MENIKAHI PERAWAT LANSIA

MENIKAHI PERAWAT LANSIA
KEUTUHAN KELUARGA


__ADS_3

Dua tahun kemudian ...


Disebuah kamar presidential suite, seorang wanita cantik terlihat duduk menyilang kaki dengan begitu anggun.


Sorot kekaguman nampak jelas terpancar lewat sepasang mata indahnya, yang nyaris tak berkedip saat mengawasi adegan demi adegan yang tersaji pada sebuah layar televisi berukuran besar, yang sedang menayangkan sosok tampan suaminya yang sedang melangkah turun dari atas podium, usai memberikan sambutan singkatnya dalam pembukaan mega proyek kedua, yang telah selesai dalam kurun waktu yang sesuai target perencanaan.


Sungguh luar biasa pencapaian Raja, karena hanya dalam waktu satu tahun berselang, bisa menelorkan proyek kedua yang tak kalah hebatnya dari proyek pertama.


Namun meskipun demikian, sudah menjadi rahasia umum bahwa kesuksesan besar yang diperoleh Raja, tak lepas dari peran utama Reza, sang kakak tiri.


Keuletan Reza yang didaulat sebagai aktor utama dalam pembangunan proyek pertama, kemudian berlanjut dengan proyek kedua yang sukses dua kali lipat itu merupakan sebuah prestasi yang membanggakan serta patut diakui.


Naysila menyaksikan semuanya dengan penuh kebanggaan, seolah dia benar-benar tengah berada ditempat tersebut.


Suara tepuk tangan meriah yang terdengar membahana, serta kilatan blitz yang berasal dari kamera para kuli berita yang tak henti menyambar sosok yang menawan.


Yah, sosok pria yang sangat membanggakan itu adalah Raja Adiguna.


Suami tampan milik Naysila seorang, yang saat ini sedang duduk menonton televisi berlayar besar, ditemani beberapa kotak juice buah plus aneka cemilan dan potongan buah yang memenuhi permukaan meja kaca.


Naysila tersenyum saat menyaksikan adegan selanjutnya dimana kedatangan Raja kembali ketempat duduknya telah dinantikan Reza dengan tangan terbuka, kemudian moment pelukan hangat dari kakak-adik berbeda ayah itupun tak disia-siakan sedikitpun oleh para awak media.


Sungguh ... Bagi Naysila, pemandangan barusan teramat sangat menyentuh kalbu ... Sekaligus menyejukkan ...


Ddrrrtttt ...


Bunyi ponsel diatas meja yang bergetar, membuat Naysila langsung menyambar benda pipih tersebut.


'Pasti Ibu ...'


Bibir Naysila mengu lum senyum, menyadari tebakannya ternyata sangat jitu, karena panggilan yang muncul dipermukaan ponselnya itu benar-benar berasal dari sang mertua.


"Naysila, apakah acaranya sudah selesai ...?" suara khas Dian Melinda terdengar nyata dari ujung sana.


"Belum Bu, mungkin sebentar lagi selesai, tapi Raja baru saja menyelesaikan sambutannya ..."


"Apaaa ...?!" pekikan Dian Melinda jelas menyiratkan kekecewaannya yang menggunung.


Dian Melinda berniat menonton Raja lewat saluran khusus di kamar hotel tempat Raja dan Naysila menginap, yang merupakan hotel yang sama tempat berlangsungnya launching mega proyek milik Raja, yang dilaksanakan di ballroom hotel tersebut.


"Tuh kan, Utari, apa kubilang ... Kita akan terlambat menyaksikan sambutan Raja ..."

__ADS_1


Suara Dian Melinda terdengar sedang mengomeli seseorang yang sedang bersamanya, siapa lagi kalau bukan Utari, menantu Dian Melinda yang satunya.


"Ibu, kenapa menyalahkan aku ...? Ibu kan tau sendiri bahwa kita terlambat karena kenakalan cucu ibu ..."


"Cih, berani-beraninya menyalahkan cucuku yang berharga. Tidak. Semua itu. Bukan salah Zayn, melainkan salahmu sebagai Mommy-nya Zayn."


"Huuu ... Ibuuu ..."


Suara merajuk Utari terdengar nyata, sebagai bentuk dari ungkapan protesnya yang terakhir untuk setiap ocehan sang mertua yang sudah pasti tak pernah mampu ia bantah.


Menanggapi pertengkaran yang sepertinya sudah sangat biasa terjadi itu Naysila hanya bisa tersenyum.


"Jangan khawatir, Bu, aku sudah merekam saat Raja menyampaikan sambutannya. Ibu bisa menontonnya nanti kalau sudah sampai di sini ..."


Penjelasan Naysila telah disambut tarikan napas lega Dian Melinda dari seberang.


"Huhhfhh ... Syukurlah kamu sudah merekamnya Naysila. Kamu memang sangat bisa diandalkan, karena setidaknya aku masih bisa menyaksikan bagaimana putra kebanggaanku berbicara dengan gagah, disaksikan oleh semua orang ..."


Lagi-lagi Naysila hanya tersenyum mendapati betapa besar kebanggaan Dian Melinda atas Raja, yang sedikitpun tak pernah berubah, malah yang ada semakin berlipat ganda.


