
Safira tidak bergeming saat wanita kaya itu berbicara pedas atas dirinya,sudah pasti wanita itu angkuh dari cara bicara dan tatapannya sudah terlihat kalau dia wanita yang angkuh dan sombong dan Safira sudah bisa memaklumi itu karena mereka orang kaya sangat berbeda dengan dirinya yang terlahir dari wanita miskin yang tidak punya apa-apa selain tubuhnya yang sudah kotor.
"Safira kamu ke belakang,masih banyak pekerjaan disana kamu bisa menyelesaikan itu semua!!" Ucap Lukas dengan nada datar.
"Baik tuan,permisi nyonya." Ucap Safira dengan sopan lalu dia segera pergi dari hadapan mereka.Wanita itu Kembali duduk sambil menghempaskan bokongnya di atas sopa wajahnya terlihat tidak senang atas kehadiran Safira di apertemen mewah putranya.
"Lukas tidak seharusnya kamu membawa orang miskin ke apertemen ini,kamu tau jika kamu terlalu banyak bergaul dengan orang miskin bisa saja dia akan memanfaatkan kebaikan mu,sudah sering ibu melihat orang miskin di luar sana rata-rata sikapnya begitu." Mamanya terus mengoceh membuat Lukas sedikit gerah atas sikap ibunya.
"Mama kalau tidak ada urusan lagi lebih baik mama pulang dari pada disini mama malah pusing mikirin Safira pelayan baru ku." Ucap Lukas dengan wajah tenang membuat ibunya semakin kesal.Untung saja Jeje mendekati Nadia lalu memijat kedua pundaknya lalu menggeleng.
"Untung saja Jeje pintar,kalau tidak mama tidak akan memaafkan mu."Ucap ibunya.Dan saat itu tiba-tiba pintu kembali berbunyi yang artinya ada tamu yang datang.Lukas segera beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Jeje dan Nadia mamanya saling menatap.
Lukas menatap Arya dengan tatapan tajam,dia kesal melihat Arya yang selalu datang ke apertemen nya,dia sudah tau tujuan Arya untuk menemui Safira.
" Aneh...Kenapa kamu semakin rajin berkunjung,apa kamu ingin bertemu Safira,apa maksudmu selalu menemui Safira jangan kamu pikir aku tidak tau bagaimana bajingan nya kamu sebagai lelaki." Ucap Lukas dengan nada menekan berharap Arya segera pergi.
"Tenang saja bro aku tidak sejahat yang kamu pikirkan,tenang saja aku akan menjaganya dengan baik dimana dia?"
"Siapa tamu ini?" Tiba-tiba saja Jeje sudah berdiri tidak jauh dari mereka lalu menghampiri keduanya yang tampak kaget.
__ADS_1
"E_a..Dia teman ku,dia datang mengunjungi ku karena sebelumnya kami sudah ada janji." Jawab Lukas gugup dia tampak salah tingkah dia takut Arya berbicara di hadapan mereka.
"Oohh...Ajak masuklah sayang..Masak ada tamu tidak di ajak masuk."Ucap Jeje.Lukas dan Arya saling menatap saat Jeje memanggilnya dengan panggilan sayang dan saat itu Lukas segera membuang pandangannya dari Arya.
"Awas bicara sembarang di depan keluargaku," Ancam Lukas lalu dia segera menyusul Jeje yang sudah masuk ke dalam,dia menghampiri Lukas ke pintu karena dia curiga Lukas terlalu lama di luar dia mengira Lukas ada kekasih.
Sebelum Lukas bergabung bersama Jeje dan mamanya dia memelankan langkahnya lalu menoleh ke arah Arya terlihat tenang Lukas sangat tidak menyukai Arya karena selalu datang.
" Jangan bicara sembarangan di depan orang tuaku." Ancam Lukas lalu dia melangkah kembali menghampiri ibunya yang sudah bersiap-siap untuk keluar dari apertemen putranya.
"Siapa lagi ini Lukas? baru beberapa bulan mama tidak mengunjungimu sudah banyak aja teman-teman mu yang mampir? Ucap Nadia dia menatap Arya dari atas sampai ke bawah wajahnya tersenyum kecil saat melihat Arya bukan orang miskin seperti Safira.
