
"Utari, kendatipun aku senang kamu begitu loyal kepada Raja demi mendukung karir suamimu, tapi aku juga tidak ingin kamu menomorduakan Reza ..."
Belum ada sampai semenit, begitu mobil yang mereka tumpangi keluar dari gerbang utama rumah megah milik Raja, Dian Melinda langsung mencecar Utari dengan pernyataan yang menohok.
Utari yang sama sekali tak menyangka jika ibu mertuanya akan mengambil hati begitu banyak atas provokasi yang berasal dari mulut manis Naysila, sontak terhenyak.
"Ibu, sepertinya ibu telah begitu banyak mempercayai ucapan konyol Naysila. Bu, Sungguh aku tidak pernah bermaksud untuk ..."
"Syukurlah kalau kamu memang tidak mempunyai maksud tertentu. Tapi aku peringatkan kamu, Utari, jangan pernah kamu melakukan sesuatu di belakangku juga diluar perkataanku ..."
Mendengar kalimat Dian Melinda yang belum juga berkurang kesinisannya telah membuat Utari tercengang.
"Ibu, kenapa bicara seperti itu? Bukankah sudah aku katakan, bahwa aku tidak seperti yang Naysila kiaskan dalam ucapannya. Kenapa sekarang ibu seolah mencurigaiku ...? Apakah sekarang ibu lebih percaya pada Naysila ...?"
Dian Melinda tak langsung menjawab ungkapan kekecewaan Utari untuknya, melainkan membuang wajahnya keluar jendela mobil di mana langit diluar sana mulai terlihat temaram.
'Entahlah ...'
'Entahlah sekarang ini siapa yang harus aku percaya ...'
'Selama ini aku sangat mempercayai Utari. Tapi jika kelak Reza akan terluka karena wanita itu, rasanya aku bahkan bisa mencekik lehernya hidup-hidup ...!'
Sisi hati Dian Melinda membathin geram, namun disaat yang sama sisi hatinya yang lain malah menolak terperdaya oleh kemarahannya.
'Tidak ... Tidak ... Utari berkata benar, jika aku berpikir seperti ini, maka aku terkesan lebih mempercayai Naysila dibanding dirinya ...'
__ADS_1
'Akh, tidak ... Aku tidak boleh mempercayai Naysila begitu saja. Bagaimana mungkin aku mempercayai wanita licik itu ...!'
Didetik selanjutnya, diam-diam Dian Melinda sedikit menyesal telah meragukan Utari yang diakibatkan oleh beberapa ucapan bermuatan provokasi kecil yang sudah pasti dilakukan Naysila dengan sengaja.
Sejujurnya, Dian Melinda juga tidak pernah ingin mencurigai Utari seperti saat ini.
Tapi mengingat bahwa pada kenyataannya diantara Utari dan Raja, keduanya bahkan pernah memiliki kedekatan perasaan satu sama lain, mau tak mau membuat benak Dian Melinda terusik.
Raja dan Utari memang pernah memiliki hubungan yang cukup istimewa di masa lalu.
Utari Suryaatmadja merupakan kerabat jauh dari garis keturunan keluarga Adiguna, dan keduanya bahkan begitu dekat karena telah saling mengenal sejak kecil.
Kala itu, Utari menjadi satu-satunya sahabat terdekat Raja, oleh karena bersama Utari, tubuh Raja tidak pernah mendapatkan reaksi penolakan seperti saat berdekatan dengan orang lain.
Keduanya pun tumbuh bersama dan melewati masa remaja, sampai suatu ketika keadaan memaksa Utari pergi meninggalkan Raja, mengikuti kedua orang tuanya yang memilih hijrah keluar negeri.
Namun semakin Raja beranjak dewasa dan sedikit demi sedikit mulai memikul tanggung jawab yang dibebankan Rafly Adiguna dipundaknya, komunikasi diantara keduanya pun semakin lama menjadi semakin renggang.
Sampai pada suatu masa, di mana Raja dan Utari bahkan tidak lagi saling mengingat satu sama lain, hingga suatu ketika keluarga Utari kembali lagi ke tanah air.
Raja merupakan orang pertama yang begitu ingin ditemui Utari kala itu, namun kejutan manis yang sengaja dirancang Utari untuk Raja di suatu sore telah berakibat fatal, karena begitu Utari mendekati Raja dan memeluk pria itu dengan penuh kerinduan, sesuatu yang buruk dan tak disangka-sangka telah terjadi.
Tubuh Raja yang dulunya menerima dengan baik kehadiran Utari mendadak bereaksi keras untuk menolak, dan keadaan tersebut telah membuat panik semua orang.
Dian Melinda ingat betul, bahwa saat itu Raja bahkan langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami alergi berat, yang saking tak kuat tubuhnya menerima reaksi yang begitu cepat, Raja sampai kehilangan kesadarannya dengan sekujur tubuh yang dipenuhi bilur merah.
__ADS_1
Mendapati kenyataan tersebut Rafly Adiguna pun sontak meradang.
Kemudian bisa ditebak, bahwa hanya dalam waktu yang relatif singkat buntut kemarahan besar dari Rafly Adiguna atas insiden tersebut adalah ditetapkannya sebuah doktrin arogan untuk Raja, terlebih Utari dan seluruh keluarganya.
Rafly Adiguna telah memutuskan bahwa nama Utari Suryaatmadja beserta keluarganya tidak diperkenankan untuk mendekati Raja dalam situasi dan kondisi apapun.
Bahkan bisa dikata, seluruh anggota keluarga Suryaatmadja menjadi terlarang untuk mendekati Raja, sehingga mereka pun mengalami patah hati juga rasa malu yang teramat sangat, akibat keputusan arogan seorang Rafli Adiguna.
Prabu sang anak yang selalu menjadi satu-satunya orang yang paling berani menentang dominasi Rafly Adiguna, pun merasa iba dengan apa yang dialami Keluarga Suryaatmadja, dan dari sanalah kisah perjodohan Utari dan Reza berawal.
Demi menutupi rasa malu yang telah disematkan oleh ayahnya sendiri, Prabu yang kala itu mendapat dukungan penuh dari Dian Melinda nekad melamar putri tunggal dari keluarga Suryaatmadja untuk putra tirinya Reza.
"Ibu tidak turun dulu?' suara lembut Utari terdengar menyapa gendang telinga Dian Melinda, yang sontak terkejut mendapati kenyataan bahwa akibat melamunkan masa lalu dirinya bahkan tidak menyadari bahwa mobil yang mereka tumpangi telah berhenti sempurna didepan pagar rumah Reza.
"Sepertinya Reza belum kembali." bukannya menjawab, Dian Melinda malah bergumam pelan sambil mengawasi garasi yang letaknya tepat disamping rumah, yang biasanya menjadi tempat parkir mobil Reza.
"Iya bu, kata Reza dia akan pulang terlambat."
"Kalau begitu ibu mampirnya nanti saja." tukas Dian Melinda.
"Baiklah kalau begitu, Bu, aku akan turun sekarang."
Pamit Utari, mendengar keputusan sang ibu mertua yang menolak mampir karena putra kesayangannya belum berada di rumah.
Sesaat kemudian Utari hanya bisa menyaksikan bagaimana mobil yang ditumpangi Dian Melinda yang semakin bergerak menjauh, sebelum akhirnya benar-benar menghilang ditelan pekatnya malam ...
__ADS_1
Bersambung ...
🧕 : Like and supportnya jangan lupa yah ... 🙏