Yah, ternyata memang seperti itulah kasih sayang seorang ibu yang sebenarnya, yang mulai dipahami oleh Naysila.


Tidak, tidak ... Sesungguhnya pemahaman tersebut pastinya bukan hanya oleh Naysila seorang, karena Naysila yakin Utari merupakan sosok yang jauh lebih memahami Dian Melinda daripada dirinya, meskipun semua itu tidak sampai membuat Naysila cemburu.


"Sebentar lagi juga sampai. Kami sudah berada di lobby, tapi seperti biasa, sangat sulit mengawasi Zayn. Dengan kondisiku yang semakin menua, dan Utari yang juga sedang berbadan dua ... Bahkan seorang pengasuh dan seorang pengawal pun dibuat kesulitan oleh bocah itu ..." tanpa sadar Dian Melinda telah berkeluh kesah panjang lebar, seolah sedang mengadukan kepada Naysila tentang seluruh kegaduhan dalam hidupnya, yang sejujurnya dalam waktu yang bersamaan juga sangat dinikmati juga olehnya.


"Nah kan, sekarang Ibu mengakui bahwa Zayn memang nakal ..." sayup-sayup suara Utari terdengar lagi.


"Haihh, sudah diam. Kamu selalu saja mencari cela untuk membuat dirimu terlihat benar ..."


"Ibuuuuu ..."


"Sudah kuperingatkan, jangan bergelayut seperti itu, Utari. Aku tidak suka ...!"


'Haihhh ... Mereka bertengkar lagi ...!'


Naysila geleng-geleng kepala sendiri begitu mendengar pertengkaran kecil antara Ibu dan Utari yang kembali tersulut.


Selalu seperti itu. Tak pernah akur bak Tom and Jerry, tapi anehnya masing-masing tidak pernah mau dipisahkan satu sama lain.


"Baiklah Ibu, tidak usah terburu-buru. Aku akan menanti kalian semua di sini saja yah ..." ucap Naysila kemudian.

__ADS_1


"Baiklah, Nay ... Tunggulah disitu, karena kami akan segera tiba ..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja dan Reza, keduanya tak bisa menyembunyikan rasa terkejut mereka manakala mendapati kamar presidential suite milik Raja yang hampir mirip sebuah kapal pecah.


"Maafkan aku, Raja, ini pasti ulah Zayn ..." Reza menyentuh tengkuknya sambil meringis.


Sepasang bola mata Raja terlihat menyapu setiap sudut kamar yang lumayan berantakan tersebut.


"Bagaimana mungkin bocah yang belum genap dua tahun bisa melakukan semua kekacauan ini ...?" desis Raja keheranan.


"Dadddyyyyy ...!!"


Belum sempat Reza menjawabnya, manakala sebuah penampakan menggemaskan terlihat muncul dari balik tembok pembatas ruangan.


Tubuh mungil tanpa sehelai benang itupun terlihat berlari telan jang, bergerak lincah menghindari Mommy-nya, demi menjemput kedatangan Reza.


Utari yang karena kondisi fisiknya yang sedang hamil besar, tentu saja merasa kesulitan saat harus mencegat pergerakan lincah Zayn.


"Dadddyyy ...!!"


Puk.


Bertepatan dengan pekikan kecil itu, Zayn pun sukses menubruk kedua kaki Reza yang langsung membungkuk guna meraih tubuh polos Zayn yang menggemaskan.


"Zayn, kemarilah ..."


"Biarkan saja," lerai Reza begitu Utari ingin mengambil alih Zayn dari pelukannya, dengan sepasang pakaian milik Zayn ditangan. "Sapalah Raja terlebih dahulu ..." ucap Reza mengingatkan Utari atas keberadaan Raja yang sejak tadi hanya menatap takjub pada sosok kecil berambut ikal, yang tak lain merupakan keponakannya.


"Hai Raja, senang bertemu lagi denganmu ..." sapa Utari sambil menunduk takjim.


Raja pun menoleh kearah Utari dan mengangguk. Lagi-lagi dirinya dibuat takjub atas hubungan Reza dan Utari yang seolah memiliki kemajuan begitu pesat dalam kurun waktu dua tahun.


Kehadiran Zayn yang lucu, dan saat ini Utari bahkan sedang hamil besar.


"Sepertinya kehidupan kalian terlihat sangat seru ..." desis Raja yang lagi-lagi menoleh kearah Reza, karena pergerakan lincah Zayn yang seolah tak bisa diam kembali mencuri perhatiannya.


Saking penasarannya, tangan Raja bahkan telah terangkat guna menyentuh rambut ikal Zayn, juga beberapa bagian tubuh polos bocah yang sedang memeluk leher Reza erat-erat, sambil mengintip sosok Raja dari balik leher daddy-nya.


Reza tertawa kecil menanggapi segala bentuk ketakjuban Raja yang seolah belum juga usai. "Seperti yang terlihat, kehidupanku memang cukup seru. Terlebih dengan Zayn yang sangat aktif, tapi dalam tiga bulan kedepan dia jusru akan memiliki seorang adik kecil yang cantik ..." ucap Reza yang terlihat begitu bangga ...

__ADS_1


Next ...


__ADS_2