
Safira mengabaiakan pertanyaan Lukas,yang terpenting baginya saat ini adalah dia sudah aman dari anak buah Burhan yang mengejarnya sejak tadi.Safira berusaha keluar dari dalam mobil,dia memang sangat kelelahan di tambah tubuhnya yang kurang sehat dari kemarin membuatnya semakin lemah.
Lukas berdiri sambil menatap Safira,dia yakin wanita yang ada di depannya sedang mengalami kesulitan hidup, dia ingin menolong wanita itu tapi entah kenapa gengsi di dalam hatinya lebih besar di banding rasa iba melihat Safira yang sudah terseok-seok.
Saat kakinya menyentuh tanah,Safira berdiri lalu dia menoleh ke arah Lukas yang berdiri tidak jauh darinya,tatapannya kosong dan bekas pukulan di wajahnya masih terlihat bahkan masih terlihat luka kering di hidungnya yang mancung.
"Terima kasih tuan sudah menolongku." Ucapnya lalu dia membalikkan badan dan mulai melangkahkan kakinya tanpa tujuan apa pun.Dia menelusuri jalanan tanpa alas kaki membuat Lukas sedikit iba tapi dia enggan memanggilnya hingga pada akhirnya Safira yang memang tidak sehat langsung jatuh pingsan.
Lukas berlari kecil menghampirinya,lalu mengangkat tubuhnya dan membawanya kembali ke dalam mobil,Lukas sudah menduga kalau Safira pasti kurang sehat.
Lukas.....
Dia seorang pengusaha sukses yang sudah punya banyak usaha di berbagai bidang.Di umurnya yang sudah mencapai tiga puluh lima tahun dan belum memiliki pasangan membuat ibunya selalu memaksanya menikah dengan wanita pilihannya,tapi Lukas selalu menolak karena dia masih menunggu seseorang yang sudah lama dia cintai dan wanita itu adalah cinta pertamanya.
Lukas membawa Safira ke rumah sakit, di sana dia mendapat perawatan yang intensif dan dengan terpaksa safira harus menginap di rumah sakit walau hannya beberapa hari karena memang keadaannya yang sangat memprihatinkan.
" Aku rasa wanita ini baru saja mengalami pelecehan seksual,terlihat dari seluruh tubuhnya yang lebam.Kamu bertemu dengannya dimana padahal dia terlihat masih sangat muda?" Tanya seorang dokter yang kebetulan pria itu berteman dekat dengan Lukas.
" Dia dikejar beberapa pria tadi malam di jalan,saat itu mobilku terbuka dan dia bersembunyi di dalam mobilku." Jawabnya terlihat kurang suka.
Arya sang dokter muda hannya tersenyum tipis,dia terlalu iba dengan wanita muda yang ada di depannya,masih muda tapi dia sudah menjadi korban pelecehan.
Tidak lama kemudian Safira membuka matanya secara perlahan lalu menatap Lukas dan Riko bergantian.
__ADS_1
"Selamat malam dek apa yang kamu rasakan?" Tanya Arya dengan senyum indah yang menghiasi bibirnya lalu dia kembali memeriksa keadaanya ternyata dia sudah mulai membaik.
Safira tidak menjawab pertanyaan Arya,dia memang selalu ketakutan jika ada orang baru yang mengajaknya bicara dan bahkan wajahnya terlihat ketakutan.
"Sepertinya dia trauma dengan hidupnya,aku tidak tau apa yang terjadi dengannya."
"Hmm ya sudahlah itu bukan urusan ku,tanyakan dimana keluarganya aku akan mengantarnya kepada keluarganya." Mendengar Lukas menyebut keluarganya safira memberikan reaksi diluar nalar.Dia segera duduk lalu memutus selang infus dari tangannya lalu dia turun dari atas ranjang hingga kepalanya kembali pusing dan akhirnya dia jatuh di lantai.
