Menikahi Wanita Malam

Menikahi Wanita Malam
Bab 16 ~ Z A D ~


__ADS_3

Burhan duduk di sopa,melihat situasi rumah yang sepi dia sudah tau kalau kedua istrinya sedang keluar.


"Ada apa kamu datang kemari?" Tanya Burhan tanpa basa-basi.


"Tentu saja aku mau melihat anakku dimana dia aku merindukan dirinya." Jawab Maya sambil mendaratkan bokongnya di atas sopa empuk milik Burhan.Matanya mengelilingi tempat itu tidak melihat Safira sekian lama membuatnya sedikit kangen.


Burhan tampak salah tingkah,dia takut kalau sampai mereka tau kalau Safira tidak bersamanya lagi dan wanita jahat itu semakin memerasnya.


"Dia sedang pergi bersama istri pertama ku ke Bandung mungkin mereka disana sampai Minggu depan."Jawab Burhan berbohong.


"Oh..Sayang sekali,padahal aku sangat merindukannya.Hmm...Bagaimana anakku cantik dan masih ada segelnya kan,kamu pasti puas membuka segelnya ya." Maya sengaja membuka obrolan seperti itu walau Burhan terlihat muak.


"Ya begitulah...Kalau tidak ada urusan lagi kalian bisa keluar,aku juga masih banyak urusan." Burhan mengusir mereka secara halus membuat Maya tidak bisa berkata-kata.Sebenarnya dia ingin sekali bertemu Safira,dia ingin melihat apakah sudah ada perubahan hidup Safira sejak tidak bersamanya lagi.


" Baiklah Minggu depan aku akan kembali lagi ke rumah ini,sebenarnya tujuan kedua ku datang ke rumah ini bukan untuk menemuinya,..Tapi aku ingin meminta kamu memberikan bayaran untuk tubuh Safira,aku pikir-pikir terlalu murah kamu membayarnya." Burhan sangat jijik mendengar ucapan Safira,dugaannya benar wanita itu datang pasti ada tujuannya.


"Maaf Aku tidak bisa memberikan apa pun lagi kepadamu,Safira sudah bahagia menikah dengan ku,itu artinya kamu yang bodoh meminta terlalu sedikit waktu itu,aku harap kamu tidak usah menemui ku lagi." Ucapnya dengan wajah masam membuat Maya dan Kedua anaknya tidak terima.


"Om...Kami dirumah tidak ada lagi pembantu,semua pekerjaan tidak ada lagi yang melakukannya,kalau om membayar kami tiap bulan kami bisa menyewa pembantu."Ucap Kinan tidak tau malu.


Burhan beranjak dari tempat duduknya lalu menyeret mereka bertiga keluar dari dalam rumah dan mendorongnya keluar dari rumah hingga mereka terpental ke lantai bahkan Bella mengerang kesakitan saat lututnya mengenai batu.

__ADS_1


"Dasar orang-orang tidak tau malu,kalian pikir aku orang bodoh yang bisa kalian tipu,kalau kamu butuh uang kamu jual kedua anak perempuan mu ini,agar kamu mendapatkan uang." Burhan mengumpat dengan kasar lalu membanting pintu dengan kasar.


"Sialan.....Berani sekali dia melakukan ini untukku,ayo kita pergi dari sini kita cari cara untuk membawa Safira kembali pulang." Ucap Maya.Mereka bertiga meninggalkan rumah Burhan dengan perasaan malu selain di usir mereka juga dimaki pria itu.


Sementara itu Lukas bingung harus membawa Safira kemana,kalau dia membawa Safira ke apertemen nya,dia tipe orang yang tidak suka ada orang lain tinggal disana,dia tidak nyaman kalau ada orang lain tinggal di apartemennya.


"Siapa nama kamu?"


"Safira tuan."


"Jadi kamu benar-benar tidak mau kembali ke rumah orang tua mu?" Tanya Lukas memastikannya sekali lagi.