"Kamu pengusaha apa? dan orang tuamu orang seperti apa? maaf ya aku selalu bertanya hal yang sama kepada setiap orang yang dekat dengan Lukas karena aku tidak ingin dia terjerumus dengan orang-orang miskin yang hannya ingin memanfaatkan kebaikannya." Ucap Nadia dengan nada yang sangat sombong.
" Aku dokter Tante bukan pengusaha,aku minta maaf kalau tidak masuk kriteria orang yang seperti Tante inginkan." Jawab Arya dengan nada ketus dia tidak suka dengan sikap Nadia karena terlalu menjunjung tinggi kasta di dunia ini.
"Ya sudah tidak papa yang penting kamu juga orang hebat,kalau begitu Tante pamit dulu ya,Jeje Tante pamit kamu jaga baik-baik putra Tante jangan sampai ada orang yang pura-pura polos nyatanya munafik."Sindir Nadia.Arya sudah mengerti arti ucapan dari Nadia waktu dia keluar bersamaan Safira muncul dari dapur.
" Iya tante tenang saja,aku akan menjaganya dengan baik,tidak mungkin ada yang berani menggodanya.Ya udah lebih baik aku mengantar Tante ke luar." Jeje mengandeng tangan Nadia lalu mereka keluar dari dalam Apertemen.
__ADS_1
"Ibu mu sombong juga,pantas saja kamu saja kamu sombong,buah jatuh tidak akan jauh dari pokoknya,tidak pantas kamu menahan Safira di tempat ini apalagi kekasih mu juga akan tinggal disini." Wajah Arya langsung berubah,dia terlihat marah kepada Lukas.
"Itu bukan urusan mu,dan kamu kenapa kamu selalu datang ke apertemen ku sesuka hatimu...Apa kamu pikir apertemen ini tempat mu bermain,lebih baik kamu keluar dan urus saja dirimu." Lukas menghampiri Safira yang berdiri di antara mereka lalu menarik pergelangan tangannya dan membawanya ke dalam kamar.
"Kamu masih anak kecil,kamu tidak bisa melihat urusan orang dewasa,jangan sekali-kali kamu keluar dari dalam kamar kalau aku belum menyuruh mu keluar." Ancam Lukas dengan wajah dingin tapi menakutkan bagi Safira.
Lukas keluar dari dalam kamar setelah mengunci pintu,dia tidak terima dengan kata-kata Arya dan dia juga tidak suka melihat Arya selalu cari perhatian kepada Safira.
Lukas bergegas menghampiri Arya yang masih berdiri di atas ruang tamu,dengan emosi Lukas menarik kerah baju Arya lalu menatapnya penuh emosi.
"Ingat ya bajingan jangan sekali-kali kamu cari perhatian terhadap Safira,kamu hannya orang lain yang kebetulan merawatnya kemarin,kamu tidak punya hak apa pun terhadapnya,kamu pria menjijikkan." Keduanya saling menatap penuh amarah,tidak terima atas perlakuan Lukas Arya menghentakkan kedua tangan Lukas yang memegangi kerah bajunya.
" Memangnya apa beda mu,dengan ku,kalau kamu pria baik-baik untuk apa kamu menahan Safira di tempat ini sementara kamu ada kekasih,lepaskan Safira aku akan membawanya dari tempat ini bajingan.!!"
" Apa yang kalian lakukan,kalian berantem?..." Jeje tiba-tiba sudah di belakang mereka,Arya tidak peduli dia langsung meninggalkan mereka berdua dan keluar dari apartemen milik Lukas dengan amarah yang masih di tahannya.
Lukas mengabaikan Jeje yang menatapnya,lalu dia bergegas masuk ke dalam kamar,dia beberapa kali melontarkan kata-kata kasar membuat Safira ketakutan.
" Tuan biarkan aku keluar,..."Lukas yang sudah sangat emosi langsung mengunci pintu lalu mendorong tubuh Safira ke atas ranjang miliknya.
__ADS_1
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