Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 15 ~ Z A D ~


__ADS_3

Lukas menyetir dengan kecepatan tinggi,entah apa yang membuatnya harus ke rumah sakit dengan biru-biru padahal dia sendiri bisa pergi begitu saja meninggalkan Safira tapi entah apa yang membuat hatinya sedikit tidak tega membiarkan Safira tanpa tujuan hidup.


Sesampainya di rumah sakit dia mendorong pintu dengan perlahan lalu berdiri di depan pintu,ternyata Safira sudah tidak berbaring melainkan berdiri di depan jendela sambil memandang keluar jendela.


"Apa yang kamu lakukan!! kenapa tidak istrahat saja bukan kah kamu belum pulih seratus persen?" Tanya Lukas dia memandang tubuh kurus Safira dari belakang.Saat mendengar suara Lukas Safira menoleh lalu tersenyum kecil.


"Aku sudah bisa sembuh tuan,lagian aku tidak punya uang untuk membayar biaya perobatan ku kali ini,aku tidak punya uang sama sekali." Ucap Safira lalu menunduk suaranya begitu lemah bahkan terlihat menyedihkan.Ini pertama kalinya dia melihat Wajah Safira dengan jelas di semua wajahnya terlihat banyak luka lebam mungkin dia baru saja mengalami kekerasan.


Lukas mendaratkan bokongnya di atas sopa,lalu dia menaikkan satu kakinya ke kaki yang satunya sambil menatap kosong ke arah pintu.Dia juga bingung harus bagaimana dia takut kalau dia menawarkan banyak hal Safira jatuh hati dengannya sementara dia tidak menyukai wanita dengan latar belakang yang sangat buruk seperti Safira.


"Baiklah kalau kamu sudah sembuh ya sudah kamu bisa keluar hari ini." Jawabnya.Setelah itu dia tidak tau lagi harus membahas apa pun kepada Safira.


Di saat yang bersamaan Arya masuk ke ruangan itu,dia menatap Safira yang masih berdiri di depan kaca tatapannya terlihat kosong membuat Arya sedikit penasaran dengan apa yang terjadi kepada Safira hingga dia menjadi wanita malam di umurnya yang masih sangat muda.


"Bagaimana perasaan mu Safira,kamu sudah semakin sehat kan?" Tanya Arya dengan nada hati-hati.


" Aku sudah sembuh dokter,aku sudah bisa pulang tapi aku belum bisa membayar biaya perobatan ku,apa aku bisa bekerja di rumah sakit ini sampai hutangku lunas." Ucap Safira dengan wajah polos sontak Lukas menoleh ke arahnya.


"Kamu pikir rumah sakit ini milik pribadinya? aku akan membayar biaya perobatan mu anggap saja ini sebagai hutang." Ucap Lukas.Entah kenapa dia juga merasa tidak nyaman kalau Safira harus meminta tolong kepada Arya.


"Terima kasih banyak tuan,aku akan membayarnya." Jawab Safira hatinya sudah mulai tenang setidaknya dia tidak khawatir lagi masalah biaya di rumah sakit.


Wajah Arya terlihat masam,saat ingin bertanya banyak hal kepada Safira dia merasa tidak nyaman karena Lukas selalu mengawasinya.

__ADS_1


"Baiklah kita keluar dari sini,kita ke bagian administrasi,setelah itu kita bisa pulang." Lukas lalu keluar dari ruangan itu diikuti Safira di belakangnya.Arya menghela napas berat padahal dia sangat tau sikap Lukas,dia pria yang sedikit angkuh tidak jauh beda dengan keluarganya.


Setelah Lukas melunasi seluruh biaya perobatan Safira,mereka segera keluar dari rumah sakit,sebelum mencapai pintu keluar Arya menghampiri mereka lalu membawa Lukas sedikit menjauh dari Safira.


" Kamu mau membawanya kemana?" Tanya Arya walaupun dia kurang menyukai sikap Lukas yang terlihat angkuh dia tetap bersikap tenang.