"Tidak tuan." Jawabnya pendek.Safira sadar kalau Lukas sedikit keberatan untuk membawanya,bukannya dia mau merepotkan tapi untuk sekarang ini dia takut sekali kalau berkeliaran di luar,dia takut anak buah Burhan masih mencarinya sudah cukup dia mengalami banyak penderitaan sejak tinggal di rumah pelacuran.


Mendengar ucapan Safira,hati Lukas sangat tersentuh,dia begitu iba melihat nasib buruk Safira di umurnya yang masih muda dia sudah korban dari para hidung belang.


"Sudah berapa lama kamu bekerja seperti itu?" Tanya Lukas tiba-tiba sebenarnya dia bukan tipe pria yang ingin tau semua hal tapi kali ini entah apa yang membuatnya penasaran.


"Hampir sebulan tuan,pria yang menikahi ku menjadikan aku wanita malam..."Safira menghentikan ceritanya,tiba-tiba kebencian dihatinya muncul tiba-tiba entah kapan dia punya kekuatan untuk membalas semua kemarahan di hatinya baik kepada Burhan dan anak buahnya begitu juga Tante dan kedua anaknya.


Lukas tidak memaksanya untuk menceritakan kisah hidupnya lagi,dia tau kalau Safira enggan untuk menceritakan semuanya.

__ADS_1


Mau tidak mau Lukas membawa Safira ke apertemen nya,walaupun sebenarnya dia tidak menyukainya tapi untuk sementara ini dia membiarkannya saja.


"Turunlah untuk sementara kamu tinggal bersama ku,ingat kalau kamu tinggal bersama ku kamu harus mengikuti semua aturan yang ku buat." Ucapnya.


Mata Safira terbelalak saat Lukas membawanya ke sebuah gedung mewah,seumur hidupnya dia belum pernah melihat tempat semewah ini.Saat mereka masuk ke sebuah lift Safira kaget hannya sebentar mereka sudah di lain tempat tapi dia tidak mau banyak tanya dia tidak ingin pria itu tidak nyaman.


"Untuk sementara kamu tinggal di tempat ini,tapi berhubung disini hanya ada satu kamar kamu bisa tidur di sopa kalau malam." Ucap Lukas saat mereka sudah sampai di apertemen nya.


Safira mengangguk,dia tetap berdiri di tempatnya lalu menatap semua tempat itu,dia sedikit bingung melihat tempat itu.


"Apa ini rumah,bagus sekali rumah tuan itu,kenapa di rumah ini tidak ada orang?" Ucapnya dalam hati.Sudah lama berdiri di tempat itu dia tidak berani melangkah sama sekali dia tetap berdiri di tempatnya.


Sementara itu Lukas membuka seluruh bajunya lalu membersihkan tubuhnya,dia sangat kelelahan setelah mandi dan memakai baju santai dia beranjak ke atas ranjang lalu tidur hingga beberapa jam.


Sorenya harinya dia terbangun saat mendengar ponselnya berbunyi,ternyata asistennya menghubunginya.


"Untuk hari aku tidak masuk kantor semua pertemuan hari ini kamu batalkan." Ucapnya lalu menutup panggilannya.Saat matanya kembali ingin terlelap dia baru ingat Safira,dia beranjak dari tempat tidurnya.


"Apa yang dilakukan wanita itu diluar sana." Ucapnya dalam hati setelah membuka pintu dia sangat kaget saat melihat Safira masih berdiri di tempatnya tadi.


"Kenapa kamu masih disana,ini ada sopa kamu bisa duduk dan istirahat disini?" Dengan polosnya setelah Lukas menyuruhnya duduk dia langsung berjalan ke sopa lalu duduk memijat betisnya yang sudah kebas dari tadi berdiri.

__ADS_1


" Dia bodoh atau apa,sekali pun aku bilang, tidak boleh sembarangan bukan berarti seperti ini yang ku mau." Ucap Lukas dalam hati dia sedikit merasa bersalah karena sudah keras terhadap wanita itu.


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2