
Safira menoleh ke arah Arya yang ingin membayarnya malam ini,dia tersenyum tipis kepada pria itu,sebenarnya berat rasanya melayani orang-orang seperti Arya.
"Benarkah kamu mau membayar ku malam ini mas,bagaimana kalau besok aja kebetulan aku sudah ada tamu malam ini." Ucap Safira dia sengaja mengelak,tadinya dia hannya menguji Arya karena dia pikir Arya tidak akan menerimanya nyatanya pria itu malah menerimanya.
"Tidak...Malam ini juga kamu harus menemani ku." Ucap Arya.Karena sudah tidak bisa mengelak lagi Safira tampak menghubungi pria yang sudah memboking nya lalu membatalkan pertemuan mereka.
Arya membawa Safira ke apertemen miliknya,saat mereka masuk Safira tampak biasa saja melihat kemewahan apertemen Arya karena tidak beda jauh dari apertemen milik Lukas dulu yang ditempatinya.
Arya pergi ke belakang lalu kembali ke depan dengan membawa dua botol minuman bersoda,Safira tampak biasa saja tidak ada lagi rasa takut atau segan karena sudah biasa baginya menginap di hotel mewah,standar dan hotel biasa dan bahkan kamar sempit yang di tempatnya untuk melayani para tamu yang menginginkan tubuhnya.
"Minumlah,banyak hal yang harus kutanyakan bagimu,kenapa kamu harus melakukan ini,bukan kah Lukas mencintai mu?"
"Aku tidak mencintainya dan aku tidak mau jatuh cinta kepada pria kaya sepertinya,aku muak harus berurusan dengan orang-orang sombong seperti keluarganya.Hentikan menanyakan sesuatu yang tidak penting,kalau kamu masih membahasnya aku akan pergi." Ancam Safira memilih mengelak membahas pria yang pernah memberikan perasaan aneh di hatinya.
Arya tidak berani lagi untuk menanyakan tentang Lukas kepada Safira,tapi dia juga tidak ada niat untuk melakukan hal yang tidak pantas dengan Safira karena dari dulu memang dia jatuh hati kepada Safira,tapi dia selalu takut mengungkapkan perasaanya kepada Safira.
Melihat Arya yang tidak bergerak,akhirnya Safira memberanikan diri untuk mendekati Arya lalu duduk di pangkuan pria itu dan tanpa malu-malu Safira langsung mendaratkan ciuman di bibir Arya.
Arya yang sempat terlena dengan ciuman Safira langsung tersadar lalu melepaskan ciuman safira dari bibirnya,untuk sesaat dia sempat menikmati ciuman itu karena bagaimana pun dia adalah pria normal.
__ADS_1
"Hentikan Safira,aku tidak ingin kamu merendahkan dirimu di hadapan ku,Safira mari kita menikah,dari awal aku sudah jatuh hati kepada mu,menikah lah dengan ku!!" Ucap Arya tiba-tiba membuat Safira kaget dan merasa tidak percaya akan ucapan Arya.
"Hahahaha.....Menikah,kamu mengajak seorang pelacur menikah,hahaha mimpi apa aku semalam hingga bertemu pria aneh sepertimu,...Hahahaha." Safira tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Arya,dia merasa semua itu hannya candaan seorang Arya untuknya.
"Kenapa....Memangnya ada yang salah,kamu bilang kamu sangat menciantai uang kan,kamu memberikan tubuhmu kepada semua pria demi uang,aku juga banyak uang,bahkan sangat banyak melebihi uang pria-pria hidung belang yang sudah membayar mu,terus salahku di mana?baiklah aku akan menunjukan semua harta ku untukmu." Arya meninggalkan dirinya lalu masuk ke dalam kamar,sementara itu Safira diam seribu bahasa tidak tau lagi harus bagaimana menjawab pertanyaan Arya.
Arya datang dari dalam kamar,lalu meletakkan beberapa buku rekening,dan juga kartu,pria itu menatap Safira yang saat itu tidak bergeming sama sekali.
"Ayo...Menikahlah denganku,semua hartaku akan menjadi milikmu,dan semua uang ini menjadi milikmu,berhentilah menjadi wanita malam." Ucap Arya penuh harap.
"Maaf mas aku tidak mencintaimu,aku tidak mau menikah dengan siapa pun atau laki-laki mana pun,malam ini aku akan melayani mu,setelah itu lupakan aku." Ucap Safira lalu dia memeluk tubuh Arya lalu mulailah menggodanya hingga penyatuan itu benar-benar terjadi di antara mereka.
Safira melayani Arya dengan penuh kerja keras memuaskan hasrat pria itu,hingga beberapa kali mendapatkan kenikmatan,setelah Arya puas Safira memakai bajunya dan berniat untuk keluar dari apertemen Arya.
Safira kembali ke kontrakannya pada pukul dua dini hari,dia sudah tidak mood lagi untuk melayani tamu hari, karena pikirannya benar-benar sedih.
Setelah membersihkan tubuhnya,Safira naik ke atas ranjang sederhana miliknya,kata-kata Arya tadi seakan menari-nari di pikirannya dan rasanya dia sangat sedih saat harus menolak pria baik-baik karena merasa dirinya tidak pantas lagi mendapat pria baik seperti Arya dan dia juga sengaja meninggalkan Arya karena tidak ingin pria itu mengejarnya.
Dia sadar bagaimana pun kerasnya dia suatu saat menutupi masa lalunya pasti akan terbongkar juga apalagi jika dia menjadi menantu orang hebat seperti keluarga Arya.
__ADS_1
"Hahaha inilah takdir yang harus aku jalani, mungkin inilah garis tangan yang harus kujalani." Ucapnya sambil menyeka matanya yang sudah mulai berkaca-kaca.
****
Keesokan harinya,Arya bangun dari tidurnya,dia langsung mencari keberadaan Safira,dia sangat kecewa saat tidak menemukan Safira di dalam Apertemennya.
"Safira kamu mungkin mengira semua kata-kataku tadi malam hannya candaan kenyataanya aku mencintai mu tidak seharusnya kamu pergi begitu saja." Ucapnya lalu duduk di sopa dengan wajah lemas dan tidak bersemangat.
Di lain tempat,Lukas baru saja bangun dari tidurnya setelah tadi malam dia mabuk berat dan diantarkan seorang wanita malam ke rumahnya karena sudah sangat mabuk.
" Arng....Sial, aku mabuk lagi,ini semua gara-gara Safira entah kemana dia sampai kapan aku harus seperti ini." Ucapnya dalam hati lalu dia turun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi.
Lukas keluar dari dalam kamar mandi lalu mengambil beberapa lembar pecahan seratus lalu dimasukkan ke dalam kantongnya.
" Bangun,dan pergilah dari apertemen ku," Ucap Lukas sambil membangunkan wanita itu hingga dia bangun dan sedikit bingung.
" Keluarlah aku tidak mau apa pun darimu, ini bayaran mu," Lukas memberikan uang itu hingga akhirnya wanita itu pergi begitu saja.
Lukas juga bergegas keluar dari apertemen nya karena dia harus masuk kantor juga hari ini,karena dia harus melakukan meeting pagi ini.Di saat Lukas sampai di luar dia sangat kaget saat melihat Arya yang tiba-tiba muncul di hadapannya,dia sangat membenci pria itu.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan brengsek,entahlah dari pandangan ku!! kalau kamu ingin membuat keributan lagi aku tidak segan-segan melaporkan mu ke polisi yang sudah menganggu ketenangan kami.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