"Hei ada apa?" Arya menolongnya dan membantunya Kembali naik ke atas ranjang walau dia menolaknya.
" Fine....Tidak papa kami tidak akan membawamu kemana pun tapi kamu harus dirawat." Ucap Arya dengan lembut dia memandang Lukas yang terlihat tidak terlalu peduli.
Arya dengan sangat kembali memasang infus,lalu dia kembali berdiri di samping Lukas yang sudah mulai mengantuk.
"Aku tidak mau kembali kepada keluargaku,mereka telah menjual ku dan menjadikan aku sebagai pelacur...Aku akan membunuh mereka suatu saat,mereka telah merampas masa muda dan masa depan ku...Arng...." Safira mencengkram kuat spray ranjang seakan ingin melampiaskan seluruh emosinya.
Arya dan Lukas saling menatap dan sangat kaget dengan penuturan wanita muda yang ada di depan mereka,mereka tidak menyangka wanita yang masih sangat muda mengalami kepahitan hidup yang sangat menyedihkan.
"Baiklah kamu istrahat saja,kami keluar dari sini." Ucap Arya dia bergegas keluar dari ruangan itu begitu juga dengan Lukas.
" Kasihan sekali dia apa kamu akan menunggunya malam ini atau bagaimana?" Tanya Arya saat mereka sudah keluar dari ruangan dimana Safira sedang istrahat.
" Aku bukan saudara atau temannya kenapa harus aku yang bertanggung jawab?"
__ADS_1
"Kalau sudah kamu tolong jangan setengah-setengah berbuat kebaikan,kamu harus menolongnya sampai dia benar-benar sembuh." Ucap Arya lalu dia pergi meninggalkan Lukas di depan pintu membuat Lukas semakin kesal.
Lukas keluar dari dalam rumah sakit lalu pergi ke cafe yang tidak jauh di depan rumah sakit lalu memesan kopi kesukaannya.Sebenarnya dia ingin pergi dari rumah sakit itu dan mengabaikan Safira tapi hatinya tidak tega saat mendengar kisah pilu anak itu.
"Kok bisa ya ada keluarga yang tega melakukan hal seperti itu,padahal dia masih muda,aku rasa dia bahkan belum lulus sekolah,wajahnya memang manis dan matanya sangat indah mungkin itu alasan keluarganya." Ucapnya dalam hati.
****
Sementara itu di rumah bordir milik Burhan,Budi habis memukuli semua penjaga pintu karena mereka sama sekali tidak berguna,bahkan untuk mengejar wanita lemah seperti Safira saja mereka tidak mampu.
Budi belum berani menghubungi Burhan karena pada akhirnya dia akan menanggung akibatnya nanti yang telah membiarkan Safira kabur padahal dia sumber uang yang sangat besar untuknya.
" Kalian semua harus tanggung jawab,sekarang cari pria itu aku yakin dia pasti membawa Safira pergi. Aku akan membunuh kalian berlima kalau malam ini Safira tidak kembali ke tempat ini." Ucapnya dengan wajah penuh amarah.
Kelima pria itu keluar dari dalam rumah setelah mereka mendapat banyak pukulan di wajah,mereka masih ingat dengan wajah Lukas tapi mereka tidak tau kemana dia membawa safira pergi.
"Dasar jahanam bisa-bisanya dia menendang kepalaku hingga aku jatuh dan dia dengan mudah kabur kemana kita mencarinya,aku tau tuan Burhan bukan orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain." Ucapnya sambil memukul stang mobilnya.
Keesokan paginya Burhan bagun seperti biasnya,lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi Budi tapi entah kenapa dari tadi malam dia tidak bisa menghungi anak buahnya.
"Kemana dia kenapa dia tidak bisa di hubungi apa aku harus menemuinya sendiri ke kontrakannya?" Disaat yang bersamaan ponselnya berbunyi dia mengira kalau Budi yang menghubunginya ternyata Rika yang menghubunginya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1