"Hah...Kenapa,kenapa kamu sampai mau tau tentangnya kemana pun aku membawanya bukan urusan mu juga." Jawab Lukas.Arya terlihat gugup dia juga bingung kenapa dia tiba-tiba peduli dengan orang yang bahkan dia tidak kenal.


Lukas meninggalkan Arya,dia sama sekali tidak peduli dengan Arya dia menghampiri Safira lalu mengajaknya pergi dari sana saat melewati Arya Safira mengangguk sambil tersenyum.Arya membalas senyuman Safira,entah kenapa dia merasa aneh saat dekat dengan Safira.


Mereka naik ke dalam mobil mewah milik Lukas,Safira tidak tau kalau itu mobil mewah yang dia tau mobil itu sangat cantik dan bahkan tempat duduknya sangat empuk di dalam mobil dia juga merasa sangat nyaman.Sepanjang hidupnya dia belum pernah menaiki mobil mewah ,bahkan dia tidak pernah duduk berdekatan dengan seorang pria apalagi pria tampan seperti Lukas.


Sepanjang jalan keduanya hannya diam,begitu juga dengan Lukas, Safira menatap lurus ke depan di dalam hatinya dia berdoa semoga ke depannya hidupnya lebih baik lagi.Dia sudah lelah selama tujuh belas tahun tidak pernah sekali pun dia merasakan hidup bahagia.


Sementara itu Burhan keluar dari dalam rumah bordir miliknya,dia terlihat sangat marah bahkan dia menendang pintu dengan kasar membuat Rika sedikit gemetaran.


Ririn dan Lia dari kejauhan menatap tempat itu tidak ada yang mencurigakan membuatnya Ririn sedikit lega.Saat dia melihat Burhan sudah meninggalkan tempat itu,dia membuka sabuk pengamannya lalu membuka pintu.


"Mbak mau kemana?" Tanya Lia yang lebih penakut dari Ririn.


"Aku ingin masuk dan menemui Safira." Jawabnya lalu membuka pintu dan turun dari dalam mobil.Lia tidak mau ketinggalan dia juga turun lalu mengejar Ririn yang sudah mulai menjauh.


Ririn mengetuk pintu,beberapa kali tapi belum ada juga yang membuka pintu,hingga dia mencoba sekali lagi hingga akhirhya terdengar pintu di buka dari dalam.

__ADS_1


"Anda siapa dan mencari siapa?" Rika wanita yang sudah lumayan berumur dengan rambut warna terang,wajah yang sedikit menor di tambah bibirnya yang berwarna ungu menambah kesan liar di wajahnya.


Ririn tampak gugup saat melihat penampilan wanita itu,tiba-tiba saja dia tidak tau mau biacra apa kepada wanita itu dia mengira Safira tinggal disana ternayata wanita lain yang tinggal di sana.


"Maaf apa disini ada wanita yang bernama Safira?"


"Safira...Anda siapanya?"


" Saya keluarganya!!"


" Safira sudah kabur dari rumah ini,dan tuan Burhan sedang mencarinya,apa dia kembali ke rumah anda?" ...


"Tidak...Kalau dia kembali ke rumah ku,tidak mungkin aku datang kesini untuk mencarinya." Jawab Ririn dengan nada ketus.


Ririn menarik tangan Lia lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.


"Dasar orang tidak jelas." Rika mengumpat karena kesal lalu menutup pintu kembali dengan kasar hingga membuat Lia dan Ririn kaget tapi mereka tidak peduli dan memilih meninggalkan tempat itu.


Saat Burhan sampai di rumahnya,dia sangat kaget melihat Maya dab kedua anaknya duduk di teras rumah,perasananya semakin kesal saat melihat wanita licik itu.


"Kamu sudah pulang mas Burhan,aku menunggumu dari tadi,kenapa rumah mu sebesar ini tidak ada orang sama sekali,kemana istri-istrimu?" Tanya Maya dengan wajah dipasang semanis mungkin.


Burhan membuka pintu rumahnya,tanpa di suruh masuk Maya dan kedua putrinya sudah masuk dan mengikuti langkahnya,melihat Maya datang ke rumah itu Burhan sudah tau tujuan mereka.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2