesal karena aku mengatakan dirimu jelek. Iya kan?" Raja memajukan wajahnya ke wajah Naysila, sepasang matanya bergerak-gerak usil seolah ingin mencemooh, terkesan seperti seorang bocah licik yang sedang berlaku egois kepada teman sepermainannya.
Ulah Raja yang agak under control, membuat Naysila refleks menarik wajahnya kebelakang dengan wajah bersemu merah, merasa tidak nyaman dengan hembusan napas yang beraroma manis bercampur mint, yang keluar dari sela-sela bibir yang sedang menyeringai jahat.
"Aku sama sekali tidak sedang kesal, Tuan." elak Naysila, berusaha tetap santun.
__ADS_1
"Bohong ..."
"Untuk apa aku berbohong?"
"Benarkah ...?"
"Tuan, aku sadar kalau wajahku memang jelek. Tanpa perlu diberitahu oleh Tuan atau siapapun ...." lirih Naysila lagi.
"Kamu memang jelek. Sangat jelek." pungkas Raja semakin menjadi.
"Iya, aku memang jelek ..." tantang Naysila, yang jelas-jelas dirinya tak ingin berdebat dengan Raja sehingga mendukung apapun penilaian pria itu, meskipun dengan demikian hatinya merasa semakin sakit akibat selalu dikatakan jelek berkali-kali, di saat dirinya sempat-sempatnya berkhayal bakal dipuji.
"Tentu saja. Coba lihat, sepasang matamu ini sangat jelek."
"Hidungmu jelek ..."
Kali ini ujung jemari Raja bahkan tidak hanya sekedar menuding diudara, melainkan langsung bertengger nyaman dipucuk hidung Naysila yang mancung alami.
"Pipimu juga jelek ..."
Naysila semakin mematung saat merasakan ujung jemari Raja yang kini bergerak perlahan dari pucuk hidungnya ... melebar kearah pipi yang merona hangat.
"Dagumu juga jelek ..."
__ADS_1
Kembali ujung jemari itu semakin jauh bertualang kearah bawah, pada dagu Naysila yang lancip, membuat jantung Naysila semakin melompat ke sana ke mari atas sentuhan kecil yang mendebarkan itu.
"Terlebih ini ... Semua kejelekanmu yang hakiki seolah berpusat ditempat ini."
Wajah Naysila semakin memerah sempurna, saat merasakan tekanan jari telunjuk Raja diatas bibirnya yang berwarna oranges bata.
"Bibirmu sangat jelek. Paling jelek dari keseluruhan bagian wajah jelekmu ..."
Naysila tidak bisa berkata apa-apa, karena saat ini jari telunjuk Raja benar-benar sedang berada diatas bibirnya bak sebuah gembok, yang seolah mengunci semua ucapan yang hendak keluar dari sana.
"Aneh sekali, kenapa kakek harus mengirimkan gadis jelek seperti dirimu untukku yang sangat tampan ini yah ...?"
Kini Naysila hanya bisa tersenyum miris, tepat saat Raja menarik jari telunjuknya dari atas bibir, sekaligus menjauhkan tubuhnya yang sejak tadi condong kearah Naysila.
'Naysila, tolong berjanjilah kepadaku. Bahwa apapun yang terjadi, dalam kurun waktu satu tahun, kamu akan melakukan apapun untuk membuat cucuku Raja bahagia ...'
Kalimat itu adalah sebuah kalimat sakral yang diucapkan oleh Tuan Rafly Adiguna dengan susah payah serta napas yang tertatih, sebelum keesokan harinya kondisi pria tua itu mengalami drop total hingga menghembuskan napasnya yang terakhir.
Sesungguhnya, saat itu tanpa berpikir dua kali Naysila telah mengiyakan permintaan tersebut demi seorang Tuan Rafly Adiguna, yang sudah memperlakukan dirinya dengan teramat sangat baik bak anak sendiri selama dua tahun terakhir.
Namun pada kenyataannya, janji Naysila tersebut tidaklah semudah itu untuk dilakukan ...
...
__ADS_1
NEXT, tapi jangan lupa di Like, Comment, Gift, dan Vote dulu yah ...